perihal , pembangkangan massal niki , mengingatkan tyang
ketika penagkapan beberapa orang didesa ( tyang lupa namanya)
mereka ditangkap ketika mereka meceki setelah dilapor oleh
salah satu krama ( yang digedegin banjar) , krama banjar yang lain
datang beramai ramai kekantor polisi dengan menyewa truck serta
megambel sampai didepan kantor polisi... lucu tapi mengagumkan.
Bayangkan kalau semua orang Bali membangkang dan bertindak lebih
menantang UU konyol ini , maksud saya semua, termasuk keluarga polisi
yang menangkap , nah yo... kan seru..
Paling yang ketinggalan antek antek FPI yang pengecut.
Masalahnya cuma satu ,
Ketika semua kantor polisi penuh sesak dan polisi sibuk semua
ngurusin yang macam begini , maka terrorist lebih mudah masuk
dan ngerusak lagi .Sama ketika para Polisi disibukan untuk menangkap
tajen dan ceki , yeee... kalah lagi kita donk?
Ok, gimana kalau Bali dijadikan Singapore...
Tyang kira Bali lebih self sufficient kebanding Singapore yang
berdiri diatas rawa rawa , Bali bisa hidup hanya dengan airportnya
saja ,belum lagi sumber yang lain.
Singapore juga sedikit anggaranya untuk defence , apalagi nunut jadi
PBB , mungkin kita nggak perlu tentara , seperti Jepang ( sedikit
tentara), Buat deal dengan 5 besar PBB , biar aman.
Lho....ternyata tyang punya jiwa saparatis ya...
Badah,,, buwung sampun nggih...Nanti tyang dikira penghianat ,
padahal penghianatnya yang mau jual Indonesia ke Arab.
tyang pamit dumun , ape gae ne...
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "madesutjita" <madesutjita@...>
wrote:
>
> Memang sebatas wacana dulu Pak Anton, kemudian bisa menjadi
realitas.
> Justeru karena pemerintah tidak punya akses langsung untuk
> menghentikan itu semua, maka pembangkangan sipil akan berhasil,
atau
> paling tidak mencetuskan pemberontakan majoritas rakyat Bali
terhadap
> pengekangan HAM. Lebih baik lagi kalau menarik perhatian dunia
> internasional atau PBB.
>
> Sebagai contoh pembangkangan sipil tsb:
> 1.
> Tari sakral kita, tari Rejang dilarang karena penari
memperlihatkan
> bahu, rambut (tidak memakai jilbab), menari lemah gemulai, sehinga
> membangkitkan syahwat laki-laki tetangga sebelah (yang pikirannya
> kotor). Maka setiap purnama, tilem dan odalan kita lebih giat
> mempertunjukkan tarian sakral rejang, membangkang terhadap UU yang
> melarang porno aksi.
> 2.
> Tari kecak dilarang, karena penari laki bertelanjang dada
> membangkitkan syahwat wanita tetangga (who are undergoing estrogen
> surge, alias berahi), maka lebih sering tari kecak kita
pertunjukkan
> di Bale Banjar atau setiap acara non-kurikular sekolah.
> 3.
> Bila berenang memakai bikini dilarang di pantai Kuta dan Sanur.
Mari
> kita adakan kontes bikini dan "wet shirt" antar siswi se Indonesia
> Timur meliputi Bali, NTT, Dayak (KalTeng), Manado dan Papua. Bila
> perlu kumpulkan dana dan undang saudara-sadara kita dari Papua
untuk
> mengikuti kontes Koteka international di pantai Kuta..... :o)
>
> Demikian sebagai contoh pembangkangan sipil yang bisa kita lakukan
di
> Bali. Mungkin kita akan banyak memerlukan penggerak masa,
provacator,
> dalam pembangkangan sipil ini. Tiyang sangat ingin mendaftarkan
diri
> sebagai "provacator" atau paling tidak ikut teriak-teriak
melepaskan
> uneg-uneg ini.
>
> Suksema,
>
> Made Sutjita
> Suksema
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "Anton Muhajir" <antonemus@>
> wrote:
> > Kalau di Bali, pembangkangan sipil itu mungkin bisa dilakukan
oleh
> para pemilik hotel, pengelola bandara, dan seterusnya. Apakah kita
> punya akses langsung untuk menghentikan itu semua? Itu dia yang
masih
> jadi tanda tanya.
> > Menurutku sih pembangkangan sipil di Bali sepertinya akan
sebatas
> wacana.
> >
> > Salam
> >
> > 2008/9/17 gede bagus <ceblonx@>
> >
> > > Mbok Luh De
> > >
> > > Dari sekian butir pernyataan sikap KRB yang paling menarik
bagi
> saya adalah
> > > butir no 6 yang mengandung kata 'pembangkangan sipil' dengan
> penekanan pada
> > > aksi budaya, saya ingin tahu bagaimana hal ini bisa dilakukan?
> > >
> > > Saya pernah membaca tentang pembangkangan sipil ala Mahatma
> Gandhi dengan
> > > Satyagrahanya, salah satu perlawananya adalah perlawanan
terhadap
> pembayaran
> > > pajak yang tidak adil, yang dilawan sudah jelas yaitu
peraturan
> pajak yang
> > > merugikan rakyat, modus operandinya sudah pasti dengan menolak
> membayar
> > > pajak tersebut
> > >
> > > Saya pribadi berpendapat butir pembangkangan sipil ini
terkesan
> prematur.
> > > "pembangkangan sipil" dalam hemat saya mengandung pengertian
> ketidakpatuhan
> > > rakyat terhadap keputusan atau aturan yang diterapkan
pemerintah
> (civil
> > > disobedience) ketika melakukan suatu pembangkangan sipil
> setidaknya harus
> > > ada dulu peraturan atau undang-undang yang akan di-bangkangi.
> kalo UU
> > > pornography nya belum disahkan atau diberlakukan bagaimana
kita
> bisa
> > > melakukan pembangkangan pada UU tersebut. menurut saya
tampaknya
> perlu
> > > ditarik garis yang jelas antara pembangkangan sipil dengan
aksi
> protes.
> > >
> > > Saya salut dengan aksi yang dilakukan semeton KRB, dukungan
saya
> untuk
> > > semeton KRB
> > >
> > > terima kasih
> > >
> > > Sidarta
> > >
> > > --- On *Wed, 9/17/08, luh de suriyani <lodegen@>* wrote:
> > >
> > > From: luh de suriyani <lodegen@>
> > > Subject: [bali-bali] rabu pagi ini aksi budaya menolak RUU
porno
> di Bali
> > > To: gn-kgs@yahoogroups.com, "bali bali" <bali-
> bali@yahoogroups.com>,
> > > "blogerbali" <baliblogger@yahoogroups.com>, "aka milis" <
> > > akademikaunud@yahoogroups.com>, sustainbali@yahoogroups.com
> > > Date: Wednesday, September 17, 2008, 6:50 AM
> > >
> > > hai,
> > >
> > > terus gelorakan tolak RUU Pornografi yang "asusila" itu.
Gabung
> dan pantau
> > > aksi budaya rabu ini, jam 9 pagi longmarch dari lapangan
puputan
> renon
> > > denpasar sampai kantor DPRD Bali.
> > >
> > > "Bebaskan negara dari upaya-upaya merongrong kebhinekaan dan
> keragaman
> > > Indonesia"
> > >
> > > Pernyataan Sikap KRB (Komponen Rakyat Bali )
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > 1) Tetap Menolak RUU Pornografi.
> > >
> > >
> > >
> > > 2) Menyiapkan tim dan naskah judicial review dan uji
formal
> RUU
> > > Pornografi.
> > >
> > >
> > >
> > > 3) Menyiapkan tim kecil untuk melakukan inventarisasi kekayaan
> budaya yang
> > > terancam eksistensinya oleh RUU Pornografi
> > >
> > >
> > >
> > > 4) Membentuk tim kecil untuk menghadap Presiden
> > >
> > >
> > >
> > > 5) Melakukan tekanan pada DPR untuk menghentikan pembahasan
RUU
> Pornografi.
> > >
> > >
> > >
> > > 6) Melakukan aksi massa pembangkangan sipil dengan penekanan
pada
> aksi
> > > budaya.
> > >
> > >
> > >
> > > 7) Tetap menjaga agar seluruh perjuangan berada dalam bingkai
ke-
> Indonesia-
> > > an dan ke-Bhineka-an.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------------------
> > > Dapatkan alamat Email baru Anda!
> > >
>
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://m
a
> il.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang
> lain!
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > Anton Muhajir | http://rumahtulisan.com
> >
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar