Senin, 15 September 2008

[bali-bali] Rakyat Bali Bersikeras Tolak UU Pornografi

 
Kalau seandainya UU Pornografi akhirnya di sahkan oleh bapak-bapak terhormat yang duduk di DPR jakarta, penampilan tarian bali seperti di bawah akan tinggal kenangan di kemudian hari, karena konon merupakan bagian dari aksi pornografi, yang bisa menimbulkan birahi kaum laki-laki.
 
mengutip komentarnya Anand Krishna: Indonesia is a Nation without sense of urgency
 
 
 
 
Rakyat Bali Bersikeras Tolak UU Pornografi
 
DENPASAR, MINGGU--Setelah cukup gencar dilakukan awal-awal tahun 2006, Komponen Rakyat Bali (KRB) kembali menggelar pertemuan khusus membahas langkah lanjutan bagi penolakan diberlakukannya Undang Undang (UU) Pornografi.
 
Pertemuan yang dipimpin Koordinator KKB Drs IG Ngurah Hartha di ruang Danes Art Veranda Denpasar, Sabtu, tampak dihadiri unsur budayawan, seniman, ahli hukum dan sosial, politisi, tokoh anak dan perempuan serta pentolan LSM lainnya.
 
Pertemuan yang diawali dengan acara diskusi tersebut, pada akhirnya menelurkan sebuah deklarasi KRB yang pada pokoknya menolak tegas UU Pornografi diberlakukan di negeri ini.
 
Deklarasi yang dibacakan Ngurah Hartha antara lain menyatakan bahwa KRB sejak tahun 2006 hingga kini masih tegas dengan pendirian semula, yakni menolak UU yang diskriminatif tersebut.
 
Selain diskriminatif, UU Pornografi yang kini dijadwalkan akan kembali mendapat pembahasan di legislatif, sangat tidak berpihak pada sejumlah karya seni budaya yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah, kata Ngurah Hartha.
 
Mengingat itu, KRB akan terus melakukan upaya keras menolak UU tersebut, baik berupa perlunya dibentuk tim kecil maupun melalui jalur hukum, yakni diajukannya "judicial review" atas Rancangan UU yang kini masih di tangan dewan. "Kita akan ajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi dalam waktu yang tidak lama lagi," katanya.
 
Sementara pembentukan tim kecil, lanjut Ngurah Hartha, dimaksudkan untuk mengambil langkah-langkah diplomasi ke tingkat pusat, termasuk dengan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Selain itu, KRB juga akan kembali mengelar sejumlah aksi unjuk rasa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penolakan atas UU tersebut. "Kita pernah menggelar aksi unjuk rasa yang begitu gencar pada tahun 2006, dan kini akan kembali kita lakukan di sejumlah daerah Pulau Dewata," katanya.
 
Namun demikian, semua itu akan digelar dengan tetap berpedoman pada ketentuan hukum serta dalam kerangka negara kesatuan RI, ujar Ngurah Hartha.(ANT)
 
 
 
--- Made Gede Mahardika <madegm@toyota.co.id> schrieb am Mo, 15.9.2008:
 
Von: Made Gede Mahardika <madegm@toyota.co.id>
Betreff: [hindu] RUU Pornografi Disahkan 23 September, PDIP dan PDS Lepas Tangan
An: hindu-dharma@itb.ac.id
Datum: Montag, 15. September 2008, 5:29
 
Om Svastyastu,

Apa yang akan kita lakukan..??? PDIP yang didukung oleh mayoritas rakyat
bali mau lepas Tangan..??? Behhhh.... men kudiang jani.???


Detikcom. Jakarta, Meski gelombang penolakan belum juga reda, Rancangan
Undang-Undang (RUU) Pornografi dijadwalkan disahkan DPR pada 23
September. Fraksi di DPR minus PDIP dan PDS menyepakati RUU yang sudah
lama terkatung-katung ini untuk segera diundangkan.

"Skedulnya begitu (pengesahan).
http://www.detiknews.com/read/2008/04/08/165435/920314/10/ruu-pornografi-terseok-seok 
 
Kalau di panitia kerja (panja) sendiri materi yang
krusial sudah selesai. Rumusan terakhir sudah merupakan hasil kompromi
yang sangat maju," ujar Ketua FPKS Mahfudz Siddiq pada detikcom via
telepon, Senin (15/8/2008).

Mahfudz menjelaskan, RUU Pornografi yang akan disahkan nanti lebih
difokuskan pada pengaturan mengenai pornografinya saja, bukan pornoaksi
seperti pada awal RUU ini diusulkan.

"RUU ini fokus pada pengaturan soal pornografinya saja. Khususnya soal
produksi, distribusi, dan penjualan media-media yang mengandung unsur
pornografi," kata pria kalem ini.

Mahfudz menambahkan, dua fraksi yakni PDIP dan PDS menyatakan tidak ikut
bertanggung jawab jika RUU ini benar-benar diundangkan. "Kita tidak tahu
apakah nanti dalam pengambilan putusan akhir mereka akan walk out atau
tidak. Yang jelas, 8 fraksi lain setuju," ujarnya.

Apa saja pasal-pasal yang tidak disetujui PDIP dan PDS? "Dua fraksi ini
dari awal sudah tidak ikuti panja. Padahal ada perubahan yang
signifikan, jadi bukan pasal-pasal tertentu yang mereka tidak setujui,
tapi semua," kata dia.

Hadiah Ramadan PKS

Lebih lanjut, Mahfudz menambahkan, disahkannya RUU ini merupakan hadiah
terindah bagi PKS di Bulan Ramadan ini. Ia pun meminta agar publik tidak
lagi disibukkan dengan perdebatan norma, namun fakta sosial yang harus
diperhatikan.

"Ini nggak bisa dibiarkan. Sementara kita desak aparat untuk tegas,
mereka seringkali bilang belum ada payung hukum. Inilah yang kita akan
jadikan payung hukum," pungkasnya.

RUU yang akan disahkan ini dulunya bernama RUU Pornografi dan Pornoaksi
(APP). Namun setelah menimbulkan kontroversi, RUU ini direvisi menjadi
RUU Pornografi. Pengesahan RUU ini diprediksi juga akan mendapat
tentangan dari sebagian kalangan.



Shanti,

mgm

Ps; Safe the Energy, how green r u ?

http://www.dynasis.biz/?id=madegm

http://mobile.dynasis.biz/?id=madegm


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen Massenmails.
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: