Perlu di search lebih lanjut,
rarisang Bli Ngurah Wira dilanjut...
Pusaka peninggalan Majapahit sudah di Bali ,
sekarang Mahkotanya menyusul.. silahkan sharing lebih lanjut.
shanti si waiting.. waiting... waiting...
--- In bali-bali@yahoogroups.com, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@...> wrote:
>
> Semetons,
>
> ada yang bisa konfirmasi dan komentar tentang tulisan dibawah?
>
> rahajeng,
> beni
>
>
> diambil dari :
> http://madjapahitmasakini.blogspot.com/2009/04/keajaiban-mahkota-majapahit.html
>
> 24 April, 2009
> MENUNGGU KEAJAIBAN MAHKOTA MAJAPAHIT
>
> Mahkota Raja Majapahit yang tidak jelas juntrungnya selama ratusan
> tahun, tiba-tiba dikembalikan ke Indonesia. Hal ini konon merupakan
> pertanda kembalinya kejayaan Majapahit sesuai ramalan Sabdopalon.
> Tetapi beberapa pihak memprediksi lain. (Liberty Januari 2009)
>
> Majapahit seperti ditelan bumi Hancurnya kerajaan besar 'Nusantara
> tersebut seperti tak berbekas sama sekali. Hanya sejarah dan berbagai
> ramalan yang masih tersisa, sementara peninggalan bekas kerajaan yang
> pernah tersohor di dunia ini masih samar-samar. Jangankan harta benda,
> bekas keraton dan lokasi kerajaan juga belum jelas, dimana letaknya.
> (sebenarnya letaknya sudah di ketahui tetapi supaya peninggalan itu
> utuh dan tidak di hancurkan oleh oknum/kelompok yang tidak
> menginginkan Majapahit berjaya kembali terutama bangsa Pedagang
> Gujarat Arab yang membawa perdagangan Islamnya, Red)
>
> Setelah 500 tahun lenyap tak berbekas, belakangan ada upaya untuk
> merekonstruksi peninggalan kerÂajaan tersebut. Bukti-bukti sejarah dan
> peninggalan Majapahit dikumpulkan, dan pencarian lokasi kerajaan
> dilakukan, berharap kejayaan Majapahit kembali bersinar di Indonesia
> sebagai kerajaan yang disegani dunia.
>
> Di tengah upaya pengumpulan bukti-bukti sejarah dan peninggalan
> Kerajaan Majapahit, terdengar khabar yang cukup menghebohkan. Pada
> tanggal 30 Mei 2008, mahkhota Raja Majapahit dikembalikan ke
> Nusantara. Makhota tersebut diberikan kepada yang berhak, sebagai
> keturunan langsung Raja Majapahit. Kini Makhota tersebut berada di
> tangan Hyang Bathara Agung Wilatikta Brahmaraja XI sebagai Raja
> Abhiseka Majapahit Masa Kini. Makhota kerajaan Majapahit terÂsebut
> disimpan di Puri Surya MajaÂpahit, di Perum Puri Gading, Banjar
> Bhuwana Gubuk, Jimbaran, Bali.
>
> Menurut Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang juga pendiri Puri Majapahit,
> setelah berakhirnya kerajaan Demak, mahkhota tersebut dijual ke
> kolektor. Khabar terakhir mahkota tersebut dikoleksi salah seorang
> kolektor Singapura. Namun sebuah keanehan terjadi.
>
> Museum tempat menyimpan mahkota tersebut di Singapura digoyang, dan
> silih berganti karyawan museum alami trans. Orang-orang yang kesuruÂ
> pan itu meminta makhota itu dikembalikan ke tempat asalnya yaitu
> kerajaan Majapahit. "Tolong kembalikan ke keturunan saya," demikian
> dituturkan Sri Wilatikta Brahmaraja XI, yang mengaku sebagai garis
> keturunan raja Majapahit.(Ada bukti ilmiah secara tertulis dan ada
> ramalan âpengangkatan tanpa surat sedawirâred). Way Ching Lee, salah
> seorang warga Singapura yang juga tercatat sebagai keturunan langsung
> Raja Tumasik, bekas wilayah kerÂajaan Majapahit. Way Ching Lee
> berinisiatif mencari pemilik yang sah. Didukung para dermawan dari
> Bangkok, Siam, Thailand, Singapura, Cina, dan Australia, mahkhota
> tersebut ditebus dari tangan kolektor untuk dikembalikan ke kerajaan
> Majapahit.
>
> Lalu dimana Majapahit? Penerus Majapahit memang tidak jelas, tetapi
> salah satu daerah di wilayah nusantara yang masih bercirikan Majapahit
> baik dari adat, tradisi dan budayanya adalah Bali. Karena itu makhota
> terseÂbut diarahkan ke Bali.
>
> Mahkhota dikirim ke Ubud, karena puri ini cukup dikenal di mancanegara
>
> Yang dituju adalah salah seorang keluarga Puri Ubud bernama Cok Agung
> Kertiyasa alias Cok Ibah. Way Cing Lee beranggapan Puri Ubud adaÂlah
> salah satu puri bekas Majapahit. Namun pihak Puri Ubud tidak berani
> melangkahi kewenangan, karena buÂkan keturunan langsung Raja MajapaÂ
> hit. Puri Ubud adalah salah satu keturunan pemegang kekuasaan Kerajaan
> Bali, sebagai bawahan Kerajaan MajaÂpahit setingkat Gubemur Bali.
> Karena itu, keluarga Puri Ubud tidak berani menerima, kemudian ikut
> menelisik jejak orang yang berhak atas makhota tersebut.
>
> Entah bagaimana ceritanya, mahkota tersebut diarahkan ke Puri Surya
> Majapahit, di Jimbaran, Bali yang baru dibangun atas prakarsa Hyang
> Suryo yang telah abhiseka raja sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
> Puri inilah sebagai tempat pemujaan leluhur Raja Majapahit dan para
> dewa Ciwa-Budha yang dipuja pada masa kerajaan Majapahit.
>
> MEMBESAR MEMGECIL
>
> Makhota itu tidak serta merta diterima, karena khawatir bukan orang
> yang berhak. Termasuk Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang disebut-sebut
> sebagai keturunan langsung Raja Majapahit, tidak berani mengklaim
> sebagai orang yang pantas mengenakan makhota tersebut Seperti mendapat
> wangsit dari leluhur, sebuah solusi akhirnya tercetus. Makhota
> tersebut dicobakan ke beberapa orang yang bergelar bangsawan dan
> rohaniwan. Mereka yakin, makhota ini memiliki tuah gaib, jadi tidak
> sembarang bisa dikenakan kepaÂda orang yang tidak berhak. Kalau tidak
> pas, pasti ada efek atau pertanda yang ditunjukkan secara gaib.
>
> Pertama, makhota tersebut dikeÂnakan kepada Dewa Agung Putranata,
>
> Barangkali saja, para leluhur Majapahit berkehendak lain, sebagai
> keturunan Raja Bali Mula. Putranata memiliki postur tubuh sedang,
> seperti orang Indonesia kebanyakan sehingga diperkirakan pas dengan
> ukuran para raja zaman Majapahit.
>
> Namun dugaan itu meleset, karena ternyata makhota tersebut kekecilan.
> Makhota tidak bisa masuk, dan terasa menjepit kepala. Buru-buru
> makhota itu dilepas dari kepalanya, karena Putranata merasa ada sebuah
> kekuatan yang menolak untuk dikenakan di kepalanya.
>
> Belum mendapat kepala yang pas, akhirnya makhota itu dicobakan kepaÂda
> Marchus dan Michael. Kendati dua rohaniwan asal Australia ini memiliki
> ukuran kepala lebih besar dari ukuran orang Indonesia, barangkali saja
> para leluhur Majapahit berkehendak lain. Namun ketika dikenakan,
> ternyata kedodoran. Makhota itu masuk hingga menutupi mata. Orang-
> orang yang menyaksikan hal itu, terperangah tidak percaya.
>
> Secara logika, mana mungkin orang yang berpostur tubuh lebih besar
> memiÂliki ukuran kepala lebih kecil.
> Jika dibanding dengan Dewa Agung Putranata, ukuran kepala Marchus dan
> Michael lebih besar, yang berarti makhoÂta tersebut seharusnya
> kekecilan. Namun malah sebaliknya kedodoran.
>
> Semua orang yang menghadiri uji coba pewaris makhota yakin makhota
> tersebut bukan sembarangan, tetapi memiliki kekuatan gaib para
> leluhur.. Berawal dari sana, akhirnya perhatian beralih kepada Sri
> Wilatikta BrahmaraÂja XI yang disebut-sebut sebagai keturunan Raja
> Majapahit Orang yang dinobatkan sebagai Raja Majapahit IX ini pun
> diminta mencoba makhota tersebut.
>
> Di hadapan para utusan negara donatur yang menebus makhota terseÂbut
> dari tangan kolektor, Hyang Bhatoro Agung Surya Wilatikta atau Raja
> Abhiseka Majapahit dengan gelar Brahmaraja XI mencoba makhota.
> Ternyata makhota tersebut pas di kepalanya.
>
> Bersamaan dengan itu, terjadi sebuah keganjilan. Langit yang semula
> cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap. Hujan disertai kilat sambar-
> menyambar dan gemuruh angin seolah menjadi pertanda penobatan kepada
> pewaris sah makhota tersebut. Kejadian ini juga ditandai dengan
> munculnya sinar berwarna keemasan dari langit, mengarah ke Puri Surya
> Majapahit di bilangan perumahan Puri Gading, Jimbaran.
>
> PERTANDA KEBANGKITAN?
>
> Akankah kemunculan makhota ini akan membangkitkan kejayaan MajaÂpahit
> yang pernah disegani kerajaan di seantero dunia? Lima ratus tahun
> sudah berlalu sejak jatuhnya Kerajaan Majapahit.
>
> Sesuai ramalan Sabdopalon dan Noyogenggong, seperti dituturkan Sri
> Wilatikta Brahmaraja XI, sudah saatnya kejayaan Majapahit bangkit. PerÂ
> tanda ke arah itu juga sudah mulai tampak. la menyitir ramalan Sabdopa-
> lon dan Noyogenggong yang berbunyi, "Wereng katah angdatengi, angin
> agung anggergisi. Alun munggah ring daratan."
>
> Ramalan itu, katanya, sudah menunjukkan buktinya. Para petani
> kehabisan akal karena hama dan penyakit menyerang tanaman mereka.
> Belum lagi kelangkaan pupuk yang berujung pada gagalnya musim tanam
> para petani.
>
> Selain itu berbagai pertanda alam juga sudah tampak, seperti banjir
> bandang, gempa bumi, dan pageblug. Demikian juga air laut sudah
> menerjang daratan sebagai bukti kebangkitan Majapahit telah dimulai.
>
> Abhiseka keparabon sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI bukan tanpa
> alasan yang jelas bahwa dirinya mendapat mandat untuk membangun
> kejayaan Majapahit. la melakukannya karena petunjuk gaib, di samping
> silsilah keluarga sebagai keturunan langsung dari Sri Brahmaraja I.
> "Semua berdasarkan bukti ilmiah, bukan rekayasa," akunya.
>
> Bukti-bukti itu didasarkan bebera-pa kenyataan. la mencontoh, saat KTT
> pemanasan Global yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Amerika tidak mau
> menandatangani kesepakatan. "Utusan negara adidaya itu saya ajak
> melakukan ritual memuja Dewa Wisnu di. GWK. Keesokan harinya, ia
> langsung tanda tangani kesepakatan. Kemudian setelah itu saya
> ditelepon para utusan dunia," kenangnya.
>
> "Saya juga masih berpegang pada. ajaran Siwa Budha sesuai kepercayaan
> yang dianut para leluhur Majapahit yang telah dilupakan orang lain.
> Selain itu, saya juga sudah mem-buktikan bahwa saya bisa menyatukan
> semua agama dalam tradisi Majapahit (ada dokumen otentik). Hingga saat
> ini saya berjuang terus untuk menyatukan dan menciptakan perdamaian
> dunia, termasuk membersihkan dunia dari kekotoran," jelasnya memberi
> bukti bahwa dirinya merupakan utusan leluhur Majapahit
>
> Bukti ilmiah lainnya adalah serat Sabdopalon dan Noyogenggong yang
> menyebutkan, jikalau suatu saat nanti ada orang Jawa yang memakai nama
> tua dengan senjata ilmu kaweruh, itulah yang dipilih (diemong)
> Sabdopalon.
>
> Orang Jawa yang tidak mengerti Jawanya, akan diajari untuk mengetahui
> mana yang benar dan mana yang salah. Menurutnya, bukti-bukti itu meÂ
> ngarah kepadanya karena selama ini banyak orang memanggilnya dengan
> sebutan Hyang tetapi lebih sering di singkat âEyang" yang berarti
> dituakan.
>
> Dan yang paling otentik adalah makhota kerajaan Majapahit yang pas
> dikenakan di kepalanya sebagai perÂtanda bahwa dirinya adalah trah
> Majapahit yang ditugaskan membanÂgun kejayaan Majapahit. (Tidak ada
> tujuan lain selain membawa kawula Majapahit untuk lebih mencintai
> Tanah Airnya serta Budaya dan adatnya serta ritualnya yang akan di
> hapuskan secara perlahan oleh bangsa Arab supaya terus setor kekayaan
> ke Negeri Padang pasir). Kasunyatan Lihat Televisi, koran dan lainnya,
> Sadarlah !!.
>
> la percaya, setelah dirinya dinoÂbatkan sebagai Sri Wilatikta BrahmaÂ
> raja XI, Sabdopalon akan segera muncul untuk menjadi penasihatnya. Dan
> sekarang sudah jalan, "SeteÂlah saya muncul sebagai raja MajaÂpahit,
> Sabdopalon pasti bergerak kareÂna abhiseka saya sebagai symbol. Mana
> mungkin ada penasihat kalau tidak ada rajanya," akunya yakin.
>
> la pun mengaku sering kontak denÂgan dunia leluhur, termasuk dengan
> Sabdopalon. "Bidang niskala (gaib), saya sudah 50 persen ada di
> dalamnya, saya juga kontak dengan SabdoÂpalon," akunya.
>
> Berdasarkan teropong gaibnya dan bukti-bukti ilmiah yang ditunjukkan,
> ia yakin bahwa makhota terseÂbut asli milik Raja Majapahit.
> Makhota.terbuat dari emas bertatahkan permata yang nilainya mencapai
> milyaran rupiah.
>
> Menurut hasil penelitian para ahli, makhota tersebut berumur ratusan
> tahun, bukan buatan baru karena bentuk, model tatanannya dan bahannya
> khas Majapahit. "Untuk apa para donatur luar negeri urunan dana
> mengembalikan makhota tersebut ke pemiliknya. Kalau hanya mencari
> sensasi, rasanya mustahil," akunya. Namun tidak diketahui, pada zaman
> raja siapa makhota tersebut dibuat. Apakah prabu Hayam Wuruk, atau
> generasi sebelumnya.
>
> Makhota juga menunjukkan bukti-bukti kegaiban. Di Singapura sempat
> menggemparkan museum karena karyawan museum silih berganti kesu-rupan.
> Makhota itu memilih kepala sendiri yang dianggap cocok sebagai
> tuannya. Selain itu juga ditandai dengan berbagai kejadian aneh
> seperti angin gemuruh, halilintar dan sinar keemasan pada saat makhota
> dike-nalan Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
>
> Dan setelah menerima makhota tersebut, Sri Wilatikta Brahmaraja XI
> mengaku pikirannya menjadi terang dan cemerlang. Berbagai konsep untuk
> kejayaan Nusantara dan perdamaian dunia tiba-tiba muncul, menjadi
> pemikirannya. Anehnya lagi, ia dipercaya untuk menyelesaikan berbagai
> permasalahan dunia, termasuk sering dihubungi para pembesar dunia.
> Seperti saat KTT pemanasan global, ia berhasil membujuk Amerika
> menandatangani kesepakatan. Padahal, juru lobi dunia tidak berhasil
> membujuknya.
>
> TIGA PERMATA
>
>
> Ada sebuah keganjilan yang terli-hat dari makhota tersebut. Tiga buah
> permata sebagai hiasan, hilang seperÂti sengaja dicongkel. Menurut Sri
> Wilatikta Brahmaraja XI, tiga permata tersebut dicongkel dan dijual
> para kolektor yang sempat memegangnya. Satu permata rubi konon berada
> di Amerika, satu buah permata blue diaÂmond (safir) dibeli orang
> Inggris, sedangkan satu permata jambrud diboyong kolektor Hongkong.
> Pihak Singapura yang diwakili Way Ching Lee bersama para donatur
> mancanegara berjanji menebus permata terseÂbut untuk dikembalikan.
> (Majapahit Nusantara akan Jaya kembali kalau tiga permata kembali,
> tetapi bangsa penjajah termasuk Arab tidak menginginkan Kejayaan
> Nusantara kembali supaya terus bisa bercokol di Negeri yang makmur
> ini)
>
> Sebagai sebuah makhota symbol kebesaran, ada pihak yang menilai
> peristiwa tersebut merupakan suatu yang cacat. Artinya, tidak
> sempurnanya makhota tersebut juga merupakan pertanda ketidaksempurnaan
> Majapahit. Mungkin saja, bila tiga permata itu dikembalikan dan
> dipasang kembali, kesempurnaan itu baru akan diraih.
>
> Bukti tentang hal itu kerap dilihat dengan berbagai permasalahan
> social politik yang terjadi di salah satu bekas wilayah kekuasaan
> Majapahit ini. Indonesia masih terus berkutat dengan berbagai
> persoalan sosial politik.
>
> Namun yang lebih mengkhawatirkan dengan munculnya makhota Kerajaan
> Majapahit di awal tahun 2009 ini, diprediksi sebagai pertanda rawannya
> permasalahan politik di Indonesia. Sebab, menurut pandangan beberapa
> waskita (peramal), Majapahit tidak pernah lepas dari persoalan politik
> hingga membuat kerajaan itu hancur berkeping-keping dan tenggelam
> bagai ditelan bumi.
>
> Sejak kerajaan tersebut didirikan pasca Kerajaan Singosari, terjadi
> berÂbagai peristiwa politik. Pemberontakan Patih Nambi dan beberapa
> pembesar kerajaan lainnya, merupakan bukti ke-kacauan politik di
> kerajaan tersebut. Termasuk juga saat pengislaman MaÂjapahit, tak
> terlepas dari perseteruan politik untuk merebut makhota keraÂjaan.
>
> Tahun 2009 merupakan tahun perhelatan politik di Indonesia. Akhir
> 2008, tiba-tiba saja sebuah makhota yang disebut-sebut milik kerajaan
> Majapahit dibawa ke bekas wilayah kerajaan besar di Asia Tenggara ini.
> Ada yang memprediksi, hal ini merupakan sebuah pertanda bagi kerawanan
> peta perpolitikan di Indonesia karena akan digelar Pemilu. Persaingan
> untuk memperebutkan tahta negara tak ter-hindarkan, sehingga tak
> tertutup kemungkinan akan muncul pertikaian politik.
>
> Namun prediksi tersebut dibantah Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
> Menurutnya, ramalan atau prediksi tersebut tidak mendasar dan tanpa
> bukti. Yang jelas, menurutnya, dengan kembalinya makhota kerajaan
> Majapahit ke bekas wilayahnya, sebagai bukti bahwa raÂmalan Sabdopalon
> dan Noyogenggong akan segera terwujud. Kedamaian dan kejayaan yang
> pernah ada pada zaman Majapahit akan kembali bersinar (kalau bangsa
> ini menginginkan). Negeri ini akan kembali menÂjadi mercusuar untuk
> menciptakan perÂdamaian dunia. Mana yang benar dari ramalan tersebut,
> kita tunggu kenyataannya. ⢠Ana
>
>
>
> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
> Ide dane ngemolihang wewarahan puniki saking "Banjar Muda Kencana".
> Yening ledang dados krama banjar clikc banjar-muda-kencana@googlegroups.com
> Yen sampun med click banjar-muda-kencana+unsubscribe@googlegroups.com
> Yen jagi ngintip raris click http://groups.google.com/group/banjar-muda-kencana?hl=id
>
> Balai Banjar :
> www.banjar-muda-kencana.org
>
> -SINOMAN BANJAR-
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
>
>
> Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar