Minggu, 15 Agustus 2010

BALI INFO - DISKUSI DENGAN BAPAK KUNTARAF - 8

 

> "Penderitaan yang mereka tanggung telah membuat orang-orang KRISTEN SEMAKIN

          DEKAT kepada satu sama lain dan kepada PENEBUS mereka. Teladan kehidupan me

          reka dan sikap mereka menghadapi kematian telah menjadi KESAKSIAN ABADI bagi

          kebenaran." – Hal. 43.

     

>  "Kesukaran, penderitaan dan tindakan disiplin ADALAH SEKOLAH di mana YANG  

          MAHABIJAK mempersiapkan Luther bagi suatu misi penting dalam hidupnya." – Hal.

          126.

 

> "Pada waktu itu ada 2 orang asing yang baru tiba di Praha dari Inggris. Orang-orang i

          tu adalah orang-orang terpelajar, yang telah menerima terang. Mereka datang untuk

          menyebarkan terang di negeri itu. Mereka memulai dengan SERANGAN TERBUKA

          terhadap supremasi Paus, dan oleh karena itu mereka segera dibungkam oleh para

          penguasa." – Hal. 104.

 

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

JAWABAN SAYA:

 

1.      Seharusnya saya mengenakan Galatia 5:22-23:

            Benar sekali, pak. BAPA kita yang di sorga memang menginginkan kita ini

             menjadi anak-anak yang sempurna seperti DIA. Jujur saja saya mengakui

             bahwa saya bersalah tidak bisa memenuhi itu. Tuntutan Alkitab terlalu

             banyak yang harus saya penuhi. Ada sekitar 1500 halaman, pak.

            Sementara saya ini hanyalah anaknya Adam yang cacat, penuh dosa dan

            kekurangan. Ketika saya baik disebelah sana, maka bapak akan

            menemukan kesalahan saya disebelah sini. Saya tidak tahu kapan saya bisa

            seperti ALLAH, atau kalau mungkin seperti YESUS, atau kalau mungkin

            malah mengalahkan YESUS dan mengatasi ALLAH.

            Syukurlah bahwa ada orang seperti bapak Kuntaraf yang sudah bisa

            memenuhi 1500 halaman Alkitab. Saya ikut senang dan ikut merasa

            bangga, pak.

            Tapi saya hanya berpikir tentang kenyataan diri saya, sebagai seorang

            ayah, saya memang mengharapkan anak-anak saya adalah anak-anak

            yang baik. Anak-anak yang taat, yang rajin belajar dan ranking 1 di

            kelasnya.

           Tapi ketika anak-anak itu mengecewakan hati saya, saya nggak tega hati

           untuk membuang mereka, pak. Saya pikir, biarlah saya belajar menerima

           mereka sebagaimana adanya.

           >> 1Yohanes 2:1         Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu,

                                                supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika

                                                seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang

                                                pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

           >> Ibrani  4:16            Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian

                                               menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita

                                               menerima rahmat dan menemukan kasih karunia

                                               untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

 

2.      Yohanes yang pernah berbuat kekhilafan:

            Saya mau tanya, pak: dimanakah rasul Yohanes sekarang? Di neraka atau

            di sorga? Apakah karena kesalahan itu, maka dia masuk neraka? Jika dia

            masuk sorga dengan kesalahan itu, apakah ALLAH akan pilih kasih

              terhadap saya yang melakukan kesalahan yang sama?

 

3.      Orang akan meragukan pekerjaan saya?

             Karena saya keras dan kasar, maka orang akan meragukan pekerjaan

             saya? Bisa jadi itu benar sekali. Tapi bukankah nabi Elia, pembunuh 850

             nabi Baal bisa naik ke sorga hidup-hidup? Haruskah saya memperhatikan

              penerimaan orang, pak? Rasanya Alkitab tidak menuntut pada saya atas

              penerimaan orangnya, melainkan menuntut pada saya apakah saya

             melaksanakan tugas saya dengan baik atau tidak? Maaf, kalau saya egois,

             jika saya hanya memikirkan keselamatan diri saya sendiri. Kenapa? Sebab

             saya bukan Juruselamat. Jadi, bagaimana saya hendak menyelamatkan

             orang lain? Lebih baik saya memperhatikan pekerjaan saya sendiri. Dan

             jika saya mendapati diri saya bersalah, saya akan masuk ke kamar,

             menutup pintu kamar dan bertelut pada TUHAN. Saya selesaikan urusan

             saya dengan TUHAN saya.

 

4.      Lembut dan sopan:

            Masalah ini dipengaruhi oleh banyak faktor, pak: bisa jadi karena

             temperamen saya yang memang keras kayak Elia atau kayak Paulus. Bisa

             jadi karena suasana diwaktu-waktu tertentu, tapi bisa jadi pula oleh sebab

            standart kelemah-lembutan dan kesopan-santunan yang bersifat relatif.

 

            Kadang-kadang para penilai itu juga ngawur, pak, Burung Rajawali

            dimasukkan ke sangkarnya Burung Perkutut, sehingga ketika Burung

            Rajawali itu bergerak sedikit saja, sayapnya sudah membentur sangkar

            penghinaan, pelecehan, ketersinggungan, sensitifisme, dan lain-lainnya.

 

            Saya pernah membayangkan tentang orang Solo yang lemah-lembut dan

            sopan-santun, memberikan makanan daging segar kepada Harimauman

            dengan tangannya yang dijulurkan, tapi malah tangannya hilang digigit

            Harimauman itu, pak. Gimana, coba?

 

            Bandingkan dengan cerita di Alkitab, tentang YESUS KRISTUS, yang

            ditampar pipiNYA, ditinju, diludahi, bahkan disalibpun masih tetap sabar.

            Jadi, kelihatannya itu faktor nasib aja, pak, kalau kebetulan saya ketemu

            YESUS, ya baiklah nasib saya, tapi kalau nasib lagi sial ketemu

            Harimauman, ya diterkam tanpa ampun.

 

            Semula saya berpikir orang Advent itu orang Kristen, pengikutnya YESUS

            yang sabar, pak, tapi tak tahunya muridnya pak Harimauman yang galak.

            Habis bulunya kayak bulunya Domba, tapi suaranya kayak suara Serigala.

            Koq bisa ya, pak?! Beli topengnya dimana?

 

            Kenapa kesalahan koq ditimpakan ke atas diri saya saja ya, pak? Mengapa

            orang yang mencubit tidak kena kemarahan, melainkan yang dicubit yang

            dimarahin?

 

5.    Larangan makan Babi bukan perbuatan?

Kalau seseorang pantang makan Babi berdasarkan sukarela kesadarannya sendiri, memang benar bahwa itu pekerjaan dari iman. Tapi kalau pantang makan Babinya berdasarkan persyaratan baptis, ditakut-takuti penyakit, dijadikan sebagai tanda-tanda Adventist, mendekte ayat-ayat Alkitab supaya menuruti kehendak Ny. White atau lembaga Advent, dan teror mental sebagai orang yang dijauhi jemaat, waah ini sudah masuk pada perbuatan, pak, bukan lagi iman. Dan untuk melihat kenyataan demikian pada gereja Advent masih belum perlu kacamata atau kaca pembesar, pak, sebab sudah sangat-sangat nyata. Malah ini pengalaman saya sendiri ketika dibaptiskan tahun 1998.

 

     Tambahan: Ketika saya sangat siap dibaptiskan, saya disuruh menunggu

     sampai adanya KKR. Kira-kira 2 bulanan. Saya heran ketika saya

     membandingkan dengan kisah Sida-sida dari Etiopia yang bertanya kepada

     Filipus: "Disitu ada air, apa halangannya bagi saya untuk dibaptis?" - Lha

     kalau saya mati pada pertengahan waktu itu, siapa yang tanggungjawab atas

     keselamatan saya, pak? Pertanyaan ini baru terjawab setelah saya semakin

     mengenali karakteristik gereja yang suam-suam kuku ini, bahwa si pendeta

     mempunyai kewajiban untuk menyetorkan jiwa pada setiap KKR. Ada target

     baptisannya pertahun sekian jiwa. Kalau nggak nutup setoran, maka si pendeta

     akan ditendang kariernya. Koq kayak salesman atau Buskota aja, ya?!

     Nah, yang demikian ini karangannya siapa, pak?

 

6.    Tentang Markus 7, bahwa saya menginterpretasikan "yang keluar dari mulut itu muntahan", dimana ada kalimat saya seperti itu, pak? Jauh sebelum saya masuk Advent saya sudah paham benar dengan ayat tersebut, sebab 'kan ada keterangannya yang jelas pada ayat berikutnya?

 

7.    Babi diharamkan karena banyak lemaknya?

Apakah Sapi, Ayam, dan Kambing merupakan makanan yang sehat dan dianjurkan? Maka bapakpun menjawab: "kandungan lemaknya sedikit." Jika yang menjadi persoalan adalah sedikit atau banyaknya, mengapa Advent sampai melarang juga minuman Teh? Apakah didalam Teh ada racun yang ganas? Bagaimana dengan kondisi udara di jalan raya yang penuh asap knalpot kendaraan bermotor? Bagaimana dengan pengaruh penyalahgunaan internet untuk mengakses situs-situs porno, Facebook, koran-koran yang memberitakan kriminal dan sex, obrolan antara teman-teman ketika di sekolah, di kampung ataupun di tempat kerja yang biasanya selalu dibumbui dengan perkataan-perkataan yang tak patut? Apakah Advent sudah mempunyai fatwah yang memerintahkan umatnya untuk hidup dipertapaan seperti Sang Budha Gotama? Bukankah Ny. White berbicara juga tentang rencana jangka panjang gereja untuk membeli perbukitan sebagai tempat tinggal khusus umat Advent agar tidak tercemar dunia? Sorga made in Advent?

 

     Melalui vegetariannya Advent sudah bisa memperpanjang umur manusia. Dan

     melalui visi Ny. White, Advent juga sudah bisa menciptakan sorga sendiri. Lalu,

     buat apa masih menyembah pada ALLAH? Siapa tahu di abad depan umat

     Advent sudah bisa hidup abadi seperti ALLAH, dan terbang ke angkasa

     menemukan sorga? Nggak perlu ALLAH, 'kan?!

 

     Bukankah sorga-sorga imitasi ini sudah Advent buat di universitas-universitas

     milik Advent? Advent membeli perbukitan di daerah yang sejuk, lalu

     didirikanlah gedung perguruan tingginya, perumahan dosennya, taman buah

     dan kebon sayurannya, fasilitas bermain, berolahraga, beribadah, dan lain

     -lainnya lengkap disana. Aktifitas para dosen dibikin sedemikian rupa padatnya

     kayak sekolahan calon tentara, sehingga para dosen betah tinggal disana kayak

     pertapa. Sudah terputus dari komunikasi sosial dan interaksi sosial. Mereka

     menjadi orang-orang tuli yang nggak ngerti diluar mereka masih banyak orang

     yang memerlukan berita keselamatan, memerlukan uluran tangan kasih

     mereka dan kepedulian/perhatian mereka. Mereka merasa bahwa mereka telah

     berada di atas segala manusia kesempurnaannya. Hidup suci, menurut perintah

     ALLAH, di gereja yang benar, aktifitasnya keagamaan melulu, pikirannya tidak

     terkontaminasi racun dunia, hidup sehat, umur panjang, sarana lengkap,

     kehormatan ada, penghasilan mencukupi, dan tampaknya tidak kekurangan

     suatu apapun.

 

     Tapi, mana ada ajaran Kristen yang seperti itu? Siapa yang suruh anda

     memperpanjang umur? Bukankah Alkitab malah mempersiapkan kita untuk

     mati syahid? Siapa yang suruh kita memelihara tubuh[kepala, leher, dada,

     perut dan kaki]? Bukankah Alkitab menyuruh kita memelihara moral dan akal

     budi kita? Siapa yang suruh kita menciptakan sorga? Bukankah ALLAH sudah

     menyiapkannya untuk kita? Siapa yang suruh kita hidup dalam kenyamanan

     dan kemapanan? Bukankah Alkitab malah mempersiapkan kita supaya hidup

     dalam kesederhanaan dan penyangkalan diri? Siapa yang suruh kita hidup

     dalam pertapaan? Bukankah ALLAH mengutus kita supaya menjadi garam

     dan terang dunia?

 

8.    Advent mendapatkan pengakuan dunia?

Perlukah pengakuan dunia? Perlukah persahabatan dengan dunia? Bukankah Alkitab katakan bahwa justru kita ini akan dimusuhi dan diterkam dunia? Bukankah Alkitab katakan bahwa persahabatan dengan dunia merupakan permusuhan terhadap ALLAH? Mengapa konsep dunia sampai mengalahkan konsep Alkitab?

Jika dunia ini sudah terang, mengapa YESUS menyuruh kita menjadi terang? Jika dunia ini sudah cukup asin, mengapa YESUS menyuruh kita menjadi garam? Dan jika dunia ini sudah Domba, mengapa YESUS berbicara tentang Serigala?

 

9.    Makanan yang menyebabkan kita sakit?

Bapak katakan: bagaimana memuliakan TUHAN dengan makanan yang menyebabkan kita sakit?

a. Mudah-mudahan itu bukan suatu dalil atau rumus bahwa penyebab kita sakit

    itu melulu makanan, khususnya Babi. Stamina tubuh yang lemah, penyakit

    keturunan, wabah penyakit menular, keracunan makanan, kekurangan

    vitamin/gizi, kurang olahraga, kurang sinar matahari, kurangnya udara

    bersih, kecelakaan di jalan, bencana alam, dan sederet faktor yang lainnya

    lagi adalah sumber malapetaka bagi hidup kita.

b. Mudah-mudahan bapak tidak melupakan Kemahakuasaan ALLAH. Bahwa

     jika ALLAH bermaksud memukul seorang yang jahat atau berdosa, DIA bisa

    lakukan itu sekalipun orang itu Advent yang vegetarian. Dan jika ALLAH

    bermaksud mengaruniakan umur panjang, juga tidak akan terhalang oleh

    sebab tubuh orang itu digerogoti penyakit.

c. Orang-orang yang mencintai kehidupan rohani, dia akan dijenuhkan dengan

     kehidupan duniawi. Ada rasa enggan hidup dan tinggal di dunia ini

     berlama-lama. Dunia yang semakin jahat, bukanlah kehidupan yang cocok

     untuk manusia rohani. Dia pasti ingin sesegera mungkin menyelesaikan

     pekerjaan atau tugasnya di dunia ini. Ingin beristirahat secepat-cepatnya,

     sebab apa yang diharapkannya, yaitu sorga telah didapatkannya. Tunggu

     apa lagi? Hanya orang yang belum memperoleh sorga yang belum siap

     menghadapi kematian.

     Dunia ini adalah negeri asing. Dia ingin segera bisa mudik – pulang

     kampung, ke rumah BAPA-nya yang di sorga. Adakah bapak masih ingin

     berlama-lama di sini?

 

          >> Ibrani 11:32            Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku

                                               akan kekurangan waktu, apabila aku hendak

                                              menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta,

                                              Daud dan Samuel dan para nabi,

                          11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan

                                               -kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa

                                               yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,

                          11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput

                                               dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam

                                               kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan

                                               telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara

                                               asing.

                          11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang

                                                telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang

                                                lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau

                                                menerima pembebasan, supaya mereka beroleh

                                                kebangkitan yang lebih baik.

                          11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang

                                               dibelenggu dan dipenjarakan.

                          11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang;

                                                mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba

                                                dan kulit kambing sambil menderita kekurangan,

                                                kesesakan dan siksaan.

                          11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka

                                               mengembara di padang gurun dan di pegunungan,

                                               dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

                          11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang

                                               dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah

                                               memberikan kepad


__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: