Pemprov Bali Akan Paksa Hotel
Selasa, 8 Juni 2010 | 03:59 WIB
Denpasar, Kompas - Pemerintah Provinsi Bali akan memaksa hotel-hotel, terutama kelas bintang, untuk memasang dan memanfaatkan tenaga listrik dengan energi alternatif, minimal 10 persen dari operasionalnya, paling lambat 2011. Namun, pihak hotel banyak yang keberatan dengan alasan faktor biaya.
Langkah ini diambil Pemprov Bali sebagai salah satu upaya untuk mengatasi krisis listrik dan mendukung program Bali Provinsi Hijau (Bali Green Province). Program itu dicanangkan dalam Pertemuan Forum Lingkungan Hidup Sedunia ke-11 di Nusa Dua, Bali, Februari lalu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Bali Anak Agung Sastrawan, di kantornya di Denpasar, Senin (7/6), menjelaskan, energi yang dapat dimanfaatkan berasal dari matahari, angin, atau air. âEnergi yang paling memungkinkan adalah matahari,â katanya.
Sehubungan dengan rencana itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan, kebijakan itu sulit diterapkan di Bali pada 2011 mendatang. Program itu tidak mudah dan besar investasinya sehingga butuh kesiapan.
âWalaupun hanya 10 persen, kami masih sulit karena investasi yang dibutuhkan cukup besar,â kata Tjokorda Oka.
Namun, ia menyanggah jika dianggap tidak mendukung program pemprov tersebut. Menurut Oka, kebijakan itu dapat diterapkan dalam jangka panjang. Sementara ini, pihaknya baru dapat mengimbau agar perhotelan berhemat, seperti mengubah desain bangunan hotel yang lebih ramah lingkungan, atau ventilasi udara yang secara otomatis dapat menghemat penggunaan mesin pendingin ruangan (AC).
Sastrawan menyadari bahwa investasi energi alternatif itu tidak kecil. Akan tetapi, ia yakin, hotel berbintang, apalagi yang berkelas internasional, akan mampu secara finansial. (ays)
Selasa, 08 Juni 2010
[bali-travel] Pemprov Bali Akan Paksa Hotel
__._,_.___
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
.
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar