>
>
> Bisakah ini dibaca sebagai dari agenda yg lebih besar bahwa nantinya
Demokrat bergandeng dgn PKS mencalonkan kembali SBY? Bisakah RUU Porno
ini adalah tawar-menawar Demokrat dgn PKS, dan semacam ikatan
"pertunangan politis" mereka?
>
Saya agak ragu dengan spekulasi ini. Untuk bisa sukses di pilpres,
capres harus didukung oleh salah satu partai besar entah itu PDIP atau
Golkar. SBY bisa sukses 2004 karena didukung Golkar.
Kalau Demokrat berniat menyanding PKS itu sama saja bunuh diri, suara
PKS relatif kecil. Kalau tujuan Demokrat untuk mengambil voter dari
partai Islam juga sangat riskan mengingat voter partai Islam tidak
solid, mereka terpecah dan hampir pasti memiliki figur yang lebih kuat
dari Hidayat Nur Wahid seperti Gusdur, Amien Rais atau Yusril.
Sungguhpun demikian jika ternyata terjadi persatuan di seluruh pemilih
partai Islam maka gabungan jumlah pemilih partai Islam yang ada
seluruhnya tidak lebih besar dari jumlah pemilih PDIP. Padahal untuk
bersatu dalam satu partai saja mereka gontok gontokan (PKB) apalagi
bersatu dalam banyak partai. Sulit saya rasa.
> Memang, semenjak ada pertemuan petinggi Golkar dan PDI Perjuangan,
yg mengarah pada koalisi partai pada 2009, nampaknya Demokrat telah
merasa "dicerai" Golkar dalam berkoalisi ke Pilpres kedepan.
>
>
Pertemuan petinggi Golkar dan PDIP itu terlihat cuma manuver permulaan
Golkar yang tidak bisa dijadikan acuan sebagai haluan politik mereka
kelak.
Cak Nur dan Sri Sultan pernah kecele dengan manuver Golkar ini.
Golkar sepertinya hanya touch the water, mereka ingin tahu bagaimana
reaksi pasar. Mungkin karena itulah Taufik Kemas merespon pertemuan
itu dengan ajakan berkoalisi langsung sebelum pemilu tapi tentu saja
ajakan itu tidak disambut karena memang Golkar belum mau menentukan
pilihanya alias belum selesai berhitung.
Jika sampai batas akhir Golkar tak menemukan calonnya maka bisa jadi
duet SBY-JK dipertahankan, tapi apakah JK rela tetap hanya wakil saja?
dan juga apakah tidak ada gejolak internal Golkar untuk menampilkan
tokoh Golkar yang lain? walahualam.
> Jika benar demikian adanya (seperti pembacaan atau diskusi kami
tentang kaitan isu koalisi dan RUU ini), maka RUU ini jelas tidak
sederhana; banyak kaitan (selimputan) dan tali-temali kepentingan
Pilpres dan Pemilu 2009.
>
>
Keadaan semakin rumit melihat ada wacana Megawati juga diisukan
melirik Hidayat sebagai pendampingnya:
http://www.antara.co.id/arc/2008/9/1/duet-megawati-hidayat-cukup-menarik/
Suksma
Wibi
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar