oh ya lupa , NB (nambah dikit).
Jangan nae , ditanya soal dimana ada tertulis , masalahnya memang tidak ada tertulis , kalaupun ada ditulis paling hanya disini saja.
Sama dengan adat istiadat di Bali , paling hanya ditulis dilontar untuk tribe setempat.
Di Indiapun demikian , main alirannya hanya tiga :
Brahmais , Cvivais dan Vaisnawa , biasanya bisa dilihat dari garis jidat penganut atau shadunya ,kalau garisnya vertical itu Vaisnawa
termasuk Hare Krsna , kalau horizontal itu Brahmais.
Tapi dari tiga main aliran ini juga beranak jadi ratusan sect sect,
seperti Garudis , Nagis ,Ganesh , Kalis, Durghas ,Marutis dll.
Pokoknya akeranjang nanggu duang kise.
Kalau masalah metatah , yang di Jawa ( Islam kejawen ) juga menjalankan upacara ini ( metatah).
Disalah satu suku pedalaman ( lupa namanya) juga ada adat metatah,
tapi giginya diruncingkan seperti gigi hiu.... hayooo... ada hiu di hutan hihihi...
--- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "IGusti Agung" <agungpindha@ ...> wrote:
>
>
> Suksme Jay,
> makasih atas ajakannya untuk bergabung di Hindu dharma.
> Tyang terpaksa mundur , karena sudah menganggap diri bukan Hindu
> lagi , jadi agar tidak kesan nya ngaduk ngaduk.
>
> Yang tyang tahu , mecaru (pengorbanan hewan ) dan metatah /mesangih/mepandes itu bukan Hindu . Maka dari itu tyang
> tidak akan merencanakan untuk anak anak tyang ikut mesangih.
> Bisa dibayangkan tantangan dari keluarga sendiri , terutama yang dikampung ketika tyang mengeluarkan statement yang demikian.
>
> Mungkin bagi yang sudah mapan spiritualnya bisa melihat dan merasakan
> perbedaan antara yang sudah metatah atau belum , tapi saya hanya orang awam yang tidak berspiritual ria , jadi tidak bisa melihat manfaat dari metatah itu , juga mecaru , kecuali merugikan mahluk lain dan merusak lapisan gigi.
>
> Setahu saya memang Hindu Bali mayoritasnya Civaism , malah boleh dikatakan Civa Buddha.
> Di Bali banyak keluarga Waisnawa , tapi apakah mereka penganut aliran Vaisnawa , tyang tidak tahu.
> Yang jelas kalau kita perhatikan Hindu aslinya dengan Hindu Bali
> kesamaanya hanya 20 % tambah komisi dan pajak.
> Silahkan anda perbandingkan sendiri antara Hindu aslinya dengan Hindu Bali , terutama India Selatan , dari tatanan upakara dan hari hari rayanya , anda akan dapatkan jauh berbeda.
>
> Mohon maaf , tyang tidak ikut bermilis agama , ada juga ajakan bermilis Islam dan Buddha , terpaksa tyang amit mundur , karena
> tyang sudah melepas agama , tapi tyang tertarik dengan Paganisme,
> asal dari semua agama , tapi bukan agama .
> Way of life yang selalu dekat dengan alam , sedikit seperti Hindu Bali , ada tumpek Uduh / bubuh , tumpak Andang/ kandang dll...
>
> Kepanjangan ah... pamit dulu ya.
>
> Shanti ,
> diantara ratusan way of life di Nusantara , hanya 5 yang diakui pemerintah corupt , why...?
>
>
>
> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, Jay <bocahkolong@ > wrote:
> >
> > Mari kita cari informasi yg akurat ,
> > wartawan berani nulis di koran dan terkesan bahwa ini atas permintaan pemerintah ostrali...
> > jadi bukan orang Bali yg menyodor-nyodorkan gagasan...
> > Bahkan sampai akan dipuput oleh Sulinggih Bali yg tak asing lagi,...
> > tentu wartawan ini punya data ,
> > kalo dia ngarang2 , pasti kena tanggungjawab. Apalagi sebuah harian nasional terkenal.
> >
> > Oh ya untuk Blie Agung Pindha , sudah gabung di milist Hindu (HDnet) belom?
> > (hindu-dharma- subscribe@ ) wadah diskusi segala berbau Hinduism,..
> > secara statement blie Agung sangat menarik dan cukup provokatif mengenai Hindu di Bali hanya 20,7% ,
> > selebihnya hanyalah adat. Mecaru itu bukan Hindu...dsb. .. ini bagus didiskusikan. Benarkah demikian? adakah bukti tertulis?
> > Karena pasti belum banyak yg 'ngeh' dan paham bahwa kondisinya seperti yg blie tuliskan.
> >
> > BTW, di India yg pusatnya Hindu ada berbagai paham / aliran Hindu, di antaranya Waisnawa (pemuja
> > Dewa Wisnu) , Sivaisme (pemuja D.Siwa) , dsb...banyak sekali. Dan beberapa ritual di India juga ada
> > kemiripan dg mecaru di Bali.
> > Dan menurut para ahli , kita di Bali umumnya pemuja Dewa Siwa manifestasi kekuatan Tuhan dalam
> > melebur, mengembalikan semua kepada asal-susulnya.
> >
> > Yuk gabung di sana bli...banyak tokoh PHDI di sana , kita bisa sharing statement blie tsb.
> >
> > dE
> >
> > On Fri, 15 May 2009 12:15:11 -0000 "IGusti Agung" <agungpindha@ > wrote:
> > #
> > #
> > #
> > #Pak Darma,
> > #
> > #Info yang saya dapat 2 minggu yang lalu juga dari sumber yang kurang accurate ,menurut conversation per phone , begitulah yang saya cerna,
> > #saya hanya mengutarakan ketika itu , untuk mohon lebih hati hati (per phone), karena mungkin nanti dampaknya tidak akan baik , atau minta ijin dulu kepada semua pihak keluarga korban.
> > #
> > #Mudah2an info yang saya dapat salah , seandainya apa yang saya dapat
> > #benar , saya sudah mohon untuk disampaikan kepada pemimpin Mahindra yang sekarang , atas kesangsian saya dalam masalah caru mecaru ini.
> > #Sejujurnya saya akui , saya sudah tidak mau tahu menahu masalah yang beginian , terakhir saya ikut ketika Ida Peranda Gunung rawuh ke Melb 3 tahun lalu .
> > #
> > #Semoga saja ,penua dan pemimpin Mahindra sekarang tidak gegabah untuk mecaru seperti info yang saya dapat , kalau nyaru nyaru saja bolehlah....
> > #
> > #off the record , ngatur keluarga saya sendiri saja sudah tidak beres,
> > #jadi saya nggak ikutan dah...
> > #Sorry can't be more of a help , just not interested.. hehehe..
> > #
> > #shanti is busy catching a fish for diner.
> > #
> > #--- In <mailto:bali- bali%40yahoogrou ps.com>bali-bali@yahoogrou ps.com, Darma Putra <idarmaputra@ > wrote:
> > #>
> > #> Pak Agung
> > #> Apa sebetulnya yang diinformasikan oleh teman ( 'pasukan bodrex') di Melbourne tentang 'mecaru'. Appakah betul mecaru?
> > #>
> > #> Ketika tyang baca beritanya di Radar Bali dan Kompas.com, terkejut juga hati. Banyak pertanyaan muncul. Pertama, masak pemerintah Australia minta Bali menggelar pecaruan, lagi pula urusan ritual berkabung nasional Australia yang dihadiri Perdana Menteri sudah beres. Kedua, apakah masuk akal kalau mecaru (misalnya benar) sudah ditetapkan waktunya lalu ditunda karena pejabat sibuk? Bukankah tidak gampang membatalkan sesuatu yg sudah direncanakan di OZ? Jangan-jangan topeng dari Buleleng ini hanya diundang untuk menghibur, sementara bahasa 'mecaru' ditambahkan begitu saja, artinya bukan dari pihak Australia. Penundaan keberangkatan ini bisa jadi karena faktor lain, misalnya sponsor.
> > #>
> > #> Ketidakakuratan berita di media massa sering terjadi. Tyang akan lebih percaya tentang apa sebetulnya yang akan dilakukan di Melbourne berdasarkan keterangan 'pasukan bodrex' yang Pak Agung terima. Apakah sebetulnya info dari Melbourne? Soal mecaru pakai bunuh binatang atau tidak memang merupakan bentuk bersaing di Bali, masing-masing punya pendukung... tinggalkan menyaksikan nanti pendukung siapa bertama dan siapa berkurang!
> > #>
> > #> rahajeng jumat wengi
> > #> dp
> > #>
> > #>
> > #>
> > #>
> > #> ____________ _________ _________ __
> > #> From: IGusti Agung <agungpindha@ >
> > #> To: <mailto:bali- bali%40yahoogrou ps.com>bali-bali@yahoogrou ps.com
> > #> Sent: Friday, 15 May, 2009 7:41:00 PM
> > #> Subject: Re: Bls: [bali-bali] Melbourne Mecaru
> > #>
> > #>
> > #>
> > #>
> > #>
> > #>
> > #> Beh... ternyata lama tidak simpang ke milis ,
> > #> Pak Darma ewer terus... disuruh ngayah ke Melb.
> > #> Sebenarnya saya sudah dengar , masalah caru mecaru di Melbourne ini
> > #> dari pasukan bodrex di Melb.
> > #> Tapi yang saya dengar katanya juga untuk korban agni yang lalu.
> > #> For the record , saya merasa keberatan dalam acara caru mecaru ini.
> > #> Karena , believe system kita lain , dalam kata lain , kita harus minta ijin dengan semua keluarga korban untuk mecaru ini , bagaimana kalau ada dari keluarga korban yang khatolik fanatik?
> > #>
> > #> Itikad baik ,yang didasari oleh sok religius (dalam hal ini Hindu Bali),mungkin tidak sesuai dengan adat istiadat orang lokal, mungkin juga membuat mereka tersinggung.
> > #> Secara pribadi , kalau ada yang ngotot mecaru dengan mengorbankan hewan , sebaiknya kepala yang mau mecaru saja dipotong pakai tumbal.
> > #> Mecaru (pengorbanan binatang )itu bukan Hindu , tapi agama Bali yang lebih dekat dengan Paganisme , seperti suku Maya dan Inka.
> > #> Ajaran pokok Hindu adalah Ahimsa , jadi contradiksi sendiri.
> > #>
> > #> Seperti yang saya katakan dulu , di Bali Hindunya hanya 20,7 %,
> > #> selainnya adat istiadat peninggalan Pagan , baik Pagan kaja dan Pagan Kelod dekat banjar Tatasan, sebelum Penatih... ehm hmm..
> > #>
> > #> Jadi teringat penikan pamanda , Peranda Rsi Agung Pinatih :
> > #> " Bapa sing taen ngorahin anak mecaru , ae men nyak kenene , nyak rahayu , men tusing nyak ajak galahe , kel kenekenang?"
> > #> Bahasa Indonesia yang disempurnaken nya begini lho artinya...
> > #> " Bapak ( Gue ) gak pernah nyuruh orang berkorban lho , ye kalau
> > #> mau jalanya ok ok setelah itu , kalau nggak kena jalan itu,
> > #> mau lu apain sih dong peh ?"
> > #>
> > #> Sama dengan acara ngulapin setelah kecelakaan , yang teledor dan kesalahan diri sendiri , yang dikorbankan mahluk hidup yang lain.
> > #> Coba saja lihat disiplin lalin di Bali ,jelas accident waiting to hapen.
> > #> Berapa ayam brumbun harus dikorbankan karena Polisi Incompotent,
> > #> Berapa caru harus dihidangkan karena Polisi Lalin nya nggak beres?
> > #>
> > #> Caru itu hanya perlu sebagai atur piuning untuk mahluk lain yang menempati tempat itu sebelum kita rampok dan gunakan untuk kepentingan kita.Itupun kalau mereka mengijinkannya. .
> > #> Mentang mentang jadi manusia jeg mekejang benyahin , busung sepeg , siap , sampi matiang anggon caru.. bah... kenken ne?
> > #>
> > #> Aruuh.. jeg bingum saya ini , kanggoang monto malu neh,,
> > #> saya mau mecaru sedikit.. eh. maksudnya mecari.. ceki.
> > #>
> > #> shanti is bingum lagi.
> > #> Tri Bhuana , dunia Bhur , dunia Bvah , dan dunia Svah.
> > #>
> > #> --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, "Cokorda Raka Angga Jananuraga" <rakabali78@ ...> wrote:
> > #> >
> > #> > Messagenya simple aja kayaknya: gak usah pakai binatang untuk mecaru.
> > #> >
> > #> > Gak usah di-twist jadi polemik mecaru vs. gak mecaru, hindu bali vs. hindu hare khresna, etc.
> > #> >
> > #> > Buat gw yang (mengklaim diri) agnostik, materialistis -- walau condong simpati ke agama-agama dharmic -- ya agak susah nerima argumen niskala itu (yang diklaim dengan mecaru bisa dilancarkan / dibersihin).
> > #> >
> > #> > Mungkin kalau diterjemahin dalam bahasa pop -- dengan feng shui misalnya -- bisa gw terima (*snob yuppie mode on*). :D
> > #> >
> > #> > -Raka-
> > #> > http://jananuraga. blogspot. com
> > #> >
> > #> > --- In bali-bali@yahoogrou ps.com, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ > wrote:
> > #> > >
> > #> > > Pak Putu,
> > #> > >
> > #> > > Apakah Pak Putu bermaksud ingin menyampaikan secara halus bahwa mecaru itu menjadi tak berarti atau malah tak penting?
> > #> > > Dengan mengatakan bahwa mecaru tak akan menyelesaikan masalah?
> > #> > >
> > #> > > Logika tyang yang cetek niki pun berpikir bahwa memang benar bahwa upakara mecaru bukan ditujukan untuk menyelesaikan masalah. Mecaru nika hanya wahana kita untuk memohon pemargi, pembersihan niskala kemanten. Jadi ya memang tidak akan menyelesaikan masalah, tapi toh bukan berarti tak penting kan?!
> > #> > >
> > #> > > Artinya, tyang selalu menghargai usaha apapun didalam kepercayaan masing-masing. Mecaru adalah salah satunya. Justru menjadikan instink hewani dalam diri niki yang tyang ten ngerti konkretnya napi nggih? prakteknya bagaimana? apa bedanya dengan kepercayaan kita (mecaru) itu?!
> > #> > >
> > #> > > Sinampura tyang nak belog metaken, sinampura jika tyang salah mengerti.
> > #> > >
> > #> > > rahajeng,
> > #> > > ngurah beni setiawan
> > #> > > P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > > ____________ _________ _________ __
> > #> > > Dari: Putu Kesuma <putukesuma@ >
> > #> > > Kepada: Bali-Bali <bali-bali@yahoogro u ps.com>
> > #> > > Terkirim: Jumat, 15 Mei, 2009 09:38:43
> > #> > > Topik: Fw: [bali-bali] Melbourne Mecaru
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > > Kalau saya jadi binatang-binatang yang akan dijadikan caru, saya akan cepat-cepat pergi dari Melbourne...
> > #> > >
> > #> > > Tidak ada jaminan caru itu akan menyelesaikan masalah. Terbukti setelah bom bali I dimana telah diadakan upacara Karipubaya yang menghabiskan hampir milyaran rupiah, apa yang terjadi? Bom bali II meledak. Yang perlu dijadikan caru adalah instink hewani dalam diri manusia, bukan binatang-binatang di luar sana.
> > #> > >
> > #> > > Putu
> > #> > >
> > #> > > ----- Forwarded Message ----
> > #> > > From: Darma Putra <idarmaputra@ yahoo.com>
> > #> > > To: bali-bali@yahoogrou ps.com
> > #> > > Sent: Tuesday, May 12, 2009 17:04:18
> > #> > > Subject: [bali-bali] Melbourne Mecaru
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > > Wah Pak Gung Pin sebagai mantan krama Melbourne bisa 'ngayah' nih.
> > #> > >
> > #> > > [ Radar Bali, Minggu, 10 Mei 2009 ] http://www.jawapos. co.id/radar/ index.php? act=detail&rid= 87215
> > #> > >
> > #> > > Australia Mohon Bali Mecaru di Melbourne
> > #> > > DENPASAR - Pemerintah Australia ternyata sangat percaya dengan dunia ''niskala''. Mungkin belajar dari kasus bom Bali I lalu yakni pemerintah Bali dan masyarakat melakukan upacara besar di lokasi ledakan. Kini, pemerintah setempat ingin melakukan hal sama di kawasan Victoria, Melbourne, Australia, kawasan yang dilanda kebakaran hebat. Kebetulan dua orang Indonesia ikut menjadi korban.
> > #> > >
> > #> > > Kini, kordinator tim pecaruan ke Australia itu dipercayakan Nyoman Durpa. Ketua Sanggar Dwi Mekar Buleleng ditunjuk sebagai koordinator setelah menerima utusan dari pemerintahan Melburne Mr Wine. ''Ada latar belakang yang cukup pajang hingga kami mendapatkan mandat menggelar pecaruan di Negeri Kanguru itu," jelas pria yang kerap memerankan tokoh bondres dengan tapel susunan giginya hancur itu kepada koran ini kemarin. Selain itu, warga Bali di Melbourne mencapai tujuh ribu orang. ''Pecaruanya sudah dipastikan, yaitu pecaruan pemarisudha jagat. Intinya untuk menyucikan kembali areal itu dan memohon agar tidak terjadi bencana serupa," sebut dia. Keberangkatan Durpa ke Melbourne karena sanggarnya akan pentas di sana. Sebetulnya pedaruan sudah ditentukan 7 Mei lalu. Karena pejabat di sana ada kesibukan, maka waktunya ditentukan kemudian. Ida Pedanda Gunung akan memuput upacara itu. (art)
> > #> > >
> > #> > > rahajeng
> > #> > > dp
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > > ____________ _________ _________ __
> > #> > > Chat right from the comfort of your inbox. Show me how..
> > #> > > ____________ _________ _________ __
> > #> > > New Email addresses available on Yahoo!
> > #> > > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> > #> > > Hurry before someone else does!
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > >
> > #> > > Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail. yahoo.com
> > #> > >
> > #> >
> > #>
> > #>
> > #>
> > #>
> > #>
> > #> Need a Holiday? Win a $10,000 Holiday of your choice. Enter <now.http://us. lrd.yahoo. com/_ylc= X3oDMTJxN2x2ZmNp BF9zAzIwMjM2MTY2 MTMEdG1fZG1lY2gD VGV4dCBMaW5rBHRt X2xuawNVMTEwMzk3 NwR0bV9uZXQDWWFo b28hBHRtX3BvcwN0 YWdsaW5lBHRtX3Bw dHkDYXVueg- -/SIG=14600t3ni/ **http%3A/ /au.rd.yahoo. com/mail/ tagline/creative holidays/ *http%3A/ /au.docs. yahoo.com/ homepageset/ %3Fp1=other% 26p2=au%26p3= mailtagline>now.http://us. lrd.yahoo. com/_ylc= X3oDMTJxN2x2ZmNp BF9zAzIwMjM2MTY2 MTMEdG1fZG1lY2gD VGV4dCBMaW5rBHRt X2xuawNVMTEwMzk3 NwR0bV9uZXQDWWFo b28hBHRtX3BvcwN0 YWdsaW5lBHRtX3Bw dHkDYXVueg- -/SIG=14600t3ni/ **http%3A/ /au.rd.yahoo. com/mail/ tagline/creative holidays/ *http%3A/ /au.docs. yahoo.com/ homepageset/ %3Fp1=other% 26p2=au%26p3= mailtagline
> > #>
> > #
> > #
> > #
> > #
> > --
> > dE / *
> >
>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar