Rabu, 01 Oktober 2008

[bali-bali] Re: Tong Kosong di Penghujung Ramadhan

Saudara Anton Muhajir,

sayalah yang meloloskan email ini tanpa terlebih dahulu mencermati isi
email ini, dan memang e-mail ini tidak ada relevansinya dengan tema
milis bali-bali dan mediskreditkan salah satu agama. saya akan
menjadikan ini perhatian dan pelajaran sehingga di lain kesempatan
tidak terjadi lagi.

terlepas dari email ini, masalah relevansi topik pada postingan
bali-bali memang adalah masalah yang pelik, kasus yang sering terjadi
adalah posting awalnya memang ada hubunganya dengan Bali kemudian
pembahasannya jadi jauh melenceng, sangat sulit untuk menerapkan
standar baku mana yang boleh dan tidak.

saya sadar, hal ini tentu saja tidak bisa menjadi pembenaran bagi saya
untuk meloloskan semua postingan yang masuk, ada akal sehat dan
pertimbangan yang perlu diambil sebelum meloloskan suatu postingan,
dan saya masih terus meningkatkan awareness dan kepekaan terhadap isi
suatu postingan sehingga nantinya masalah seperti ini tidak terjadi lagi

Sidarta Wijaya

--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Anton Muhajir" <antonemus@...> wrote:
>
> APA SIH RELEVANSI EMAIL INI DENGAN TEMA MILIS BALI-BALI?
>
> MAAF, BAGI SAYA EMAIL HANYA MEMPERKERUH SUASANA.
>
> USUL SAYA. EMAIL SEPERTI INI TIDAK USAH DILOLOSKAN. WHOOI, MODERATOR
> YANG PUNYA NAMA-NAMA BESAR DI DEPAN.. PLIS INI JADI PERHATIAN..
>
> BILA PERLU MEMBER DIBERI PERINGATAN. DISKUSI ADA TEMPATNYA
> MASING-MASING. DAN, MILIS INI BAGI SAYA BUKAN YANG TEPAT UNTUK SELALU
> SAJA MENDISKREDITKAN AGAMA APA PUN ITU.
>
> SUKSMA..
>
> On 9/30/08, leonardo rimba <leonardo_rimba@...> wrote:
> >
> > Friends,
> >
> > Akhirnya saya SADAR bahwa di penghujung bulan suci Ramadhan itu
ternyata
> > tidak ada apa2, melainkan cuma suara tong2 kosong yg dipukul
bertalu-talu
> > sambil jejeritan allahuakbar. Sebenarnya saya SUDAH tahu hal itu dari
> > dahulu, dan makin lama makin tahu dengan jelas, terutama selama
beberapa
> > tahun terakhir ini... -- Tetapi, baru malam tadilah saya benar2
menyadari
> > bahwa there's is NOTHING more to that, selain suara tong2 kosong
yg dipukul
> > bertalu-talu dengan histeris. Saya juga HERAN ternyata Allah itu
diam saja,
> > sama sekali tidak menyahut walaupun dimana-mana semua orang
berteriak-teriak
> > allahuakbar.
> >
> > Teriakan allahuakbar itu BUKAN berasal dari Mata Ketiga, however,
melainkan
> > dari naluri atau, paling tinggi berasal dari Cakra Solar Plexus. Kalau
> > diteruskan juga, memang akhirnya bisa KESAMBET, tetapi bukan
kesambet roh
> > tingkat tinggi, melainkan roh tingkat rendah, yg BISA membuat
orangnya nekat
> > untuk semakin memanggil-manggil Allah dengan suara lebih keras
lagi. Semakin
> > lama semakin keras walaupun so pasti Allah TIDAK akan muncul sampai
> > kapanpun. Akhirnya manusianya akan capek sendiri dan stop. Sudah,
cuma itu
> > saja.
> >
> > Pertanyaannya sekarang: Apakah kita MASIH sebegitu primitifnya seperti
> > saudara2 kita sebangsa dan setanah air yg selalu SETIA
memukul-mukul tong2
> > kosong di penghujung Ramadhan itu ?Terus terang saya sendiri MALU
kalau
> > berhadapan dengan orang2 yg berasal dari luar Indonesia yg
terheran-heran
> > melihat begitu banyak JIN pada mukulin tong kosong sambil teriak2
> > allahuakbar di penghujung Ramadhan. Malu lah ! Siapa yg tidak malu ?
> >
> > Kelakuan2 yg PRIMITIF seperti itu ternyata masih dilakukan sampai
sekarang,
> > walaupun, sudah berkurang banyak. Ternyata orang2 lain juga banyak
yang
> > SUDAH sadar bahwa dari dahulu sampai sekarang Allah itu akan DIAM SAJA
> > walaupun diteriakin akbar2 dengan suara sekeras-kerasnya dari
corong masjid.
> > Mungkin ada mesjid yg memenangkan KONTES suara paling keras,
tetapi pialanya
> > jelas BUKAN dari Allah. Mungkin dari MUI atau lembaga2 keagamaan
yg ingin
> > MENCARI MUKA di depan Allah walaupun, setahu saya, Allah sendiri
sudah BUANG
> > MUKA terhadap kelakuan2 primitif seperti itu.
> >
> > Allah yg ada di saya dan banyak teman2 lainnya sudah membuang muka
melihat
> > segala kebiasaan yg sudah tidak pada tempatnya. Kita sudah di abad
ke-21 M,
> > abad Post Modern, dan terus terang banyak dari kita sudah merasa MALU
> > melihat sebagian orang jejeritan allahuakbar dengan suara
histeris. Tapi
> > kita juga merasa MALU untuk bilang ELING ELING... -- So, tanpa malu2
> > sekarang saya bilang bahwa sudah sepantasnya kita meninggalkan adat
> > kebiasaan masa lalu itu. Dari jaman Belanda masih bercokol di
Indonesia,
> > kelakuan mukulin tong kosong sambil teriak2 allahuakbar itu SUDAH
dilakukan.
> > Masa masih mau dilakukan terus ?
> >
> > Kalau Allah itu benar2 suka diteriakin akbar2 pakai tong2 kosong yg
> > dijadikan bedug itu, pastilah Allah akan turun dan bilang MAO APE
LUH !
> > (logat Jakarta). Tetapi, .... bahkan dengan logat Jakarta atau
bahasa Arab
> > sekalipun, Allah itu TIDAK pernah muncul di penghujung Ramadhan.
> >
> > So, akhirnya semuanya akan menjadi seperti SINETRON belaka, en the
judul is
> > "Tong Kosong di Penghujung Ramadhan". Nggak ada sambungannya
because akan
> > berulang seperti itu lagi di tahun hijriah di muka, walaupun mungkin
> > intensitasnya akan sedikit berkurang. Sedikit demi sedikit berkurang,
> > insyaallah insyaallah...
> >
> > Selamat merayakan Idul Fitri bagi anda yg berpuasa maupun tidak
berpuasa di
> > bulan Ramadhan. Allah yang ASLI itu akan SELALU mengampuni segala
dosa anda
> > yg anda perbuat dengan sengaja maupun tidak sengaja. Walaupun anda
itu TIDAK
> > berpuasa, segala dosa2 anda diampuni. Dan diampuni TANPA anda
perlu membayar
> > zakat fitrah ataupun ikut sholat ied berjemaah... -- Happy Idul
Fitri to
> > all, baik anda beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha,
Konghucu,...
> > maupun Kejawen, Agnostic, dan Atheist. Allah yg ASLI mencintai
anda semua,
> > from the beginning till the end, from everlasting to everlasting.
> >
> > Leo
> > Group Webpage http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia.
> >
> >
> > Get your new Email address!
> > Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
> > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>
>
> --
> Anton Muhajir | http://rumahtulisan.com
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: