| BAHASA ROH PENDAHULUAN. Disadari atau tidak disadari kita pada saat ini sedang memasuki suatu fase kegerakan roha ni yang terjadi secara besar-besaran. Pemberitaan Injil benar-benar hampir mencapai selu ruh penjuru dunia. Segenap kekuatan sudah dikerahkan untuk menggenapi perintah a gung YESUS, untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Melalui saluran televisi, radio, internet, seminar-seminar, KKR, literatur-literatur, traktat- traktat, dari mulut ke mulut, penginjilan door to door, tanda-tanda mukjizat, kegiatan-kegi atan sosial, dan lain-lain. Berbagai denominasi dengan berbagai tujuannya telah berparti sipasi untuk membawa jiwa-jiwa mengenal KRISTUS. Mengomentari masalah ini rasul Pa ulus, mengatakan: "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, KRISTUS diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku tetap bersu kacita." – Filipi 1:18. Ada suatu fenomena yang sangat menarik untuk kita pelajari sehubungan dengan kegerak an ini. Yaitu gereja-gereja Karismatik dan beberapa aliran Pentakosta, menggunakan baha sa ROH, untuk menjadi tanda seseorang kepenuhan ROH KUDUS. Bila seseorang belum bisa berbahasa ROH dianggap masih belum sempurna, atau masih menyimpan suatu dosa, sehingga ROH KUDUS belum masuk ke dirinya. Masalah ini menjadi menarik karena ada beberapa aliran Protestan, yang justru menen tangnya. Sehingga di dalam tubuh Kekristenan timbul berbagai macam pendapat, antara yang pro dan yang kontra, serta yang abstain. Tentunya hal ini bisa menimbulkan kebi ngungan umat serta menjadi preseden yang buruk bagi citra Kristen sendiri. Karena itu sudah waktunya bagi kita untuk menilik kembali pada ajaran-ajaran Alkitab, se bagai satu-satunya sumber kebenaran. I. DASAR/PEDOMAN. Yesaya 45:19: "Tidak pernah AKU berkata dengan sembunyi." - 'Tidak pernah' artinya adalah tidak sekalipun. Bahwa ALLAH belum pernah dan tidak akan pernah berbicara dengan kita tetapi dengan cara menyembunyikan maksud-mak sudNYA. Yaitu suatu perkataan yang terselubung! Melainkan selalu menggunakan su atu bahasa yang jelas. Sekalipun ALLAH seringkali menggunakan kata-kata kiasan atau perumpamaan, atau nubuatan yang sulit kita mengerti maksudnya, namun ALLAH selalu menyampaikannya dalam suatu bahasa yang jelas. Dan ALLAH selalu mengaruniakan hikmat kepada o rang-orang pilihanNYA, untuk mengertinya. Matius 13:11: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, te tapi mereka tidak." II. SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA. 1. Bahasa yang dipakai Adam dan Hawa: Kejadian 11:1; "Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya." Kita tidak tahu, bahasa apa yang dipakai di zaman Adam tersebut. Namun yang kita ta hu, bahwa dari zaman Adam hingga zaman pendirian menara Babel, hanya ada satu ba hasanya. Dan tentunya bahasa itulah yang dipakai ALLAH untuk berfirman kepada ma nusia 2. Permulaan berbagai macam bahasa; Kejadian 11:7-9; ".............Itulah sebabnya sampai sekarang kota itu disebut Babel, kare na di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka di serakkan TUHAN ke seluruh bumi." a. Pendirian menara Babel adalah lambang dari ketidakpercayaan terhadap TUHAN. Se bab TUHAN sudah berjanji kepada Nuh, bahwa DIA tidak akan menurunkan air bah lagi [Kejadian 9:12]. Namun mereka tetap ketakutan bahwa peristiwa itu akan teru lang kembali. - Babel, didirikan oleh Nimrod [Kejadian 10:8-10]. - Nimrod adalah keturunan Kusy, dan Kusy adalah keturunan Ham [Kejadian 10:6-8] - Sedangkan Ham adalah orang yang dikutuk oleh Nuh [Kejadian 9:22, 25]. - Ham melahirkan bangsa-bangsa kafir, seperti: Babel, Niniwe, Filistin, Sodom, Go- mora, dan lain-lain [Kejadian 10:10-20]. Latar-belakang ini sangat perlu kita ketahui, supaya kita bisa mengetahui suatu ciri-ci ri yang spesifik dari kegerakan gereja-gereja pada akhir zaman ini. Sebab ALLAH da lam berbagai hal selalu berbicara masalah keturunan, masalah golongan dan masalah bangsa! Contohnya: Pencatatan silsilah bangsa-bangsa yang begitu terperinci di dalam Alkitab , struktur Keallahan sendiri: Bapa – Anak, Esau dipisahkan dari Yakub, bangsa Israel dipisahkan dari bangsa-bangsa lainnya, dan lain-lainnya. Jadi, masalah keturunan ini adalah masalah yang sangat penting untuk 'penandaan.' b. Arti kata: 'Babel' adalah kekacauan [Kejadian 11:9]. Ini menjadi kiasan bagi gereja- gereja yang kacau pada akhir zaman ini, sebagaimana dinubuatkan dalam kitab Wah yu. - Yang dikacaukan TUHAN adalah bahasa, sebagai tanda TUHAN menentang kegiat an mereka. - Dalam arti luas, bahasa bisa berarti konsep atau paham. Maka bahasa yang kacau berarti konsep atau paham yang kacau, yang menyebabkan lahirnya perpecahan. Ini terbukti dari perpecahan gereja-gereja yang dilatarbelakangi oleh perbedaan paham. - Mereka diserakkan karena mereka tidak mempunyai iman yang benar dan iman yang sejati, sekalipun mengaku sebagai pengikut KRISTUS [Wahyu 2:13-14; Matius 7:21- 23]. - Ketika membahas masalah bahasa roh, rasul Paulus memesankan: "Sebab ALLAH ti dak menghendaki 'kekacauan', tetapi damai sejahtera." – 1Korintus 14:33. c. Wahyu pasal 14, menyebut-nyebut tentang 'bahasa' dan 'Babel.' Bahwa Injil yang kekal harus diberitakan kepada semua 'bahasa' [ayat 6], sedangkan ayat 8: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan se gala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya." d. Ada banyak jenis bahasa, yang selain dari bahasa yang diucapkan, misalnya; yaitu ba hasa dengan gerakan-gerakan tubuh, yang disebut sebagai bahasa tubuh. Bahasa isya rat. Dan lain-lain. Namun, semua bahasa itu bisa dimengerti maksudnya. Termasuk ju ga 'bahasa' dari bayi yang sedang tertawa atau menangis, untuk menyatakan dirinya sedang sakit, susah atau senang. Dalam hal ini rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada bahasa yang ti dak mempunyai arti [1Korintus 14:10]. III. MENDIRIKAN MENARA. 1. PERENCANAAN. Kejadian 11:4: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit." Kalau saja mereka mau percaya kepada ALLAH dan menuruti FirmanNYA, mereka ti dak perlu mendirikan sebuah menara. Di sini kita perlu berhati-hati terhadap suatu usaha mendirikan menara yang puncak nya sampai ke langit. Sebab Mazmur 19:2, menerangkan tentang langit: bahwa 'langit' menceritakan kemuliaan ALLAH. Ini artinya 'menara keagamaan.' Karena agamalah yang membawa-bawa kemuliaan ALLAH. Sementara itu Matius 15:8-9, mengingatkan tentang adanya 2 macam agama, yaitu aga ma yang didirikan oleh ALLAH dan agama yang didirikan oleh manusia. Agama yang berasal dari ALLAH sudah pasti akan selaras dengan Alkitab, sedangkan agama yang bukan berasal dari ALLAH, akan mempunyai sifat yang bertentangan deng an Alkitab. Ini sudah jelas! a. Kain dan Habel, adalah lambang dari adanya 2 macam agama itu. Keduanya sama- sama penyembah ALLAH, tetapi dengan cara yang berbeda. Kain membawa persem bahan dari hasil pertaniannya, sedangkan Habel membawa persembahan dari hasil peternakannya. Dan ALLAH mengindahkan persembahan Habel, karena itulah per sembahan yang sesuai dengan tuntutan Hukum Taurat! b. Yerobeam juga berusaha mendirikan agama baru bagi Israel: "Ia naik tangga mez bah yang dibuatnya di Betel itu pada hari yang kelimabelas dalam bulan yang kedela pan, dalam bulan yang telah direncanakannya dalam hatinya sendiri; ia menentukan suatu hari raya bagi orang Israel dan ia naik tangga mezbah itu untuk membakar kor ban." – 1Raja-raja 12:33. Baca selengkapnya: 1Raja-raja 1:26 s/d 14:20. - Yerobeam melancangi tugas kaum Lewi; menaiki tangga mezbah dan membakar kor ban. - Membuat mezbah 'palsu' = cara-cara ibadah yang palsu. - Membuat hari raya-hari raya yang palsu. 2. TUJUAN. Kejadian 11:4b: "Dan marilah kita cari nama,.............." Kita perlu perhatikan tentang tujuan mencari nama: Lihatlah; nama, nama! Merk ! merk! Tiap-tiap gereja mempunyai nama dan merk sendiri-sendiri. Ada lebih dari 700 merk gereja di dunia ini. Dan orang atau umat mencari nama-nama gereja yang disukai nya. > Ujilah dengan hikmat/perenungan yang secara mendalam; bahwa sekalipun gereja-ge reja itu memakai atas nama KRISTUS, yang satu; sekalipun di bibir mereka berkata semua gereja sama saja, sekalipun persekutuan oikumene mereka buat, tetapi tetap sa ja mereka saling berbeda. Atau pikirkanlah secara rasional: Jika semua gereja itu sama, lalu perut pendetanya diisi apa ?! 3. GERAKAN. Kejadian 1:4c: "Supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." Jika di zaman Babel, mereka mendirikan wadah 'menara' agar mereka tidak sampai ter serak ke seluruh bumi. Sedangkan di zaman sekarang wadah yang saling mengikat mere kapun sudah ada, yaitu hari perbaktian: Minggu! Hanya dalam hal inilah ke 700 –an de nominasi Kristen dipersamakan dan dipersatukan. Masalah doktrin-doktrin yang lain bi sa jadi masih berbeda, tapi dalam hal yang satu ini ada kesepakatan! Mereka juga membuat hari raya menurut rekaan hati mereka sendiri, yaitu Natal! Seka lipun mereka menyadari dan mengakui bahwa 25 Desember, bukanlah hari kelahiran TUHAN YESUS, namun mereka tidak ambil pusing itu! Padahal jika hari ulang tahun mereka diganti ke hari yang lain, mereka pasti marah dan tersinggung besar. Tapi kalau untuk TUHANnya, bukan urusan! 1Yohanes 2:19: "Memang mereka berasal dari antara kita [seperti Yudas Iskariot, aslinya juga murid YESUS], tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita [AKU tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau BERPEGANG KEPADA NAMAKU, dan engkau TIDAK MENYANGKAL IMANMU KEPADAKU, juga tidak pa da zaman Antipas, saksiKU, yang setia kepadaKU, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi AKU mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di anta ramu ada beberapa orang yang menganut AJARAN BILEAM, yang memberi nasihat ke pada Balak untuk MENYESATKAN ORANG ISRAEL, supaya mereka makan persem bahan berhala dan berbuat zinah. > Wahyu 2:13-14]; sebab jika mereka sungguh-sung guh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita [seperti para rasul yang menyucikan Hari Sabat ALLAH]. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nya ta [supaya bisa dibedakan], bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pa da kita [Bukan setiap orang yang berseru-seru kepadaKU: TUHAN, TUHAN! akan ma suk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BAPAKU yang di sorga. > Matius 7:21]." Ibrani 4:2: "Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka [Alkitab yang sama], tetapi Firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka [tidak diturut], karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya [iman yang mati > Yakobus 2:17]." IV. YESUS MENGUMPULKAN. Yohanes 12:32: "Dan AKU, apabila AKU ditinggikan dari bumi, AKU akan menarik semu a orang datang kepadaKU." 1. Makna ditinggikan: Jika gereja-gereja tidak lagi meninggikan namanya sendiri-sendiri, dan hanya mening gikan nama KRISTUS, maka itulah yang bisa mempersatukan jemaat KRISTUS. Kata TUHAN YESUS: "Ada lagi padaKU domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini [yaitu kandangnya para rasul yang mula-mula > kandang ini menjadi intinya Firman i ni]; domba-domba itu harus KUtuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKU [kembali ke Alkitab; kalau ia memang benar domba KRISTUS pasti akan kembali ke kandang KRISTUS] dan mereka akan menjadi satu kawanan [satu ajaran/doktrin] deng an satu gembala [tidak ada lagi yang mengaku-aku sebagai gembala – upahan]." –Yoha nes 10:16. 2. Sarana penyatuan: Markus 16:17b: "Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mere ka." Bila manusia diserakkan melalui bahasa, maka manusia akan dipersatukan kembali me lalui bahasa, yaitu doktrin Alkitab! 3. Hari Pentakosta: a. Kisah Para Rasul 2:3: "Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing." - Kelahiran Gereja Pentakosta adalah diilhamkan oleh peristiwa Pentakosta di zaman para rasul yang mula-mula ini. Karena itu 'sifat' bahasa rohnya seharusnya sama de ngan yang terjadi pada waktu itu. Jika berbeda, maka patutlah itu dipertanyakan ke benarannya. - Bahwa yang dikuasai adalah lidahnya, bukan telinga pendengarnya! Ini konsep pen ting untuk mengidentifikasi kebenaran. Gambarannya: Orang Indonesia berbicara dengan bahasa Inggris kepada orang Ing gris. Bukan berbahasa Indonesia yang terdengarnya bahasa Inggris! Kalau konsep bahasa roh yang sekarang ini tidak jelas telinga siapa yang dijadikan sasarannya. Sebab baik yang berbicara maupun yang mendengar sama-sama tidak mengertinya. > Dari siapa dan untuk sia pa ?! b. Kisah Para Rasul 2:4: "Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata -kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang di berikan oleh ROH itu kepada mereka untuk mengatakannya." Di sini konsepnya adalah ROH KUDUS yang memakai kita, bukan kita yang mema kai ROH KUDUS! Ini menyangkut masalah otoritas. Bahwa kita ini bawahannya ROH KUDUS, bukan atasannya DIA. Kalau bahasa ROH yang sekarang ini 'kan di istilahkan: "Saya sudah bisa berbahasa roh" atau "Saya berdoa menggunakan baha sa roh." c. Kisah Para Rasul 2:5-11: "............kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dila kukan ALLAH." - Di sini bahasa ROH itu ada yang bisa mendengarnya. Artinya ada manfaat positif nya. - Bukan untuk berdoa kepada ALLAH, tetapi untuk mengabarkan tentang ALLAH! Artinya, manfaatnya ke luar, bukan ke dalam! Untuk mereka yang belum mengenal ALLAH, bukan untuk konsumsi mereka yang sudah mengenal ALLAH. - Merupakan peristiwa yang ajaib, karena para rasul itu sebelumnya tidak bisa berba hasa itu. Kalau yang sekarang 'kan menjadi sesuatu yang tidak ajaib, karena semua orang sudah pasti bisanya. Bahkan seorang anak kecilpun bisa! Ini kata rasul Paulus: "Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu." – 1Korintus 14:20. > Ayat ini konteksnya tentang bahasa ROH. - Menghasilkan penarikan jiwa-jiwa baru yang besar, karena di sana ada kuasa ROH KUDUS-nya! - Ini bukan masalah demonstrasi kebesaran ALLAH, melainkan ALLAH melakukan nya dengan alasan, bahwa murid-murid yang merupakan saksi hidup bagi KRISTUS itu perlu memberitakan Injil ke seluruh dunia. Namun mereka keterbatasan masalah berbahasa asing. Sementara itu di hari Pentakosta itu adalah moment di mana orang- orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia berkumpul ke Yerusalem! Karena itu ALLAH mengambil 'jalan pintas' melalui cara ROH KUDUS ini, sebab tidak mung kin untuk mengkursus bahasakan mereka lebih dahulu! V. BAHASA ROH DI KAISAREA [Kisah Para Rasul 10]. Kisah Para Rasul 10:46: "Sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata da lam bahasa roh dan MEMULIAKAN ALLAH." Peristiwa ini terjadi di rumah Kornelius, seorang perwira Romawi. Perwira ini mengun dang Petrus untuk menerangkan Injil kepadanya. Dan dia juga mengundang sanak-sau daranya serta sahabat-sahabatnya yang masih kafir untuk mendengarkan kesaksian Pe trus. Sementara itu, dari pihak Petrus sendiri, dia juga membawa rombongan orang-o rang Yahudi yang masih fanatis dengan kebangsaan mereka. Orang-orang Yahudi ini perlu disadarkan bahwa ALLAH juga mengaruniakan keselamatan kepada bangsa- bangsa lainnya. Bahasa ROH di Kaisarea ini agak berbeda dengan yang terjadi pada hari Pentakosta. Bila pada hari Pentakosta yang dikuasai oleh ROH KUDUS adalah para murid, dengan tujuan untuk mempertobatkan bangsa kafir, sebaliknya di Kaisarea ini ROH KUDUS menguasai orang-orang kafir yang baru saja mendengarkan kesaksian Petrus, tentunya dengan tujuan untuk menyadarkan orang-orang Yahudi, bahwa ALLAH juga berkenan atas bangsa yang lain. Kisah Para Rasul 10:45: "Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang me nyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia ROH KUDUS dicu rahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga." > 'Golongan bersunat' = Yahudi. Kisah Para Rasul 11:18b: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga ALLAH mengarunia kan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Kita tidak tahu, bahasa ROH yang bagaimana yang dipakai oleh orang-orang di Kaisa rea ini. Sebab ROH KUDUS adalah ROH yang penuh inisiatif dan kreatif, yang bekerja menurut keperluannya. Kita tidak bisa meng-konsepkan bahwa bahasa ROH itu harus begini atau harus begitu. Segala sesuatu adalah mungkin bagi ROH KUDUS. Tetapi sa tu hal yang pasti adalah, bahwa ROH KUDUS selalu mempunyai tujuan yang jelas, yai tu memuliakan ALLAH! Di Kaisarea ini tujuan ROH KUDUS adalah menjangkau orang-orang kafir, kerabat Kornelius, dan sekaligus menyadarkan orang-orang Yahudi, yang menjadi rombongan Petrus. Selain itu ada sesuatu yang bisa dimengerti dari bahasa ROH tersebut, yaitu o rang-orang tersebut "memuliakan ALLAH." Itulah sebabnya penulis kitab Kisah Para Rasul ini bisa menuliskan bahwa mereka itu "memuliakan ALLAH", karena bahasa itu bisa dimengerti maksudnya, menunjukkan ke suatu bahasa resmi yang jelas. > Kalau ditinjau dari istilahnya saja, yang namanya "Bahasa" pasti menunjukkan pada aktifitas komunikasi antara 2 orang atau lebih, yang keduanya bisa mengerti 'bahasa' itu. Sedangkan yang dimaksud dengan "Roh" di sini adalah ROH KUDUS, sebagai Oknum ILAHI yang menerima tugas khusus dari ALLAH BAPA, untuk memimpin ki ta pada seluruh kebenaran ILAHI. Sehingga arti dari "Bahasa Roh" rasanya lebih mengarah pada masalah "Cara" ROH KUDUS untuk memberitakan Injil, daripada pengertian 'bahasa' secara harafi ahnya. VI. BAHASA ROH DI EFESUS. [Kisah Para Rasul 19] Kisah Para Rasul 19:6: "Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turun lah ROH KUDUS ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata- kata dalam bahasa roh dan bernubuat." Orang-orang di Efesus ini sudah percaya kepada YESUS, hanya saja mereka kekurangan informasi tentang keberadaan ROH KUDUS. Mereka tidak tahu macam apakah ROH KU DUS itu. Mereka hanya menerima baptisan Yohanes, bukan baptisan KRISTUS. Ini yang perlu kita mengerti. Bahwa baptisan Yohanes adalah baptisan persiapan, yaitu menghim pun orang-orang Yahudi yang mau mendengarkan dan menerima pekabarannya, bahwa MESIAS yang dijanjikan ALLAH itu sudah datang. Baptisan itu hanya di dalam nama ALLAH, bukan baptisan yang dalam nama: BAPA – ANAK – ROH KUDUS. Sebab pada waktu itu orang-orang Yahudi hanya mengenal ALLAH saja, belum mengenal KRISTUS maupun ROH KUDUS. Masih masa transisi. Mereka [orang-orang di Efesus] ini masih belum bisa disebut Kristen. Hanya saja hati mereka sudah dipersiapkan untuk menjadi u mat Kristen. > Kisah Para Rasul 19:5. Maka ketika Paulus menumpangkan tangan itulah, mereka kepenuhan ROH KUDUS dan berkata-kata dalam bahasa Roh dan bernubuat. Dari sini kita melihat tujuan ROHKUDUS adalah untuk memberi tanda sah, bahwa mereka sudah masuk dalam jajaran umat Kristia ni. Dan bahasa Roh di Efesus ini bentuknya adalah nubuatan. Di sini kembali kita dapati tentang suatu bahasa yang jelas dan bisa dimengerti. Dan bagi jemaat di Efesus, yang sudah 'setengah' Kristen ini, satu-satunya yang mereka butuhkan sebagai tanda penerimaan ALLAH atas mereka adalah nubuatan. Mereka sudah tidak memerlukan pemberitaan Injil KRISTUS, karena mereka sudah banyak mendengar tentang KRISTUS itu dari guru mereka; Yohanes Pembaptis. Kita perlu tahu letak Efesus ini jauh dari Palestina, sehingga mereka belum pernah melihat secara langsung diri YE- SUS. Mereka hanya sebatas mendengar saja. > Efesus 1:17: "Dan meminta kepada ALLAH, TUHAN kita, YESUS KRISTUS, yaitu BA PA yang mulia itu, supaya IA memberikan kepadamu Roh Hikmat dan Wah yu untuk mengenal DIA dengan benar." – Inilah kebutuhan jemaat di Efe sus. VII. BAHASA ROH DI KORINTUS. Jemaat di Korintus adalah satu kasus yang lain lagi. Kita tidak boleh hanya mengambil a yat-ayat secara sepotong-sepotong, dengan mengabaikan kronologisnya. Tetapi kita harus melihat pada keadaan jemaat di Korintus ini secara keseluruhannya. Kita harus mempela jari dengan seksama masalah-masalah yang ada di jemaat tersebut. Sebagai jemaat yang besar, Korintus sudah pasti mempunyai permasalahan yang lebih ba nyak dibandingkan dengan jemaat-jemaat yang lainnya. Karena itu rasul Paulus sangat berhati-hati sekali menangani masalah di jemaat ini. Keadaan jemaat yang terpecah-pecah , seperti di Korintus ini harus ditangani secara bijaksana. Suatu kesalahan penanganan bi sa berakibat yang fatal. Dan Paulus tidak menghendaki yang demikian. Karena itu rasul Paulus menggunakan strategi supaya dalam menasihati mereka, tidak ada orang yang me rasa tersinggung. Sekalipun mereka salah, rasul Paulus tidak langsung memukul mereka. Bahkan rasul Paulus suka menyejajarkan dirinya dengan mereka. Namun tidak berarti bahwa rasul Paulus berkompromi dengan kesalahan mereka. Kita bisa melihat trik-trik yg dilakukan rasul ini, yang sebentar menyanjung namun sebentar juga memukulnya. 1. Apa saja permasalahan di Korintus ? - Perpecahan antar golongan; Apolos dan Paulus [1Korintus 1:12]. - Persaingan antar golongan [1Korintus 1:18-29]. - Saling menghakimi [1Korintus 4:5]. - Berlebih-lebihan/ekstrim [1Korintus 4:6]. - Percabulan [1Korintus 5:1]. - Perdebatan masalah sunat [1Korintus 7:17-18]. - Perdebatan masalah daging berhala [1Korintus 8:1]. - Tentang mode [1Korintus 1:13]. - Tentang keunggulan karunia [1Korintus 12]. - Tentang bahasa roh yang asing [1Korintus 14]. 2. Penjelasan mengenai rupa-rupa karunia; Rasul Paulus menengahi masalah ini dengan mencoba bersikap netral. Dia mendahului dengan mengetengahkan dasar-dasar kebenaran, bahwa orang yang berkata-kata oleh ROH ALLAH tidak mungkin akan menghujat ALLAH. a. 1Korintus 12:1: "Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya." 'Supaya kamu mengetahui kebenarannya' merupakan dasar yang diletakkan rasul Pa ulus. Bahwa Paulus tidak akan bertindak menghakimi siapapun, tetapi dia hendak me nunjukkan tentang apa yang benarnya. b. 1Korintus 12:3: "Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak seorangpun yg berkata-kata oleh ROH ALLAH, dapat berkata: 'Terkutuklah YE SUS !' dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: 'YESUS ada lah TUHAN', selain oleh ROH KUDUS." Di sini rasul Paulus menempatkan dirinya 'seakan' berada di pihak golongan yang berbahasa Roh 'gaya' Korintus, dan seakan 'menentang' golongan yang anti bahasa Roh 'gaya' Korintus. Namun ini bukanlah pernyataan yang bercabang hati. Ini ada lah pernyataan yang sebenarnya. Karena kalau memang bahasa Roh itu berasal dari ALLAH tidak mungkin akan menghujat YESUS. Bila rasul Paulus tidak mengambil sikap demikian, dan terang-terangan menentang nya, pasti akan menimbulkan Barisan Sakit Hati. Dan selanjutnya dia akan gagal me menangkan jiwa dari mereka yang telah terjebak dalam kekeliruan. c. 1Korintus 12:4-6: "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu ROH. Dan ada rupa-rupa pela yanan, tetapi satu TUHAN. Dan ada berbagai-bagai perbuatan aja ib, tetapi ALLAH adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang." Di sini Paulus menerangkan bahwa baik karunia, pelayanan maupun perbuatan aja ib ALLAH itu bukan cuma satu saja, melainkan ada banyak macam karunia, ada ba nyak macam bentuk pelayanan dan ada banyak macam perbuatan ajaib ALLAH. Ka rena itu kita jangan mudah terjebak untuk terpancang pada satu macam hal saja dan merasa sebagai yang terunggul, selanjutnya meremehkan yang lainnya. d. 1Korintus 12:7-11: "………..Kepada yang seorang IA memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa Roh, dan kepada yang lain IA mem berikan karunia untuk menafsirkan bahasa Roh itu." Kalau sebelum-sebelumnya kita tidak mengenal adanya karunia 'menafsirkan' baha sa Roh, di sini rasul Paulus mencoba 'memperkenalkan' adanya karunia untuk 'me nafsirkan' bahasa Roh. Sekaligus itu menerangkan bahwa 'bahasa roh' yang terjadi di Korintus ini ada kesamaan dengan 'bahasa roh' yang ada di gereja-gereja Kristen masa kini, yaitu suatu bahasa yang 'sulit dimengerti.' Karena itu Paulus mengusul kan agar karunia itu ada pendampingannya, yaitu untuk menafsirkannya. Disinipun tersirat suatu tuntutan agar suatu bahasa itu mempunyai kejelasan artinya! Dan tun tutan tersebut dituliskan dalam pasal 14. e. 1Korintus 12:27-30: "Kamu semua adalah tubuh KRISTUS dan kamu masing-ma sing adalah anggotanya. Dan ALLAH telah menetapkan bebera pa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya…………, dan untuk berkata-kata dalam bahasa Roh. Adakah mereka semua rasul, a tau nabi, atau pengajar ? Adakah mereka semua mendapat ka runia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa Roh, atau untuk menaf sirkan bahasa Roh ?" Penyebutan berbagai macam karunia ini adalah sehubungan dengan pembahasan masalah bahasa Roh. Paulus dengan halus mulai menggeser 'keunggulan' apa yang disebut sebagai bahasa Roh itu, dengan mengemukakan bahwa karunia ALLAH itu tidak hanya bahasa Roh saja. f. 1Korintus 12:31: "Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi." Ini ditujukan kepada golongan yang berbahasa Roh di Korintus. Rasul Paulus meng anjurkan agar mereka mengejar karunia yang 'lebih' besar lagi. Jangan hanya ber henti di situ saja! Ada karunia yang lebih besar lagi, yang harus dikejar oleh semua orang Kristen, yai tu karunia kasih. Karunia untuk mengasihi sesama ini lebih penting dari pada karu nia-karunia yang lainnya. > Mempunyai karunia menyembuhkan orang menjadi ti dak ada artinya jika tidak ada 'kasihnya!' g. 1Korintus 13:1: "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerin cing." Di sini rasul Paulus mulai menyikapi bahasa Roh [Korintus] dan menempatkannya di bawah dari semua bahasa manusia serta bahasa malaikat. Bahwa bahasa manu sia masih lebih tinggi daripada bahasa Roh. > "Sekalipun aku dapat berkata-kata de ngan semua bahasa manusia…." Dengan catatan: khusus untuk bahasa Roh yang made in jemaat Korintus, karena sulit dimengertinya. Sedangkan bahasa apapun yg ada di dunia ini tidak ada bahasa yang tidak mulia, selama masih bisa dimengerti ar tinya. Karena dengan bahasa itu bisa kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan ALLAH. > Sebab ALLAH-lah Pencipta semua bahasa! Selanjutnya, pada ayat 2: "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun a ku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." Di sinipun karunia berbahasa Roh diletakkan dibawah dari karunia-karunia itu! Ra sul Paulus menyatakannya dengan kata-kata: "Sekalipun….." Demikian pula dengan ayat 3: "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." Bahwa "KASIH" lah karunia yang terpenting bagi umat Kristen! VIII. 1KORINTUS 14: 1. Ayat 1: "Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat." - Di sini karunia bahasa Roh sudah tidak disebutkan lagi, digantikan dengan istilah yang skopnya lebih luas lagi, yaitu 'karunia-karunia Roh.' - Disebutkannya karunia bernubuat sebagai salah satu dari karunia-karunia Roh, me nyatakan bahwa karunia bahasa Roh [Korintus] tidak ada artinya apa-apa. - Jadi yang harus dikejar oleh orang Kristen adalah KASIH. Sedangkan karunia Roh yang perlu dimiliki adalah NUBUAT! > KASIH & NUBUAT! 2. Ayat 2: "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, tidak berkata-kata kepada manu sia, tetapi kepada ALLAH. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasa nya; oleh ROH ia mengucapkan hal-hal yang rahasia." - 'Berkata-kata kepada ALLAH', ini bukan untuk menunjukkan tingkat kemuliaan baha sa itu. Tetapi sebagai cara halus Paulus untuk tidak menghakimi mereka, tetapi melem parkannya kepada ALLAH. Dengan kata lain, yang Paulus katakan adalah: 'Rasanya hanya ALLAH saja yang bisa mengertinya.' - Bukti bahwa rasul Paulus menyisihkannya, adalah: - Ayat 4 : hanya membangun dirinya sendiri [egois]. - Ayat 5 : bernubuat lebih berharga. - Ayat 6 : tidak berguna. - Ayat 7 : sama seperti alat-alat musik yang tidak berbunyi. - Ayat 8 : bunyi yang tidak jelas. - Ayat 9 : sia-sia. - Ayat 10 : tidak ada bahasa yang tidak mempunyai arti. - Ayat 11 : menjadi hal yang asing/aneh. - Ayat 12 : lebih dianjurkan yang bisa membangun iman jemaat. - Ayat 14 : tanpa akal budi. - Ayat 16 : siapa yang bisa meng-amin-kannya ?! - Ayat 17 : tidak membangun. - Ayat 19 : lebih baik 5 kata yang berguna. - Ayat 20 : seperti anak kecil. - Ayat 22 : untuk orang yang tidak beriman. - Ayat 23 : seperti orang gila. - Ayat 25 : tidak mempermuliakan ALLAH. - Ayat 26-28: rasul Paulus membuatkan aturannya, yang bersifat mempersempit ruang gerak mereka yang berbahasa Roh, yaitu bilamana tidak ada yang menaf sirkan artinya supaya tidak digunakan. > Beranikah rasul Paulus bersikap demikian jika bahasa itu berasal dari ALLAH ?! - 'Tidak seorangpun mengerti bahasanya' menyatakan suatu bahasa yang tidak memba wa guna bagi manusia. Juga menyatakan bahwa sifat bahasa itu berbeda dengan yang terjadi di Kaisarea maupun Efesus. - 'Oleh ROH ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.' Ini adalah kalimat pelengkap dari kata-kata: 'berkata-kata kepada ALLAH.' Maksudnya, rasul Paulus tidak berani meng hakimi. Rasul Paulus hanya menganalisanya saja, bukan membenarkan atau memper salahkannya. Tapi analisa itu cenderung untuk tidak meyakini bahwa itu berasal dari ALLAH. "ALLAH koq seperti itu ?!" 3. Ayat 3: "Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur." Rupanya inilah sesungguhnya yang merupakan kebutuhan jemaat, yaitu: membangun, nasihat dan hiburan! Bukan bahasa Roh! - Roma 14:19: "Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahte ra dan yang berguna untuk saling membangun." > Daripada menciptakan polemik yang tidak perlu! - 1Tesalonika 5:11: "Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling memba ngunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan." - 1Tesalonika 4:18: "Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan- perkataan ini." 4. Ayat 4: "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, ia membangun dirinya sendiri, te tapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat." Membangun diri sendiri adalah gambaran dari orang yang egois, yang hanya memikir kepentingan dan kebutuhan dirinya sendiri. Ini bukan konsep Kristen! Roma 2:8: "Teta pi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri." 2Korintus 12: 20: "Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri." Galatia 5:19-20: "Perbuatan daging telah nyata, yaitu ………..kepentingan diri sendiri." Filipi 2:3b: "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri." 5. Ayat 5: "Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa Roh, tetapi lebih daripada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih ber harga daripada orang-orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh, kecuali ka lau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun." 'Kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya.' Apakah ini berarti rasul Paulus mendu kung bahasa Roh 'gaya' Korintus, kalau seandainya ada yang menafsirkannya ?! Sama sekali tidak ke sana arahnya. Ini adalah gaya diplomasi penolakan secara halus. Sebab di dalam 1Korintus pasal 14, secara keseluruhannya Paulus menyatakan penolakannya. Lagi pula siapakah yang bisa mengerti bahasa itu ? Pembicaranya sendiri tidak menger ti apa yang dikatakannya. Di antara bahasa-bahasa yang ada di dunia ini, bahasa itu se cara resminya dipergunakan oleh bangsa apa, tidak ada seorangpun yang tahu. Jadi, ra sul Paulus menuntut adanya seorang jurutafsir, karena ia tahu bahwa tidak ada jurutaf sirnya. Dengan demikian dia berharap bahasa itu akan sirna dengan sendirinya. "Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri da lam pertemuan jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada ALLAH." – 1Korintus 14:28. Di sini rasul Paulus menggunakan kata: "Mereka", sebagai pertanda bahwa mereka itu dikelompokkan ke dalam jemaat yang 'berbeda.' Dan selanjutnya dilarang mengguna kan bahasa itu dalam pertemuan jemaat. Mereka hanya boleh berbicara dengan dirinya sendiri dan dengan ALLAH. Ini menyatakan bahwa mereka itu segolongan dari jemaat yang seenaknya sendiri ['sak karepe dewe' – Jawa]. Tidakkah mereka akan menjadi orang yang aneh, jika peraturan ini dijalankan ? Mere ka datang ke gereja, tapi berbicara sendiri-sendiri! 6. Ayat 6-9: "Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa Roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepa damu penyataan ALLAH atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran ? Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi – bagaimana orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda ? Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapa kah yang menyiapkan diri untuk berperang ? Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa Roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan ? Ka ta-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara." Perhatikan juga kata-kata: 'Demikian juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa Roh.' Kata-kata 'kamu' di sini juga menyatakan bahwa rasul Paulus menggolongkan mereka sebagai jemaat yang 'berbeda.' Ada kesan bahwa rasul Paulus agak 'dijengkel kan' juga oleh 'ulah' mereka itu. > Bukankah sebuah peribahasa mengatakan, bahwa 'diam' itu emas ?! Mending diam dari pada bicara banyak yang tidak ada gunanya. 7. Ayat 10: "Ada banyak – entah berapa banyak macam bahasa di dunia; sekalipun demi kian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berar ti." Kelihatannya hanya bahasa Roh di Korintus ini yang kehadirannya agak aneh, yaitu a da bunyinya tapi tidak ada artinya. Masih lebih mending alat musik, yang sekalipun dia tidak berjiwa, tapi suara yang dikeluarkannya masih ada arti dan manfaatnya! Perhatikan juga nasihat rasul Yohanes ini : "Saudara-saudaraku yang kekasih, jangan lah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari ALLAH , sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia." – 1Yohanes 4:1. 8. Ayat 11: "Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku." Mungkin seperti orang Inggris yang ketemu dan berbicara dengan orang Arab. Bahkan mungkin masih lebih baik yang ini, karena kemungkinan orang Arab itu pandai berba hasa Inggris. 9. Ayat 12: "Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh ka runia-karunia Roh, tetapi lebih daripada itu hendaklah kamu berusaha mem pergunakannya untuk membangun jemaat." Sekali lagi ditekankan bahwa membangun jemaat lebih penting daripada membangun di rinya sendiri! 10. Ayat 13: "Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh, ia harus berdoa, su paya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya." Apakah ayat ini berarti rasul Paulus menganjurkan mereka supaya berdoa ?! Ya! Tapi rasul itupun yakin bahwa doa mereka pasti tidak akan berjawab! Bagaimana mungkin TUHAN meladeni doa yang aneh-aneh ?! 11. Ayat 14-15: "Sebab jika aku berdoa dengan bahasa Roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat ? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa dengan akal budi ku [juga]; aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku." Mungkinkah roh manusia bisa berdoa ? Bukankah roh manusia itu hanya berupa ener gi kehidupan, yang tidak mempunyai jiwa, yang tidak mempunyai keinginan dan tidak bisa berbuat apa-apa ?! Bukankah roh manusia itu adalah hembusan nafas ALLAH ? Oleh roh itulah jantung kita bisa berdetak, memompa darah, darah mengaliri otak kita, sehingga mulailah kesadaran kita timbul. Otak kita bekerja, di situlah munculnya apa yang dinamakan dengan jiwa. Dan jiwa itulah yang menjadi pribadi kita. Jiwa saya ber beda dengan jiwa anda, karena keinginan dan karakter kita berbeda. Tetapi roh kita sa ma [satu], yaitu yang berasal dari Adam. Adamlah yang menerima hembusan nafas ALLAH! > Untuk jelasnya, bacalah tulisan saya yang berjudul: "YOHANES PEMBAPTIS ADA LAH ELIA." – Di sanalah saya membahas masalah roh. 12. Ayat 16-17: "Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan: Amin, atas pengucapan syukurmu ? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau kata kan ? Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapiorang lain tidak dibangun olehnya." 13. Ayat 18-19: "Aku mengucap syukur kepada ALLAH, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih daripada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk me ngajar orang lain juga, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa Roh." Apakah ayat ini mengesankan bahwa rasul Paulus 'bisa' berbahasa Roh ? Benar! Bah kan di situ dikatakan 'lebih bisa.' Mengapa ? Ya, karena bahasa itu sangat gampang kita lakukan. Apa susahnya berkata-kata yang tidak ada jeluntrungannya ? Modalnya hanya 'nekat' saja, yaitu tidak merasa malu jika dianggap orang edan! Kita jangan beria-ria, oleh pernyataan rasul Paulus: Bisa! Karena apa artinya 'bisa' ji ka itu tidak digunakan ? Sama seperti; saya bisa mencuri apakah berarti saya pencuri? Saya bisa membunuh, apakah saya pembunuh ? Saya punya mobil tapi mobil itu tidak pernah saya pakai, apakah itu berarti ?! 14. Ayat 20: "Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu, ja dilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu." Di sinilah rasul Paulus menjelaskan tentang kelebihannya dia bisa berbahasa Roh. Itu disejajarkan dengan anak kecil. Bahwa anak kecilpun bisa berbahasa yang seperti itu! 15. Ayat 21-22: "Dalam hukum Taurat ada tertulis: Oleh orang-orang yang mempunyai ba hasa lain dan oleh mulut orang-orang asing AKU akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan AKU, Fir man TUHAN. Karena itu karunia bahasa Roh adalah tanda, bukan un tuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedang kan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang ti dak beriman, tetapi untuk orang yang beriman." Jadi, bahasa Roh itu untuk orang yang tidak beriman. Sedangkan untuk orang yang beriman adalah bernubuat. 16. Ayat 23: "Jadi, kalau seluruh jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang ber kata-kata dengan bahasa Roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang- orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila ?" 17. Ayat 24: "Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau o rang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah ALLAH dan mengaku: Sungguh, ALLAH ada di te ngah-tengah kamu." 18. Ayat 26: "Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara ?" Jadi, apa sekarang pendapat anda tentang bahasa Roh ? Tanya rasul Paulus! 19. Ayat 27: "Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa Roh, biarlah dua atau sebanyak- banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain un tuk menafsirkannya." Ya, rasul Paulus tidak berani menghakimi tentang mereka. Tetapi sebagai rasul dia mempunyai hak untuk mengatur kita. Maka ditetapkanlah batasannya, maksimal 3 o - rang. Tidak boleh lebih! Itupun jika ada yang menafsirkannya. Nah, kalau tidak ada yang menafsirkannya ?! 1Korintus 3:13: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari TUHAN akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan a pi dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh a pi itu." 20. Ayat 28: "Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdi am diri dalam pertemuan jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada diri nya sendiri dan kepada ALLAH." Nah, terjawablah dengan jelas pertanyaan kita dalam nomor 19, di atas. Bahwa mereka harus berdiam diri jika tidak ada yang menterjemahkannya. 21. Ayat 33: "Sebab ALLAH tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." Adakah di sini rasul Paulus mengatakan bahwa bahasa Roh itu bikin kacau ?! 22. Ayat 37: "Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu, adalah perin tah TUHAN." Dari ayat ini tersiratlah bahwa rupanya ada orang-orang tertentu di Korintus, yang me ngaku-ngaku dirinya sebagai nabi dan mengajarkan bahasa Roh yang demikian itu. Maka jika dia memang benar nabi dari ALLAH, dia pasti mengerti bahwa ucapan rasul Paulus itu sudah disejajarkan dengan Firman TUHAN! > Sebagai sesama nabi! 23. Ayat 38: "Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia." Benarlah dugaan kita tadi, bahwa ternyata memang ada orang yang mengaku sebagai nabi itu! 24. Ayat 39b: ".................dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh." Yang penting asal kita tahu saja; kita nggak perlu menghakimi orang lain dan nggak perlu melarang mereka. Ngapain ribut-ribut, yang penting kita sudah mengerti, dan yang penting orang yang sudah mengerti itu tidak mengikuti apa yang tidak benar. 1Korintus 10:23: "Segala sesuatu diperbolehkan. Benar. Tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar. Tetapi bukan segala sesuatu membangun." > Carilah yang berguna dan yang membang un! 25. Ayat 40: "Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur." Mudah-mudahan kita tidak berpikir bahwa itu tidak sopan dan tidak teratur! ####################### TUHAN MEMBERKATI ! #######################
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar