Kamis, 17 Juni 2010

BALI INFO - LANGKAH KETIGA REFORMASI

 

LANGKAH KETIGA:

 

Sebelum seorang menerima baptisan Advent, hal yang paling ditekankan oleh gereja adalah berhenti bekerja pada hari Sabtu. Ini adalah aturan yang benar yang saya dukung, sebab Alkitabiah dan memang begitulah gereja Advent itu. Kelihatannya hanya peraturan inilah yang tidak mungkin untuk saya gugurkan atau persalahkan, justru saya meneguhkannya. Jika orang tidak mau berhenti bekerja di hari Sabtu, ya udah, suruh aja cari gereja yang lainnya. Sebab gereja mengajari dan melatih orang untuk mentaati dan menghormati kehendak ALLAH. Jika dilangkah pertama saja orang sudah tidak menunjukkan ketaatannya, jangan berharap dia akan taat dihal-hal yang berikutnya.

 

Dalam masalah berhenti bekerja dihari Sabtu, jika gereja berani mengadakan sweeping terhadap anggotanya, maka sayalah orang pertama yang akan mendukungnya. Yang dimaksud berhenti bekerja di sini adalah: bekerja mencari uang, sekolah/kuliah, shopping yang bisa ditunda, ke rumahsakit yang bisa ditunda, ke orang mati yang bisa ditunda, mencuci pakaian, memasak, seterika, mendengarkan lagu-lagu atau menonton televisi yang duniawi sifatnya, mempekerjakan orang, dan lain-lainnya.

 

Tapi kalau naik becak, selama tukang becaknya bukan Advent, bukan masalah. Dia 'kan orang dunia, yang memang tidak dikenai hukum ALLAH?! Dia 'kan orang diluar rumah, bukan pembantu rumahtangga?! Kalau orang dalam, harus diistirahatkan 24 jam. Begitu pula dengan membeli makanan di warung, bukan masalah. Menjadi masalah jika orang warung itu orang Advent juga, maka persekongkolan namanya.

 

Tentang masalah apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dihari Sabtu akan saya

bahas secara tersendiri. Sebab yang hendak saya bahas sekarang adalah masalah sekolahan

Advent.  Mengapa sampai anak-anak Advent tidak bisa bersekolah di sekolahannya sendiri?! Ini yang saya nggak habis pikir?! ALLAH kita itu adalah ALLAH yang bertanggungjawab. ALLAH yang menyediakan – JEHOVAH JIREH. Orang-orang kaya sudah dipanggil masuk menjadi bagian Advent, sehingga Advent bisa mendirikan sekolahannya dimana-mana. Tapi kenapa anggota sendiri yang miskin mustahil bersekolah disekolahannya sendiri?! Adakah JEHOVAH JIREH itu menyediakan sekolahan Advent untuk orang-orang non Advent?! Tapi kenyataannya isi sekolahan Advent adalah orang-orang non Advent.

 

Ini pengalaman saya sendiri. Saya ini Tenaga Sukarela Pengembangan Masyarakat[TSPM] yang bekerja untuk kepentingan Advent dengan honorarium 20 hari makan 10 hari merampok. Habis honornya nggak logis sama sekali?! Tapi ketika saya mengajukan anak-anak saya untuk bersekolah disana, saya dipermainkan kesana-kemari dengan hasil nol besar. Jangankan gratis, keringanan sedikit aja enggak. Wouh, dada ini sesak sekali rasanya. Jiwa ini berontak! Sebab nalarnya nggak ada sama sekali. Dipikir-pikirkan dari berbagai segi dan sudut tetap aja nggak masuk akal.

 

Bersekolah disekolah Advent itu biayanya selangit. Sudah begitu, lokasinya selalu di perbukitan yang jauh dari rumah keluarga Advent, sehingga mau nggak mau harus masuk dalam asramanya. Jika tadinya disembelih oleh biaya sekolahnya yang tinggi, kini buluhnya yang dicabuti melalui asramanya. Sehingga ketika anak itu lulus dari sana, maka orangtuanya sudah jadi pengemis. – benar begitu, nggak?

 

Nah, kira-kira ini perlu ditilik kembali atau nggak?! Boleh nggak saya memprotes ALLAH: "ALLAH nggak tanggungjawab?!" Atau ini suatu kesalahan management Advent?!

 

Karena itu harus diREFORMASI SEKARANG JUGA. JANGAN BESOK.

 



__._,_.___
Recent Activity:
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: