Pertanyaan saya: 1. Sebagai orang yang murah hati, saya berikan kesempatan kepada bunda untuk menanamkan hari Minggu ke suatu zaman. Silahkan bunda pilih hendak bunda tanamkan di zaman yang mana? a. Zaman penciptaan hingga Musa. b. Zaman Musa hingga YESUS KRISTUS. c. Zaman YESUS KRISTUS hingga kitab Wahyu. d. Zaman Konstantine: 325 – 1798. e. Zaman Advent hingga kiamat. f. Zaman Milenium[1000 tahun setelah kiamat]. g. Di neraka. Kalau menurut saya kelihatannya cocoknya yang nomor d atau f atau g. Bagaimana kalau menurut bunda? – Jawab donk. 2. Kemurahan ALLAH memberikan kita waktu istirahat sehari dalam seminggu di hari Sabtu. Dengan maksud supaya selama 6 hari kita bisa mengurus segala urusan duniawi kita. Lalu di hari yang ke-7, kita diminta mengistirahatkan segala aktifitas duniawi kita, supaya kita bisa beribadah kepada ALLAH dengan segenap hati kita, tanpa terpecah oleh masalah-masalah duniawi. Adakah aturan ini aturan sinting? – Tapi kesalehan bunda yang telah dilahirkan kembali oleh roh kudis, rela memberikan 7 x 24 jam semuanya untuk TUHAN. Benarkah bunda sesholeh itu? Lalu kapan bunda belanja ke pasar, belanja pakaian ke Carrefour, bekerja mencari duit, berjalan-jalan bersama suami dan anak-anak, mencuci pakaian, seterika, memasak, anak-anak yang harus pergi ke sekolah, make up ke salon, potong rambut, rebonding, mandi lulur, arisan, membayar listrik, setor bank, ambil uang di ATM, dan lain-lainnya. Jadi, bunda telah menjadi pertapa seperti pak Gao, yang duduk mematung terus karena memang patung?! Coba jawablah yang benar: bunda memelihara hari Sabat 7 x 24 jam, atau meniadakan hari Sabat 7 x 24 jam. |
__._,_.___
.
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar