Kamis, 03 September 2009

[bali-bali] Re: [bali] Artikel: Si Vis Pacem, Para Bellum

Seorang pakar politik menatakan: konflik diselesaikan dengan perundingan melalui jalur diplomasi. Dalam perundingan mereka berdebat, beragumentasi untuk membuktikan bahwa mereka yg benar. Argumentasi tentunya dengan kata2 alias pake mulut. Kalau pake mulut gagal tinggal pake mulut meriam. Siapa yang menang, itu yg benar.
Nyoman Suwela
-----------------------------------------
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Asana Viebeke Lengkong" <asanasw@indo.net.id>

Date: Fri, 4 Sep 2009 00:20:11
To: <bali-bali@yahoogroups.com>; <bali@lp3b.or.id>
Subject: [bali] Artikel: Si Vis Pacem, Para Bellum




Si Vis Pacem, Para Bellum

Damai lewat kekuatan (peace through strength; a strong society being arguably less likely to be attacked by enemies). Maka, "if you wish for peace, prepare for war." Begitulah makna Si Vis Pacem, Para Bellum.

Lalu, apa kita mau perang? Ya, begitulah… Buku klasik pemasaran dari Al Ries & Jack Trout (1986) pasang judul terang-terangan soal bertempur, Positioning: The Battle for Your Mind. Judul buku berikutnya: Marketing Warfare!

Sekedar mengingatkan saja, ada dua prinsip dalam Marketing Warfare, defensif dan ofensif. Dalam principles of defensive dikatakan: 1) only the market leader should consider playing defense, 2) The best defensive strategy is the courage to attack yourself, 3) Strong competitive moves should always be blocked. Sedangkan dalam principles of offensive disebutkan: 1) The main consideration is the strength of the leader's position, 2) Find a weakness in the leader's strength and attack at that point, 3) Launch the attack on as narrow a front as possible.

***

Dalam ranah seni, setelah lagu 'Rasa Sayange' dan dulu beberapa corak batik diklaim negeri jiran sebagai heritage mereka, maka kini tari Pendet dari Bali disasarnya pula. Jika saat ini yang diklaim adalah tanda atau simbolnya, maka – jika proses pembiaran ini terus berlangsung – besok jangan heran jika yang diklaim adalah justru referensi tanda itu, alias teritori atau negerinya. Kasus Ambalat merupakan prelude saja nampaknya.

***


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: