> "Sekarang jemaat berada dalam BAHAYA YANG SANGAT MENAKUTKAN. Penjara, penyiksaan, api dan pedang adalah LEBIH MEMBAWA BERKAT dibandingkan deng an ini. Sebagian orang Kristen berdiri teguh menyatakan mereka tidak mau berkompro mi. Sebagian yang lain setuju MENYERAH atau MEMODIFIKASI sebagian bentuk ke percayaan mereka, dan bersatu dengan mereka yang telah menerima sebagian Kekris tenan itu, dan mengatakan bahwa ini adalah bentuk pertobatan mereka sepenuhnya… Kebanyakan orang Kristen pada akhirnya SETUJU MENURUNKAN STANDART me reka, sehingga terbentuklah satu PERSEKUTUAN antara Kekristenan dan kekafiran… Sementara para pengikut KRISTUS dipersatukan dengan para penyembah berhala, a gama Kristen TELAH MENJADI RUSAK, dan jemaat telah KEHILANGAN kesucian dan kuasanya." – Hal. 44. > "MENGAPA penganiayaan itu nampaknya seperti tertidur ? SEBAB SATU-SATUNYA ialah bahwa jemaat TELAH MENYESUAIKAN DIRI dengan standart duniawi, oleh se bab itu tidak menimbulkan perlawanan. AGAMA pada zaman ini bukanlah agama yang bertabiat suci dan kudus sebagaimana yang menandai iman Kristen pada zaman KRIS TUS dan rasul-rasulNYA. Hanyalah oleh karena ROH BERKOMPROMI dengan dosa, oleh karena kebenaran agung FIRMAN TUHAN TIDAK BEGITU DIHORMATI, oleh karena SEDIKITNYA kesalehan yang vital di dalam jemaat, YANG MEMBUAT Kekris tenan sangat terbiasa dengan dunia ini. BIARLAH ADA KEBANGUNAN IMAN dan KUASA jemaat yang mula-mula itu, MAKA roh penganiayaanpun akan dibangunkan dan api penganiayaan itupun akan DISULUT kembali." – Hal. 50 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx KLARISIFIKASI SAYA: Kepada Yth. Bapak Kuntaraf, Saya belum membaca seluruhnya, namun saya perlu segera meluruskan interpretasi bapak akan kata-kata saya: "merobek-robek Perjanjian Lama." Bukankah itu saya kasih tanda kutip? Masak yang begitu itu bapak maknai sebagai merobek beneran? Maksud saya adalah, Hukum Taurat itu sudah tidak berlaku sama sekali. a. Hukum Moral - masih berlaku secara rohaniah. b. Hukum Upacara - sudah tidak berlaku. c. Hukum tambahan - ini yang sedang kita perdebatkan. d. Hukum Sipil - hukum pemerintahan setempat. Demikianlah sebagai klarisifikasi saya. GBU. Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWABAN BAPAK KUNTARAF: Dear Brother Rudy, Terima kasih atas penjelasannya. Saya harapkan lain kali dapat lebih jelas agar jangan di salah mengerti, sebab ada beda "Perjanjian Lama" dengan Taurat. Perjanjian Lama ada 39 buku, Taurat atau "Torah" hanya 5 buku Musa. Dari 5 buku Musa ini masih banyak hal yang tidak bisa "disobek," begitu saja. Sedangkan hukum upacara banyak hal yang kita bisa pelajari, untuk melihat kebesaran Tuhan, dan bagaimana Yesus menjadi pusat dari Kabah. Ini tidak sama seperti akta notaris yang bisa dibuang bila sudah ada akta yang baru. Nah untuk hukum kesehatan, argumentasi Anda tidak berlaku dengan menggunakan ayat-ayat Markus 7:19, Kisah 11, ataupun tulisan Paulus yang lain. Saya jelaskan bahwa ayat-ayat itu tidak relevant dengan makanan haram dan halal, sebab kita harus lihat konteksnya. Konteks mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala tidak bisa dipakai untuk makanan haram dan halal, demikian juga konteks soal tidak basuh tangan. Kalau Anda menerima ajaran yang berdasarkan "out of context," dengan sendirinya ini adalah pilihan Anda. Salah satu argumentasi Anda ialah soal kesehatan adalah soal hukum sebab dan akibat. Lho, itu juga yang berlaku dengan hukum moral. Hukum sebab dan akibat itu berlaku. Lihatlah dalam keluaran, 15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau." Salah satu prinsip dalam perjanjian lama ialah "obey and live." Ini adalah hukum sebab dan akibat. Coba lihat Ulangan 28, 29, mengenai kutuk dan berkat, semuanya sebab dan akibat. Ingat 2 Tawarikh 20;20, "percaya….dan engkau akan berhasil…." Hukm sebab akibat, bukan? Anda juga mau coba memisahkan antara fisik dan rohani. Untuk lebih jelasnya, saya akan kirimkan kepada Anda makalah yang saya hadapkan di Bible Conference di Turkey, dan juga sempat di cetak oleh Journal of Adventist Theological Society tahun lalu, dengan judul, "Emphasizing the Wholeness of Man." Untuk tidak membenai pembaca lain, maka makalah itu saya hanya akan berikan dalam bentuk attachment kepada Anda. Tuhan memberkati Anda untuk melihat keajaiban Firman Tuhan yang kekal untuk selamanya, Jonathan Kuntaraf xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWABAN SAYA: Kepada Yth. Bapak Kuntaraf, Saya hanya cukup terharu dan terhargai oleh pelayanan bapak. Mudah-mudahan bapak tidak terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan bahwa saya seorang yang keras hati. Saya bukan seorang yang suka belat-belit, pak. Tapi saya memerlukan argumentasi yang kuat dan jelas. Buktinya saya sendiri telah ditaklukkan oleh Sabatnya Advent dan nubuatan Daniel-Wahyunya. Apa sebab? Sebab kebenarannya jelas dan tak terbantahkan. Kalau sesuatu itu nyata atau riil, siapakah yang bisa membantahnya? Seorang pemain sulappun nggak mungkin bisa berkelit ' kan ?! Pak, Advent harus menyediakan pertahanan yang kokoh dan kuat. Sebab penyerang Advent bukan cuma saya saja. Dibelakang saya sampai 7 keturunanpun tetap akan menguji kebenaran Advent. Karena itu janganlah bapak membuang kesempatan untuk berdiskusi dengan saya. Jadikan sebagai kesempatan untuk membuktikan kesaktian Advent. Demikian dulu dari saya. GBU. Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWABAN SAYA [TOPIK UTAMA]: 1. Tentang Markus 7; Saya bisa menyetujui bahwa kesimpulan Markus adalah tambahan dari penerbit LAI. Nggak masalah. Nggak digunakan juga nggak apa-apa. Tapi yang jelas perkataan YESUS menyatakan: >> Matius 15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? >> Markus 7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" >>>>>>Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. <<<<<<< Bahwa apa saja yang kita makan akan berakhir ke jamban. YESUS lebih menekankan pada apa yang keluar dari hati atau pikiran kita daripada tentang apa yang kita makan. Perbuatan lebih penting kita perhatikan daripada soal makanan. Sebab makanan tidak membuat kita dekat dengan ALLAH dan Kerajaan ALLAH bukan Kerajaan Depot. Setujukah bapak?! 2. Perumpamaan dalam Markus; Memang benar itu bukan tentang makanan, baik yang halal maupun yang haram. Tapi keseluruhan cerita tersebut memberikan suatu perbandingan antara apa yang masuk ke mulut dengan apa yang keluar dalam bentuk perbuatan jahat kita. Buktinya adalah: ALLAH mengabaikan soal makanan Kornelius yang kafir itu, dan menaruh perhatian pada kedermawanannya. >> Kisah 10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. 10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. >> Kisah 8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Kedua contoh ini ' kan tentang orang-orang yang berlatarbelakang pemakan sembarangan? Bukan orang Yahudi dan nggak ngerti apa-apa soal Kekristenan, kecuali mereka itu beribadah kepada ALLAH saja. Mereka mungkin mengenal ALLAH, tapi apakah mereka juga hidup secara Yahudi? - Kalau sudah benar ngapain diperkenalkan dengan para rasul? Jadi, jelas bahwa ALLAH lebih memperhatikan perbuatan orangnya daripada makanannya. Dan jikapun mereka menerima ajaran para rasul, maka mereka hanya terikat pada keputusan sidang saja pada Kisah 15, yaitu tidak makan darah, tidak makan binatang yang tidak disembelih dan menjauhi percabulan. Dan saya yakin bahwa sidang di Yerusalem itu sudah mempertimbangkan semua larangan-larangan Yahudi, lalu menyarikannya dalam 3 hal tersebut saja. Karena itu saya kurang sependapat jika bapak katakan: "Karena tidak disebutkan bukan berarti boleh." Sebab masalah makanan Babi bagi orang Yahudi adalah pantangan yang penting sekali. Nggak mungkin mereka kelupaan tidak mempertimbangkannya. Jadi, kalau tidak disebutkan, ya berarti diperbolehkan. 3. Mengapa YESUS menyembuhkan orang sakit dan memberi makan 5000 orang jika YESUS tidak memperhatikan hal-hal yang lahiriah? Waah, koq ekstrim sekali cara penangkapan bapak? Ketika saya menyorot umur panjang Advent, bapak memaknai saya cenderung pingin bunuh diri. Ketika saya berkata: "Merobek Perjanjian Lama", bapak memaknainya sebagai merobek beneran. Padahal sudah saya kasih tanda kutip. Sekarang ketika saya berkata: YESUS mengabaikan hal-hal yang lahiriah, bapak menyodorkan penyembuhan orang sakit dan hal memberi makan 5000 orang? Pak, nasehat kesehatan adalah nasehat yang baik. Dan setiap yang baik pasti berasal dari ALLAH. Saya tahu dan saya yakini itu. Karena itu siapa saja yang menentang ajaran yang baik adalah orang yang jahat, dan bukan berasal dari ALLAH. Saya setuju sekali, pak. Ketika para murid tidak membasuh tangan sebelum makan, sekalipun YESUS tidak mempersalahkan mereka, tapi saya yakin bahwa YESUS memprihatinkannya. YESUS lebih suka jika para murid itu menjaga kebersihan. Saya bisa memahami pikiran TUHAN YESUS, pak. Ketika para murid tidak pernah berpuasa, sekalipun TUHAN YESUS tidak menegur mereka, saya tahu bahwa hati YESUS juga sedih dan menyesalkannya. Ketika para murid memetik gandum pada hari Sabat, sekalipun TUHAN YESUS tidak memarahi mereka, tapi saya yakin bahwa hati YESUS menyedihkannya. Dan ketika TUHAN YESUS meminta mereka berdoa barang satu jam saja di Taman Getsemani, yang mereka tidak tahan, TUHAN YESUS juga pasti berduka hatiNYA. Itulah sebabnya TUHAN YESUS menyatakan: "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk sorga." Ini menyatakan bahwa para murid harus meningkatkan kesalehannya. Jadi, saya tahu bahwa ALLAH menuntut kita sempurna, sama seperti DIA adalah sempurna. Baik secara tubuh maupun secara pikirani. Tapi, ALLAH YANG MAHABESAR itu sangat menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang bisa memenuhi tuntutanNYA. Tidak ada seorangpun yang sempurna. Karena itu di zaman Perjanjian Baru ini ALLAH memberikan keringanan-keringanan dan kemudahan-kemudahan kepada kita, hanya dengan syarat keimanan saja. Asal ada iman kepada YESUS, ya udah, kelemahan-kelemahan kita dilupakanNYA. Pak, zaman dulu, kalau kita pingin punya mobil, kita harus indent duluan. Bayar harga mobil secara kontan dimuka sebelum mobilnya kita terima. Tapi di zaman sekarang kita menikmati kemudahan-kemudahan. Dengan membayar uang muka ala kadarnya saja kita sudah bisa membawa pulang sebuah mobil baru. Bukankah yang demikian ini tandanya kemajuan zaman? Bahwa semakin ke depan harus semakin banyak kemudahannya. Nggak logis kalau malah semakin merepotkan. Nah, bukankah kita sekarang ini sudah mempunyai YESUS KRISTUS? Masak ada YESUS dengan nggak ada YESUS sama saja? Masak kita yang bukan Yahudi harus menjadi Yahudi? Masak zaman Perjanjian Baru masih mengenakan pola -pola hidup Perjanjian Lama yang dinyatakan usang oleh rasul Paulus? >> Ibrani 8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya. 4. Perihal YESUS dan para rasul yang mengutip Perjanjian Lama; a. Saya sudah memberikan klarifikasi tentang "merobek-robek Perjanjian Lama." b. Yang dibuang dari Perjanjian Lama, adalah ritual-ritual keagamaan Yahudi dan segala peraturan keimamatannya. c. Sebab yang menjadi landasan berdirinya Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama. Karena itu ayat-ayat Perjanjian Lama sangat perlu dikutip oleh YESUS dan para rasul untuk menjadi dasaran Mereka berdiri. d. Kitab-kitab Perjanjian Baru masih belum ada. Justru dari ucapan-ucapan Merekalah kitab Perjanjian Baru dituliskan. 5. Tentang posisi 10 Hukum ALLAH dalam Perjanjian Baru: 10 Hukum ALLAH bagi Perjanjian Baru tidak terkurangi satu iotapun. Semuanya masih berlaku mutlak. Hanya saja pelaksanaannya tidak dilandaskan pada PERINTAH, melainkan pada KASIH. Jika kita mengasihi ALLAH, maka kita akan mentaati 4 Hukum yang pertama. Dan kalau kita mengasihi sesama, maka kita akan mentaati 6 Hukum yang kedua. Nah, posisi larangan makanan haram itu tidak masuk di 10 Hukum tersebut, melainkan ada pada Hukum Tambahannya. >> Roma 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, Dari 10 Hukum ditambahi dengan hukum sunat, makanan haram, dan lain -lainnya. Semua hukum ini menyatakan bahwa ALLAH tidak suka dengan orang yang tidak sunat. ALLAH tidak suka dengan orang yang memakan Babi. Maka ini akan menjadi "kaca cermin" bagi orang-orang Non Yahudi, bahwa kasih karunia ALLAH telah menghapuskan hukum-hukum yang seabreg itu. Penghapusan itu bukan berarti bahwa ALLAH berubah pikiran, bahwa ALLAH sekarang menyukai orang yang makan Babi, bukan! ALLAH masih tetap membenci orang yang tidak sunat dan pemakan Babi. Selama-lamanya ALLAH begitu. Tapi oleh sebab kasih karunialah maka beban-beban yang tidak tertanggungkan sekalipun oleh bangsa Yahudi sendiri itu ALLAH hapuskan. Dan YESUS adalah harga bayar bagi semuanya itu. Karena itu kita sekarang dimerdekakan dari hukum-hukum tambahan itu. Menjadi suatu penghinaan bagi ALLAH dan bagi YESUS, jika apa yang sudah dinyatakan halal oleh ALLAH masih kita nyatakan haram. Seharusnya kita mensyukurinya. >> Kisah 11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! >> Lukas 11:46 Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun. 6. Tentang pilihan saya; Benar kata bapak, kalau memakan Babi merupakan pilihan saya, maka diskusi ini nggak perlu dilanjutkan. Sebab itu wilayah pribadi saya. Tapi, saya ini berdiri sebagai Pemberita Injil, pak, saya ini dalam kapasitas mengajar orang banyak. Karena itu diskusi ini harus kita lanjutkan sampai tuntas. Yang pertama tentunya penting sekali bagi orang-orang Advent sendiri, jika bapak bisa menyuguhkan argumentasi yang kokoh. Sebab mereka juga memerlukan senjata yang ampuh jika mereka kelak menghadapi serangan orang-orang yang semacam saya. Malah kalau bisa perbincangan ini bapak bukukan, sehingga bisa menjadi pengajaran yang hidup, ' kan ?! 7. Tentang Roma 14; Saya ini nggak habis mikir, masak setiap ayat yang berkaitan dengan makanan selalu bapak/orang Advent katakan sebagai soal makanan persembahan berhala. Sudah 8 tahunan ini saya mengotak-atik ayat-ayat tersebut, dan tidak mendapati adanya arahan ke makanan berhala. Kecuali yang beberapa ayat saja; kalau nggak salah ada 2-3 ayat saja, sedangkan yang lainnya lebih menyiratkan pada makanan haram. Dan tentang Roma 14 ini bapak bisa periksa ayat 21: >> Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. Lebih dari itu, problem bangsa-bangsa Non Yahudi itu ' kan banyak sekali? Selain mereka menyembah berhala, mereka juga pemakan Babi. Malah saya yakin bahwa Babi sudah menjadi semacam kebiasaan melekat mereka. Karena itu setiap kali para rasul Yahudi membahas masalah orang-orang Non Yahudi, sudah pasti masalah Babi menjadi agenda pembicaraan mereka yang pertama. Demikian jawaban saya, pak, terimakasih telah meluangkan waktunya. Saya yakin perbincangan kita bukanlah sia-sia, melainkan sesuatu yang sangat-sangat kita perlukan dan butuhkan bersama. TUHAN memberkati pelayanan bapak. Amin. Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWABAN BAPAK KUNTARAF: Dear Brother Rudy, Saya menaruh prihatin yang besar melihat cara Anda menginterpretasikan Alkitab, saya siap "merobek-robek" Perjanjian Lama, bahkan siap menambahkan yang tidak ada dalam Alkitab, hanya untuk membela bahwa pendapat Anda itu benar. Namun saya coba mengerti bahwa Anda selama ini mendapatkan keterangan satu pihak, atau benar-benar merasa yakin dengan apa yang Anda percayai. Saya coba berikan keterangan terakhir ini, sebab minggu ini kami ada banyak pertemuan Spring meeting, jadi penuh dengan kesibukan, kemudian Minggu depan sudah ke Afrika Barat, dan biasanya internet di tempat tersebut tidak baik; di samping itu, tidak banyak manfaatnya untuk meneruskan diskusi bila ada sudah mempunyai fixed idea; dan siap merobek Alkitab Perjanjian Lama, atau menambahkan Alkitab PB dengan kesimpulan yang tidak tertulis dalam Alkitab. Nah untuk pembahasan sekarang ini saya ingin sampaikan sebagai berikut: 1. Untuk bahasa aslinya, inilah isi dari Markus 7:19: 19οτι ουκ εισπορευεται αυτου εις την καρδιαν αλλ εις την κοιλιαν και εις τον αφεδρωνα εκπορευεται καθαριζον παντα τα βρωματα. . Isinya secara letterlijk ialah: Beause it enteres not of him into the heart but into the belly, and into the drain goes out, purging all foods. Tidak ada sama sekali keterangan yang Anda katakan, >> Kesimpulan Markus: "Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal." Ini adalah kesimpulan yang sangat sempurna? >> Saya sampaikan ini adalah kesimpulan manusia yang coba membela pandangan bahwa semua makanan adalah halal. Apakah yang Alkitab katakan? Wahyu berkata 22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Saya ingin ingatkan, "jangan menambahkan apa yang tidak tertulis. Apakah itu dicetak oleh LAI sekalipun, kita harus cukup proactive dan cerdas untuk menggali, apakah benar ini yang dimaksudkan? 2. Kesimpulan tersebut jelas adalah kesimpulan yang salah, sebab saya sebutkan, Markus 7:17 menyebutkan itu adalah perumpamaan. Dan apa arti perumpamaan tersebut? Markus 7:20-23, jelas memberikan arti dari perumpamaan tersebut, yaitu yang hati yang jahat, percabulan, pencurian dsb. Jadi sama sekali ini bukan mengenai makanan jasmani. Ini bukan mengenai makanan haram dan halal. 3. Namun menarik kesimpulan yang salah yang lain dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak menaruh soal jasmani adalah hal yang salah. Anda sebutkan, YESUS mengabaikan hal-hal yang lahiriah, dan memberikan tekanan kepada hal-hal yang rohaniah. Saya ingin tanya, mengapa Yesus menyembuhkan orang sakit? Mengapa Yesus berikan makan kepada 5000 orang? Mengapa Yesus menyuruh murid-muridnya untuk beristirahat? Sebab Yesus melihat manusia sebagai mahluk holistic. Masalah fisik, mental dan rohani itu berkaitan dengan sangat erat. Kurang tidur, orang jadi pemerah pemerah itu soal jasmani atau moral? Memisahkan masalah jasmani dan rohani adalah hal yang bertentangan dengan Alkitab mengenai konsep "tubuh manusia." 4. Satu hal yang sangat saya kecewa adalah tulisan Anda yang mengatakan, "boleh robek-robek Perjanjian Lama." Tetapi anehnya, Anda masih pakai Perjanjian Lama juga dalam menjelaskan dari surat terakhir ini. Apakah Anda tidak tahu bahwa Yesus, para rasul mendukung Perjanjian Lama? Silahkan baca salah satu pasal dari buku yang kami tulis: Pandangan Yesus akan Kitab Suci. Yesus mempunyai pandangan yang sama tingginya akan Alkitab. Apakah berbicara dengan Setan, orang Farisi, atau Saduki, Dia secara konsisten menggunakan Kitab Suci sebagai otoritasNya dalam melawan atau mencerca mereka. Perhatikan dalam garis besar di bawah ini bagaimana Yesus menunjukkan hal-hal dalam Perjanjian Lama, menunjukkan kefamiliaritasNya akan hal itu dan penerimaanNya akan otoritas Firman Allah. Habel (Lukas 11:51) Nuh (Matius 24:37-39; Lukas 17:26,27) Abraham (Yohanes 8:56) Praktek Penyunatan (Yohanes 7:22) Sodom dan Gomora (Mat. 10:15; 11:23, 24; Lukas 10:12) Lot (Lukas 17:28-32) Ishak dan Yakub (Mat. 8:11; Lukas 10:12) Manna (Yoh. 6:31, 49, 58) Ular di padang gurun (Yoh. 3:14) Daud memakan roti sajian yang tidak boleh dimakan (Mat. 12:3,4; Mark. 23: 25,26; Lukas 6:3,4) Daud sebagai penulis Mazmur (Mat 22:43 ; Markus 12 :36 ; Lukas 20 :42) Salomo (Mat. 6:29; 12:42; Lukas 11:31; 12:27) Elia (Lukas 4:25,26) Elisa (Lukas 4:27) Yunus (Mat. 12:39-41; Lukas 11:29,30, 32) Zakaria (Lukas 11:51). Yesus juga membuat berbagai rujukan tidak langsung kepada Musa sebagai pemberi hukum (Mat. 8:4; 19:8; Markus 1:44; 7:11; 10:5; 12:26; Lukas 5:14; 20:37; Yoh. 5:46; 7:19). Dia juga seringkali menyebut penderitaan para nabi (Mat. 5:12; 13:57; 21:34-36; 23:29-37; Mark 6:4; 12:2-5; Luk. 6:23; 11:47-51; 13:34: 20:10-12). Dan Dia menunjukkan kepercayaannya terhadap cerita penciptaan (Mat. 19:4, 5; Mark 10:6-8). Setiap negara yang terstruktur rapi dapat menunjuk kepada undang-undang dasar mereka sebagai otoritas final dalam permasalahan hukum. Dokumen tersebut berfungsi sebagai "kompas" negara. Sepanjang warganegaranya berpegang pada prinsip-prinsipnya, mereka akan hidup dalam damai. Yesus menyatakan bahwa tulisan Perjanjian Lama mempunyai otoritas yang sama sebagai undang-undang dasar dan mengajar orang agar hidup sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Tentu saja, inti dari "undang-undang dasar ini" adalah Sepuluh Hukum, dan Yesus menyergah orang yang tidak mematuhi hukum ilahi. Dia mencerca ahli taurat dan orang Farisi dan mengatakan kepada mereka "mempraktekkan dan menghormati apa yang mereka katakan kepadamu, tetapi tidak melakukan apa yang mereka lakukan, karena mereka berkhotbah, tetapi tidak mempraktekkannya" (Mat. 23:23). Pada waktu menjawab pertanyaan yang dihadapkan kepadaNya oleh orang Saduki, Dia berkata ""Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (Mat. 22:29) Kembali, pada waktu seorang ahli taurat bertanya Hukum apakah yang terbesar, Yesus mendukung otoritas Kitab Suci dengan mengutip dari dua ayat Perjanjian Lama yang mengajak orang untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka dan sesama manusia seperti diri mereka sendiri (Ulangan 6:5; Imamat 19:18). Dia meringkaskannya dengan mengatakan, "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (lihat Mat. 22:37-40) Letakkan diri Anda pada posisi Yesus pada waktu Dia dicobai setan. Bagaimana Anda bereaksi? Yesus menggunakan ayat Kitab Suci, "Adalah Tertulis." Bahasa Gerikanya sebenarnya berarti , "Tertulis tegak," yang menunjukkan bahwa Yesus mengerti firman dalam Alkitab yang ekivalen dengan "Allah bersabda." Yesus mengenal Musa, Daud, Yesaya, dan penulis Alkitab lainnya sebagai pekabaran yang diinspirasikan oleh Roh Kudus (Markus 7:6, 10, dan 12:36). Pada waktu Yesus duduk berkhotbah di Bukit, Yesus menunjukkan penerimaanNya akan Kitab Suci sebagai otoritas final dengan mengatakan, "satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat" (Mat. 5:18). Kitab Suci mana Anda pikir yang dimaksudNya pada waktu Dia sedang berjalan bersama dua murid ke Emaus dan kemudian bersama murid-murid? Kita tahu bahwa Dia menggunakan "Musa dan para nabi" sewaktu Dia " Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci" (Lukas 24:27 dan 44-47). "Yesus adalah Penterjemah yang sebenarnya dari Roh Kudus. PekabaranNya adalah kunci kita untuk membuka arti sebenarnya dari Perjanjian Lama…….penggunaan Kristus akan Kitab Suci orang Israel adalah model kita untuk menterjemahkan Alkitab. Prinsip yang menuntun kita didasarkan pada keyakinan bahwa aktivitas penebusan Allah dalam sejarah orang Israel dipenuhi di dalam Kristus."5 Kitab Suci dan Para Rasul Semua rasul percaya dan mengutip secara ekstensif dari satusatunya Alkitab yang mereka punyai. Bandingkan ketiga kolom ini untuk mempelajari bagaimana mereka menunjang Kitab Suci. Pernyataan Rasul Teks Perjanjian Baru Teks Perjanjian Lama Kehati-hatian akan kekayaan Yakobus 1:11 Yes. 40: 6,7; Maz. 103:15 Anak Domba tanpa cacat 2 Pet. 1:21 Kel. 12:5 Sifat Manusia yang berdosa Roma 3:10-12 Maz. 14:1-3 Penciptaan semesta Yoh. 1:3; Kol 1:17 Kej. 1 Penciptaan Adam dan Hawa 1 Timotius 2:13, 14 Kej. 1 dan 2 Penggodaan Hawa 1 Timotius 2:14 Kej. 3 Ketidak patuhan, dosa Adam Roma 5:12; Kej. 3 1 Kor. 15:22 Korban Kain dan Habel Ibrani 11:40 Kej. 4 Kain membunuh Habel 1 Yoh. 3:12 Kej. 4 Henokh diangkat Ibrani 11:5 Kej. 5 Perkawinan sebelum air bah Lukas 17:37 Kej. 6 Panggilan Abraham Lukas 3:34 Kej. 12 dan 13 Pembenaran Abraham Roma 4:3 Kej. 15 Mujizat Elia Yakobus 5:17 1 Raja-raja 17 dan 18 Dapat kita lihat bahwa ini hanya sebagian kecil saja dari apa yang dikutip penulis Perjanjian Baru dari Perjanjian Lama. Dalam buku Roma saja, Paulus mengutip lebih dari 40 kali secara langsung dari Perjanjian Lama. Petrus, Yakobus, dan demikian juga Yohanes mengutip secara ekstensif dari Kitab Suci orang Ibrani. Buku Wahyu dipenuhi dengan banyak rujukan dari Perjanjian Lama. 5. Sedangkan Yesus dan para rasul masih gunakan Perjanjian Lama, dan sekarang Anda akan merobek Perjanjian Lama? Saya merasa merinding karenanya. Firman Allah itu kekal untuk selamanya (Matius 5:17, 18). Dengan meniadakan Perjanjian Lama, akan akan menjadi evolutionist, sebab kisah penciptaan itu ada di Perjanjian Lama. Anyway kembali, bila Anda tidak ada menerima Perjanjian Lama, maka tidak ada manfaat diskusi ini. Kita hanya debat kusir. Nah, sekarang, apakah yang dimaksudkan "sampah?" Itu berbicara mengenai method of salvation, yaitu keselamatan dengan penurutan. Kita tidak diselamat oleh sebab menurut, bukan lagi dengan usaha manusia dalam menurut hukum Allah. Tetapi kalau sudah menerima Yesus, apakah kita boleh melanggar lagi? Apakah yang Paulus sendiri katakan? Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. Paulus juga mengatakan, dalam Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Paulus berbicara dengan jelas, bukan? Tidak heran Anda tidak melihat salahnya makan babi, sebab sudah merobek Perjanjian Lama. Justru Taurat yang kasih tahu kalau makan babi itu salah. Tetapi keselamatan kita bukan oleh sebab tidak makan babi. Keselamatan kita oleh sebab Yesus. Tetapi bukan berarti tauratnya yang salah dan harus disobek. 6. Sekarang saya mau berikan jawaban untuk point Anda yang terakhir: Saya mau tanya, pak: Kalau saya makan Babi setahun sekali, apakah itu tetap mempunyai pengaruh terhadap kesehatan? Feeling saya mengatakan bahwa racun Babi itu akan lenyap oleh metabolisme tubuh kita. Berbeda dengan yang makan Babi setiap hari ' kan ?! Tolong pertanyaan yang ini bapak jawab, ya. Jadi, kalau umur saya 49 tahun, berarti saya 49 kali makan Babi. Apakah ini tetap berefek pada kesehatan saya?" saya harapkan Anda jangan meremehkan babi. Satu telor cacing pita, atau cacing trichinosis sudah cukup membuat Anda menderita seumur hidup. Tidak usah 49 kali. Satu kali saja bisa membahayakan. Apa yang tertulis, adalah untuk kebaikan kita. Saya harap Anda jangan meremehkannya. Sekarang saya yang ingin berikan pandangan untuk point yang terakhir, saya berikan initial JK: 2. TUHAN tidak pernah mengharamkan manusia? – kata bapak. >> Imamat 20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. JK: Apakah artinya KUDUS? Berasal dari kata Iberani "sadaq<" artinya disisihkan. Untuk apakah disisihkan? Untuk jadi saksi! Kepada siapa? Kepada dunia? Semua bangsa adalah ciptakan Tuhan. Tuhan mencintai semuanya. Tetapi dari semua bangsa-bangsa dunia, Tuhan pilih Israel untuk jadi saksi. Semua berharga dihadapan Tuhan. Sebab itu Tuhan kirim Yunus ke Nineve, sebab Dia mencintai orang Nineve. Namun, orang Israel , yang merasa hanya mereka yang kudus, dan bangsa lain najis. Sebab itu Tuhan memberikan khayal kepada Petrus agar jangan mengharamkan yang Tuhan halalkan… tetapi ini mengenai bangsa… bukan mengenai makanan. Kalau tentang Yahudi dikatakan sebagai bangsa yang kudus, berarti bangsa- bangsa yang lainnya adalah tidak kudus. Tidak kudus artinya adalah najis. >> Yesaya 66:17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang- binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN. Lihat ayat di atas, pak, bahwa ALLAH itu amat membenci "Orang" yang memakan Babi. Jadi, orang yang makan Babi itu adalah orang yang najis. Orang = Babi. Jadi, Kornelius = Babi, pak. Karena itu di zaman Perjanjian Baru, manakala Kornelius sudah ALLAH terima sebagai sesama umat ALLAH-nya, maka Babi-pun telah menjadi sama seperti Sapi dan Kambing. JK: Sorry saja sdr. Rudy, ini interpretasi Saudara, berdasarkan Markus 7:19, yang tidak tertulis dalam Alkitab. Namun kembali ini adalah pilihan Anda sendiri. Kalau ini pilihan Anda, tidak ada seorang yang akan dapat memaksakan. >> 1Petrus 1:1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus , Galatia , Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Surat 1Petrus dengan jelas ditujukan kepada para pendatang, yakni orang-orang asing yang tinggal di Asia Kecil. JK: Ini adalah benar. Kita semua bukan umat Tuhan. Tetapi di dalam Yesus, Kita menjadi umat Tuhan. Tetapi yang namanya babi, dari dulu sampai sekarang adalah sumber penyakit. Tuhan tulis supaya Anda sehat. 3. Tentang sidang di Yerusalem: Sidang 12 rasul memutuskan, salah satunya adalah jangan makan persembahan berhala. Menurut pengamatan saya: a. Saya kuatir keputusan itu dibuat tanpa pimpinan ROH KUDUS, melainkan hasil pertimbangan rasional mereka saja. Alasan saya: sidang itu tidak merumuskan posisi Hukum Taurat untuk zaman Perjanjian Baru. Dibatalkan, diberlakukan atau setengah-setengah? Berbeda sekali dengan rasul Paulus yang berani memberikan solusi yang tuntas, yaitu diganti dengan Tatanan yang baru sama sekali. Dan solusi rasul Paulus inilah yang paling pas dengan seluruh isi Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Injil. b. Pimpinan sidang adalah Petrus, seorang Yahudi yang fanatik dan munafik, yang mempunyai pengalaman penglihatan dalam Kisah 10. c. 1Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." Bertentangan ' kan dengan pemikiran rasul Paulus?! Karena itu keputusan sidang perlu kita pertimbangkan kembali apakah mengikat kita ataukah tidak? Kalau saya, saya lebih cenderung memakai pemikirannya rasul Paulus. Sebab, pada akhirnya Petruspun mengakui pengurapan rasul Paulus: >> 2Petrus 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat- suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. JK: Apakah mau ikut Petrus atau Paulus, konteks pembicaraan adalah makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Ini tidak menyangkut soal haram dan halal yang ditulis di dalam Perjanjian Lama, yaitu Hukum kesehatan. Tuhan mau orang Israel sehat, dan Tuhan mau kita sehat sekarang ini. Ini sederhana saja, bukan? Tetapi ingat, keselamatan hanya melalui Yesus. 4. Agama yang melarang makanan: Advent adalah agama yang mempunyai banyak larangan makanannya, yang menurut rasul Paulus itu berasal dari ajaran setan-setan. Bapak katakan bahwa larangan itu berasal dari Imamat, dan Imamat adalah dari TUHAN, bukan dari setan. Benar. Tapi Imamat itu jantungnya Hukum Taurat, yang di Perjanjian Baru sudah dibatalkan. Nah, apa yang sudah ALLAH nyatakan halal, lalu bapak katakan haram, itu namanya sesat. Sudah tidak ada ketaatannya lagi terhadap ALLAH. >> Kisah 11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!?? JK: Anda ulang-ulangi lagi, padahal sudah tahu maksud dari Kisah 11:9 adalah mengenai manusia, jangan bedakan manusia. Yang dibatalkan adalah hukum upacara, kita tidak buat lagi korban yang melambangkan Yesus. Yesus sudah datang, tidak perlu lagi korban bakaran. Namun hukum kesehatan? Selamanya penting agar kita sehat. Ajaran ini dari setan? Kalau dari setan itu yang merusak tubuh, makan segala macam agar menunjukkan kegelojohan; itu dari setan. Hal yang tertulis jelas-jelas kok dari Setan? Lho piye mas? 5. Mabuk dengan mengisap rokok itu berbeda sekali, pak. Belum pernah ada ceritanya gara-gara merokok lalu orang membunuh orang dan masuk penjara. Tetapi di dalam penjara banyak sekali orang-orang yang tidak merokok. JK: mabuk dan merokok itu sama-sama tidak bisa mengekang diri. Banyak orang yang dibunuh oleh rokok. Justru lebih banyak yang mati sebab rokok daripada yang maati sebab tabrakan. "passive smoker," banyak yang mati, bukan oleh sebab dia merokok, tetap sebab berada disekitar orang yang merokok. Tanpa terasa Anda telah membunuh orang disekitar Anda bila ada tetap merokok didepan orang lain. 6. Apakah merokok itu memuliakan TUHAN? Merokok itu tidak memuliakan TUHAN. Tidak merokok juga tidak memuliakan TUHAN. Apakah seorang Atheisme yang tidak merokok itu memuliakan TUHAN? Tidak ' kan ?! Jadi, baik merokok ataupun tidak merokok sama-sama tidak memuliakan TUHAN-nya. Sebab memuliakan TUHAN itu dengan bibir kita ketika kita memberitakan Injil dan dengan perbuatan baik yang menandai Kekristenan kita. JK: Kalau membandingkan biarlah apple dengan apple jangan apple dengan orange. Bandingkanlah orang yang sama=sama Kristen, tetapi merusak dirinya dengan rokok, apakah dia memuliakan nama Tuhan? Banyak yang coba memuliakan Tuhan dengan bibirnya, tetapi hidupnya bertentangan, apakah ini memuliakan nama Tuhan? 7. Makan sayuran itu lemah imannya. Roma 14 itu mengenai makanan dalam arti yang luas, yakni baik yang dipersembahkan kepada berhala, maupun Babi. Karena itu orang yang tidak makan Babi dan hanya memakan sayuran adalah orang yang lemah sekali imannya. Orang yang makan sayuran itu disebut vegetarian. Jadi, bagaimana bapak katakan tidak ada hubungannya dengan vegetarian?! JK: Sebab konteks mengenai makanan yang dipersembahkan berhala. Jadi takut makanan makanan yang dipersembahakan berhala, jadi dia makan sayur saja. Tetapi orang vegetarian sekarang bukan sebab itu. Orang vegetarian sebab menghargakan pengorbanan Yesus yang telah menebus kita dari dosa; sebab itu kita memuliakan Dia dengan tubuh yang sehat. 8. Makanan haram ada sejak zaman Nuh. Benar. Itu saya namai sebagai zaman Prataurat, atau pendahuluannya Taurat. Lalu di gunung Sinai, itu dijadikan sebagai Taurat. Tapi zaman Perjanjian Baru, yang namanya Taurat sudah disalibkan melalui YESUS KRISTUS. Hal ini berbeda dengan masalah Hari Sabat. Hari Sabat sudah ada sejak manusia masih suci. Karena itu kepada manusia yang berdosa diingatkan: "Ingat, dan kuduskanlah hari Sabat." Dengan demikian hari Sabat itu berlaku abadi untuk orang-orang yang suci. Nggak perlu Hukum Taurat, hari Sabat masih tetap mengikat setiap orang Kristen. JK: Sdr. Rudy, Taurat Musa itu terbagi dalam beberapa hal. Ada yang disebut moral laws, ada ceremonial laws, ada health laws dan ada civil laws. Kalau hukum sipil, berlaku untuk orang Yahudi, sebab kita orang Indonesia yang menggunakan hukum Indonesia . Kalau hukum upacara, itu dibatalkan sebab Yesus sudah mati. Hukum moral (10 hukum) tetap berlaku selamanya, hukum kesehatan? Ya, Tuhan mau Israel sehat, Tuhan juga mau kita sehat. Jadi membuat semua taurat tidak berlaku perlu mendalaman lebih lanjut. Sebab babi itu bukan hukum upacara. Yesus tidak pernah dilambang dengan babi. 9. Kembali tentang Markus 7; tentang kesimpulan Markus. Saya masih tetap berpendapat bahwa kesimpulan yang menurut bapak itu tambahan dari LAI, itu ada kebenarannya, sesuai dengan perkataan YESUS: Apa saja yang kita makan akan dibuang ke jamban. Itu ' kan artinya bukan merupakan suatu masalah keagamaan? Yang menjadi masalah keagamaan adalah apa yang keluar dari pikiran kita. Yaitu kejahatan hati kita. JK: Anda benar kalau katakan bahwa Yang menjadi masalah keagamaan adalah apa yang keluar dari pikiran kita. Tetapi yang jadi masalah ialah langsung mengatakan semua makanan halal. Kalau Anda membenarkan tambahan dari LAI, itu berarti membenarkan yang tidak Alkitabiah. Saya senang sekali bahwa perbincangan kita kelihatannya sudah mulai mengerucut, mulai mengarah pada titik temu yang kita harapkan bersama. Mudah-mudahan kali ini jawaban-jawaban saya juga bisa ada kemajuannya bagi bapak. Berikutnya memberikan kabar yang lebih baik lagi bagi umat Advent seluruhnya. JK: Satu-satunya yang akan mempertemukan kita aialah Yesus Kristus. Dia adalah Alpha dan Omega, dan Dia tidak berubah dari dahulu, sekarang sampai selamanya. Jangan lalaikan Perjanjian Lama, atau menyobeknya. Kalau Anda sobek, maka kita tidak akan ketemu, sebab dalam Perjanjian Lama ada Yesus Kristus. Jangan juga menambah dengan kesimpulan diluar konteks. Kalau Anda banyak berdoa, dan siap dituntun Roh Kudus, maka Anda bisa menemukan kebenaran itu. Dan kebenaran itu tidak bisa bertentangan dengan Alkitab Perjanjian Lama atau Baru. Semuanya harus serasi.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar