| JAWABAN SAYA: 1.Masalah Babi sudah saya jawab. 2. Mengkafani jenasah; a. Mengkafani jenasah adalah budaya dari Yahudi. Sebelum Islam diciptakan Muhammad, bangsa Arab sudah banyak yang masuk Kristen. Sekitar tahun 50-an rasul Paulus mengabarkan Injil ke Arab, dan tahun 185 TM, Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Alkitab mempunyai catatan yang lain selain YESUS yang dikafani, yaitu Ananias dan Safira. >> Kisah 5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. b. Adapun peti mati kelihatannya merupakan budaya Mesir kuno untuk kalangan bangsawan; >> Kejadian 50:26 Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir. c. Mayat Saul dibakar; >> 1Samuel 31:12 maka bersiaplah segenap orang gagah perkasa, mereka berjalan terus semalam-malaman, lalu mengambil mayat Saul dan mayat anak- anaknya dari tembok kota Bet-Sean. Kemudian pulanglah mereka ke Yabesh dan membakar mayat-mayat itu di sana. d. Dalam Kristen tidak ada ajaran mengenai perawatan mayat. Sebab Kristen mempunyai pengharapan akan kebangkitan orang mati. Karena itu ngapain merawat mayat? Baik dikafani maupun tidak dikafani, atau dimasukkan ke dalam peti maupun dibakar, tokh mayat itu tetap saja akan membusuk. Baik dikafani maupun tidak, jika jatahnya sorga, ya tetap akan masuk ke sorga, dan jika jatahnya neraka, ya tetap akan ke neraka. Justru menjadi kemusyrikan dan dosa jika kita ribut ruwet soal mayat. Lebih baik kita ribut ruwet terhadap mereka-mereka yang masih hidup. Dan tidak ada orang Kristen yang mendoakan orang yang sudah mati. Sebab orang yang sudah mati itu sudah urusannya ALLAH, bukan urusan kita lagi. >> "Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu." – 69 Al Haqqah 27. >> "Seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat [pula] menolong bapaknya sedikitpun." – 31 Luqman 33. >> "dan tidak [pula] sama orang-orang hidup dan orang-orang yang mati." – 35 Fatir 22. Islam sudah mempunyai ayat yang jelas seperti ini, kenapa masih mendoakan orang mati?Apa bukan kemusyrikan namanya? Apakah karena Islam, sehingga semua yang dilakukan mesti benarnya? Apakah doa bisa merubah keadaan orang yang sudah mati? Kalau orang yang masih hidup masih bisa didoakan supaya bertobat sehingga dia merubah cara hidupnya. Tapi orang mati? 3. YESUS adalah Utusan ALLAH; a. Benar sekali. Itu Alkitabiah. Derajat ANAK, ya derajat Utusan. Hanya BAPA yang berderajat Pengutus. b. Sekalipun Utusan ALLAH, YESUS adalah ANAK ALLAH yang dilengkapi dengan KUASA ALLAH. Kuasa untuk mencipta, memelihara, menyelamatkan dan menghukum. c. ALLAH, yang mengutus YESUS, adalah ALLAH yang jelas asal-usulnya. Berbeda dengan allahnya Muhammad; siapa dia, dari mana dan sekarang dimana? d. Saya memberitakan Injil adalah berdasarkan pengutusan YESUS. Karena itu saya juga rasul dan saya mempunyai perlengkapan surat-surat kerasulan saya. Kerasulan saya lebih jelas daripada kerasulan Muhammad; >> Matius 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. >> Roma 10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" 4. Yohanes 17:3 bukanlah bentuk 2 kalimat syahadat, sebagai ucapan keimanan seseorang. Sebab Kristen menuntut tindakan keimanan, bukan sekedar ucapan keimanan. Dan tindakan keimanan itu adalah baptisan. Sedangkan yang memberkati baptisan itu adalah orang-orang yang sudah Kristen, bukan orang itu sendiri. Orang yang menerima YESUS akan memberikan dirinya dibaptis, sedangkan yang menumpangkan tangan dan menerimanya adalah dia yang membaptis dengan atas nama: YAHWEH, YESUS dan ROH KUDUS. >> YAHWEH : Penerima. >> YESUS : Penebus. >> ROH KUDUS : Pengajar. ROH KUDUS memperkenalkan orang pada YESUS. YESUS menebus[menanggung] dosa-dosa orang itu. Dan ALLAH menyetujuinya/menandatanganinya. 5. Menghadap Qiblat; a. Jika Qiblat yang dimaksudkan itu adalah berbentuk bangunan Ka'abah di Yerusalem, itu adalah suka-suka atau gaya atau ekspresi dari masing-masing orangnya, bukan ajaran. Hukum Taurat dan Injil tidak mengajarkan itu. b. Bagi pemahaman orang Kristen, Ka'abah itu adalah TUBUH > Tubuh YESUS. Bukan Batu bata atau tembok. Karena itu qiblat orang Kristen adalah pada diri YESUS KRISTUS. Qiblat = pengharapan, bukan penghadapan. Bahwa kita berharap pada YESUS, bukan sekedar menghadapkan muka kita ke YESUS. c. Karena YESUS sudah tidak ada di dunia ini, maka orang Kristen kalau berdoa menghadap ke arah atas. Itu bukan tentang arah, melainkan tentang penghormatan. Kita menempatkan YESUS sebagai Atasan kita. Karena itu kita mendongak ke atas. Kalau ke bawah 'kan ke kaki? >> Yohanes 11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. d. Kontradiksi dalam Islam sendiri: >> "Dan kepunyaan ALLAH-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Mahaluas [rahmatNYA] lagi Mahamenge tahui." – 2 Al Baqarah 115. >> "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan ialah beriman kepada ALLAH, hari kemudian, malaikat -malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi." – 2 Al Baqarah 177. >> "maka sungguh KAMI akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan lah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." – 2 Al Baqarah 144. >> "Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya [sendiri] yang ia menghadap kepadanya. Ma ka berlomba-lombalah kamu [dalam berbuat] kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti ALLAH akan mengumpulkan kamu sekalian [pada hari kiamat] – 2 Al Baqarah 148. Saya bingung, mana yang harus dipegang kalau ayat-ayatnya macam begini? 6. Ajaran Tauhid; Yang esa bukan cuma ALLAH saja. YESUS esa. ROH KUDUS esa. Saya esa. Anda esa juga 'kan?! >> 1Timotius 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 7. Jilbab; aslinya bukan budaya Islam, melainkan budaya Kristen. Kalau dalam hukum hak patent, Islam termasuk telah melanggar hak patent; menjiplak. 8. Hal kenabian YESUS: a. Benar sekali bahwa YESUS adalah nabi biasa. Sebab DIA menjelma sebagai manusia biasa. b. Kenabian YESUS diakui secara sah oleh ALLAH. Tapi Muhammad, apa benar ia seorang nabi? Siapa yang mengesahkan dan mengangkatnya sebagai nabi? – Menurut "kata orang", Khong Cu atau Buddha Gotama juga nabi. Tapi apa kata ALLAH? 9. Masalah sunat; Sunat adalah masalah perjanjian antara ALLAH dengan Abraham, dan itu mengikat keturunan Abraham dan orang-orang asing yang tinggal di rumahnya. Begitulah bunyi perjanjiannya. Karena itu, orang-orang yang bukan bangsa Yahudi dan tidak menjadi warga Negara Yahudi, tidak terikat dengan perjanjian itu. >> Kejadian 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Sudah sangat jelas sekali 'kan bunyi perjanjiannya? Sampai kapan masa berlakunya? >> Kejadian 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Ya, sampai seluruh dunia bisa menikmati berkat dari ALLAH melalui keturunan Abraham. Itulah YESUS KRISTUS. >> Galatia 3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah- olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. 10. Insyaallah dalam Kristen; Insyaallah dalam Kristen adalah pengetahuan keimanan, bukan ucapan keimanan. Bahwa orang Kristen mengetahui dan memberikan kehormatan kepada ALLAH untuk memberikan keputusan yang terakhir. Jadi, jika saya berjanji hendak ke rumah anda besok pagi, saya berani memberikan kepastian: "Saya pastikan besok jam sekian akan ke rumah anda." Tapi dalam pikiran saya ada kesadaran bahwa TUHAN bisa saja menghalanginya. Dan itu bisa saya mengerti dengan ikhlas. Begitu pula anda pasti bisa memahaminya, jika ternyata saya menghadapi musibah yang tidak diinginkan. Karena itu nggak perlu diucapkan: Insyaallah, untuk sesuatu yang sudah jelas duduk persoalannya. Kristen mengajari saya untuk ngirit omogan dan bertanggungjawab. Kalau dari semula saya sudah tidak niat datang ke rumah anda, maka akan saya katakan: "Waah, saya besok ada acara khotbah di Pondok Gede, jadi, saya nggak mungkin bisa menghadiri pernikahan anda." Itu yang akan saya katakan. Saya tidak akan memberikan hiburan palsu kepada anda dengan mengatakan: "Insyaallah besok saya akan ke rumah anda." Tapi nggak nongol dan nggak ngasih kabar. – Hua..ha..ha……. bikin susah aja namanya. Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWAB BUNG IDRIS: lanjutan……… Siapa sebenarnya umat yang mengikuti Yesus dengan setia? pernahkan terlintas di benak anda pertanyaan ini? dan bisakah anda mejawab dengan realita? 1. Haram makan babi Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. ( Imamat 11:7-8 ) juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. ( Ulangan 14:8 ) cetakan lama 1991 Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu. ( Imamat11:7-8 ) Alquran Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Al Baqarah 173 ) Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( An 'aam 145 ) 2. Mengkafani Jenasah Alkitab Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia didalam kubur yang digali didalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintui kubur itu. (Markus 15:46) Dari Markus 15:46 jelas sekali kalau Yesus wafat dikafani bukan dengan peti mati, bahkan kuburan Yesus tdk di cor beton, hanya diletakan sebuat batu sebagai tanda. Kenapa umat Kristen justru matinya pakai jas, pakai sepatu, dihiasi serapi mungkin seperti penganten dan menggunakan peti mati? Yesus wafat disegerakan untuk dikubur walaupun baru mati beberapa jam, kenapa umat Kristen matinya dibiarkan berhari-hari? Umat Islam bila mati , disunnahkan mayatnya harus disegerakan menguburkannya, dikafani, dan tidak pakai peti. Ini berarti matinya umat Islam sama seperti matinya Yesus. Sebagaimana manusia lahir tanpa bawa apa-apa, demikian pula jika mati tidak ada yang dibawa menghadap Allah, bekalnya hanyalah iman dan taqwa. 3. Yesus Mengaku Utusan Tuhan Alkitab aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. ( Yohanes 5:30 ) Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku. ( Lukas 10:16 ) Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku. ( Markus 9:37 ) Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. ( Matius 10:40 ) Alquran Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. ( Ali Imran 48-49 ) Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. ( Az Zukhruf 59 ) Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." ( Ash Shaff 6 ) 4. Yesus Ajarkan Dua Kalimat Syahadat Dan Mengaku Dia Hanya Seorang Utusan Tuhan Alkitab "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus". ( Yohanes 17:3 ) Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa satu-satunya Allah yang benar, adalah Allah dan dia hanya seorang utusan Tuhan. Ini berarti Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin), yang jika di bahasa arabkn "Asyhadu anla ilaaha illallahu, wa asyhadu anna Isa rasulullah". Nah sepeninggal Yesus, nabi Muhammad saw juga mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin) yaitu : " Asyhadu anla ilaaha illallahu, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah." Nah dari ucapan Yesus dalam Yoh 17:3 tadi, membuktikan bahwa umat Islamlah yang mengamalkan ajaran Yesus yang mengatakan bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah dan Dia (Yesus) hanyalah seorang utusanTuhan, bukan Tuhan!! Sementara umat Kristiani menjadikan Tuhan itu Trinitas dan Yesus itu salah satu dari oknum Tuhan itu sendiri. 5. Menghadap Qiblat Alkitab "Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk kedalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau". ( Mazmur 5:8 ) Alkitab mengajarkan bahwa jika sembahyang (sholat) harus menghadap ke kiblat dengan cara berlutut dan bersujud menyembah kepada-Nya. Sementara umat Kristiani pada setiap ibadah mereka atau sembahyangnya menghadap kemana saja mereka mau. Ini menunjukkan bahwa umat Islamlah yang mengamalkan ajaran Allah dan Yesus didalam Alkitab, dimana setiap waktu mau sholat harus menghadap kan wajahnya kearah Bait Allah. Bait Allah = Bethel = Baitullah = Ka'abah 6. Yesus Mengajarkan Tauhid Alkitab "Maka berkatalah Yesus kepadanya:"Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis:Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Matius 4:10 Ini membuktikan bahwa iblis saja tahu dan mengerti bahwa Yesus itu bukan Tuhan!! Jika Yesus itu tuhan, tentu dia akan berkata: Enyahlah iblis , sebab ada tertulis "Hanya kepadaku saja engkau menyembah". Tidak disangsikan lagi bahwa Yesus bukan Tuhan yang harus disembah. Tapi anehnya umat Kristiani menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang disembah Alquran Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus." (Ali 'Imraan 51) Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (Az Zukhruf 64) Bahkan setiap hari kami umat Islam minimal 17 kali mengucapkan Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (Al Faatiha 5) 7. Masalah Jilbab (5)Tetapi setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepala, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya .(6) Sebab jika jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.(10) sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa dikepalanya oleh karena para malaikat.(13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala tidak bertudung? Korintus 11:5-6, 10,13 Alkitab mengajarkan, wanita harus berjilbab, artinya harus menutupi kepalanya. Bahkan sangsinya jika tidak menutupi kepalanya, rambutnya harus digunting alias dibotakin. 8. Yesus Mengaku Nabi Mat 13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan dirumahnya." (Mat 21:11, Mar 6:4, Luk 4:24, Luk 3:33, Yoh 4:44) Perhatikan, Alkitab bahasa-bahasa daerah seperti dibawah ini juga menjelaskan bahwa Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia itu hanyalah seorang Nabi, bukan Tuhan! Yesus saja mengaku dengan jujur bahwa dia hanyalah seorang nabi. Semua umat Islam dimanapun mereka berada, menjadikan Yesus sebagai seorang nabi saja. Alquran Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. (Az Zukhruf 59 ) 9. Masalah Khitan / Sunat Alkitab Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. ( Lukas 2:21 ) Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhannya pada Kejadian 17 melalui nabi Ibrahim. Semua orang yang mengaku umat Muhammad dan beragama Islam, pasti disunat karena mengikuti sunnah nabi Ibrahim as. Tapi umat Kristen tidak menjadikan sunat/khitansebagai suatu ketetapan/kehaursan, padahal menurut Alkitab sunat itu wajib hukumnya. Kejadian 17 :9-14 (9)Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun temurun. (10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus di sunat; (11) Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (12) Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki diantara kamu, turun temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (13)Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (14) Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." Dari bunyi firman Allah tersebut sangatlah jelas bahwa khitan atau sunat itu wajib hukumnya, karena bagi yang tidak bersunat ancamannya dihukum mati. Sebagian besar umat Kristen mengatakan bahwa dengan kedatangannya kedunia ini , dia (Yesus) telah meniadakan "sunat daging" dan telah menggantikannya atau memperbaharui dengan ajaran "sunat hati" Padahal jelas sekali bahwa "sunat hati" itupun bukan ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru, tetapi ajaran nabi Musa dalam Perjanjian Lama. Perhatikan ayat Alkitab sbb: "Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk." (Ulangan 10:16) Ini membuktikan bahwa "sunat daging" dan juga "sunat hati " adalah dua perintah yang berbeda, bukan saling menggantikan satu sama lain, dan sama-sama sudah ada dan diajarkan dalam kitab Perjanjian Lama, jauh sebelum Yesus lahir ke dunia ini. Saking pentingnya sunat (khitan) ini, Allah mengancam bagi siapapun yang tidak mentaati peraturan-Nya dengan hukuman mati. Tetapi anehnya, justru umat Kristiani tidak menggubrisnya, bahkan tidak memperhitungkannya sebagai suatu keharusan atau kewajiban untuk melakukannya. Tetapi ada juga diantara mereka yang mengatakan bahwa sunat itu hanya tradisi umat Yahudi saja. Itu merupakan alasan dicari-cari sekedar untuk membenarkan kesalahan. Tradisi itu ialah suatu perbuatan yang tidak ada dasar hukumnya (dalilnya), karena dianggap baik, kemudian dilestarikan kemudia dipelihara. Tetapi khitan bukan Tradisi, sebab dalilnya jelas ada. Alkitab mengatakan bahwa bukan Yahudi juga harus disunat. Perhatikan ayat berikut ini: Kisah Rasul 15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." Coba kita renungkan betapa beratnya ancaman Allah dalam Alkitab bagi orang-orang tidak melaksanakanatau yang melanggar hukum sunat Tidak tanggung-tanggung bagi yang mereka yang melanggarnya diancam Allah dengan hukuman mati! " Dan orang yang tidak disunat , yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." (Kej 17:14) Terbukti semua umat Islam sunat (khitan). Bahkan hanya untuk merayakan sunat (khitan), banyak umat Islam yang mengadakan pesta besar-besaran dalam rangka mensyukuri nikmat Allah, karena anaknya telah dikhitankan. Bahkan anak orang Islam yang belum disunat pada usia mulai dewasa, sering membuat anak itu minder karena dicemoohin sama teman-temannya. Ada juga didaerah tertentu, ketika anaknya disunat, saking bersyukurnya karena telah mengadakan acara khitanan, anaknya diarak keliling kampung dengan naik kuda atau delman/bendi. Inilah bukti bahwa umat Islamlah pengikut sunnah nabi Ibrahim as. Yesus di khitan/sunat, umat Islam khitan, tapi umat Kristiani tidak berkhitan. Kalau begitu yang mengikuti Yesus (nabi Isa as) siapa? Bahkan Barnabas dalam Injilnya menulis dengan jelas dan tegas sabda Yesus tentang khitan atau sunat: Barnabas 22:2 Yesus menjawab: "Sungguh kukatakan kepadamu bahwa anjing lebih mulia dari seorang yang tidak bersunat" Barnabas 23:15 Yesus bersabda: "Manusia yang tidak menyunat tubuhnya akan Aku cerai beraikan dia dari kalangan keluarga-Ku untuk selama-lamanya" Barnabas 23:17 Kemudian Yesus berkata:"Tinggalkan ketakutan itu orang yang tidak mengerat kulupnya , karena dia diharamkan dari surga Firdaus" Ayat-ayat tentang khitan/sunat dalam Injil Barnabas sangat sesuai dengan firman Allah kepada nabi Abraham dalam kej 17:14 tadi yaitu: "Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." 10. Ucapan Insya Allah Alkitab Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentarsaja keliahatan lalu lenyap. (15) Sebenarnya kamu harus berkata" Jika Tuhan menghendakinya (Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."(16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah (17) Jadi jika seorang tahu bagaimanaia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. ( Yak 4:13-17 (13) ) Alquran Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya[762] dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman." (Yuusuf 99) Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun." ( Al Kahfi 69 ) Bisakah anda menjawab jujur pertanyaannya? Salam, Jose Idris
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar