Selasa, 16 September 2008

[bali-bali] Re: rabu pagi ini aksi budaya menolak RUU porno di Bali

Pak Made Sutjita yang sedang marah dan cs.

Tyang sebenarnya punya juga pikiran seperti itu ,
Ketika 2 tahun yang lalu tyang pulang kampung , tyang anjurkan
semeton untuk melepas babi peliharaanya seperti anjing dirumah.
Dengan guyon tyang bilang , saya mau kasih modal kalau mau jualan
babi guling disebelah dagang pecel lele dsb. ha..ha..

Karena tyang memang ewer dan sedikit buduh , sering tyang anjurkan
untuk membuka warung nasi be guling didekat gang gang yang....
Soalnya sulit sekali cari be guling sekarang , kalau adapun ngantri
lama sekali , coba kalau pecel lele atau bebek goreng dipojok saja
sudah dapat.

Wet T shirt , competion itu juga bagus , apalagi koteka...
Kalau koteka dibuka , apa barang didalamnya bentuknya kayak koteka??

Saudara tyang kalau sembahyang dimerajan tidak pakai baju .
Tyang sendiri dirumah kalau mekamen tidak pakai baju serta nyelet
keris , leluhur kita semua juga demikian.
Dan sebagai penyambung nilai leluhur ,tyang pakai anting kiri kanan,
sampai anak Pak Made yang disini, Degung Yoganandha juga pakai anting
kesekolah sejak umur 7 tahun , permintaannya sendiri.

Masalah pelarangan ceki juga membuat tyang sigug , kenapa ceki
dilarang , sedang mereka membicarakan membuka casino di Chrismast
island.Pernah tyang tulis di surat pembaca Bali Post.
Saking butanya saudara saudara kita di legislative ,sedikit demi
sedikit kebudayaan kita dihapuskan , termasuk tabuh rah.
Walaupun itu kesalahan kita sendiri yang kadang kadang terlalu
jor jor an, jadi terlalu 'over do'dan memberikan mereka power
untuk meniadakannya. sayang....
Sedangkan di negara maju seperti disini pacuan kuda diadakan setiap
hari , malah ada hari libur special untuk balapan kuda " Melbourne
Cup " sampai orang Arab dan negara lain datang untuk balapan kuda.

Kebudayaan yang kita wariskan dari leluhur kita sangat tingginya,
sampai " Bale bengong " pun kita punya , yang artinya setiap orang
harus punya waktu untuk bengong .
Apalagi dalam hiruk pikuk hidup sekarang ini , setiap orang harus
punya waktu untuk bengong , bukan nonton TV , tapi bengong...
Untuk mengurangi orang stress sampai bunuh diri.

Tyang tudak mengerti kenapa orang bengong didepan TV untuk nonton
soap , yang kebanyakan sampah , seperti kalau pelakon yang jahat
biasanya pakai blangkon yang kejawen , dan pelakon baiknya pakai
jilbab.Promosi Arabism jual kecap No 1 , ditanggung tidak luntur.
Tyang mohon semeton sami untuk menyadarkan semeton masing masing.
Filsafat dan kebudayaan kita jauh lebih tinggi dari kebudayaan Arab.
Leluhur Nusantara jauh lebih bijaksana daripada leluhur Arab.
Mohon tanamkan itu kepada generasi mendatang.
Kalau ada yang tidak setuju , berarti mereka menghianati leluhur
sendiri atau memang leluhurnya orang Arab , untuk itu mereka
dipersilahkan kembali ke Arab( bekalkan aqua botol juga , kasihan..)

terlalu panjang.. cukup dulu.
suksma.

--- In bali-bali@yahoogroups.com, "madesutjita" <madesutjita@...>
wrote:
>
> Memang sebatas wacana dulu Pak Anton, kemudian bisa menjadi
realitas.
> Justeru karena pemerintah tidak punya akses langsung untuk
> menghentikan itu semua, maka pembangkangan sipil akan berhasil,
atau
> paling tidak mencetuskan pemberontakan majoritas rakyat Bali
terhadap
> pengekangan HAM. Lebih baik lagi kalau menarik perhatian dunia
> internasional atau PBB.
>
> Sebagai contoh pembangkangan sipil tsb:
> 1.
> Tari sakral kita, tari Rejang dilarang karena penari
memperlihatkan
> bahu, rambut (tidak memakai jilbab), menari lemah gemulai, sehinga
> membangkitkan syahwat laki-laki tetangga sebelah (yang pikirannya
> kotor). Maka setiap purnama, tilem dan odalan kita lebih giat
> mempertunjukkan tarian sakral rejang, membangkang terhadap UU yang
> melarang porno aksi.
> 2.
> Tari kecak dilarang, karena penari laki bertelanjang dada
> membangkitkan syahwat wanita tetangga (who are undergoing estrogen
> surge, alias berahi), maka lebih sering tari kecak kita
pertunjukkan
> di Bale Banjar atau setiap acara non-kurikular sekolah.
> 3.
> Bila berenang memakai bikini dilarang di pantai Kuta dan Sanur.
Mari
> kita adakan kontes bikini dan "wet shirt" antar siswi se Indonesia
> Timur meliputi Bali, NTT, Dayak (KalTeng), Manado dan Papua. Bila
> perlu kumpulkan dana dan undang saudara-sadara kita dari Papua
untuk
> mengikuti kontes Koteka international di pantai Kuta..... :o)
>
> Demikian sebagai contoh pembangkangan sipil yang bisa kita lakukan
di
> Bali. Mungkin kita akan banyak memerlukan penggerak masa,
provacator,
> dalam pembangkangan sipil ini. Tiyang sangat ingin mendaftarkan
diri
> sebagai "provacator" atau paling tidak ikut teriak-teriak
melepaskan
> uneg-uneg ini.
>
> Suksema,
>
> Made Sutjita
> Suksema
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, "Anton Muhajir" <antonemus@>
> wrote:
> > Kalau di Bali, pembangkangan sipil itu mungkin bisa dilakukan
oleh
> para pemilik hotel, pengelola bandara, dan seterusnya. Apakah kita
> punya akses langsung untuk menghentikan itu semua? Itu dia yang
masih
> jadi tanda tanya.
> > Menurutku sih pembangkangan sipil di Bali sepertinya akan
sebatas
> wacana.
> >
> > Salam
> >
> > 2008/9/17 gede bagus <ceblonx@>
> >
> > > Mbok Luh De
> > >
> > > Dari sekian butir pernyataan sikap KRB yang paling menarik
bagi
> saya adalah
> > > butir no 6 yang mengandung kata 'pembangkangan sipil' dengan
> penekanan pada
> > > aksi budaya, saya ingin tahu bagaimana hal ini bisa dilakukan?
> > >
> > > Saya pernah membaca tentang pembangkangan sipil ala Mahatma
> Gandhi dengan
> > > Satyagrahanya, salah satu perlawananya adalah perlawanan
terhadap
> pembayaran
> > > pajak yang tidak adil, yang dilawan sudah jelas yaitu
peraturan
> pajak yang
> > > merugikan rakyat, modus operandinya sudah pasti dengan menolak
> membayar
> > > pajak tersebut
> > >
> > > Saya pribadi berpendapat butir pembangkangan sipil ini
terkesan
> prematur.
> > > "pembangkangan sipil" dalam hemat saya mengandung pengertian
> ketidakpatuhan
> > > rakyat terhadap keputusan atau aturan yang diterapkan
pemerintah
> (civil
> > > disobedience) ketika melakukan suatu pembangkangan sipil
> setidaknya harus
> > > ada dulu peraturan atau undang-undang yang akan di-bangkangi.
> kalo UU
> > > pornography nya belum disahkan atau diberlakukan bagaimana
kita
> bisa
> > > melakukan pembangkangan pada UU tersebut. menurut saya
tampaknya
> perlu
> > > ditarik garis yang jelas antara pembangkangan sipil dengan
aksi
> protes.
> > >
> > > Saya salut dengan aksi yang dilakukan semeton KRB, dukungan
saya
> untuk
> > > semeton KRB
> > >
> > > terima kasih
> > >
> > > Sidarta
> > >
> > > --- On *Wed, 9/17/08, luh de suriyani <lodegen@>* wrote:
> > >
> > > From: luh de suriyani <lodegen@>
> > > Subject: [bali-bali] rabu pagi ini aksi budaya menolak RUU
porno
> di Bali
> > > To: gn-kgs@yahoogroups.com, "bali bali" <bali-
> bali@yahoogroups.com>,
> > > "blogerbali" <baliblogger@yahoogroups.com>, "aka milis" <
> > > akademikaunud@yahoogroups.com>, sustainbali@yahoogroups.com
> > > Date: Wednesday, September 17, 2008, 6:50 AM
> > >
> > > hai,
> > >
> > > terus gelorakan tolak RUU Pornografi yang "asusila" itu.
Gabung
> dan pantau
> > > aksi budaya rabu ini, jam 9 pagi longmarch dari lapangan
puputan
> renon
> > > denpasar sampai kantor DPRD Bali.
> > >
> > > "Bebaskan negara dari upaya-upaya merongrong kebhinekaan dan
> keragaman
> > > Indonesia"
> > >
> > > Pernyataan Sikap KRB (Komponen Rakyat Bali )
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > 1) Tetap Menolak RUU Pornografi.
> > >
> > >
> > >
> > > 2) Menyiapkan tim dan naskah judicial review dan uji
formal
> RUU
> > > Pornografi.
> > >
> > >
> > >
> > > 3) Menyiapkan tim kecil untuk melakukan inventarisasi kekayaan
> budaya yang
> > > terancam eksistensinya oleh RUU Pornografi
> > >
> > >
> > >
> > > 4) Membentuk tim kecil untuk menghadap Presiden
> > >
> > >
> > >
> > > 5) Melakukan tekanan pada DPR untuk menghentikan pembahasan
RUU
> Pornografi.
> > >
> > >
> > >
> > > 6) Melakukan aksi massa pembangkangan sipil dengan penekanan
pada
> aksi
> > > budaya.
> > >
> > >
> > >
> > > 7) Tetap menjaga agar seluruh perjuangan berada dalam bingkai
ke-
> Indonesia-
> > > an dan ke-Bhineka-an.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------------------
> > > Dapatkan alamat Email baru Anda!
> > >
>
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://m
a
> il.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang
> lain!
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > Anton Muhajir | http://rumahtulisan.com
> >
>

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: