Rabu, 01 Oktober 2008

Re: Bls: Bls: [bali-bali] THE RISE OF INDIA


"Yang paling menonjol dari budaya India adalah kecintaannya pada
tradisi. Kecintaan yang dari prespektif Raam Punjabi (seorang pelaku
industri entertaintment berdarah India) justru sulit menerima
kebhinekaan. Bisa kita lihat bagaimana India dan Pakistan yang tak
bisa bersatu."

 

### Apa benar Raam Punjabi bicara begitu pak? Apakah dia tidak pernah ke India? Di India sejak 2000 tahun yang lalu sudah hidup orang Yahudi, Kristen Siria, dan sejak abad 8 orang Persia pemeluk agama Zoroaster pergi ke India ketika negerinya ditaklukkan oleh Islam, lalu pengikut Ahmadiyah, pengikut Bahai, hidup berdampingan sampai sekarang dengan pemeluk agama asli India, seperti Hindu, Buddha, Jain, Sikh. Dan di India juga terdapat pengikut Islam sebanyak 150 juta orang. Orang Muslim pernah jadi Presiden India sebanyak 3 kali, sekarang orang Sikh yang jadi PM, dan ketua Parlemennya orang Katolik, Sonia Gandhi, kalau saya tidak salah. Apakah ini tanda India sulit menerima kebhinekaan, menurut Raam Punjabi? Dan apakah hal semacam itu mungkin di Indonesia? Mudah-mudahan?

Soal berdirinya Pakistan, itu karena Muslim League, pimpinan Ali Jinnah yang ideologinya dibentuk oleh Sir Muhammad Iqbal, ngotot ingin mendirikan negara sendiri berdasarkan agama Islam. Mereka khawatir dalam India merdeka orang-orang Hindu  akan menindas mereka sebagai balas dendam atas penjajahan mereka atas orang-orang Hindu selama 8 abad. Ini digambarkan dengan jelas dalam film Gandhi garapan Sir Richard Attenbourough.  Ada yang unik di sini, Pakistan yang Islam (kemudian pecah lagi jadi Bangladesh)  dirikan oleh Ali Jinnah yang sekuler, sementara India yang sekuler didirikan oleh Mahatma Gandhi yang religius dan Nehru yang Agnostik.  

Mengenai kedudukan orang-orang Hindu di Pakistan dan Bangladesh – yang mencerminkan sikap negara agama ini terhadap kebhinekaan, silahkan baca laporan Hindu American Foundation.



"Raam menyampaikan kegagumannya pada Indonesia yang bisa mengidolakan
bintang Bollywood, sosok dari luar Indonesia. Sesuatu yang sulit
terjadi di India.
Cerminan rakyat Indonesia bisa menerima kebhinekaan
dan mengelola kerukunan agama."

 

### Kalau soal mengidolakan bintang  film ya mungkin saja karena film mereka cocok dengan selera mereka. Tapi ini bukan ukuran penolakan terhadap kebhinekaan, saya kira. Mereka mungkin tidak mengagumi tokoh film Indonesia, mungkin karena isinya kebanyakan dakwah?

 

NP. Putra.  



--- Pada Rab, 1/10/08, Wibisono Sastrodiwiryo <wibi.sastro@gmail.com> menulis:
Dari: Wibisono Sastrodiwiryo <wibi.sastro@gmail.com>
Topik: Re: Bls: Bls: [bali-bali] THE RISE OF INDIA
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Tanggal: Rabu, 1 Oktober, 2008, 3:08 PM

--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "Asana Viebeke Lengkong"
<asanasw@... > wrote:
>
> Naaaaaaaa gitu dong... dulu India export Hindu sampai ke Bali,
>

India juga bukan hanya export Hindu, tapi juga export Islam.

Islam masuk ke Indonesia dari Arab abad ke 7 dengan pendekatan fiqih
tapi tidak berkembang. Kemudian pada abad ke 13 dengan pendekatan
Tasawuf dari India, Islam berkembang dengan sangat pesat melalui
walisongo.

Yang paling menonjol dari budaya India adalah kecintaannya pada
tradisi. Kecintaan yang dari prespektif Raam Punjabi (seorang pelaku
industri entertaintment berdarah India) justru sulit menerima
kebhinekaan. Bisa kita lihat bagaimana India dan Pakistan yang tak
bisa bersatu.

Raam menyampaikan kegagumannya pada Indonesia yang bisa mengidolakan
bintang Bollywood, sosok dari luar Indonesia. Sesuatu yang sulit
terjadi di India. Cerminan rakyat Indonesia bisa menerima kebhinekaan
dan mengelola kerukunan agama.

Hal yang hebat dari India adalah kedalaman dan ketajaman pikiran yang
sangat detail, saya rasa itu sulit ditiru.

Suksma

Wibi



Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: