Jumat, 12 September 2008

[bali-travel] Perajin Perak Datangi DPRD Bali

Sabtu, 13 September 2008
Dewan Janji Usulkan Perda Tentang Kerajinan
Perajin Perak Datangi DPRD Bali
Resah terhadap pengklaiman warisan leluhur Bali oleh pihak asing,
sejumlah perajin perak, Asosiasi Perak Bali dan seniman mendatangi
kantor DPRD Bali di Renon, Jumat (12/9) kemarin. Apa yang mereka tuntut?

SEBELUM menemui wakil rakyat, perajin sempat bersembahyang di Pura
Jagatnata Denpasar, memohon kepada Ida Sang Hyang Widi, Tuhan Yang
Maha Esa agar diberikan tuntunan dan jalan yang terbaik, serta
keselamatan. Selanjutnya mereka bergerak menuju gedung DPRD Bali di
Renon. Di gedung wakil rakyat ini mereka diterima Nyoman Saputra.
Dalam dialog dengan perajin, ia mengatakan ikut terenyuh terhadap
situasi yang dihadapi perajin Bali. Karena itu peraturan daerah
(perda) penting dibuat dalam rangka melindungi nilai-nilai seni-budaya
-- desain atau motif budaya Bali beserta perajinnya.

Sebelum dialog digelar, di halaman gedung mereka sempat membentangkan
spanduk bertuliskan 'Stop penindasan terhadap perajin/seniman Bali
oleh arogansi kaum kapitalis' dan 'Usir kapitalis perampok seni budaya
Bali/Indonesia'. Mereka berorasi dan menggelar seni teatrikal di depan
pintu masuk ruangan Dewan. Dalam aksi itu tiga orang perajin
memperlihatkan gambar motif Bali dan motif Jawa Timur yang dilukis di
dada dan punggungnya. Kemudian mereka berorasi bahwa motif Tulang Naga
telah ada sebelum Indonesia merdeka yang berasal dari Lumajang, Jawa
Timur. Kini, motif rantai Tulang Naga itu justru diklaim orang asing.
Demikian juga motif Jawan Keplak adalah berasal dari leluhur orang
Bali. Para perajin Bali sudah menggunakan motif itu sejak puluhan
tahun lalu. Kini, kok dengan entengnya diklaim pihak lain?

Setelah cukup lama berorasi, mereka akhirnya diterima di ruangan
Dewan. Namun sayang, yang menerima hanya seorang yakni Nyoman Saputra,
S.T., anggota Komisi III membidangi pembangunan, didampingi dua orang
pegawai sekretariat Dewan. Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali Nyoman
Mudita mengatakan, perajin dan pengusaha perak Bali dari dulu sudah go
international. Karya-karya sudah diakui dunia. Cuma mereka tidak
mengklaim karya-karya itu secara personal. Semua itu adalah karya atas
nama Bali.

Namun belakangan, para perajin berhadapan dengan pengklaiman
kepemilikan motif tradisional Bali oleh pihak asing -- menghakciptakan
motif milik publik Bali. Ini yang menimbulkan keresahan. Pihaknya
ingin minta jalan keluar yang terbaik dan berdialog dengan anggota
Dewan. Sebab, yang memiliki kekuatan adalah pemerintah. Melalui wakil
rakyat, diharapkan persoalan ini bisa diselesaikan oleh pemerintah.

Terhadap motif-motif yang telah telanjur dihakciptakan, Mudita
mengatakan mestinya dikembalikan hak itu kepada masyarakat Bali.
Motif-motif yang telah didaftarkan di Dirjen HaKI penting
disosialisasikan agar perajin tidak ketakutan berkarya.

Cukup Dikenal

Pengusaha perak asal Celuk Gianyar Made Gde Sutama mengatakan, para
leluhur Bali dari dulu telah berkarya dengan bahan baku perak dan
emas. Karya-karya perajin Bali sudah cukup dikenal di mancanegara.
Nah, ketika sekarang ada pengklaiman motif, itu sama halnya kita
'dijajah' lagi -- dalam bidang seni-budaya.

Pande Nyoman Sandi Artawan dan Pande Putu Maya Arsanti berharap tidak
ada lagi perajin yang menjadi korban atas tuduhan pelanggaran hak
cipta. Pihaknya senang ada orang luar negeri datang ke Bali. Tetapi
jangan sampai mengambil milik orang Bali.

Menanggapi hal itu, Nyoman Saputra mengatakan akan meneruskan aspirasi
para perajin kepada komisi yang membidangi yakni Komisi I. Namun, di
sisi lain ia mengatakan ikut terenyuh terhadap situasi yang dihadapi
perajin Bali. Gejala bahwa nama Bali dijual orang luar, telah pula
dirasakan. Karena itu menurut dia, peraturan daerah (perda) penting
dibuat dalam rangka melindungi nilai-nilai seni-budaya -- desain atau
motif budaya Bali beserta perajinnya.(lun)
-------
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
.

__._,_.___
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Come check out

featured healthy living

groups on Yahoo!

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: