suksme,
Dari: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
Kepada: bali-bali@yahoogroups.com
Terkirim: Sabtu, 23 Mei, 2009 16:24:36
Topik: RE: [bali-bali] Kembalinya mahkota Majapahit
Ben,
Ini komentar dari sahabat saya:
"dear vieb,
aku itu belajar sejarah. Kalau soal obsesi seseorang yang mengaku keturunan majapahit, aku abstain. Sebab tidak ada lagi keturunan majapahit yang dapat mengklaim, duduk di istana majapahit. kedua, ajaran siwa budha masih berjalan di bali, secara ritual maupun kultural. Sedangkan siwa budha dalam era majapahit barulah tahapan konsep. Sebab usai perjalanan hayam wuruk (versi negara kertagama) barulah sutasoma diperkenalkan. Hanya negara kertagamalah yang secara sosiologis dapat menjelaskan wilayah majapahit dan buku karya muhamad yamin yang menjelaskan tata pemeirntahannya. selebihnya; babad tanah jawi sangat sumir, sulit dipertanggungjawabk an secara sejarah, demikian pula pararaton yang banyak isinya justru berselisihan dengan prasasti yang ada. mengenai ramalan-ramalan, apakah dari era jayabaya itu kaitannya dengan tradisi kerajaan kediri/daha, masih satu garis dengan airlangga, after itu barulah kertanagara yang memproklamirkan dirinya sebagai raja siwa budha. Buatku, menjadi lucu ketika seorang keturunan majapahit mengklaim diri dengan gelar berisikan wilwatika (itu nama istananya majapahit) sebab tradisi nama raja majapahit tidaklah sederhana, gelar bhre misalnya, atau gelar dyah itu tidak merujuk lelaki atau perempuan. Kemudian bramahja...itu agak aneh, sebutan eyang...itu jawa masa kini...era majapahit, bahasa jawa masih berproses dan masih kental kawi kuna dan kawi jawannya. he he....juga soal mahkota. Setidaknya dari seluruh refrensi yang kubaca, ciri khas pakaian raja majapahit adalah memakai gerinsing dengan rambut terurai, kedua telinga dilubangi, memakai hiasan di dahi...atau rambut diperucut ke atas, sebab konsep raja pandita, nah, hanya pendeta siwa dan budha memakai mahkota...namanya ketu......kalau kemudian ada konsep garuda mungkur, mahkota raja, itu jelas tidaklah bisa merujuk dalam pola desain jawa yang sekarang (bayangkan mahkota jogya, dll). he he......tapi kalau untuk penghiburan, kompensasi.. .silahkanlah. ..aku senang aja, ada orang yang berdoa untuk kedamaian."
Salam,
vieb
From: bali-bali@yahoogrou ps.com [mailto:bali- bali@yahoogroups .com] On Behalf Of ngurah beni setiawan
Sent: 22 Mei 2009 10:21
To: bali-bali@yahoogrou ps.com
Subject: [bali-bali] Kembalinya mahkota Majapahit
Semetons,
ada yang bisa konfirmasi dan komentar tentang tulisan dibawah?
rahajeng,
beni
diambil dari :
http://madjapahitma sakini.blogspot. com/2009/ 04/keajaiban- mahkota-majapahi t.html
24 April, 2009
MENUNGGU KEAJAIBAN MAHKOTA MAJAPAHIT
Mahkota Raja Majapahit yang tidak jelas juntrungnya selama ratusan
tahun, tiba-tiba dikembalikan ke Indonesia. Hal ini konon merupakan
pertanda kembalinya kejayaan Majapahit sesuai ramalan Sabdopalon.
Tetapi beberapa pihak memprediksi lain. (Liberty Januari 2009)
Majapahit seperti ditelan bumi Hancurnya kerajaan besar 'Nusantara
tersebut seperti tak berbekas sama sekali. Hanya sejarah dan berbagai
ramalan yang masih tersisa, sementara peninggalan bekas kerajaan yang
pernah tersohor di dunia ini masih samar-samar. Jangankan harta benda,
bekas keraton dan lokasi kerajaan juga belum jelas, dimana letaknya.
(sebenarnya letaknya sudah di ketahui tetapi supaya peninggalan itu
utuh dan tidak di hancurkan oleh oknum/kelompok yang tidak
menginginkan Majapahit berjaya kembali terutama bangsa Pedagang
Gujarat Arab yang membawa perdagangan Islamnya, Red)
Setelah 500 tahun lenyap tak berbekas, belakangan ada upaya untuk
merekonstruksi peninggalan kerajaan tersebut. Bukti-bukti sejarah dan
peninggalan Majapahit dikumpulkan, dan pencarian lokasi kerajaan
dilakukan, berharap kejayaan Majapahit kembali bersinar di Indonesia
sebagai kerajaan yang disegani dunia.
Di tengah upaya pengumpulan bukti-bukti sejarah dan peninggalan
Kerajaan Majapahit, terdengar khabar yang cukup menghebohkan. Pada
tanggal 30 Mei 2008, mahkhota Raja Majapahit dikembalikan ke
Nusantara. Makhota tersebut diberikan kepada yang berhak, sebagai
keturunan langsung Raja Majapahit. Kini Makhota tersebut berada di
tangan Hyang Bathara Agung Wilatikta Brahmaraja XI sebagai Raja
Abhiseka Majapahit Masa Kini. Makhota kerajaan Majapahit tersebut
disimpan di Puri Surya Majapahit, di Perum Puri Gading, Banjar
Bhuwana Gubuk, Jimbaran, Bali.
Menurut Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang juga pendiri Puri Majapahit,
setelah berakhirnya kerajaan Demak, mahkhota tersebut dijual ke
kolektor. Khabar terakhir mahkota tersebut dikoleksi salah seorang
kolektor Singapura. Namun sebuah keanehan terjadi.
Museum tempat menyimpan mahkota tersebut di Singapura digoyang, dan
silih berganti karyawan museum alami trans. Orang-orang yang kesuru
pan itu meminta makhota itu dikembalikan ke tempat asalnya yaitu
kerajaan Majapahit. "Tolong kembalikan ke keturunan saya," demikian
dituturkan Sri Wilatikta Brahmaraja XI, yang mengaku sebagai garis
keturunan raja Majapahit.(Ada bukti ilmiah secara tertulis dan ada
ramalan "pengangkatan tanpa surat sedawir"red). Way Ching Lee, salah
seorang warga Singapura yang juga tercatat sebagai keturunan langsung
Raja Tumasik, bekas wilayah kerajaan Majapahit. Way Ching Lee
berinisiatif mencari pemilik yang sah. Didukung para dermawan dari
Bangkok, Siam, Thailand, Singapura, Cina, dan Australia, mahkhota
tersebut ditebus dari tangan kolektor untuk dikembalikan ke kerajaan
Majapahit.
Lalu dimana Majapahit? Penerus Majapahit memang tidak jelas, tetapi
salah satu daerah di wilayah nusantara yang masih bercirikan Majapahit
baik dari adat, tradisi dan budayanya adalah Bali. Karena itu makhota
tersebut diarahkan ke Bali.
Mahkhota dikirim ke Ubud, karena puri ini cukup dikenal di mancanegara
Yang dituju adalah salah seorang keluarga Puri Ubud bernama Cok Agung
Kertiyasa alias Cok Ibah. Way Cing Lee beranggapan Puri Ubud adalah
salah satu puri bekas Majapahit. Namun pihak Puri Ubud tidak berani
melangkahi kewenangan, karena bukan keturunan langsung Raja Majapa
hit. Puri Ubud adalah salah satu keturunan pemegang kekuasaan Kerajaan
Bali, sebagai bawahan Kerajaan Majapahit setingkat Gubemur Bali.
Karena itu, keluarga Puri Ubud tidak berani menerima, kemudian ikut
menelisik jejak orang yang berhak atas makhota tersebut.
Entah bagaimana ceritanya, mahkota tersebut diarahkan ke Puri Surya
Majapahit, di Jimbaran, Bali yang baru dibangun atas prakarsa Hyang
Suryo yang telah abhiseka raja sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
Puri inilah sebagai tempat pemujaan leluhur Raja Majapahit dan para
dewa Ciwa-Budha yang dipuja pada masa kerajaan Majapahit.
MEMBESAR MEMGECIL
Makhota itu tidak serta merta diterima, karena khawatir bukan orang
yang berhak. Termasuk Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang disebut-sebut
sebagai keturunan langsung Raja Majapahit, tidak berani mengklaim
sebagai orang yang pantas mengenakan makhota tersebut Seperti mendapat
wangsit dari leluhur, sebuah solusi akhirnya tercetus. Makhota
tersebut dicobakan ke beberapa orang yang bergelar bangsawan dan
rohaniwan. Mereka yakin, makhota ini memiliki tuah gaib, jadi tidak
sembarang bisa dikenakan kepada orang yang tidak berhak. Kalau tidak
pas, pasti ada efek atau pertanda yang ditunjukkan secara gaib.
Pertama, makhota tersebut dikenakan kepada Dewa Agung Putranata,
Barangkali saja, para leluhur Majapahit berkehendak lain, sebagai
keturunan Raja Bali Mula. Putranata memiliki postur tubuh sedang,
seperti orang Indonesia kebanyakan sehingga diperkirakan pas dengan
ukuran para raja zaman Majapahit.
Namun dugaan itu meleset, karena ternyata makhota tersebut kekecilan.
Makhota tidak bisa masuk, dan terasa menjepit kepala. Buru-buru
makhota itu dilepas dari kepalanya, karena Putranata merasa ada sebuah
kekuatan yang menolak untuk dikenakan di kepalanya.
Belum mendapat kepala yang pas, akhirnya makhota itu dicobakan kepada
Marchus dan Michael. Kendati dua rohaniwan asal Australia ini memiliki
ukuran kepala lebih besar dari ukuran orang Indonesia, barangkali saja
para leluhur Majapahit berkehendak lain. Namun ketika dikenakan,
ternyata kedodoran. Makhota itu masuk hingga menutupi mata. Orang-
orang yang menyaksikan hal itu, terperangah tidak percaya.
Secara logika, mana mungkin orang yang berpostur tubuh lebih besar
memiliki ukuran kepala lebih kecil.
Jika dibanding dengan Dewa Agung Putranata, ukuran kepala Marchus dan
Michael lebih besar, yang berarti makhota tersebut seharusnya
kekecilan. Namun malah sebaliknya kedodoran.
Semua orang yang menghadiri uji coba pewaris makhota yakin makhota
tersebut bukan sembarangan, tetapi memiliki kekuatan gaib para
leluhur.. Berawal dari sana, akhirnya perhatian beralih kepada Sri
Wilatikta Brahmaraja XI yang disebut-sebut sebagai keturunan Raja
Majapahit Orang yang dinobatkan sebagai Raja Majapahit IX ini pun
diminta mencoba makhota tersebut.
Di hadapan para utusan negara donatur yang menebus makhota tersebut
dari tangan kolektor, Hyang Bhatoro Agung Surya Wilatikta atau Raja
Abhiseka Majapahit dengan gelar Brahmaraja XI mencoba makhota.
Ternyata makhota tersebut pas di kepalanya.
Bersamaan dengan itu, terjadi sebuah keganjilan. Langit yang semula
cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap. Hujan disertai kilat sambar-
menyambar dan gemuruh angin seolah menjadi pertanda penobatan kepada
pewaris sah makhota tersebut. Kejadian ini juga ditandai dengan
munculnya sinar berwarna keemasan dari langit, mengarah ke Puri Surya
Majapahit di bilangan perumahan Puri Gading, Jimbaran.
PERTANDA KEBANGKITAN?
Akankah kemunculan makhota ini akan membangkitkan kejayaan Majapahit
yang pernah disegani kerajaan di seantero dunia? Lima ratus tahun
sudah berlalu sejak jatuhnya Kerajaan Majapahit.
Sesuai ramalan Sabdopalon dan Noyogenggong, seperti dituturkan Sri
Wilatikta Brahmaraja XI, sudah saatnya kejayaan Majapahit bangkit. Per
tanda ke arah itu juga sudah mulai tampak. la menyitir ramalan Sabdopa-
lon dan Noyogenggong yang berbunyi, "Wereng katah angdatengi, angin
agung anggergisi. Alun munggah ring daratan."
Ramalan itu, katanya, sudah menunjukkan buktinya. Para petani
kehabisan akal karena hama dan penyakit menyerang tanaman mereka.
Belum lagi kelangkaan pupuk yang berujung pada gagalnya musim tanam
para petani.
Selain itu berbagai pertanda alam juga sudah tampak, seperti banjir
bandang, gempa bumi, dan pageblug. Demikian juga air laut sudah
menerjang daratan sebagai bukti kebangkitan Majapahit telah dimulai.
Abhiseka keparabon sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI bukan tanpa
alasan yang jelas bahwa dirinya mendapat mandat untuk membangun
kejayaan Majapahit. la melakukannya karena petunjuk gaib, di samping
silsilah keluarga sebagai keturunan langsung dari Sri Brahmaraja I.
"Semua berdasarkan bukti ilmiah, bukan rekayasa," akunya.
Bukti-bukti itu didasarkan bebera-pa kenyataan. la mencontoh, saat KTT
pemanasan Global yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Amerika tidak mau
menandatangani kesepakatan. "Utusan negara adidaya itu saya ajak
melakukan ritual memuja Dewa Wisnu di. GWK. Keesokan harinya, ia
langsung tanda tangani kesepakatan. Kemudian setelah itu saya
ditelepon para utusan dunia," kenangnya.
"Saya juga masih berpegang pada. ajaran Siwa Budha sesuai kepercayaan
yang dianut para leluhur Majapahit yang telah dilupakan orang lain.
Selain itu, saya juga sudah mem-buktikan bahwa saya bisa menyatukan
semua agama dalam tradisi Majapahit (ada dokumen otentik). Hingga saat
ini saya berjuang terus untuk menyatukan dan menciptakan perdamaian
dunia, termasuk membersihkan dunia dari kekotoran," jelasnya memberi
bukti bahwa dirinya merupakan utusan leluhur Majapahit
Bukti ilmiah lainnya adalah serat Sabdopalon dan Noyogenggong yang
menyebutkan, jikalau suatu saat nanti ada orang Jawa yang memakai nama
tua dengan senjata ilmu kaweruh, itulah yang dipilih (diemong)
Sabdopalon.
Orang Jawa yang tidak mengerti Jawanya, akan diajari untuk mengetahui
mana yang benar dan mana yang salah. Menurutnya, bukti-bukti itu me
ngarah kepadanya karena selama ini banyak orang memanggilnya dengan
sebutan Hyang tetapi lebih sering di singkat "Eyang" yang berarti
dituakan.
Dan yang paling otentik adalah makhota kerajaan Majapahit yang pas
dikenakan di kepalanya sebagai pertanda bahwa dirinya adalah trah
Majapahit yang ditugaskan membangun kejayaan Majapahit. (Tidak ada
tujuan lain selain membawa kawula Majapahit untuk lebih mencintai
Tanah Airnya serta Budaya dan adatnya serta ritualnya yang akan di
hapuskan secara perlahan oleh bangsa Arab supaya terus setor kekayaan
ke Negeri Padang pasir). Kasunyatan Lihat Televisi, koran dan lainnya,
Sadarlah !!.
la percaya, setelah dirinya dinobatkan sebagai Sri Wilatikta Brahma
raja XI, Sabdopalon akan segera muncul untuk menjadi penasihatnya. Dan
sekarang sudah jalan, "Setelah saya muncul sebagai raja Majapahit,
Sabdopalon pasti bergerak karena abhiseka saya sebagai symbol. Mana
mungkin ada penasihat kalau tidak ada rajanya," akunya yakin.
la pun mengaku sering kontak dengan dunia leluhur, termasuk dengan
Sabdopalon. "Bidang niskala (gaib), saya sudah 50 persen ada di
dalamnya, saya juga kontak dengan Sabdopalon," akunya.
Berdasarkan teropong gaibnya dan bukti-bukti ilmiah yang ditunjukkan,
ia yakin bahwa makhota tersebut asli milik Raja Majapahit.
Makhota.terbuat dari emas bertatahkan permata yang nilainya mencapai
milyaran rupiah.
Menurut hasil penelitian para ahli, makhota tersebut berumur ratusan
tahun, bukan buatan baru karena bentuk, model tatanannya dan bahannya
khas Majapahit. "Untuk apa para donatur luar negeri urunan dana
mengembalikan makhota tersebut ke pemiliknya. Kalau hanya mencari
sensasi, rasanya mustahil," akunya. Namun tidak diketahui, pada zaman
raja siapa makhota tersebut dibuat. Apakah prabu Hayam Wuruk, atau
generasi sebelumnya.
Makhota juga menunjukkan bukti-bukti kegaiban. Di Singapura sempat
menggemparkan museum karena karyawan museum silih berganti kesu-rupan.
Makhota itu memilih kepala sendiri yang dianggap cocok sebagai
tuannya. Selain itu juga ditandai dengan berbagai kejadian aneh
seperti angin gemuruh, halilintar dan sinar keemasan pada saat makhota
dike-nalan Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
Dan setelah menerima makhota tersebut, Sri Wilatikta Brahmaraja XI
mengaku pikirannya menjadi terang dan cemerlang. Berbagai konsep untuk
kejayaan Nusantara dan perdamaian dunia tiba-tiba muncul, menjadi
pemikirannya. Anehnya lagi, ia dipercaya untuk menyelesaikan berbagai
permasalahan dunia, termasuk sering dihubungi para pembesar dunia.
Seperti saat KTT pemanasan global, ia berhasil membujuk Amerika
menandatangani kesepakatan. Padahal, juru lobi dunia tidak berhasil
membujuknya.
TIGA PERMATA
Ada sebuah keganjilan yang terli-hat dari makhota tersebut. Tiga buah
permata sebagai hiasan, hilang seperti sengaja dicongkel. Menurut Sri
Wilatikta Brahmaraja XI, tiga permata tersebut dicongkel dan dijual
para kolektor yang sempat memegangnya. Satu permata rubi konon berada
di Amerika, satu buah permata blue diamond (safir) dibeli orang
Inggris, sedangkan satu permata jambrud diboyong kolektor Hongkong.
Pihak Singapura yang diwakili Way Ching Lee bersama para donatur
mancanegara berjanji menebus permata tersebut untuk dikembalikan.
(Majapahit Nusantara akan Jaya kembali kalau tiga permata kembali,
tetapi bangsa penjajah termasuk Arab tidak menginginkan Kejayaan
Nusantara kembali supaya terus bisa bercokol di Negeri yang makmur
ini)
Sebagai sebuah makhota symbol kebesaran, ada pihak yang menilai
peristiwa tersebut merupakan suatu yang cacat. Artinya, tidak
sempurnanya makhota tersebut juga merupakan pertanda ketidaksempurnaan
Majapahit. Mungkin saja, bila tiga permata itu dikembalikan dan
dipasang kembali, kesempurnaan itu baru akan diraih.
Bukti tentang hal itu kerap dilihat dengan berbagai permasalahan
social politik yang terjadi di salah satu bekas wilayah kekuasaan
Majapahit ini. Indonesia masih terus berkutat dengan berbagai
persoalan sosial politik.
Namun yang lebih mengkhawatirkan dengan munculnya makhota Kerajaan
Majapahit di awal tahun 2009 ini, diprediksi sebagai pertanda rawannya
permasalahan politik di Indonesia. Sebab, menurut pandangan beberapa
waskita (peramal), Majapahit tidak pernah lepas dari persoalan politik
hingga membuat kerajaan itu hancur berkeping-keping dan tenggelam
bagai ditelan bumi.
Sejak kerajaan tersebut didirikan pasca Kerajaan Singosari, terjadi
berbagai peristiwa politik. Pemberontakan Patih Nambi dan beberapa
pembesar kerajaan lainnya, merupakan bukti ke-kacauan politik di
kerajaan tersebut. Termasuk juga saat pengislaman Majapahit, tak
terlepas dari perseteruan politik untuk merebut makhota kerajaan.
Tahun 2009 merupakan tahun perhelatan politik di Indonesia. Akhir
2008, tiba-tiba saja sebuah makhota yang disebut-sebut milik kerajaan
Majapahit dibawa ke bekas wilayah kerajaan besar di Asia Tenggara ini.
Ada yang memprediksi, hal ini merupakan sebuah pertanda bagi kerawanan
peta perpolitikan di Indonesia karena akan digelar Pemilu. Persaingan
untuk memperebutkan tahta negara tak ter-hindarkan, sehingga tak
tertutup kemungkinan akan muncul pertikaian politik.
Namun prediksi tersebut dibantah Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
Menurutnya, ramalan atau prediksi tersebut tidak mendasar dan tanpa
bukti. Yang jelas, menurutnya, dengan kembalinya makhota kerajaan
Majapahit ke bekas wilayahnya, sebagai bukti bahwa ramalan Sabdopalon
dan Noyogenggong akan segera terwujud. Kedamaian dan kejayaan yang
pernah ada pada zaman Majapahit akan kembali bersinar (kalau bangsa
ini menginginkan) . Negeri ini akan kembali menjadi mercusuar untuk
menciptakan perdamaian dunia. Mana yang benar dari ramalan tersebut,
kita tunggu kenyataannya. • Ana
--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~
Ide dane ngemolihang wewarahan puniki saking "Banjar Muda Kencana".
Yening ledang dados krama banjar clikc banjar-muda- kencana@googlegr oups.com
Yen sampun med click banjar-muda- kencana+unsubscribe@ googlegroups. com
Yen jagi ngintip raris click http://groups. google.com/ group/banjar- muda-kencana? hl=id
Balai Banjar :
www.banjar-muda- kencana.org
-SINOMAN BANJAR-
-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---
Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!
__._,_.___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar