Kamis, 17 Juni 2010

BALI INFO - BUNG GUBES – LANJUTKAN RANCANGANMU!

 

ADVENT DENGAN HUKUM

 

Bung Gubes, anda orang hukum, ya? Bukan orang Advent, 'kan?!

Karena itu, silahkan anda keluar meninggalkan gereja Advent, dan silahkan menghukum saya. Saya berikan waktu kepada anda sampai tanggal 28 Juni 2010 untuk menuntut saya secara hukum, dan saya akan hadapi itu secara satria. Nggak apa-apa, semua nabi-nabi dan para rasul juga pernah menghadapi penjara koq. Penjara saya dengan senang hati untuk ditukarkan dengan neraka anda. Mari, kita buktikan perkataan kita masing-masing, daripada sekedar berkoar-koar dimilis.

 

Satu hal saja yang perlu anda pertimbangkan dengan permainan hukum: Istri dan anak-anak orang tersebut akan sengsara. Baik secara ekonomi maupun secara moril. Apakah kesalahan orang tersebut memang setimpal dengan akibat hukumnya?!  Kebetulan sekali di Jakarta ini ada peraturan larangan mengemis. Silahkan anda tangkapi semua pengemis yang ada di Jakarta ini. Ini namanya wilayah hukum yang memang bidang anda untuk mengerjakannya. Tapi jika para pengemis itu tidak anda tangkapi lebih dahulu, sebelum menangkap saya, apakah anda tidak diskriminasi namanya?!  Jangan menangkap orang hanya berdasarkan diri anda terganggu. Bukan profesional namanya,  jika ada Polisi yang mendiamkan saja terjadinya pelanggaran hukum didepan matanya. Atau, jika ada dokter yang membiarkan

orang sakit didepan matanya. Alasan duit/keuntungan? Bukan profesional namanya. Sebab seorang profesional itu mendahulukan profesinya daripada yang lainnya.

 

Bung Gubes, saya bukan sedang menjual istri dan anak-anak saya, sebab kebetulan sekali anda sedang berhadapan dengan seorang yang tidak mempunyai istri dan tidak mempunyai anak-anak. Karena itu silahkan saja anda lanjutkan rancangan hati anda. Saya 'kan cuma mengingatkan saja supaya anda berhati-hati jika bermain-main dengan hukum. Sebab seorang Polisi yang memegang pistol-pun tidak akan begitu mudahnya menembak orang, semata-mata dia pegang pistol.

 

Sekarang, jika anda orang Advent; bukannya tidak boleh Advent menjadi sarjana hukum ataupun memasuki wilayah hukum. Masalahnya bukan disitu. Tapi, apakah itu sudah merupakan satu-satunya jalan yang finish?! Pernahkah anda memanggil saya untuk membahas masalah ini? – Sekalipun beberapa orang Advent pernah bertemu muka dengan saya. Tapi keperluan pertemuannya 'kan nggak mesti masalah itu?! Silahkan aja anda tanya mereka, apakah pernah mereka membincangkan masalah itu dengan saya?!

 

Setahu saya rekan-rekan yang lainnya, sudah mempunyai cara yang tidak menimbulkan banyak keributan yang tidak perlu untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan didelete. Masak saya tahu dan masak saya akan marah?! Saya belum segila itu, bung. Tapi kalau masalah penginjilan secara SPAM, ini akan saya lakukan sampai saya mampus. Apa sebab? Sebab setahu saya, manusia itu semuanya adalah bebal, bebal dan bebal! Jika saya berada dipihak anda, saya yakin saya akan bersikap yang sama dengan anda; nggak mau diganggu! Tapi tahukah anda, bahwa banyak sekali orang yang baru mau menerima tulisan saya, setelah tulisan itu saya kirimkan secara bertubi-tubi?

 

Anggota member saya; ada yang membalas dengan mengirimkan ribuan email setiap harinya. Ada yang mengirimkan gambar-gambar porno. Ada yang berusaha merusakkan jaringan saya, memalsukan tulisan saya, melaporkan ke Polisi, ke TNI, ke FPI, bahkan ada yang siap menggorok leher saya. Tapi apa yang terjadi dikemudian hari? Mereka semua sekarang ini sangat menyayangi saya, sekalipun kalau lagi diskusi kayak musuh bebuyutan. Ada yang berkata: "Jika saudara Rudy membutuhkan pertolongan, saya ingin menjadi orang pertama yang menolongnya." – Itu Muslim, Friend. Karena itu betapa malunya saya jika ada orang-orang Kristen yang kwalitasnya jauh lebih buruk?! Malu sekali saya!

 

Coba sekali-kali anda berdialog dengan orang-orang Muslim yang ada di milis saya. Tanyailah, apakah ada yang menaruh dendam terhadap saya, sekalipun saya kalau ngomong "menghina" Muhammad?! Saya tahu, apa yang saya lakukan itu pasti menyakiti hati dan melukai  perasaan orang. Tapi apa boleh buat jika saya harus berbicara apa adanya menurut pengetahuan yang saya miliki?!

 

Bagaimana pula dengan Edi Limbong, yang Advent sejak lahir?! Baptisan Advent hanya menghasilkan hobby bermain game online. Tapi setelah berkenalan dengan saya, dia kian hari kian aktif diberbagai milis untuk bersoal-jawab masalah keagamaan. Nah, siapakah yang berjasa besar terhadap jiwa ini? Advent-kah atau saya, yang SPAMMER?!

 

Bahkan uniknya, Edi Limbong ini musuh asli saya. Pasti anda semua tahu masalah itu. Tapi sekalipun demikian, saudara ini masih bisa memuji-muji saya dan membela saya dihadapan anda. Ini bukan cerita dongeng. Cerita beneran yang saksinya juga banyak. Saya sampai terharu menyaksikan pembelaannya terhadap diri saya.

 

Dan,  tahu pulakah anda, ada berapa banyak orang Advent yang masuk ke group saya, yang sedikitpun tanpa perlawanan terhadap saya?! Jangan anda pikir semua orang Advent membenci saya. Banyak sekali yang mensupport moril saya dari belakang layar. Dan mereka bukan orang-orang biasa, melainkan orang-orang terpandang juga.

 

Selain semuanya itu, saya juga mempunyai misi untuk memancing keluar Serigala-serigala Advent, supaya bisa dibeda-bedakan mana yang domba dengan mana yang Serigala. Dan hingga hari ini saya telah mewarnai 5 Serigala, termasuk anda, sebagai kumpulan yang berjenis berbeda dengan yang lainnya. Saya akan melucuti Jas dan Dasi yang dipergunakan untuk menyelubungi kebusukan jiwanya. Sebab itu budaya Amerika, bukan budaya KRISTUS. Budaya KRISTUS untuk menutupi dosa adalah dengan pertobatan, bukan dengan Jas dan Dasi.

 

Sekalipun besok kamu ke gereja dengan 2 Jas dan 2 Dasi yang dirangkap, saya masih tetap bisa mengenali kamu sebagai Serigala, Friend. Dan kewajiban saya untuk melemparkan kamu keluar dari lingkungan jemaat ALLAH. Sebab najis! Perkataanmu adalah racun bagi jemaat Advent.

 



__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: