Saudara Leonardo
saya sudah membaca postingan anda dengan benar, dan menurut saya
postingan anda tidak relevansinya dengan milis ini, since this mailing
list talk about Bali, not the practice of a religion.
saya malas untuk melanjutkan hal ini, kiranya cukuplah sampai disini
Terima kasih
Sidarta Wijaya
--- In
bali-bali@yahoogrou ps.com, leonardo rimba <leonardo_rimba@ ...>
wrote:
>
> Saya TIDAK mendiskreditkan salah satu agama. Kalau ada yg merasa
seperti itu, maka itu merupakan pendapat orang itu sendiri.
> Â
> Saya di Milis Spiritual Indonesia mempraktekkan HAM Kebebasan
Berbicara. Kalau sedikit2 anda bilang mendiskreditkan, maka saya BISA
bilang bahwa pendapat seperti Saudara Anton Muhajir itu
MENDISKREDITKAN HAM Kebebasan Berbicara.
> Â
> Kita HARUS belajar untuk membedakan SLANDERS dari OPINIONS. Keduanya
merupakan HAM Kebebasan Berbicara, walaupun ada bedanya. Yg namanya
slanders itu berupa maki2, sedangkan opinions cuma pendapat saja.
> Â
> Apa relevansinya dengan Milis Bali-Bali ? ... Silahkan baca yg
BENAR, dan tidak usah terbawa-bawa oleh emosi penuh ketakutan dari
Saudara Anton Muhajir itu.
> Â
> Leo
> Group Webpage:
http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- indonesia.> Â
>
>
> --- On Wed, 1/10/08, Gusti Ngurah Putu Sidarta Wijaya <ceblonx@... >
wrote:
>
> From: Gusti Ngurah Putu Sidarta Wijaya <ceblonx@... >
> Subject: [bali-bali] Re: Tong Kosong di Penghujung Ramadhan
> To:
bali-bali@yahoogrou ps.com> Date: Wednesday, 1 October, 2008, 10:25 PM
>
>
>
>
>
>
> Saudara Anton Muhajir,
>
> sayalah yang meloloskan email ini tanpa terlebih dahulu mencermati isi
> email ini, dan memang e-mail ini tidak ada relevansinya dengan tema
> milis bali-bali dan mediskreditkan salah satu agama. saya akan
> menjadikan ini perhatian dan pelajaran sehingga di lain kesempatan
> tidak terjadi lagi.
>
> terlepas dari email ini, masalah relevansi topik pada postingan
> bali-bali memang adalah masalah yang pelik, kasus yang sering terjadi
> adalah posting awalnya memang ada hubunganya dengan Bali kemudian
> pembahasannya jadi jauh melenceng, sangat sulit untuk menerapkan
> standar baku mana yang boleh dan tidak.
>
> saya sadar, hal ini tentu saja tidak bisa menjadi pembenaran bagi saya
> untuk meloloskan semua postingan yang masuk, ada akal sehat dan
> pertimbangan yang perlu diambil sebelum meloloskan suatu postingan,
> dan saya masih terus meningkatkan awareness dan kepekaan terhadap isi
> suatu postingan sehingga nantinya masalah seperti ini tidak terjadi lagi
>
> Sidarta Wijaya
>
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "Anton Muhajir" <antonemus@ ..>
wrote:
> >
> > APA SIH RELEVANSI EMAIL INI DENGAN TEMA MILIS BALI-BALI?
> >
> > MAAF, BAGI SAYA EMAIL HANYA MEMPERKERUH SUASANA.
> >
> > USUL SAYA. EMAIL SEPERTI INI TIDAK USAH DILOLOSKAN. WHOOI, MODERATOR
> > YANG PUNYA NAMA-NAMA BESAR DI DEPAN.. PLIS INI JADI PERHATIAN..
> >
> > BILA PERLU MEMBER DIBERI PERINGATAN. DISKUSI ADA TEMPATNYA
> > MASING-MASING. DAN, MILIS INI BAGI SAYA BUKAN YANG TEPAT UNTUK SELALU
> > SAJA MENDISKREDITKAN AGAMA APA PUN ITU.
> >
> > SUKSMA..
> >
> > On 9/30/08, leonardo rimba <leonardo_rimba@ ...> wrote:
> > >
> > > Friends,
> > >
> > > Akhirnya saya SADAR bahwa di penghujung bulan suci Ramadhan itu
> ternyata
> > > tidak ada apa2, melainkan cuma suara tong2 kosong yg dipukul
> bertalu-talu
> > > sambil jejeritan allahuakbar. Sebenarnya saya SUDAH tahu hal itu
dari
> > > dahulu, dan makin lama makin tahu dengan jelas, terutama selama
> beberapa
> > > tahun terakhir ini... -- Tetapi, baru malam tadilah saya benar2
> menyadari
> > > bahwa there's is NOTHING more to that, selain suara tong2 kosong
> yg dipukul
> > > bertalu-talu dengan histeris. Saya juga HERAN ternyata Allah itu
> diam saja,
> > > sama sekali tidak menyahut walaupun dimana-mana semua orang
> berteriak-teriak
> > > allahuakbar.
> > >
> > > Teriakan allahuakbar itu BUKAN berasal dari Mata Ketiga, however,
> melainkan
> > > dari naluri atau, paling tinggi berasal dari Cakra Solar Plexus.
Kalau
> > > diteruskan juga, memang akhirnya bisa KESAMBET, tetapi bukan
> kesambet roh
> > > tingkat tinggi, melainkan roh tingkat rendah, yg BISA membuat
> orangnya nekat
> > > untuk semakin memanggil-manggil Allah dengan suara lebih keras
> lagi. Semakin
> > > lama semakin keras walaupun so pasti Allah TIDAK akan muncul sampai
> > > kapanpun. Akhirnya manusianya akan capek sendiri dan stop. Sudah,
> cuma itu
> > > saja.
> > >
> > > Pertanyaannya sekarang: Apakah kita MASIH sebegitu primitifnya
seperti
> > > saudara2 kita sebangsa dan setanah air yg selalu SETIA
> memukul-mukul tong2
> > > kosong di penghujung Ramadhan itu ?Terus terang saya sendiri MALU
> kalau
> > > berhadapan dengan orang2 yg berasal dari luar Indonesia yg
> terheran-heran
> > > melihat begitu banyak JIN pada mukulin tong kosong sambil teriak2
> > > allahuakbar di penghujung Ramadhan. Malu lah ! Siapa yg tidak malu ?
> > >
> > > Kelakuan2 yg PRIMITIF seperti itu ternyata masih dilakukan sampai
> sekarang,
> > > walaupun, sudah berkurang banyak. Ternyata orang2 lain juga banyak
> yang
> > > SUDAH sadar bahwa dari dahulu sampai sekarang Allah itu akan
DIAM SAJA
> > > walaupun diteriakin akbar2 dengan suara sekeras-kerasnya dari
> corong masjid.
> > > Mungkin ada mesjid yg memenangkan KONTES suara paling keras,
> tetapi pialanya
> > > jelas BUKAN dari Allah. Mungkin dari MUI atau lembaga2 keagamaan
> yg ingin
> > > MENCARI MUKA di depan Allah walaupun, setahu saya, Allah sendiri
> sudah BUANG
> > > MUKA terhadap kelakuan2 primitif seperti itu.
> > >
> > > Allah yg ada di saya dan banyak teman2 lainnya sudah membuang muka
> melihat
> > > segala kebiasaan yg sudah tidak pada tempatnya. Kita sudah di abad
> ke-21 M,
> > > abad Post Modern, dan terus terang banyak dari kita sudah merasa
MALU
> > > melihat sebagian orang jejeritan allahuakbar dengan suara
> histeris. Tapi
> > > kita juga merasa MALU untuk bilang ELING ELING... -- So, tanpa malu2
> > > sekarang saya bilang bahwa sudah sepantasnya kita meninggalkan adat
> > > kebiasaan masa lalu itu. Dari jaman Belanda masih bercokol di
> Indonesia,
> > > kelakuan mukulin tong kosong sambil teriak2 allahuakbar itu SUDAH
> dilakukan.
> > > Masa masih mau dilakukan terus ?
> > >
> > > Kalau Allah itu benar2 suka diteriakin akbar2 pakai tong2 kosong yg
> > > dijadikan bedug itu, pastilah Allah akan turun dan bilang MAO APE
> LUH !
> > > (logat Jakarta). Tetapi, .... bahkan dengan logat Jakarta atau
> bahasa Arab
> > > sekalipun, Allah itu TIDAK pernah muncul di penghujung Ramadhan.
> > >
> > > So, akhirnya semuanya akan menjadi seperti SINETRON belaka, en the
> judul is
> > > "Tong Kosong di Penghujung Ramadhan". Nggak ada sambungannya
> because akan
> > > berulang seperti itu lagi di tahun hijriah di muka, walaupun mungkin
> > > intensitasnya akan sedikit berkurang. Sedikit demi sedikit
berkurang,
> > > insyaallah insyaallah.. .
> > >
> > > Selamat merayakan Idul Fitri bagi anda yg berpuasa maupun tidak
> berpuasa di
> > > bulan Ramadhan. Allah yang ASLI itu akan SELALU mengampuni segala
> dosa anda
> > > yg anda perbuat dengan sengaja maupun tidak sengaja. Walaupun anda
> itu TIDAK
> > > berpuasa, segala dosa2 anda diampuni. Dan diampuni TANPA anda
> perlu membayar
> > > zakat fitrah ataupun ikut sholat ied berjemaah... -- Happy Idul
> Fitri to
> > > all, baik anda beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha,
> Konghucu,...
> > > maupun Kejawen, Agnostic, dan Atheist. Allah yg ASLI mencintai
> anda semua,
> > > from the beginning till the end, from everlasting to everlasting.
> > >
> > > Leo
> > > Group Webpage
http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- indonesia.
> > >
> > >
> > > Get your new Email address!
> > > Grab the Email name you've always wanted before someone else
does!
> > >
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> >
> >
> > --
> > Anton Muhajir |
http://rumahtulisan .com
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> New Email names for you!
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
@rocketmail.
> Hurry before someone else does!
>
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar