Jumat, 12 September 2008

Bls: [bali-bali] krisis air bersih

Mbo vieb,
 
simple question need simple answer mbo!
apa hal paling sederhana yang bisa semeton milis ini bantu untuk hal itu?
 
can you give us some light? Tyang masih bingung, sepertinya masalah itu pelik sekali...banyak "permainan" disana, sehingga esensi untuk membantu sesama jadi tertutup.
Ketika tyang coba kembali ke hal mendasar "apa yang paling sederhana bisa tyang bantu", akhirnya tyang selalu mentok.
bisa dikasi paparan ringan, singkat dan ga njelimet?
 
rahajeng,
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to


----- Pesan Asli ----
Dari: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 18:16:42
Topik: Re: [bali-bali] krisis air bersih



Makasi Ben,
 
Saya sudah kirim schedule yang terbaru.  Ada beberapa point sesuai pengalaman di lapangan.
 
1.  Kalau masyarakatnya tidak merasa perlu, memang tidak ada gunanya kita mendorong sebuah program kesana, karena program bukan kita punya, kita hanya bisa men-fasilitasi saja, jadi tepatnya kemanapun kita pergi dan menjalankan program, ketika realisasi maka itu sudah menjadi program masyarakat.  Masyarakat sudah siap, bisa melakukan, dan siap juga mengelolanya. (ada masyarakat yang belum berdaya dan membutuhkan waktu dan kesabaran untuk pendekatan dan pemberdayaan; karena memang sifat masyarakat kita yang masih rentan ini, ya masih saling menghujat, berprasangka, wawasan sempit tidak bisa melihat lebih jauh dari sebatas bisa di jangkau dengan lengannya, alias a penelengan, a penimpugan, begitu lah kenyataannya padahal tidak sesuai dengan maknanya)
 
2,  Kita juga berkolaborasi dengan pemerintah sepanjang pemerintah memang komit, kalau tidak ya sudah; karena kalau di pemerintahan, masih banyak yang 'ngobyek' jadi bagaimana caranya untuk dapat jipratan dari proyek apapun yang akan turun ke masyarakat (semua rata rata begitu), jadi saya memang terkadang jadi 'monster' untuk mereka, karena nggak pada berani ngomong atau mendekati saya, takut saya gigit kali, dan memang saya tidak segan segan gigit kalau saya temui begitu.
 
3. Mahasiswa masih muda dan belum paham apa itu berbagi, darahnya masih bergebu gebu belum bertujuan, ditambah dengan orang tuanya (termasuk saya) salah mendidik, jadi pada tidak runtun semua; miskin atau kaya ngakunya 'sing ngelah pis', belum dewasa masih terus ke-kanak-kanakan sampai tua, belum bisa mengambil keputusan untuk mulai meninggalkan masa anak anak dan mulai untuk mengelola diri sendiri. Susah ngumpulin mahasiswa, profesornya saja di ajak kerja nggak bisa menyelesaikan pekerjaan... . semua ini  saya punya bukti lho.
 
Orang lain terus diurusin, keyakinannya kek dan lainnya yang tidak penting. Nggak liat apa di Nusa Dua, Gereja, Mesjid, Pura, Vihara di satu natah, nggak usah jauh jauh.
 
Jadi, bersyukurlah setiap bangun pagi dan tidur dimalam hari, bersyukurlah kita masih masih kirim email, berdebat sambil makan... banyak lo saudara kita yang makan aja susah... mau liat??? IKUT AKU AYO, schedule sudah jelas, target sudah ada, kalau belum ada target kita cari atau malahan di undang oleh masyarakatnya. ... lihat bagaimana anak seluruh badan korengan dan curekan, mata pelis, ulat keluar dari kulitnya.... . dan mereka masih bisa tertawa. Lihat bagaimana seorang ibu nungguin ajal anaknya dan nggak bisa berbuat apa-apa.... nah itu lo yang namanya kenyataan miskin.
 
teroris kok jadi selebritis di milis ini, diomongin terus padahal orang orangnya tenang tenang aja merasa tertantang dan menang dan anak Tuhan.... tapi you know what... kenyataannya mereka memang anak Tuhan.
 
salam, vieb
 

'Akeh saking iraga sampun sida ngangge kawentenen panguripan modern tur sida nglimbak nincapang  pangupajiwa mangdane  sida ngamargiang urip.Akehan para janane ring jagate yan sampun sida nincapang  karasayang nenten malih wenten pikayun mangdene sida maurip. Swadharman iraga wantah mautsaha mecikang kawentenan urip iraga!

 

Banyak dari kita telah mampu menggunakan kehidupan modern untuk berkembang melebihi kebutuhan untuk sekadar bertahan hidup.  Kebanyakan orang di dunia yang telah berkembang tidak lagi perlu berjuang untuk sekadar hidup.  Tugas kita adalah untuk berusaha memperbaiki kualitas hidup kita! - asana viebeke lengkong Oktober 2002 - pesan masyarakat Kuta untuk dunia "Sane mangkin iraga arepang"

 

----- Original Message -----
Sent: Tuesday, September 09, 2008 1:44 PM
Subject: Bls: [bali-bali] krisis air bersih

Nengah,

 

sebelumnya nunas ampura. Ide yang sangat bagus.

Terlebih dari ceritera Nengah dari dulu tampak bahwa Nengah seorang aktifis mahasiswa dengan sederet kegiatan yang positif untuk masyarakat.

 

Akan tetapi, sedikit ngintip kegiatan mbo vieb, apa yang dilakukan mbo vieb ini juga sangat mengena dan tepat sasaran. Kalo boleh nak belog ini berpendapat (karena lebih gampang mikirin pendapat daripada pendapatan).

 

Untuk masuk ke lembaga kemahasiswaan sepertinya akan menambah daftar panjang birokrasi dan tetek bengeknya. Persis seperti yang nengah sampaikan di paragraf terakhir. Kira-kira seperti itulah kondisinya.

 

Akan lebih baik menurut tyang jika kita support sistem yang lebih independen. Tanpa maksud memuji mbo vieb (yang udah wareg dengan pujian, piss mbo!), bahwa kegiatan mbo vieb masuk desa adalah salah satu yang tyang maksud.

 

Tyang yakin, mbo vieb pasti punya daftar panjang rencana kerja dari programnya termasuk kebutuhan nyata di masyarakat ybs.

 

Kita tunggu berita dari mbo vieb untuk masalah air di beberapa desa, apa hasil telisiknya. Jika memang ada kemampuan kita untuk berbagi, mari sama-sama kita dukung daripada kita harus bikin sistem baru mulai dari awal.

 

sampaikan manten ke kawan-kawan mahasiswa yang nengah kenal itu bahwa ada program seperti ini. Jika mungkin mereka mau gabung atau bergerak sinergi kan lebih jegeg.

 

sane ten ngerti, sinampura. Tyang masi ten ngerti.

 

ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to


----- Pesan Asli ----
Dari: I Nengah Sumerta <nengah.sumerta@ gmail.com>
Kepada: bali-bali@yahoogrou ps.com
Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 11:24:43
Topik: RE: [bali-bali] krisis air bersih

Swastyastu bli Beni lan Mbok Vieb….

 

Berdasarkan berita yang dilampirkan oleh bli beni, bahwasanya masalah krisi air itu karena terbatasnya jaringan pipa, nampaknya kita tidak bisa menunggu uluran kasih pemerintah untuk melanjutkanya.

Saya ada ide,: waktu saya kuliah dulu, kami punya program Bakti social penerimaan mahasiswa baru, yang kalau di Fakultas sastra Unud, tendensi-nya lebih kepada ke pengabdian masyarakat, instead of bullying (ospek gaya orba) Daripada merke di suruh jongkok jalan bebek akukan hal-hal silly, sementara uang kontribusinya di miss-manage oleh panitia (dipake minum dll)

Sekedar gambaran, dari beberapa tahun mengikuti dan menjadi panitia (terakhir tahun 2005-saya jadi ketuanya) kami berhasil menyasar beberapa daerah krisi air seperti Bungaya dan gumung di karangasem. Untuk pendanaan waktu itu kami dapat dari kontribusi pesert, dan juga dari beberapa donator dan sponsor. Untuk pelaksaanya kami mengerahkan semua mahasiswa baru dan panitia (inilah salah satu bedanya baksos kami dengan fakultas atau universitas lain, panitianya ikut bekerja), dibantu oleh krama adat dan anggota TNI setempat.

Memang sich hasilnya tidak 100% maksimal, tapi at least air mengalir ke kampung mereka.

 

Nah ide saya adalah, kita masuk ke lembaga kemahasiswaan untuk mengarahkan baksos/kersos etc dari masing-masing universitas untuk melakukan bakti social mereka ditempat-tempat yang memerlukan air…pendek kata, kita siapkan data lokasi, mereka siapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Misalkan saja fakultas Sastra Universitas warmadewa baksos Tanggal 17-20 agustus, main jobnya gali tanah untuk pasang pipa, trus dilanjutin oleh fakultas hukum dari tgl 20-23 dst…dst…

Untuk masalah bantuan dana, saya rasa kita bisa ambil dari kontribusi peserta, sedikit dari setiap orang pastilah akan menjadi banyak.

 

Kendala terakhir yang kami alami adalah dari pihak rektorat dan dekanat, mereka berargument bahwa hal itu diluar tanggung jawab kita sebagai institusi pendidikan, sudah ada pemerintah yang handle kata mereka….

 

 

Any idea??

 

Thanks

 

 


From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto: bali-bali@yahoogrou ps.com ] On Behalf Of ngurah beni setiawan
Sent: Tuesday, September 09, 2008 8:46 AM
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: [bali-bali] krisis air bersih

 

Semeton,

 

Diskusi agama yang berkepanjangan dan sempat sedikit memanas ingin sekali tyang geser dengan menoleh sedikit ke kondisi saudara kita di Bali .

Hari ini dan kemarin, ada 2 kondisi yang membuat tyang berpikir tentang kondisi daerah asal tyang.

 

Salah satunya adalah krisis air bersih di Muntig (attached) yang saya baca di Balipost edisi senin.

 

Mbo Vieb, Apa sudah pernah nyimpangin desa ini mbo?

Tyang sap sap inget dengan beberapa desa yang mbo simpangin dulu untuk masalah krisis air ini.


rahajeng,

ngurah beni setiawan

P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to

 


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

 


Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: