From: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, 2 September, 2009 15:43:52
Subject: [bali-bali] GEMPA
BEN, NGGAK APA APA BEN????? 7,3 SR LHO
From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto:bali- bali@yahoogroups .com] On Behalf Of ngurah beni setiawan
Sent: 01 September 2009 22:09
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [bali-bali] pendet-batik- garam-rasa sayange-reog- indonesia raya.
Perang kadang diperlukan selama tujuannya itu benar.
Hari gini masih bicara perang, plis deh ah...
perang otak, ide, pendapat sih boleh...tapi kalo dor dor dor...plis deh ah...
terlebih dalam konteks diskusi tentang "pengakuan" budaya oleh Malaysia. Pliss deh ah...
Kalau hanya dengan alasan itu kita memutuskan perang, saya malu sebagai anak bangsa...
lebih malu lagi masih mendengar keinginan untuk berperang.
Saudara-saudara kita masih terlalu menderita untuk kembali diajak berperang. Apapun tujuannya untuk saat ini. Beras masih mahal hanya untuk digunakan mebiayai perang. Apapun tujuannya untuk saat ini. Saudara-saudara kita masih sangat cerdas untuk menjadi orang pintar, tanpa angkat senjata. Lalu?
There's no right way to do wrong thing, Pak!
Indonesia tak hanya sebuah negara, tapi amanat.
mohon dikomentari.
salam Nusantara untuk kita semua,
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
From: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Tuesday, 1 September, 2009 13:56:12
Subject: Re: [bali-bali] pendet-batik- garam-rasa sayange-reog- indonesia raya.
Disamping serat-serat itu, baca juga buku yang selama orde baru dilarang yaitu, Runtuhan Kerajaan Hindu Jawa, Timbulnya Raja-Raja Islam Nusantara karya Prof. Slamet Mulyana. Teman-teman yang sudah baca buku ini tahu persis, siapa Raden Fatah alias Jin Bun, kenapa sukses menyerang ayahnya.
Dan yang paling penting kita sadari adalah, Dinasti Sriwijaya berkuasa hampir 1000 tahun, Majapahit 300 tahun lebih. Kedua dinasti ini tidak menggunakan agama sebagai dasar bernegara. Ketika agama dijadikan landasan bernegara oleh Raden Fatah maka kerajaannyapun hancur dalam waktu kurang dari 100 tahun.
Ini yang akan bisa terjadi lagi jika bangsa Indonesia tidak mau belajar dari sejarah.
Perang kadang diperlukan selama tujuannya itu benar. Seperti perang Mahabharata yang sering disalahpahami sebagai perang saudara. Padahal perang Mahabharata adalah perang untuk menegakkan Dharma, kebenaran yang melindungi seluruh mahluk hidup.
Peace,
putu
"Tuhan tidak akan merobah nasib sesuatu bangsa, sebelum bangsa itu merobah nasibnya sendiri". Inilah firman yang menjadi gitaku, firman itu harus menjadi gitamu... ~Soekarno~
From: Bulantrisna Djelantik <btrisna@gmail. com>
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Sent: Tuesday, September 1, 2009 8:39:40
Subject: Re: [bali-bali] pendet-batik- garam-rasa sayange-reog- indonesia raya.
Pak Surya,
salam kenal dan salut.... Setuju berat dengan pernyataan anda.. Itulah sejarah, perang dan damai dan pergeseran dan pergesekan ... selalu terjadi untuk mencapai keseimbangan- keseimbangan baru. Saya bersyukur bahwa Pulau Baliku bertahan dalam lindunganNya dan menjadi jantung hati dan tonggak "pacek gumi" penyeimbang Indonesiaku . .. salam shanti.. Biang
2009/8/31 Nusantara Jaya <nusantarajaya69@ yahoo.com>
| Ibu Bulan yang baik,
Salam kenal dan salam hormat saya,..:)
Mohon maaf, ijinkan saya sedikit rembug...kenapa Majapahit jatuh?? agak kurang pas kalau terlalu disederhanakan seperti itu. Memang pada saat pemerintahan Brawijaya V pemerintahan tidak sekuat jaman Hayam Wuruk atau pada saat jaman Gajah Mada masih hidup (bbrp poin yg disampaikan sebagai penyebab dibenarkan catatan sejarah)...selain kita pahami sebagaimana takdir yang anyakra manggilingan; fakta sejarah menyatakan majapahit jatuh "telaknya" karena serangan mendadak Raden Abdullah Fatah putra prabu Brawijaya yang tidak pernah disangka-sangka oleh ayahandanya. Raden Abdullah Fatah (yg muslim) dihasut oleh beberapa Sunan (yg cukup sentral adalah sunan kalijogo) untuk menyerang ayahandanya yang mana sunan meyakinkan Raden A F adalah halal menyerang siapa saja selama dia kafir sekalipun ayah sendiri.
Maaf ini sejarah yang mengatakan begitu bukan menjelekkan atau memuja pihak manapun, kita pun harus bisa objektif thd fakta ini dan mengambil hikmah dari fakta sejarah...
Silahkan lebih jauh baca serat Darmagandul dan serat2 lainnya spt Sabdopalon dll yang sejenis.
Saya sangat-sangat setuju...Idealnya memang kita harus egaliter dan saling menghormati
Kita hendaknya " ngeh" akan karakter dan kecenderungan komunitas dengan latar belakang SARA yang berbeda-beda. Sekali lagi, secara spiritual memang kita harus memuliakan bahkan semua mahluk namun kita juga hendaknya bisa mengatakan kambing adalah kambing, sapi adalah sapi walau mereka semua adalah mahluk Tuhan yang perlu diberikan kasih....
Selanjutnya. ..kita hormati swadharma masing-masing sesuai dengan panggilan perannya masing2....
Salam shanti...Om. ..
Surya
|
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
start: 0000-00-00 end: 0000-00-00
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar