Minggu, 19 Oktober 2008

[bali-bali] Khawatir Agama Buah Hati

Dear Rekas,

Ada rekan kita yang butuh support atas masalah yang dihadapinya, kiranya ada rekan yang berkenan membantu dan memberi semangat, berikut cuplikannya:

Saya Ning (27), saya telah berkeluarga lima tahun lalu dan telah dikarunia dua orang Putra. Diawal akan berumah tangga kami sepakat untuk mempertahankan Agama kami masing-masing, karena kami bersikeras tidak ada yang mau mengalah, meskipun acara pernikahan secara agama suami saya. Hal ini juga yang membuat orang tua saya tidak memberikan restu meskipun luluh setelah hadirnya cucu. Lima tahun pernikahan kami pun berbahagian seperti pasangan lainnya.

Namun kebahagiaan itu kini mulai terusik saat suami saya secara tidak langsung melarang buah hati kami untuk saya ajak ke Pura, padahal kesepakatan awal bahwa anak diberi kebebasan untuk Agama yang ia inginkan. Kekawatiran saya bertambah saat suami saya mengatakan akan mengirim putra bungsu kami untuk diasuh oleh keluarga suami saya. Sementara putra sulung kami telah masuh di kelompok bermain yang berbasis agama suami saya. Ia juga sering bertanya kepada saya mengapa saya tidak menjalankan ibadah seperti yang dilakukan oleh ibu gurunya di sekolah.


Selengkapnya ada di:

http://cyberdharma.net/v1/index.php?option=com_content&view=article&id=59:khawatir-agama-buah-hati&catid=6:mbah-kakung


Semoga ada yang berkenan membantu. Terimakaih


__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: