Hi, hi, kan nggak perlu harus tuding tujuh menyalahkan pihak lain. Bisa kita balikin ''tujuh'' nya ke diri kita, apa yang sudah kita lakukan untuk MENGAJAR masyarakat di daerah hidup mandiri dengan potensi daerahnya. Bukan jadi Sinterklas yang datang karena proyek apalagi MEMPERDAYAKAN KELOKALAN ITU, tapi BAGAIMANA sustainable working WITH community, keto kone Gung.
Dwi
---------[ Received Mail Content ]----------
Subject : [bali-bali] Re: Aljazeera TV: Industri Pariwisata dan Ketidakadilan Lingkungan di Bali
Date : Wed, 20 May 2009 04:32:11 -0000
From : "I Gede Sanat Kumara" <abltechnet@gmail.com>
To : bali-bali@yahoogroups.com
kontras sekali gung ya, air berhamburan di pake tapi di daerah itu sangat susah.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, ancak ramone wrote:
>
> Teman-teman,
> berikut cuplikan berita di Aljazeera TV yang berbicara tentang Industri Pariwisata dan Ketidakadilan Lingkungan Hidup di Bali.
> Semoga bermanfaat bagi kita untuk melakukan evaluasi atas ekspansi modal pariwisata di Bali ini..
>
> http://www.youtube.com/watch?v=kQaUGcOgbuk
>
> Salam,
>
> Agung Wardana
> WALHI Bali
>
aswie
balikamilagi.wordpress.com
d.yani.sm@lycos.com, Aswie232@gmail.com
62 361 7426003
62 812 3948305
give me only my daily bread,
nor did we eat any one's food without paying for it,
Save a tree. Please consider the environment before printing this e-mail.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar