| JAWABAN SAYA: 1. Apakah menurut saya Babi haram? Saya manusia biasa yang tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat, lebih-lebih jika itu melangkahi Alkitab. Jika saya menuliskan sesuatu, itu adalah hasil dari apa yang saya baca saja, sebagaimana kebiasaan TUHAN YESUS dan para rasul berkata: "Ada tertulis." 2. Apakah menurut Alkitab Babi haram? Kita mempunyai 2 Kitab Suci; Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; a. Menurut Perjanjian Lama: Benar, Babi dan rekan-rekan seperguruannya adalah haram. b. Menurut Perjanjian Baru: Mari kita baca bersama-sama saja: >> Markus 7:18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, 7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" i. "Segala sesuatu" - berapa banyak segala sesuatu itu? Jika 90% apakah termasuk segala sesuatu? ii. Selain makanan, apa lagi yang dimasukkan ke mulut dan dikeluarkan ke jamban? – Ini adalah ciri-ciri makanan. iii. Apakah kalau Kambing yang kita makan tidak kita keluarkan ke jamban, dan apakah kalau Babi yang kita makan tidak bisa menjadi daging bagi pertumbuhan tubuh kita? Setahu saya orang China tubuhnya subur-subur. >> Kisah 10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" Siapakah yang berbicara kepada Petrus? Kalimatnya berbentuk perintah atau anjuran? >> Kisah 10:14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." Kenapa Petrus nggak mau memakannya? Sebab menurut Perjanjian Lama itu makanan haram. >> Kisah 10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." Karena ini sudah memasuki zaman Perjanjian Baru, maka pasti ada sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lama. Setuju? Nah, ALLAH yang pernah mengeluarkan larangan, kini ALLAH pula yang membuat pernyataan mencabutnya. Bukan YESUS, tapi ALLAH sendiri. – Boleh nggak Petrus membantah titah TUHAN? >> Kita semua tahu bahwa makanan haram itu menunjuk pada Kornelius, seorang perwira Romawi yang kafir. >> Kisah 10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. Jadi, jelas sekali bahwa orang kafir atau non Yahudi itu adalah najis bagi bangsa Yahudi, dan itu dilambangkan dengan Babi beserta dengan konco-konco seperjuangannya. Jika Domba = YESUS = orang Kristen, maka Babi = iblis = orang kafir. >> Kisah 11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Ini adalah bentuk ungkapan rasa takjub bangsa Yahudi, yang semula beranggapan hanya merekalah yang diselamatkan. Ternyata ALLAH juga berkenan menyelamatkan bangsa- bangsa lain, dengan upacara simbolisnya "penyembelihan" Babi oleh Petrus, yang sayangnya tidak dilaksanakan oleh Petrus. >> Kisah 15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat." Ini adalah keputusan rapat para rasul yang dipimpin oleh Petrus. Makanan haram tidak dimasukkan dalam fatwah ini, kecuali makanan yang dari persembahan berhala yang tidak diperbolehkan. Dalam hal ini kita melihat bahwa Advent bertentangan dengan keputusan sidang para rasul; Advent membolehkan makan persembahan berhala dengan landasan suratnya rasul Paulus. Tapi sekalipun Advent mengambil landasan dari Paulus, tokh juga tidak konsisten sepenuhnya. Lucu juga, ya? >> 1Timotius 4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, Semua ciptaan ALLAH adalah halal jika diterima dengan ucapan syukur. Apakah Babi bukan ciptaan ALLAH? Jika ada yang haram, apakah obatnya? Ucapan syukurlah obatnya yang manjur. >> 1Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Apakah "tidak berguna" bisa membuat yang halal menjadi haram? Apakah "perhambaan" bisa mengubah halal menjadi haram? Jelas tidak ada hubungannya antara guna dengan halal dan haram. Kalau "halal" dan "haram" hubungannya dengan dosa, sedangkan "berguna" dan "tidak berguna" hubungannya dengan manfaat atau kesia-siaan. >> Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kerajaan ALLAH rupanya bukan Depot atau Warung Padang. Jadi, adakah Gereja Warung? Gereja apakah yang kayak Warung? – Kalau jawab bisik-bisik aja, ntar ditembak Davidian, lho. >> 1Korintus 8:8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." Apakah kalau makan Kambing itu tandanya orang suci? Akh, jangan ngaranglah! >> 1Korintus 6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua- duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Makanan dan perut kita akan dibinasakan ALLAH? Apa pula maksud kalimat tersebut? Alangkah baiknya jika gereja Advent itu mempromosikan: "Jangan berzinah" atau "jangan berselingkuh" daripada "jangan makan Babi." Sebagai orang Advent yang setia; anda pasti punya data; berapa banyak buku-buku dan traktat-traktat Advent menuliskan kata-kata: "Jangan berzinah", dan berapa banyak menuliskan kata-kata: "Jangan makan Babi"; apakah anda Advent yang setia? 3. Apa kata kunci untuk menghalalkan Babi? Kata kuncinya adalah: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWAB BUNG TAPSON: Bung Hakekat, Sengaja saya pulang lebih awal malam ini karena ingat janji main catur sama anda, ternyata anda emang sudah mulai duluan sebelum saya tiba, tapi gak apa-apa, toch kan kemarin saya sudah kasih izin bahwa anda boleh jalan duluan. Tapi saya kurang suka tuch kamu melangkahnya terlalu lebar sampai keluar dari kotak-kotak caturnya... jangan dong. Yang fokus lah di dalam arena papan caturnya... terutama kuda mu tuch terlalu lebar lompatnya...jadi gak usah singgung-singgung tentang excomm dan peraturan gereja. Gak relevan. Mending kalau yang kamu tuduhkan itu benar. tapi aku gak mau bahas soal itu.... itu kapan-kapan di babak lain aja. Katanya mau diskusi soal makanan haram. Terus saya mau bertanya nich. 1. Apakah menurut bung Hakekat Babi Haram? 2. Lalu Apakah menurut Alkitab Babi Haram? 3. Kalau menurut bung Hakekat Babi tidak haram alias halal, mengapa anda berpendapat begitu, bahwa Babi Halal? Apa kata kuncinya? Itulah langkah awal saya.....sekarang giliran anda untuk melangkah... tapi sekali lagi, ingat jangan terlalu jauh keluar ya.... terutama kudamu tuch.....kalau melompat yang tenang dong... sudah ada ukurannya. Sekian dulu... , tapi saya anjurkan hati hati kalau menjawab, sebab jawaban yang kamu berikan bisa bumerang dan serangan balik lho.... percaya deh. Bung, besok dah malam sabat, saya izin dulu gak bisa main catur kalau malam sabat, soalnya saya mau ngajar KPA dulu. Kamu mau ikutan nggak? Tapi yakinlah malam minggu saya udah bisa main lagi. (Oh ya bung, saya ganti judul ya...soalnya sahabat saya pak Ruskandi gak ikut main, dia kan penonton... tapi emang sih penonton sekali-sekali boleh juga kasih komen. Salam damai, Tapson Manik
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar