Minggu, 24 Mei 2009

RE: [bali-bali] Laporan: Pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana di Belgia



SEMOGA KEDAMAIAN MELIPUTI SELURUH ALAM SEMESTA….

 

 

From: bali-bali@yahoogroups.com [mailto:bali-bali@yahoogroups.com] On Behalf Of Putra Semarapura
Sent: Saturday, May 23, 2009 12:28 AM
To: bali-bali@yahoogroups.com
Subject: [bali-bali] Laporan: Pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana di Belgia

 




 

Laporan: Pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana di Belgia

 

 

Hari Senin Umanis Medangkungan yang jatuh pada tanggal 18 May 2009 merupakan hari bersejarah bagi umat Hindu Dharma yang berdomisili di Belgia pada khususnya atau umat Hindu yang berdomisili di Eropa pada umumnya, karena pada hari tersebut berlangsung upacara suci pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana yang berlokasi Taman Wisata Burung Parc Paridisio di Brugelette Belgia. Adapun makna dari nama Pura Agung Santi Bhuwana adalah sebuah tempat yang Agung dan mulia untuk memuja Tuhan (ida Sang Hyang Widi Wasa) yang menyebabkan alam semesta ini harmonis, damai dan sejahtera.

Pemlaspasan Pura ini merupakan bagian dari satu rangkaian acara Peresmian Taman Indonesia (The Kingdom of Ganesha ), yaitu sebuah Kompleks taman Indonesia seluas 5 hektar di dalam area Taman Wisata Parc Paradisio yang berukuran 55 hektar. 

 

Peresmian acara ini di hadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik yang didampingi oleh Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema,  Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata, Dr Sapta Nirwandar, Staf Ahli Khusus Menbudpar Harbunangin,  Menteri Urusan Ekonomi, Tenaga Kerja dan Warisan Budaya Wilayah negara bagian Walonia-Begia, Jean Claude Marcourt, serta CEO Parc Paradisio yang juga merupakan pemilik dari Taman Wisata Parc Paridisio Mr. Eric Domb.

Peresmian acara ini di hadiri lebih dari 800 undangan, serta lebih dari 100 umat Hindu yang datang tidak hanya dari Belgia melainkan dari negara tetangga juga seperti Belanda, Jerman, dan Perancis, memadati pelataran Taman Indonesia serta Pelataran Jaba Pura, selain di isi oleh sambutan dari para undangan juga digelar Tari-Tarian dari sanggar Tari dan Gamelan Saling Asah pimpinan Made Agus Wardana. Di salah satu persembahan tarian yang di peragakan oleh istri dari Made Agus Wardana, Pak Mentri Jero Wacik turut berpartisipasi menyumbangkan keahlian / hobby beliau megambel bersama anggota sekehe gong Saling Asah yang membuat decak kagum para pengunjung.

 

Selain berpartisipasi megambel pada saat acara hiburan, sebelumnya pada saat acara pembukaan Pak Jero Wacik selaku menteri Pariwisata juga memberikan sambutan yang intinya beliau mengatakan: "Taman Indonesia di Belgia ini, tidak hanya pintu dan jendela untuk mengenal Indonesia tapi juga sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia di Eropa ini", pun demikian dengan Dubes RI Brussels, Nadjib Riphat Kesoema dalam sambutannya mengatakan proyek Taman Indonesia yang digagas Mr. Eric Domb di Belgia tidak hanya mendekatkan masyarakat Eropa pada Indonesia, tapi juga merupakan pengakuan bahwa Indonesia memiliki keunikan yang menarik bagi dunia dan menjadi perhatian bangsa lain.

 

Lebaih lanjut Pak Dubes mengatakan, memasuki peringatan 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Belgia di tahun 2009, kerja sama KBRI Brussels dengan Eric Domb (Parc Paradisio) selama ini membuahkan hasil yang istimewa. Taman Indonesia benar-benar terwujud berkat kecintaan seorang Eric Domb terhadap Indonesia, ujar Dubes.

 

Parc Paradisio

 

 

Parc Paradisio, dibangun di tahun 1993 di tengah sisa bangunan kastil tua (chateau) , yang di awal pendiriaannya merupakan sebuah taman wisata burung, namun dalam perjalanannya berkembang tidak hanya menjadi taman wisata burung melainkan juga menjadi taman konservasi flora dan fauna, dengan koleksi sekitar 3500 species binatang dan sekitar 1.500-an species tanaman dan tumbuhan. Uniknya jenis tumbuhan yang ada di taman Parc paridisio tidak hanya jenis tanaman yang biasa di jumpai di negara bermusim dingin melainkan juga ada jenis tanaman tropis seperti pohon pisang  yang banyak di jumpai di Indonesia.

 

Parc Paradisio di samping giat berburu segala jenis tumbuh-tumbuhan dari berbagai dunia untuk di tanam di areanya, yang di komandoi oleh Direktur Botanical Mr. bertrand Pettiaux, Parc Paradisio juga giat berburu segala jenis binatang dunia untuk di lestarikan di areanya, yang di pimpin oleh Direktur Zoological + Scientific  Dr. Steffen Petzwall . Oleh karenanya Parc Paradisio saat ini merupakan anggota asosiasi kebun binatang se-Eropa. Namun demikian, menurut penuturan pemilik Parc Paradisio Mr. Eric Domb, beliau lebih suka menyebut Parc Paradisio bukan sebagai sebuah kebun binatang (Zoo Parc), melainkan lebih tertarik menyebutnya dengan nama "Emotion Park". Kata Taman Emosi/Kejiwaan lebih tepat menggambarkan perasaan yang ada di dalam hati para pengunjung ketika di ajak kembali ke alam mengunjungi dan mengelilingi Taman ini, karena perasaan seperti itulah yang di dapati oleh Mr. Eric Domb ketika pertama kali mengunjungi taman ini di tahun 1992 hingga akhirnya memutuskan untuk menghabiskan seluruh sisa hidupnya di taman ini. 

 

Sejak tahun 2000 Parc Paradisio, tidak saja menjadi menjadi pusat rekreasi yang menawarkan keakraban alam, tumbuhan, binatang, dan manusia tapi juga taman budaya yang mengibarkan promosi permanen bagi pariwisata, dengan menampilkan miniatur dari kebudayaan yang unik dari berbagai negara di belahan dunia ini. dimulai dengan di bangunnya Taman Wisata China (Chinees Garden) yang pembangunannya selesai di tahun 2005, kemudian di tahun 2006 di susul dengan pembangunan Taman Wisata Indonesia (Indonesian Garden), yang mana di dalamnya  berdiri Pura Bali yang bernama Puri Agung Shanti Buwana, yang ukurannya sama sebesar ukuran pura besar di Bali. Uniknya disain Puri Agung Shanti Buwana di bangun di atas tanah sawah bertingkat, terasering (berundagi / pundukan) seperti persawahan yang ada di bali, seperti tampak di gambar berikut. disamping itu berdekatan dengan Pura terdapat candi besar yang mirip candi Prambanan dengan Roro Jongrang yang menjulang tinggi.

 

 

 

Di dalam kompleks Taman wisata Indonesia, disamping terdapat Pura Bali, juga terdapat Rumah Toraja, replika Candi Borobudur dan rumah tradisional besar ala Nusa Tenggara Timur berderet melingkari ujung taman. keseluruhan bangunan tradisional Indonesia sepertinya memindahkan sebagian miniatur ciri khas dan identitas Indonesia  dengan segala  keaneka ragaman adat istiadatnya dari sabang sampai merauke, di tampilkan mirip seperti Taman Mini Indonesia Indah yang ada di Jakarta.

 

Beragam arca dewa - dewi Hindu, patung-patung gajah serta lambang dewa Ganesha, hampir terdapat di setiap sudut taman indonesia ini.  Dewa Ganesha, yang dalam kebudayaan hindu adalah putra dewa Syiwa Parwati, yang selain melambangkan sebagai dewa ilmu pengetahuan juga sekaligus melambangkan dewa dari semua mahluk.  Menurut Direktur Zoological + Operational Parc Paradisio  Dr. Steffen Petzwall, didalam kehidupan nyata di dalam hutan, hewan Gajah yang walaupun ukurannya besar namun tidak membahayakan dan bahkan bersahabat. pesan inilah yang ingin di sampaikan kepada para pengunjung yang mengunjungi komplek Taman Indonesia (Indonesian Garden) dengan menggunakan lambang Ganesha sebagai "icon" dari Indonesian garden ini, sehingga di sebutnya kompleks "the Kingdom of Ganesha". untuk menyampaikan makna yang tersirat dari dewa Ganesha kepada para pengunjung, selain di tempatkannya banyak patung gajah dan ganesha, juga di buatkanlah kandang Gajah berikut tempat untuk demonstrasi di area Taman Indonesia ini. dan saat ini sudah terdapat 2 gajah pejantan pinjaman dari kebun binatang belanda, dan dalam waktu dekat di Parc Paradisio juga akan didatangkan 2 gajah betina asli dari Sumatera pemberian pemerintah Indonesia. Sehingga kedepannya keberadaan gajah di Parc Paradisio bisa di kembang biakkan, dan para pengunjung bisa lebih banyak memiliki kesempatan untuk beriteraksi langsung dengan leluasa dengan para gajah yang ada. 

 

Sejarah Pendirian Pura Agung Santi Bhuwana di Parc Paradisio

 

Menurut penuturan, Dr. Steffen Petzwall Direktur Zoological + Scientific, yang juga merangkap Direktur operational Parc Paradisio, mengatakan idea pertama dari pendirian Pura Hindu ini adalah bermula dari kunjungan Mr. Eric Domb, CEO dan President  yang juga pemilik dari dari Parc Paradisio ke Bali 30 tahun yang lalu bersama orang tuanya. kemudian setelah memimpin Parc Paradisio, muncul keinginan untuk membuat Parc Paradisio tidak hanya menjadi sebuah Taman wisata Flora dan dan Fauna, yang menawarkan keakraban alam, tumbuhan, binatang, dan manusia tapi juga menawarkan informasi kebudayaan dunia yang memiliki karakter serta peradaban yang kuat yang ada di bumi ini serta bisa berkolaborasi dan mendukung promosi permanen bagi pariwisata.

 

Teringat akan kunjungan ke Bali yang pernah dilakukan Mr. Eric Domb bersama orang tuanya ke Bali, Mr. Eric Domb kemudian mengunjungi Bali lagi untuk "Brain Storming" dengan mengelilingi seluruh pelosok Bali untuk mencari idea lebih lanjut. Kolaborasi antara agama, adat istiadat, budaya serta masyarakat balinya yang mendukung pariwisata di Bali, membuat Mr. Eric Domb jatuh cinta akan Bali pada khususnya dan Indonesia  pada umumnya. Sekembali Mr. Eric Domb dari Bali, beliau kemudian menceritakannya kepada Dr. Steffen Petzwall dan direktur Parc paradisio lainnya. Ibarat Pucuk di cinta, dimana Dr. Steffen Petzwall yang juga sering mengunjungi Bali, akhirnya seia sekata, dan gayung pun bersambut dengan melakukan kunjungan bersama ke Bali untuk merealisasikan idea membuat Indonesian Garden dengan bangunan utamanya Pura yang sama persis seperti di Bali.

 

Sekembali dari Bali, proyek inipun di mulai pembangunannya di tahun 2006. Pembangunan Kompleks Taman Indonesia yang di mulai dari pembangunan Pura ini, bukannya tanpa hambatan dari masyarakat belgia ataupun pemerintah belgia. karena di lokasi Parc Paradisio terdapat kastil tua, yang di Belgia sendiri sungguh sangat di hormati keberadaannya. pemerintah maupun masyarakat pun khawatir dengan berdirinya bangunan baru akan mengurangi makna dari keberadaan Kastil tua yang menjadi kebanggaan masyarakat Belgia ini. Mr. Eric Domb dengan ketulus hatiannya serta kecintaannya yang mendalam akan Bali dan tentunya dengan pengetahuannya yang luas akan segala seluk beluk tentang Bali dan Hindu, kemudian bisa meyakinkan  Pemerintah Belgia beserta masyarakat Belgia sehingga pembangunan Pura Agung Santi Bhuwanan ini bisa di wujudkan di taman Parc Paradisio. Pun demikian ketika mendatangkan para pekerja langsung dari Bali, juga bukannya tanpa hambatan dari masyarakat belgia ataupun departement tenaga kerja belgia. Lagi-lagi Mr. Eric Domb, yang sepertinya memang sudah mendapatkan restu dari Ida Sang Hyang Widi Wasa, tidak hanya bisa meyakinkan masyarakat belgia , tapi juga bisa membuktikan kepada mereka , bahwa keahlian para pemahat dan tukang ukir dari Bali dan jawa tengah memang tidak tergantikan oleh masyarakat belgia. Ketika tukang ukir dari Bali sedang bekerja memahat dan mengukir batu menjadi sebuah patung, masyarakat belgia memang di buatnya terkagum-kagum, mereka seolah-olah tidak percaya karena mereka terbiasa bekerja dengan mesin, sementara Tukang ukir dari Bali bisa merubah sebuah batu balok dengan pahat dan alat ukir lainnya yang berukuran kecil-kecil menjadi sebuah patung dengan nilai seni yang tinggi. Sebanyak 22 orang bekerja membangun taman sejak akhir tahun 2006 yang akhirnya dapat diwujudkan dalam dua tahun.

 

Untuk menjaga keaslian dan aroma magis ke-Indonesiaan, batu-batu untuk membangun pura besar dan seluruh lapisan tempat berjalan berasal dari Indonesia. Sekitar 320 kontainer batu-batu candi diimpor dari lereng gunung Merapi, Jawa Tengah. bagi pengunjung yang mengunjungi kompleks Taman Indonesia ini, seperti terhipnotis dan merasakan seperti memang sedang berada di Indonesia di kompleks candi Prambanan dan candi Boroobudur di Jawa tengah, ataupun berada di kompleks Pura Besakih di Bali yang puranya juga terbuat dari Batu alam, walaupun sesungguhnya mereka sedang berada di Brugelette Belgia di Pura Agung Santi Bhuwana.

 

Pura Agung Santi Bhuwana

 

Adapun layout dari Pura Agung Santi Bhuwana, adalah sebagai berikut:

 

 

 

Candi Bentar :

 

 

Sebagaimana kita ketahui bersama, adapun fungsi dan makna yang tersirat dari struktur Candi Bentar yang saling berhadap-hadapan ini adalah melambangkan simbol dari "Bad Spirit" dan "Good Spirit" yang berarti siapapun yang ingin memasuki Pura ini harus menanggalkan / mengesampingkan sifat-sifat yang tidak baik dan hanya boleh membawa serta sifat-sifat yang baik dalam pikirannya.

 

Bale Kulkul:

 

 

Bale Kulkul adalah sebuah bangunan tempat Kulukul (kentongan) yang di pukul sebagai isyarat kepada pemuja bahwa upacara akan di mulai. Adanya bale Kulkul kembar di sisi kanan dan sisi kiri menggambarkan raksanan, yang artinya adanya rasa aman Sekala dan Niskala, sebagai awal wujud kesempurnaan Weda.

 

Bale Gong:

 

 

Bale Gong melambangkan sebagai bangunan untuk meletakkan Gamelan atau sebagai tempat untuk bermain musik gamelan di saat berlangsungnya upacara.

 

Kori Agung:

 

 

Kori Agung adalah sebagai pintu gerbang yang menjembatani antara dunia micrcosmos (world) dengan dunia macrocosmos (Heaven). Satu hal yang harus di pastikan  bahwa setiap orang yang memasuki pintu gerbang ini haruslah dalam keadaan bersih jasmani dan rohani. Kori Agung ini memiliki 3 pintu utama, dimana yang di tengah-tengah berfungsi sebagai pintu gerbang untuk memasuki area Pura, sementara 2 pintu di sisi kanan dan kiri berfungsi sebagai pintu gerbang untuk keluar.

 

Piyasan:

 

 

Bale Piyasan adalah sebagai tempat untuk mempersiapkan Upacara dan juga untuk membersihkan sarana upacara ataupun simbol Dewa-Dewi menjadi suci upacara keagamaan di mulai.

 

Pengaruman:

 

 

Bale Pengaruman melambangkan sebagai tempat meletakkan sesaji disaat ada upacara keagamaan atau tempat berstana nya manifestasi dari  Ida Sang Hyang Widi Wasa ketika berlangsung upacarta keagamaan.

 

Meru tingkat Lima:

 

Meru tingkat 5 ini melambangkan Panca Dewata yang diambil dari lima arah. di Utara adalah Dewa Wisnu, Selatan adalah Dewa Brahma, Timur adalah Dewa Iswara, Barat adalah Dewa Mahadewa, dan di tengah-tengah adalah Dewa Siwa.

 

Dugul:

 

 

Balai Dugul ini melambangkan Ratu Ngurah Agung sebagai manifestasi dari Ida Sang Hyang Widi Wasa dan selalu di posisikan di ujung dari komposisi lambang yang ada di Pura.

 

Gedong:

 

 

Balai Gedong adalah bangunan untuk menyimpan simbol dewa-dewi atau  Dewi Sri Pratima setelah rangkaian upacara keagamaan berakhir.

 

Padmasana:

 

Padmasana terdiri dari dua kata, yaitu "Padma" yang artinya bunga teratai, atau bathin atau pusat. "Sana" artinya sikap duduk, atau tuntunan , atau nasehat, atau perintah. Padmasana mengandung makna Simbol yang menggambarkan kedudukan Hyang Widi sebagai bunga teratai. jadi Padmasana melambangkan sebagai Tuntunan batin atau pusat konsentrasi.

 

Padmasana di representasikan dengan tiga tingkatan keatas. Dibagian bawah terdapat Naga Antaboga yang melambangkan sumber penghidupan yang tiada batas. di bagian tengah adalah simbol dari lapisan air yang dalam hal ini di visualisasikan dengan Naga Basuki yang berarti aman dan air ini aman untuk kehidupan.  di bagian atas adalah atmosfir dari tingkatan udara yang di visualisasikan dengan Naga Tatsaka, yang berarti langit. Didalam kehidupan di dunia ini, ketiga tingkatan tadi di representasikan oleh tumbuhan , binatang dan manusia yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

 

Jalannya Upacara Pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana

 

 

Disaat berlangsungnya jalannya upacara peresmian ini,  Mr. Eric Domb tampak begitu gagah dan ganteng dengan penampilannya berpakaian adat Bali berbaju putih lengan panjang, destar (udeng) putih, kain ndek biru, dan saput (selimut) putih. begitu juga dengan bapak duta besar tampak gagah berpakaian adat bali. yang menambah suasana di Pura Agung Santi Bhuwana benar-benar seperti piodalan atau karya agung atau pemlaspasan Pura di Bali.

 

Sementara pihak Parc Paradisio yang dipimpin langsung oleh Mr. Eric Domb bertanggung jawab terhadap kelangsungan acara peresmian taman Indonesia "The Kingdom of Ganesha" secara keseluruhan,  pihak KBRI kedutaan Indonesia di Belgia bertanggung jawab menjembatani pihak parc paradisio dengan komunitas Bali atau Indonesia di belgia, pihak kementrian Pariwisata dan Budaya menanggung jawabi jalinan  kerjasama diantara negara belgia dengan indonesia, komunitas masyarakat hindu di belgia menanggung jawabi dekorasi pura dan area lain di taman indonesia di parc paradisio serta bertanggung jawab mengisi acara hiburan dengan gamelan dan tari-tarian bali, dan pihak utusan langsung dari Bali menanggung jawabi ritual keagamaan proses penyucian / pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana ini.

 

 Ida Pandita pemuput upacara yang datang dari Bali yaitu IP Putra Telabah (d/h. Prof. Dr dr IB Narendra) dan IP Panji Sogata (d/h IBG Sogata) . Sementara Ibu Jero, ibu Dewi Maha Indah Pertiwi, Ibu Luh Suryati, menanggung jawabi perihal bebantenan yang di perlukan selama proses upacara berlangsung.

 

Adapun susunan jalannnya upacara di Pura Agung Santi Bhuwana adalah sebagai berikut:

1. Upacara Mecaru

2. Upacara Prayascita / Pemlaspasan

3. Upacara Nanem Pedagingan 

4. Upacara Ngenteg Linggih.

 Adapun makna dari upacara diatas,

 

Mecaru: adalah untuk mengembalikan keharmonisan antara alam dengan element dasar kehidupan. Element dasar itu termasuk Ether (kosong), Angin, Cahaya, Air, abu. Didalam tubuh manusia kesemua element dasar tersebut di represntasikan oleh Atman (Jiwa), nafas, energy/kekuatan, darah, daging, lemak, tulang.

 

Prayascita  adalah untuk membersihkan pikiran sementara Mlaspas adalah untuk melepaskan ingatan yang tidak baik yang terdapat pada jiwaraga ataupun pikiran manusia.

 

Mendem Pedagingan adalah untuk menambahkan 5 element dari bahan yang terbuat dari logam yang terdapat di bumi ini, seperti emas berwarna biru yang melambangkan kebesaran dan magnifikasi, Perak yang berwarna Putih yang melambangkan kemurnian, Perunggu yang berwarna merah melambangkan spirit dan keutamaan dalam kehidupan, Baja berwarna hitam melambangkan air, dan yang ke lima adalah beberapa jenis berlian yang terbuat dari campuran keempat jenis logam tadi. Kelima inti dari metal tadi berfungsi sebagai penghubung dengan inti dari bumi ini.

 

Ngenteg Linggih di lakukan setelah proses Mecaru, Prayascita/Mlaspas, dan Mendem Pedanginan sudah selesai dilakukan dengan maksud bahwa ada sutu kesepakatan sebagai suatu komitment baru pada Pura yang baru di bangun ini.

 

 

Setelah upacara diatas selesai dilaksanakan oleh pihak komunitas umat hindu di area Pura, jalannya acara akhirnya di lanjutkan oleh pihak Parc Paradisio yang di pimpin Mr. Eric Domb beramah tamah dengan para undangan, mengelilingi area Parc Paradisio, area Taman Indonesia, dan kemudian menonton acara tari-tarian yang diperagakan oleh sanggar tari dan gamelan "Saling Asah" pimpinan Made Agus Wardana. Yang menarik dari sanggar tari dan gamelan Saling Asah ini adalah para pemain gamelannya, mulai dari tukang ugal hingga tukang cengceng adalah hampir semuanya adalah warga eropa alias "orang bule", seperti tampak di gambar berikut. rasa kagum dan hormat pun diberikan oleh hampir semua pengunjung, baik itu para undangan resmi maupun komunitas indonesia yang menghadiri jalannya tari-tarian, ataupun oleh umat hindu yang merantau di eropa.

 

 

Suguhan tari-tarian yang di peragakan oleh para penari membuat para pengunjung tidak ingin beranjak dari pelataran jaba pura, walaupun tari-tarian sudah usai. tepuk tangan bergemuruh dengan cukup panjang sebagai bukti mereka sangat puas dengan apa yang mereka tonton.

 

 

 

Jadwal Piodalan dan Sembahyang rutin di Pura Agung Santi Bhuwana

 

Setelah berakhirnya rangkaian upacara diatas, kini adalah giliran umat hindu yang berdomisili di belgia pada khususnya atau umat hindu yang berdomisili di eropa untuk terus melestarikan keberadaan Pura ini melalui persembahyangan rutin sehingga taksu dari Pura Agung Santi Bhuwana ini terus bersinar. Walaupun sesungguhnya Pura ini adalah milik dari Mr. Eric Domb, namun di akhir proses upacara diatas Mr. Eric Domb sempat berbincang-bincang dengan Ida Pandita dan mengatakan "This (Temple) is for you" (Pura ini adalah untuk anda umat hindu di belgia / eropa).  adalah kewajiban umat hindu di Belgia / di Eropa untuk melaksanakan ritual lupacara piodalan setiap 6 bulan sekali, atau melakukan persembahyangan Purname Tilem di setiap bulannya.

 

Komunitas umat Hindu di Belgia saat ini sedang merembugkan perihal jadwal upacara rutin bulanan ataupun jadwal upacara di setiap 6 bulanan. yang pasti di setiap Purnama / Tilem akan selalu ada umat yang tangkil melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Santi Bhuwana ini. sementara Upacara piodalan di setiap 6 bulanan sedang di diskusikan apakah akan mengambil hari raya suci Kuningan atau hari raya Saraswati yang jatuh di setiap hari sabtu. perayaan di setiap Kuningan, biasanya umat hindu di Jerman (Nyama Braya Bali Jerman)  melaksanakan persembahyangan bersama di Jerman dan nantinya akan di pilih untuk melaksanakan upacara piodalan di Pura Jagadnata di Hamburg yang saat ini sedang di bangun. oleh karena terdapat keinginan besar agar jadwal upacara tidak jatuh di hari yang sama, sehingga umat hindu di jerman yang jumlahnya cukup banyak bisa juga tangkil di upacara piodalan Pura di Belgia ini, ada kemungkinan upacara piodalan di Pura di Belgia ini akan di laksanakan di hari raya Saraswati yang juga jatuh di hari sabtu.

 

ida Pandita Putra Telabah (d/h. Prof. Dr dr IB Narendra) juga sempat mengusulkan seandainya, komunitas umat hindu di belgia ini ingin merayakan piodalannya di hari sabtu, selain hari raya kuningan dan saraswati, terdapat juga hari raya suci lainnya yang jatuh di hari sabtu, yaitu hari raya Tumpek Wariga dan hari raya tumpek Uye (Tumpek Ngatag), tapi dengan catatan, bila piodalan di laksanakan di hari raya Tumpek Uye di sarankan sarana upacara tidak ada yang memakai korban hewani, karena di hari raya tumpek uye adalah hari raya penyucian hewani. bila piodalan di laksanakan di hari raya tumpek wariga, di sarankan sarana upacara tidak ada yang sampai mengorbankan tumbuh-tumbuhan, karena hari raya tumpek wariga adalah hari raya suci untuk menghormati tumbuh-tumbuhan.

 

Jadwal buka Taman Wisata Parc Paradisio

 

berhubung Pura Agung Santi Bhuwana terletak di dalam area taman wisata Parc Paradisio, adalah perlu kiranya untuk mengetahui jadwal buka dari Taman Wisata Parc Paradisio ini dan cara untuk mencapai daerah ini bila ingin berkunjung dengan menggunakan kendaraan roda empat atau kereta api.  Karena lokasi Brugelette ini terletak di pinggiran kota , adalah sangat di sarankan untuk menyewa mobil di bandara Brussel atau di satsiun kereta api di Brussel, sehingga bisa dengan nyaman mencapai Pura ini.

Sesungguhnya lokasi Brugelette adalah diantara kota Brussel dengan perbatasan Perancis. bisa di jangkau dengan kendaraan mobil 45 menit dari kota Brussel, atau 15 menit dari kota Mons dan 30 menit dari Lille.

 

Taman Parc Paradisio buka 7 hari seminggu hingga awal November , mulai dari jam 10am - 6pm. di bulan July dan Agustus jadwal buka taman ini adalah mulai jam 10am - 7pm.

Di pintu gerbang tertulis, harga ticket masuk untuk taman ini adalah 18.50 Euro untuk pengunjung umum berumur 12 tahun hingga 59 tahun. dan 16,5o euro untuk pengunjung senio (lansia), anak-anak di bawah umur 3 tahun tanpa dikenai biaya masuk, dan anak-anak berumur 3 tahun hingga 11tahun di kenai 13,50 euro.

 

Awal bulan November hingg awal bulan April tiap tahun, Taman Wisata Parc Paradisio adalah tutup (tidak menerima kunjungan umum), dengan alasan adalah musim dingin, namun demikian bagi umat hindu yang ingin melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Santi Bhuwana, pintu gerbang tetap di buka dan persembahyangan tetap bisa di laksanakan , tentunya dengan menghubungi karyawan yang bertugas (on duty) di Parc Paradisio saat itu.

 

Setelah membaca harga ticket masuk untuk taman wisata Parc Paradisio bagi pengunjung umum, kita umat hindu tidak perlu merasa khawatir, karena menurut penuturan Direktur Operational Parc Paradisio Dr. Steffen Petzwall , bagi pengunjung yang memang ingin melaksanakan upacara di Pura Agung Santi Bhuwana dan berpakaian seperti layaknya mau sembahyang upacara, akan di kenai kebebasan untuk memasuki areal taman wisata Parc Paradisio. Adalah sangat penting untuk tampil seperti berpakaian sembahyang, minimal dengan menggunakan selendang, sehingga petugas di pintu gerbang bisa mengenali dan bisa membedakan dengan pengunjung umum yang memang ingin mengunjungi Taman Wisata Parc Paradisio ini.

 

Himbauan dan Harapan

 

Menyaksikan secara langsung lancarnya jalannya proses upacara Pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana di Brugelette Belgia ini, melihat ketulusan hati dari Mr. Eric Domb yang sudah membuatkan Pura Hindu di daratan Eropa ini, besar harapan saya kepada umat sedharma dimanapun berada, bila ada kesempatan untuk mengunjungi Eropa atau Belgia, mari luangkan waktu untuk bisa "tangkil" sembahyang ke Pura ini. Ida Sang Hyang Widi Wasa telah memberikan jalan terang serta petunjuk melalui seorang Mr. Eric Domb yang sangat cinta akan Bali dengan membuatkan Pura untuk umat hindu di negeri Belgia, sehingga kita bisa merasakan Tuhan ada di mana-mana (Wyapi Wyapaka). walaupun jauh dari Bali, Namun suasana Bali bisa di temukan di area Taman Wisata Parc Paradisio.

 

Alamat:

 

Parc Paradisio, Domaine de Cambron 1, 7940 Brugelette, Belgium

 

Sumber dari artikel diatas: Liputan langsung dari Pura Agung Santi Bhuwana, wawancara langsung dengan Direktur Operational + Zoological Parc Paradisio Dr. Steffen Petzwall, wawancara langsung dengan Direktur Botanical Garden Parc paradisio Mr. Bertrand Pettiaux, Laporan TVRI Bali, Ibu Dwie Mahenny, koran berita Antara.

 

salam waRning,

 



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: