Kamis, 02 Oktober 2008

Re: [bali-bali] Re: Tong Kosong KAMU

uNTUK tUAN lEO DI rIMBA rAYA kEBABLASAN.

Orang yang belum tahu tingginya langit pasti akan merasa dirinya paling bebas.
Orang yang belum tahu dalamnya laut pasti merasa dirinya paling bebas.
Orang yang belum tahu isi hati orang lain pasti merasa dirinya paling bebas.
Sering orang terlambat tahu bahwa dirinya sesungguhnya tidak bebas, sebebas yang ada dipikirannya.
Mudah-mudahan PENCERAHAN datang, BUKAN karena anda dicederai.

tabik saya,
iwan darmawan.





----- Original Message ----
From: leonardo rimba <leonardo_rimba@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Thursday, October 2, 2008 12:54:40 PM
Subject: Re: [bali-bali] Re: Tong Kosong di Penghujung Ramadhan

Menurut saya anda itu BERHAK untuk apresiasi segalanya menurut sudut pandang anda sendiri. Kalau saya MENGHARGAI pendapat anda, maka artinya saya sudah TOLERAN.
Anda BISA bilang bahwa itu "muntah" ataupun "berkah". Dan itu sah saya, it's your own opinion, dan saya menghargai pendapat anda itu.
 
Nah, hal2 seperti itulah yg patut untuk dikembangkan di Indonesia. Kita harus akui juga bahwa Indonesia ini memiliki latar belakang otoriter / totaliter / pemaksaan kehendak, to begin with. Semua daerah di Indonesia memiliki tradisi TIDAK toleran, termasuk di Bali. Tetapi kita semua belajar untuk MENGHARGAI pendapat yg berbeda. Dan itulah arti sebenarnya dari TOLERANSI. Kalau saya bilang bahwa tulisan anda "muntah" dan saya BAN anda dari milis saya, maka artinya saya TIDAK TOLERAN.
 
Kalau saya bilang bahwa apapun yg anda tulis merupakan PENDAPAT anda, artinya saya TOLERAN. So,... ada perbedaan yg tipis antara toleransi dan pemaksaan pendapat demi "apresiasi". Saya sendiri curiga bahwa "apresiasi" yg anda tuliskan itu merupakan kata TERSELUBUNG untuk NON TOLERANSI. Can you follow me ? Anyway, silahkan ber-apresiasi sendiri. Biasanya saya tidak mengomentari komentar dari orang2 terhadap tulisan saya yg sebenarnya cuma dimaksudkan sebagai "cermin" belaka; "cermin" untuk siapa saja yg mau melihat ke dalam diri sendiri.
 
You know what ? Makin lama saya ini kalau menulis jalan sendiri, seperti ada yg menggerakkan. Strange but true, seringkali yg saya tulis itu malah sama sekali TIDAK ada hubungannya dgn saya sendiri. Jadi, tangan akan bergerak, lalu ketak ketik very fast dengan sepuluh jari, tanpa mikir. Memang jadinya "kontroversial" ... Tetapi, bukankah yg akan membawa perubahan itu adalah yg "kontroversial" ? -Mulanya terasa mengagetkan, tetapi orang akan merenung dan mengambil kesimpulan sendiri. Akibatnya akan terjadi perubahan, change. Mungkin saya ini termasuk yg TIDAK pernah mengedepankan diri saya sendiri di dalam tulisan2 saya, semuanya itu untuk orang2 lain yg membaca. Kalopun saya "tampil" disitu, cuma sebagai illustrasi saja. Harus begitu, caranya dengan guyon2. Sebagian ada yg LANGSUNG bisa melihat bahwa saya itu advokasi KEBEBASAN BERBICARA/ BERAGAMA, sebagian lagi tidak bisa melihat secara langsung. Kalau orangnya itu oke, maka akan BISA melihat apa adanya saja. Kalau orangnya penuh prejudice/prasangka , maka akan menghakimi/ judgmental. Pedahal, apa seh yg dihakimii ? Apa seh yg dinilai ?
 
Saya sendiri melihat segalanya itu PROSES, ada perjalanan yg dilakukan dengan jatuh bangun. Manusia maupun masyarakat sama saja, selalu ada proses sehingga tidak instant. Paling saya kasih "kontribusi" sekali2 dengan tulisan2 saya yg semoga saja bisa membuka mata orang2 sehingga semakin TOLERAN. Kita semua bergerak menuju TOLERANSI dalam segala bidang. Masyarakat madani / middle class itu ciri2nya, al.: toleransi dan rule of law, termasuk disitu HAM Kebebasan Beragama dan Berpendapat.
 
Tetapi orang2 masih banyak yg TAKUT untuk berbicara, pedahal oke2 saja. So, akhirnya saya keluarkanlah tulisan2 yg "kontroversial" dengan harapan agar semakin banyak orang yg BISA melihat kemungkinan2 yg terbuka bagi kita. Itulah LATAR BELAKANG PEMIKIRAN di balik segala tulisan2 saya yg ngalor ngidul nggak jelas itu.

Leo
 

--- On Thu, 2/10/08, Putu Kesuma <putukesuma@yahoo. com> wrote:
From: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo. com>
Subject: Re: [bali-bali] Re: Tong Kosong di Penghujung Ramadhan
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, 2 October, 2008, 11:24 AM

Salam teman-teman semua,
 
Saya kira ini bukan urusan HAM atau urusan agama semata. Ini murni urusan bagaimana kita berinteraksi, bagaimana kita menggunakan bahsa dalam menyampaikan pendapat.
 
Di dunia ini menurut saya tidak ada kebebasan mutlak, kebebasan kita itu terhenti ketika kebebasan kita  mengganggu orang lain. Kebebasan mutlak itu hanya ada saat kita tidak menggunakan pikiran, ketika kita hidup dalam kekinian, here and now. Masalahnya kita kan mayoritas masih hidup di masa lampau atau masa depan.
 
Silahkan menggunakan kebebasan, silahkan menyampaikan pendapat, tapi jangan lupa untuk nenjaga agar pendapat yang kita sampaikan itu hanya merupakan sampah2 pikiran, jangan sampai milis ini kita gunakan untuk katarsis. Saya menyadari saya tidak bisa melarang orang "muntah" karena kalau dilarang dia akan pusing atau sakit. Saya hanya bisa memohon agar "muntah" yang keluar itu dibungkus agar tidak bau. Jadi silahkan berpendapat secara bebas tapi gunakan bahasa yang santun.
 
Saya kebetulan banyak baca-baca buku2 karya Anand Krishna dimana beliau menyarankan agara kita melewati kata TOLERANSI dan mulai menggunakan kata APRESIASI. Pemahaman bahwa toleransi itu ada batasnya, sedangkan apresisi itu tak terbatas. Toleransi ada kesan arogansi, sedangkan apresiasi berkesan menghargai.
 
Saya juga selalu diingatkan oleh peringatan rutin dalam sebuah milis yang kata-katanya demikian " BE JOYFUL AND SHARE YOUR JOY WITH OTHERS". Cerialah dan bagilah keceriaan itu kepada orang lain. Kita bisa saja merasa ceria dengan menyampaikan pendapat secara bebas, tapi apakah kita sudah mengemukakan pendapat itu dengan bahasa yang ceria? Dalam hal ini emphaty sangat kita butuhkan. Katanya hahnya orang yang memiliki cinta yang mampu ber-emphaty.
 
Demikian pendapat saya, mohon maaf jika tidak berkenan.
Salam,
pkesuma
SEVEN SOCIAL SIN (MK GANDHI) ~ Wealth without Work ~ Pleasure without Conscience ~ Knowledge without Character ~ Commerce without Morality ~ Science without Humanity ~ Politics without Principle ~ Worship without Sacrifice


Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!


New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: