Sebenarnya ini juga bukan sepenuhnya salah pemerintah Malaysia tp salah kita sendiri sebagai pemilik tidak peduli dan tidak merasa memilik selama ini karena kita terlalu siibuk untuk ngurusin budaya yg masuk dari luar.
Sebenarnya penting buat kita untuk menanamkan budaya kita kpd generasi muda & menanamkan rasa memiliki & bangga akan budaya yg kita miliki skrg ini. Dan yg paling penting lagi kita hrs mematenkan smua kebudayaan kita agar tidak akan terjadi peng-klaiman budaya kita oleh negara lain. Dan kita juga harus sering memamerkan kebudayaan kita ke negara2 lain agar mreka tau inilah sebenarnya milik Indonesia.
Kaya & beragam budaya, karena dengan budaya ini kita bisa mengahasilkan devisa negara juga, bkn hanya hasil pertanian, tambang ato industri tp juga budaya akan menhasilkan banyak devisa bg negara.
Saya rasa pemerintah jgn cm ngomong aja utk mematenkan budaya2 Indonesia tp jg hrs di lakukan dan dimlai dr skrg. Meskipun ini bkn hny kerja keras pemerintah tp jg kita sbg masyarakat. Setidaknya kita sbg masyarakat tidak hny ikut menuntut pemerintah tp jg sadar diri akan hal ini. Skrg saatnya kita bangkit dari kemunduran ragam budaya dan lakukan yg terbaik utk Indonesia.
Junjung tinggi-tingi budaya Indonesia and banggakan budaya Indonesia tercinta.
Best regards
Trie..
From: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Saturday, August 22, 2009 8:40:56 AM
Subject: Re: [bali-bali] Fw: TARI PENDET DI KLAIM MALAYSIA
".....tatkala saya masih muda, saya telah gambarkan negara yang akan datang dan tanah air yang akan datang, tanah air yang kita pijak buminya itu, saya gambarkan sebagai ibu kita. Ibu, oleh karena itu kita berkata Ibu Pertiwi. Ibu, dan kita menyebutkan negara kita pada zaman dahulu Mataram. Ibu..... Dan kita pun sekarang berkata, bukan saja Mataram, tetapi Ibu Pertiwi, Ibu kita. Kita berkewajiban jikalau benar-benar kita mencintai Ibu kita ini, kita harus menyumbang pada Ibu kita. Di dalam ucapan-ucapan saya tatkala saya masih muda, saya berkata, kita semua berkewajiban untuk menyumbangkan bunga, bunga untuk mempercantik konde, sanggulnya Ibu kita ini. Harus, semuanya harus menyumbangkan bunga kepada sanggul kita punya Ibu. Engkau bisa menyumbangkan apa? Engkau bisa sumbangkan melati? Berilah melati! Engkau bisa menyumbangkan apa? Bisa menumbangkan mawar? Berilah mawar! Engkau bisa menyumbangkan apa? Bisa menyumbangkan kenanga? Berilah kenanga! ~Soekarno~
From: Sugi LanĂºs <sugilanus@gmail. com>
To: "bali-bali@yahoogro ups.com" <bali-bali@yahoogrou ps.com>
Sent: Friday, August 21, 2009 19:05:10
Subject: [bali-bali] Fw: TARI PENDET DI KLAIM MALAYSIA
Dear all,
Kita berurusan malaysia tak usai2, dari perbatasan pulau, teroris sampai urusan lagu2 daerah.
Kawan saya Radhar Panca Dahana sangat benarnya: "Masak presiden kita nyanyinya lagu pop mlulu?"
Sesekali SBY bikin album kumpulan lagu daerah termasuk Rasa Sayange di dlmnya, ini kan bisa menjadi symbolic cultural re-claiming. Peluncurannya yg serius. Undang duta besar Malaysia dan para sahabat. Bu Presiden sesekali jadi produser documentary movie tarian2 nusantara. Pak Jro Menbudpar mekidung atau gabung ngigel kecak (kalo tak bisa nari cukup bilang cak-cak-cak) . Sesekali pak Jro ajak penari Pendet mentas di Twin Tower KL atau di Putra Jaya, biar tahu kalo Pendet itu lahir di Bali.
Diplomasi kebudayaan intinya.
Monto gen, liu munyi lek ati.
Suksma,
SL
From: Ni Made Dwidiani
Date: Fri, 21 Aug 2009 10:35:32 +0100
To: <pcmibali@yahoogroup s.com>
Subject: PCMI: TARI PENDET DI KLAIM MALAYSIA
Malaysia Klaim Tari Pendet Bali
Rabu, 19 Agustus 2009 pukul 19:09:00
Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.
Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.
Untuk itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi, pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara, acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," tandasnya. she/kpo
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar