Selasa, 03 Maret 2009

Hal: [bali-bali] Re: Mencari Tempat Diskusi di Denpasar

Beni pernah bilang,
Orang padang bilang dimana bumi dipijak disana warung padang didirikan.

Saya percaya bahwa tiap orang mewarisi darah dan tradisi dimana dan oleh siapa dia dilahirkan. Satu takdir yang begitu saja didapat dan kadang susah untuk dipelajari. Seperti orang cina dengan kalkulasinya, orang madura dengan rongsokannya/detailsnya, begitu juga dengan orang bali dengan darah seninya. Kalau dulu dijawa saat bikin kerajinan sabun di sekolah, bikin menyerupai tv sudah dibilang bagus, andaikan ada yg membuat patung kuda/gajah, mungkin sudah dianggap hasil karya seniman. Tapi sekali waktu jalan jalan ke ubud, tunjukkan karya anda tsb ke anak sd, paling2 diketawain. Mereka bahkan bisa membuat karya yang mendekati sempurna. Bahkan ibu merekapun bisa membuat patung tersebut sambil ngrumpi. Dan mirisnya, keindahan itu mungkin cuma seharga 2.500. Atau pernahkah melihat mereka membuat patung dengan mesin sensor ? Amazing ! Saya paling betah berjam jam nungguin tukang sensor.

Malulah kalau ingin mengomentari seni disini, terlebih bila ingin membanggakan diri. Diatas langit masih ada langit.

Jika diskusi topik lain, no comment. Tapi milis adalah tempat yg paling praktis dan murah. Jadi ngapain mundur kebelakang sehingga mengharuskan ada kopdar.

Jika ingin memahami/mempelajari seni di bali, satu satunya adalah..live it..membaurlah, jangan menjadi eksklusif..dan jangan berharap terlalu banyak. Memang ada orang bali yang kurang baik, tapi jauh lebih banyak yang baik. (Tapi ingat juga karmapala, jika kita bersikap baik sama orang lain, anda pasti akan bertemu dengan orang2 baik dimanapun anda berada, begitu sebaliknya). Tinggallah bersama keluarga bali, nikmati tradisi mereka sepanjang hari.

Ngelantur dikit ke sanggar lukis dimuseum sidik jari. Saya pernah berencana membawa anak saya belajar melukis disana, beh..tapi buwung, karena setelah survey ternyata disana lebih cocok dibilang klub melukis. Most of all dah pinter melukis !
Sebenernya yg paling cocok utk anak saya ya di sanggar lintang bali tv, karena ada step2nya, diajar dari dasar, tapi lokasinya bes joh. Alhasil, saya belikan satu rim kertas kosong utk menyalurkan hasrat melukis, dan bila dia bisa menyelesaikan satu lukisan, imbalannya saya pajang di dinding, hmm..lumayan berhasil, dan sepertinya dia sudah layak saya antar bergabung di klub melukis museum sidik jari.

Sangat sayang kalau ada orang bali yang melewatkan begitu saja darah seni yang mengalir ditubuhnya. Bahkan mau bayar mahal ngelesin anaknya lenggak lenggok belajar cara jalan meong ! Prihatin..

---- Pesan asli ----
Dari: IGusti Agung <agungpindha@yahoo.com>
Terkirim: 3 Mar 2009 05:34 +00:00
Ke: <bali-bali@yahoogroups.com>
Perihal: [bali-bali] Re: Mencari Tempat Diskusi di Denpasar


mahap ya.. ikut nyeletuk ,
sangat jarang orang Bali discusi art , setahu saya kami di Bali is
the living art itself.
Saya teringat ketika pembuatan film 'leyak' plus minus 30 th yang
lalu di Art centre , kebetulan ada salah satu actrees yang nyeletuk,
koq orang Bali nggak ada yang nyambut ada actor datang dari Jkt sih?
hehehe... as far as i am concern ,Balinese artist far out class
actor and actrees Indonesia , seperti Pak Kakul or Cokot dll.

Why should we discuss arts when we already living it in everyday life
as Balinese.
Semasih muda dulu , waktu masih nari topeng , biasanya sehabis
sembahyang , sudah nyaluk penganggo , kami berbinacang bincang
sebentar , untuk mensepakati lakon , than off we go , no script , ne
reherseal , just do it...( Nike).

Mungkin disana bedanya , art for the sake of art , than there's art
for commercial and art as a part of ritual.
For Balinese , last night you are in centre stage , entertaining ,
tomorrow morning , ambil cangkul bertani lagi..
Personaly for me , that's the real artist.
Live it , breath it , drink it , eat it , make it...

Bali art performance , you only have chance to get it right , one
take for one scene.
In movie production you can have 10 or 15 take , maybe more..
plus Mr. Editor will fix it , not to mention SFX computerise.
I know this for a fact , coz i have worked in several movie
production here in the Gold Coast.
So, what is there to discuss about?
Every person in Bali is an artist , paling tidak bisa buat kuwangen,
porosan atau tipat bantal , ( kalau saya hanya bisa buat tipat
taluh).
Jadi ,jangan merendahkan Bali dalam soal seni.

-----
 Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: