__._,_.___----- Original Message -----From: IGusti AgungSent: Friday, October 03, 2008 5:40 AMSubject: [bali-bali] Re: PLTA Bali//windmill project
Hi all,
sebagai akhli Asbun ( asal bunyi ), ikut sharing ah..
Kalau menurut saya , Windmill ( tenaga angin) masih terlalu mahal,
cocok untuk daerah /negara yang setengah musimnya musim winter
seperti yang disebut rekan rekan.
Kalau di Bali or Indonesia ,yang ada mataharinya 12 bulan / tahun
saya kira tenaga matahari jauh lebih effective.
Disamping bisa dimulai dari skala kecil , diatap rumah masing masing.
Saya kurang paham bagaimana hubungan kerjasama PLN dengan pelanggan
dalam masalah ini ,yang tyang tahu system di Australia begini:
Yang memasang solar energy system dirumah ( biaya sendiri) , setelah
sisa pemakaian , excess dari sisa energy kembali ke supplier, untuk
dijual kepada supplier ( PLN).
Tergantung dari berapa excess energy tersisa dari rumah tangga tsb,
setiap bulan rumah tangga tsb. akan menerima cheque dari supplier.
Singkatnya , excees energy yang tersisa dijual ke PLN .
Karena luasnya atap rumah masing masing, sampai banyak yang memasang
extra untuk persediaan air panas saja komplit dengan water tank.
Untuk rekan yang punya uang malas ( uang yang diem aja ), bisa
memberi contoh ke yang lain , tanpa urusan ke birocrate.
Kalaupun PLN pelit ,tidak mau beli excess energy anda , mungkin
tetangga sebelah , mau dengan harga dibawah PLN.
All in all saya kira solar energy lebih cocok di Bali , apalagi nanti
setelah mass production mobil dengan solar energy.
Disamping, kalau solar panel lebih banyak peminatnya , bisa di mass
production ,harganya akan menjadi lebih terjangkau , apalagi kalau
bisa 'MADE IN BALI ', ya tokh..? ya nggak..?ya..kan?..ya. .donk?
Jadi windmill nanti hanya untuk kantoran atau hotel besar , or
something like that...
Usahakan pantai timur diselamatkan , apang ngelah tongos nunjuk
layangan , untuk narik tourism di segi 'international kite festival
setiap tahun , apang ade anggen numbas daluman.
Pokonya jangan sampai menggangu pesisir pantai dengan windmill,
lebih bijaksana kalau daerah bukit dipergunakan , biar dekatan
anak anak kita yang di polyteknik kerja praktek,
biar diawasin sama saudara Sugi dengan cambuk ditangan.. ha..ha..
Nah.. ketoang teh malu...
--- In bali-bali@yahoogroups.com , Putu Kesuma <putukesuma@...> wrote:
>
> Setuju 100% agar kita bisa lebih mandiri. Jangan lupa persoalan
listrik ini bagian dari praktek the Global Empire, dimana John
Perkins penulis buku Confession of an Economic Hit Man. Indonesia
memang dirancang agar menderita dari investasi yang ditanam oleh
World Bank atau IMF atas nama pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
> Â
> Saatnya kita untuk lebih kreatif dalam mencari solusi dari
berbagai masalah. Dan di milis ini banyak sekali ide-ide kreatif.
Tapi kelihatannya berlum terkelola dengan baik. Saya lihat Sugi
benar-benar dedicated untuk mengelolanya, tapi Sugi gak mungkin
melakukannya sendiri.
> Â
> Karena banyaknya ide dan terus bermunculan sehingga yang satu
belum tertindaklanjuti sudah muncul yang lain, akhirnya satupun gak
ada yang tertindaklanjuti.
> Â
> Kita memang lagi menghadapi banyak masalah, tapi kita harus
menentukan prioritas.
> Â
> Gimana dong....biar gak omong doang, kasihan kan
hik...hik...hik....
> Â
> pkesuma
> Â
>
>
> --- On Wed, 1/10/08, Sugi Lanús <sugilanus@...> wrote:
>
> From: Sugi Lanús <sugilanus@...>
> Subject: [bali-bali] PLTA Bali//windmill project
> To: bali-bali@yahoogroups.com
> Date: Wednesday, 1 October, 2008, 10:53 PM
>
>
>
>
>
>
>
> Semeton sami ngiring serius,
> Â
> Email pak IWW menyinggung rencana dikembangkannya PLTA (A=Angin)
 di pantai selatan Bali. Dan memang tidak ada kelanjutannya. Pak
IWW benar, daerah sepanjang baypass IB Mantra cukup
potensial, dan.. ini lebih baik daripada geotermal Bedugul.
>
> Â
> Ayo lewat milis ini kita dorong pengembangan PLTA ini.
> Â
> Sekedar perbandingan; kalau kita melawat dari Wina (Wien-Austria)
ke Budapest (Hungaria), banyak sekali windmill (kincir angin) untuk
listrik. Awalnya hanya di wilayah Austria, tapi sekarang mewabah ke
wilayah Hungaria. Angin di sana tidak jauh-jauh beda dengan
tiupan angin di Nusa Penida, Jimbaran, Bypass IB Mantra. Kita perlu
mempelajarinya lebih jauh, memang. Saya bisa hubungkan dengan pihak
yang mengurus windmill di Hungaria, juga Austria. Informasi dari
kawan di Hungaria, Denmark yang paling jago dan pengalaman soal
windmill.. dan bisa saja kita kontak mereka kalau memang serius
mewujudkannya?
> Â
> Coba lihat Padang Galak: Layang-layang sebesar rumah bisa naik! Di
Bali selatan umumnya angin sangat kencang, masak SANGHYANG BAYU ini
hanya dipakai meplalian layangan saja? Memang lomba layang-layang
menarik, tapi kalau bisa setiap banjar digerakkan lomba membuat
kincir angin (dihias berbagai ukiran dan ornamen?)Â yang
menghasilkan energi, pasti Bali makin oke!
> Â
> Tambahan: Ada helikopter mendarat darurat di Denpasar gara-gara
balingnya kelilit tali layang-layang! Oleh pihak airport, sebelumnya
sudah pula diberitahukan ke masyarakat agar layang-layang jgn
terlalu tinggi karena mengganggu penerbangan!
> Â
> Mari dorong masyarakat Bali (Mangku Pastika?) agar energi angin
SANGHYANG BAYU bukan hanya utk main layang-layang saja! Mari ajak
banjar lomba bikin windmill pembangkit listrik dari kekuatan angin
yg menerbangkan layang-layang mereka.
> Â
> Dari tren kite festival ke "windmill festival"?? Orang Bali ahli
meniru. Satu orang mulai mengukir telor dan laku dijual, sebulan
kemudian satu banjar jadi pengukir telur. Siapa ahli listrik yang
bisa membuat windmill pilot project? Yang penting ada dulu
planningnya, dana bisa kita cari bersama.Â
> Â
> Suksma,
> sl
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> New Email names for you!
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
@rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail.promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
>
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar