Semetons sami,
Apa yang dikatakan Bli Sugi , itu hanya "the tip of the iceberg".
Hanya yang tampak dipermukaan saja , yang diluar commercials ,
untuk private usage , jumlah pertambahan itu bisa dalam waktu
kurang dari 6 bulan dan dalam sebulan untuk kendaraan roda dua.
Itu hanya kendaraan yang diregister di Bali saja , belum lagi kendaraan yang masih registrasinya diluar Bali , yang sering kita
lihat dijalan.
Bagi rekan yang nyangkul di LN dan kembali pulang kampuang , akan
merasakan apa yang dirasakan oleh Bli Sugi .
Begitu keluar dari airport , muka rasanya seperti ditampar ,perasaan gugup mulai menjalar bercampur rasa takut ,juga perasaan marah tanpa alasan.
Teruuus.. gimana donk solusinya ? To be perfectly honest,
I DON'T KNOW.......yang ketemu malah dilema dan dilema serta dilema,
terbenturnya malah kembali ke rakyat dari segi employment , culture dan religion , yang menjadi pembentuk dasar moral dan attitude kita.
Kalau public transport dibenahi dan berjalan sesuai rencana dan idaman , lantas lapangan kerja apa yang bisa disediakan untuk sopir bemo dan private transport commercial lainnya yang dipengaruhi?
Kalau quota kendaraan ditekan nomernya , bagaimana dengan yang bekerja di dealer itu sendiri ? Dan banyak lagi yang terpengaruh
bagi mereka yang bekerja dibidang engine mechanic , dllnya.
Kalau ini dijalankan , maka kita akan lihat angka criminal akan melonjak dan penjara yang sudah over loaded tambah numpuk.
Setelah pikir pikir lamaaaa sekali ( sampai kepala keluar asap dan
"tidak makan uang rakyat sepeserpun").
Akhirnya saya hanya ketemu satu solusi yang "racist dan kejam "
"STOP PENDATANG DARI LUAR BALI", is the only way to save Bali.
Lihat pada bulan September hari jumat siang , perhatikan lalin sekitar anda , sangat nyata terlihat , lebih dari setengah traffict dijalan itu erat hubungannya dengan "agama".
September , banyak dewasa ayu untuk pernikahan dan ngaben , jumat siang saudara kita penganut Islam ke Masjid untuk sholat.
Kalau anda bisa mendapatkan tempat parkir mobil disekitar pasar Kumbasari dan sekelilingnya pada hari jumat siang , berarti anda sudah menang Togel.
Bagi rekan rekan yang peduli dengan Bali , dan mencoba mencari solusi
untuk Bali kita yang tercinta , mungkin akhirnya anda temukan jawaban yang sama seperti saya.
Atau memilih keluar dari Bali agar tidak bikin tambah penuh,.hehee..
Btw , menyambung percakapan BOS di Sanur akhir tahun lalu.......
Skype name saya : agungpindha , kebetulan saya juga host salah satu room di CamFrog , di room Spiritual Universal.. plz add me in ur address book...plz drop in dikamar saya..
shanti , you have to be cruel to be kind.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, sugilanus@... wrote:
>
> Semetons,
>
> Saya mendarat di Bali, langsung dpt informasi dari supir taxi Blue Bird, katanya, "Juli-Agustus ini ada penambahan 250 taxi Blue Bird. Belum taxi yg lainnya. Taxi lain menuntut, maunya didemo, akhirnya yg lainnya nambah juga."
>
> Nah, apa kata dunia kalau ada program "meredam polusi dan bersepeda" tapi taxi tak dibatasi?
>
> Walah... Baru 15 menit di Bali sdh dpt kejutan. Maunya santai main tenis atau main kano di Sanur tapi.. Kok 250 taxi plus plus mengganggu weekend.
>
> Bli gung Oz, shanti on vac but...
>
> Ngiring bligbagang, sinampura,
> SL
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar