JAWABAN SAYA:
Bravo bang Mossad! Jawaban anda bikin saya terpingkal-pingkal sendirian. Pantas aja akhir-akhir ini job melawak saya sepi banget. Rupanya pelawak-pelawak kawakan harus tahu diri, nih. Sebab pendatang-pendatang baru lebih kocak, ya?! Tapi saya akan mencoba mengerahkan seluruh kemampuan saya yang insyaallah bisa tetap survive.
Di ruang sidang: Karena pak Hakekat dibikin bingung dengan jawaban yesus yang mbuletisasi, maka pak Hakekat kembali ke pak Mamad;
"Pak Mamad, apakah profesi anda sebelum kenal dengan jibril?" Tanya pak Hakekat.
"Pedagang Korma, pak." Jawab pak Mamad.
"Bisa diceritakan bagaimana kisah perkenalannya?" Tanya pak Hakekat.
"Ketika saya sedang mencari Korma di Gua Hiro, tiba-tiba Jibril datang menyapa saya." Jawab pak Mamad.
"Bagaimana dan apa yang pertama-tama diucapkan oleh Jibril?" – Tanya pak Hakekat.
"Yang pertama-tama dikatakan Jibril adalah: Bacalah! Bacalah! Cepat, bacalah ini!" – jawab Pak Mamad.
"Jibril tidak ber-assalammuala'ikum duluan?" – Pak Hakekat bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak. Tapi langsung: Bacalah! Bacalah!" – Jawab pak Mamad dengan lugunya.
Maka pak Hakekat mencatat 1 point: Jibril adalah bukan Muslim. Sebab kalau Muslim pasti ucapan pertama-tamanya adalah: "Assalammuala'ikum." Ini pasti malaikat gadungan dan kafir, kayak pak Mamad sebelum menjabat nabi. Lalu pak Hakekat ganti bertanya pada pak KRIS:
"Pak KRIS, kalau anda bertamu ke rumah orang, apa ucapan pertama-tama ANDA?"
"SAYA selalu mengucapkan: Assalammuala'ikum. Itu sudah pasti menjadi ucapan SAYA yang pertama-tama." - Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka[Matius 10:12]
Sekarang pak Hakekat kembali pada pak Mamad: "Apa yang anda baca, pak Mamad?"
Pak Mamad menjawab sejujurnya: "Saya nggak ngerti, pak, soalnya saya nggak bisa baca tulis."
Maka pak Hakekat mencelupkan jarinya ke kaleng Olie Mesran, lalu menggosok-gosokkan ke lehernya, lalu digeleng-gelengkann
Pak Hakekat bertanya lagi: "Apa sih yang dipertunjukkan oleh Jibril kepada anda?"
Jawab pak Mamad: "Entah, pak, saya nggak melihat apa-apa."
"Apakah anda melihat benda yang seperti ini?" – Pak Hakekat menunjukkan kitab Al Qur'an kepada pak Mamad.
"Tidak. Saya tidak melihat apapun." Jawab pak Mamad.
"Kalau begitu, benda apakah ini menurut anda?" Tanya pak Hakekat lebih menyelidik.
"Tidak tahu pak, saya tidak kenal dengan benda itu." Kelihatannya pak Mamad benar-benar asing dengan benda itu.
"Bukankah kata saksi: Cak Semprul, benda ini merupakan pemberian Jibril?" – Tanya pak Hakekat.
"Cak Semprul bohong, pak. Pak Hakekat jangan gampangan percaya dengan golongan Muslim. Rata-rata pembohong. Katanya Jibril begitu, pak." – kata pak Mamad meyakinkan pak Hakekat.
Sekarang pak Hakekat memeriksa kitab Al Qur'an. Dibukanya yang halaman pertama, dicarinya kata-kata: "Bacalah! Bacalah!" pada keseluruhan halaman pertama itu. Nggak nemu. Maka pak Hakekat semakin curiga bahwa Al Qur'an ini pasti kitab palsu, karena tidak sesuai dengan kesaksian pak Mamad. Lalu dicatatlah point yang ke-3: Jibril ini orang gendeng. Tidak membawa apa-apa tapi ditunjukkan ke pak Mamad. Point ke-4: Tidak ada bukti kalau Al Qur'an ini diberikan oleh Jibril kepada pak Mamad. Karena itu yang harus dipenjarakan adalah saksi: Cak Semprul, karena telah memberikan kesaksian palsu. Point ke-5: Al Qur'an bukanlah kitabnya pak Mamad, sebab isinya berbeda dengan yang diceritakan oleh pak Mamad. Menurut pak Mamad: "Bacalah! Bacalah!" Tapi kenyataannya surat yang pertama adalah Al Fatihah.
Nah, dari pemeriksaan kali ini kelihatannya pak Kris mempunyai posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan pak Mamad. Antara Jibril, pak Mamad, Al Qur'an dan kesaksian kaum Muslim saling berbeda satu sama lainnya. Maka sidangpun ditutup untuk dilanjutkan ke sesi berikutnya, yaitu mendengarkan keterangan saksi-saksi yang meringankan pak Mamad, besok. Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx JAWABAN BANGMOSSAD:
dan Ketika dalam sidang itu giliran Yesus yang ditanya oleh Pak Hakekat,.... ........ 5:31. Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman- Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
|
Sabtu, 05 Juni 2010
BALI INFO - BANG MOSSAD – SIDANG PAK MAMAD
__._,_.___
MARKETPLACE
.
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar