Selasa, 14 Juli 2009

[bali-bali] Public Transportation System



 
Public Transportation System
 
 
Kebutuhan akan sarana public transportation sepertinya sangat penting bagi masyarakat kebanyakan yang tidak memiliki kendaraan pribadi. disamping tentunya keberadaannya di rasa sangat effektif untuk menghindari kemacetan di jalan raya. Didunia ini alat transportasi umum memang ada berbagai ragam jenisnya, salah satunya , seperti transportasi jalan raya dengan bus, kereta darat, atau kereta bawah tanah (subway), dan bahkan kereta udara (sky train).
 
 
Bagi beberapa daerah yang landscape / bentuk daerahnya rata dan tidak bergunung-gunung, pembuatan sistem transportasi jalan darat seperti bus atau kereta darat mungkin tidaklah masalah. namun bagi yang kontur daerahnya berbukit-bukit, pembuatan sistem transportasi darat, mungkin sedikit rumit untuk di aplikasikan. salah satunya terjadi di kota Wuppertal Jerman, yang daerahnya berada di pinggir perbukitan.
 
Oleh karenanya sistem public transportasi yang memungkinkan adalah menerapkan kereta layang. Kereta layang yang diterapkannyapun cukup unik, tidak seperti kereta normal lainnya yang duduk di atas relnya, melainkan keretanya menggantung di bawah relnya. dan rutenya persis berada diatas sungai mengikuti alur sungai yang melintasi kota tersebut .
 
 
Sky train yang terdapat di Wuppertal, termasuk salah satu kerta gantung tipe monorail  dan yang tertua di negeri jerman , dimana kereta tersebut di rancang bangun sebelum tahun 1900, dan mulai di operasikan sejak 1901 hingga sekarang. Keberadaan sky train ini cukup membantu mobilitas masyarakat Wuppertal dan mengurangi kemacetan lalu lintas di kota tersebut. selain itu keberadaan Sky train itu memberikan keunikan tersendiri bagi kota Wuppertal dan menjadi trademark kota itu, hingga menjadi daya tarik wisatawan luar kota atau luar negara untuk datang ke kota Wuppertal hanya untuk mencoba Kereta gantung di kota Wuppertal ini, yang sering dikenal dengan nama aslinya : Wuppertaler Schwebebahn.
 
Keberhasilan sistem transportasi kereta gantung ini semakin lama semakin diminati oleh pemerintah kota lainnya, dimana selain bisa menghemat lahan, juga masih bisa memfungsikan tanah dibawah lintasan kereta ini untuk kepentingan lainnya, seperti area parkir kendaraan. hal ini sudah di terapkan di bandara udara Dusseldorf, di kampus universitas Dortmund, di kota Hamburg. Tentunya Kereta gantung yang baru ini jauh lebih modern, dan tidak perlu lagi di lengkapi dengan kendali manusia di setiap gerbongnya, alias auto control, yang cukup di kendalikan dan di monitor dari layar computer.  Model Kereta gantung yang baru tampak di gambar berikut:
 
 
 
Jakarta
 
Selain Sky Train yang menggantung di relnya, seperti di jelaskan diatas, ada jenis kereta yang duduk di atas relnya. hal ini juga terdapat di beberapa kota lainnya di jerman. di samping itu, bagi yang pernah singgah di bandara Changgi Singapura  ataupun di kota Bangkok, pastilah pernah juga merasakan sky train tipe mono rail yang melaju diatas relnya. 
 
Sesungguhnya pemerintah DKI Jakarta juga berminat untuk merealisasikan sistem transportasi Monorail di dalam kota Jakarta, untuk memberikan alternatif sistem transportasi bagi masyarakat / professional yang bekerja di Jakarta. Nampaknya sistem yang ingin diterapkan oleh pemerintah DKI lebih condong meniru skytrain yang gerbongnya melaju diatas relnya, hal ini mungkin dikarenakan  investor dari konsorsium pembuat Monorail ini adalah gabungan dari pengusaha Korea Selatan dan  Jepang, yang ingin mengaplikasikan apa yang ada di negaranya tersebut.
 
Bali
 
Bagaimana dengan di Bali, mungkinkah mewujudkan sistem transportasi umum kereta gantung ini? Sepertinya untuk mewujudkan Kereta gantung seperti ini di Bali, sungguhlah sangat sulit untuk mendapatkan lampu hijau dari para pinih sepuh adat dan budaya bali, salah satunya karena alasan agama Hindu, yang mana masyarakatnya bila melaksanakan upacara keagamaan Hindu menyungsung Ida Batara tidak boleh melintas di bawah jembatan. Hal ini di khawatirkan bisa mengurangi ke sakralan prosesi dari upacara keagamaan itu sendiri. Apapun alasannya, kita patut untuk menghormatinya, demi keselamatan kita semua.
 
 
Akhir kata, walaupun keinginan untuk memiliki public transportasi kereta gantung masih cukup sulit untuk di realisasikan di bali, tapi saya pikir tetaplah menarik untuk berbagi cerita dan berbagi pengalaman seperti ini untuk kita ketahui bersama, dengan harapan suatu saat nanti, minimal kita bisa mencobanya atau memilikinya di negara kita sendiri.



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: