Menurut saya anda itu BERHAK untuk apresiasi segalanya menurut sudut pandang anda sendiri. Kalau saya MENGHARGAI pendapat anda, maka artinya saya sudah TOLERAN. Anda BISA bilang bahwa itu "muntah" ataupun "berkah". Dan itu sah saya, it's your own opinion, dan saya menghargai pendapat anda itu. Nah, hal2 seperti itulah yg patut untuk dikembangkan di Indonesia. Kita harus akui juga bahwa Indonesia ini memiliki latar belakang otoriter / totaliter / pemaksaan kehendak, to begin with. Semua daerah di Indonesia memiliki tradisi TIDAK toleran, termasuk di Bali. Tetapi kita semua belajar untuk MENGHARGAI pendapat yg berbeda. Dan itulah arti sebenarnya dari TOLERANSI. Kalau saya bilang bahwa tulisan anda "muntah" dan saya BAN anda dari milis saya, maka artinya saya TIDAK TOLERAN. Kalau saya bilang bahwa apapun yg anda tulis merupakan PENDAPAT anda, artinya saya TOLERAN. So,... ada perbedaan yg tipis antara toleransi dan pemaksaan pendapat demi "apresiasi". Saya sendiri curiga bahwa "apresiasi" yg anda tuliskan itu merupakan kata TERSELUBUNG untuk NON TOLERANSI. Can you follow me ? Anyway, silahkan ber-apresiasi sendiri. Biasanya saya tidak mengomentari komentar dari orang2 terhadap tulisan saya yg sebenarnya cuma dimaksudkan sebagai "cermin" belaka; "cermin" untuk siapa saja yg mau melihat ke dalam diri sendiri. You know what ? Makin lama saya ini kalau menulis jalan sendiri, seperti ada yg menggerakkan. Strange but true, seringkali yg saya tulis itu malah sama sekali TIDAK ada hubungannya dgn saya sendiri. Jadi, tangan akan bergerak, lalu ketak ketik very fast dengan sepuluh jari, tanpa mikir. Memang jadinya "kontroversial"... Tetapi, bukankah yg akan membawa perubahan itu adalah yg "kontroversial" ? -Mulanya terasa mengagetkan, tetapi orang akan merenung dan mengambil kesimpulan sendiri. Akibatnya akan terjadi perubahan, change. Mungkin saya ini termasuk yg TIDAK pernah mengedepankan diri saya sendiri di dalam tulisan2 saya, semuanya itu untuk orang2 lain yg membaca. Kalopun saya "tampil" disitu, cuma sebagai illustrasi saja. Harus begitu, caranya dengan guyon2. Sebagian ada yg LANGSUNG bisa melihat bahwa saya itu advokasi KEBEBASAN BERBICARA/ BERAGAMA, sebagian lagi tidak bisa melihat secara langsung. Kalau orangnya itu oke, maka akan BISA melihat apa adanya saja. Kalau orangnya penuh prejudice/prasangka, maka akan menghakimi/ judgmental. Pedahal, apa seh yg dihakimii ? Apa seh yg dinilai ? Saya sendiri melihat segalanya itu PROSES, ada perjalanan yg dilakukan dengan jatuh bangun. Manusia maupun masyarakat sama saja, selalu ada proses sehingga tidak instant. Paling saya kasih "kontribusi" sekali2 dengan tulisan2 saya yg semoga saja bisa membuka mata orang2 sehingga semakin TOLERAN. Kita semua bergerak menuju TOLERANSI dalam segala bidang. Masyarakat madani / middle class itu ciri2nya, al.: toleransi dan rule of law, termasuk disitu HAM Kebebasan Beragama dan Berpendapat. Tetapi orang2 masih banyak yg TAKUT untuk berbicara, pedahal oke2 saja. So, akhirnya saya keluarkanlah tulisan2 yg "kontroversial" dengan harapan agar semakin banyak orang yg BISA melihat kemungkinan2 yg terbuka bagi kita. Itulah LATAR BELAKANG PEMIKIRAN di balik segala tulisan2 saya yg ngalor ngidul nggak jelas itu. Leo Group Webpage: http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia. --- On Thu, 2/10/08, Putu Kesuma <putukesuma@yahoo.com> wrote: From: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo.com> |
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! __._,_.___
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar