Senin, 06 September 2010

BALI INFO - KESAKSIAN DR. ALBERTO RIVERA

 

KESAKSIAN DR. ALBERTO RIVERA

 

KETERANGAN:

-          Sumber: Buku "THE CRUSADERS", terbitan: CHICK PUBLICATIONS, P.O.BOX 662,

                      CHINO, CA. 91706-0662, U.S.A.

-          Dituliskan dalam ringkasan.

-          Dr. Alberto Rivera adalah seorang bekas anggota dan pemimpin Ordo Yesuit; suatu orga nisasi kepanjangan tangan dari Gereja Roma Katolik. Dia semula adalah seorang yang sangat membenci orang-orang Protestan, sebagaimana ajaran yang diterima dari ordonya itu.

 

> Ketika dia berusia 7 tahun dimasukkan oleh ibunya ke sebuah Seminari untuk sekolah.

> 2 tahun kemudian, dia dijemput oleh nenek dan bibinya, karena ibunya sakit keras.

> Ibu Alberto, Theresa Rivera, adalah seorang yang sangat setia pada Bunda Maria dan gere

    ja. Bahkan para kerabatnya suka menganggapnya sebagai seorang Santa [orang yang di

   anggap suci], karena kesalehannya. Namun pada saat menjelang kematiannya, ibu ini di

   hinggapi rasa ketakutan yang luar biasa. Dia melihat hal-hal yang sangat mengerikan, yaitu

   makhluk-makhluk yang menakutkan berdatangan untuk membawanya ke neraka. Segala u

   saha untuk menenangkan ibunya telah dilakukan. Bahkan Paus Pius XII memberikan Indul

   gansi, yaitu pengampunan dosa menjelang kematian seseorang. Namun ibu Theresa tetap

   meninggal dalam usia 33 tahun, dengan keadaan yang mengerikan. Di wajahnya tergambar

   ketakutan dan ketegangan.

> Jiwa Alberto kecil ini sangat terguncang. Kematian ibunya yang tidak tenang itu menggores

   kan kesan yang amat dalam ke dalam jiwanya. Setidaknya dia beranggapan bahwa gereja

   nya tidak benar/ada sesuatu yang tidak beres.

> Alberto kembali ke Seminarinya di Spanyol.

    * Ordo Yesuit adalah merupakan ordo yang paling berkuasa di lembaga Roma Katolik. Bah

       kan ordo inilah yang sesungguhnya yang mengendalikan seluruh system Kepausan. Ordo

       ini dipimpin oleh Paus Hitam, yang berkedudukan di Vatikan. Paus Hitam [Black Pope]

       adalah seorang pimpinan dari Ordo Yesuit yang selalu mengenakan jubah hitam. Dan or

       do ini mulai berdiri tahun 1541, dengan pendirinya adalah Ignatius de Loyola.

    * Alberto menyaksikan, bahwa semakin tinggi kedudukannya semakin banyak dia mengeta

       hui liku-liku kejahatan yang dilakukan oleh gereja ini.

> Suatu ketika ia menerima guncangan iman yang kedua. Terjadi di Seminari tempatnya bela

    jar. Alberto menerima perlakuan yang tidak senonoh dari rekannya. Tetapi ketika hal ini ia

    laporkan ke kepala sekolahnya, justru ia yang dimarahi, alasannya karena ia menolak ung

    kapan kasih dari rekannya itu.

> Dikemudian hari Alberto mendapati kenyataan bahwa praktek homoseksual benar-benar te

   lah menjalar di dalam semua system lembaga ini. Mulai dari imam-imamnya hingga ke kar

   dinal-kardinal [jabatan setingkat dibawah Paus].

> Ternyatalah bahwa larangan menikah bagi imam dan biarawati sesungguhnya justru me

   nimbulkan masalah yang sangat serius. Ketika Alberto bertugas dalam Kamar Pengakuan

   Dosa, dia banyak menerima pengakuan dosa dari para imam dan biarawati yang telah mela

   kukan perzinahan. Praktek-praktek homoseksual dan lesbian hampir merupakan hal yang

   umum terjadi.

> Di Seville, Spanyol [1934] dan di Madrid [1932], serta di daerah Basque, bagian utara Spa

   nyol, telah ditemukan kuburan-kuburan tersembunyi bawah tanah, di mana ditemukan ke

   rangka-kerangka bayi yang diduga dilahirkan oleh biarawati-biarawati yang berzinah.

    * Padahal Gereja Roma Katolik amat keras di dalam peraturannya melarang dilakukannya

       aborsi [pengguguran kandungan].

    * Setiap imam ketika ditahbiskan mengikrarkan sumpah Celebacy [tidak berhubungan sek

       sual seumur hidup].

    * Rasul Petrus yang dikatakan sebagai Paus pertama, ternyata punya ibu mertua, menurut

       Matius 8:14. Tidakkah ini menyatakan bahwa ALLAH tidak melarang orang kawin ?!

    * Tidak ada larangan kawin di dalam Alkitab [Matius 19:1-12].

    * ALLAH memberkati lembaga perkawinan [Kejadian 1:28; 2:24; 18].

    * Rasul-rasul mempunyai istri [1Korintus 9:5], kecuali rasul Paulus.

    * TUHAN YESUS sendiri seringkali melambangkan diriNYA sebagai Mempelai laki-laki.

    * 1Timotius 4:1-3, menyatakan bahwa orang yang melarang orang kawin adalah orang

       yang sesat.

> Ketika Alberto berusia 16 tahun, dia pernah menyanggah pernyataan gurunya, bahwa Pe

   trus adalah Paus yang pertama, 'batu karang' tempat gereja Katolik didirikan. Sebab guru

   nya pernah mengatakan bahwa Simon berarti pasir, dan Petrus berarti kerikil. Tetapi menga

   pa bisa dikatakan sebagai batu karang ? Bukankah Petrus malahan menyebut Gurunya; YE

   SUS, sebagai 'BATU KARANG'; 1Petrus 2:4 ? Sesuatu yang sangat membingungkan!

> Sekalipun di dalam hati kecilnya menyimpan pertanyaan-pertanyaan, namun Alberto muda

   masih tetap setia pada gerejanya. Bahkan dia semakin membenci orang-orang Protestan. 

   Dan oleh kebenciannya itulah Alberto semakin dipercayai dengan jabatan-jabatan yang

   tinggi. Dia dilatih untuk menjadi agen rahasia dengan tujuan menghancurkan gereja-gereja

   Protestan, yang menjadi musuh Roma Katolik.

   * Alberto diajar tentang sejarah 'inquisition', yaitu cara penyidikan dengan menggunakan

      siksaan yang sangat kejam, yang dilakukan oleh imam-imam Dominican [Kelompok yang

      dibentuk oleh seorang imam bernama Dominic]. Dengan cara ini Lembaga Roma Katolik

      telah menelan korban 68 juta orang, para penentangnya – "The Other Side of Rome", hal.

     153.

  * Sebenarnya otak dari Dominican adalah Ordo Yesuit.

  * 21 Mei 1559, orang-orang Kristen yang sedang beribadah di suatu rumah, dijatuhi hukum

     an mati oleh Vatikan, dianggap sebagai penyembah-penyembah setan. Salah seorang dari

     mereka adalah Dona Isabella, sepupu raja Phillip II. Bahkan raja Phillip II datang menyak

     sikan pembakaran sepupunya itu, tanpa bisa berbuat apa-apa.

  * Sekitar tahun 1550, agen-agen Yesuit mulai menyusup ke berbagai agama dan gereja.Mere

     ka memata-matai kegiatan gereja-gereja itu, dan memiliki daftar nama pendeta-pendeta

     nya. Bahkan anggota-anggota gereja juga termasuk dalam pengawasan agen-agen Yesuit.

  * Gerakan Oikumene dan Kharismatik sesungguhnya adalah dibawah pengendalian Roma

     Katolik sepenuhnya. Tujuannya adalah mengembalikan gereja-gereja Protestan kembali ke

     pangkuannya.

  * Sasaran kerja Alberto adalah Plymouth Brethren; Pantekosta, Baptis dan United Evange

     listicals. Dan agen-agen Yesuit ini harus berpura-pura sebagai orang Protestan, yang me

     nentang Kepausan.

  * Para agen Yesuit diajarkan tentang sopan-santun di dalam pergaulan, cara menyenangkan

     hati orang dengan memberikan bunga pada saat undangan makan malam, cara menyam

     paikan pujian kepada tuan rumah, menyampaikan ucapan dukacita bila ada yang mening

     gal, bermain dengan anak-anak, dan segala bentuk kepura-puraan lainnya. Dan yang pa

     ling penting adalah pelajaran tentang cara bagaimana memecah-belah gereja, kalau perlu

     membinasakannya.

  * Di Spanyol saja, Alberto telah menghancurkan 19 gereja. Bahkan dia pernah membiarkan

     dirinya ditangkap dalam suatu razia, yang kemudian mendapat cap "penyesat" dari Roma

     Katolik. Namanya diberitakan di surat-surat kabar sebagai penyesat, sehingga dia semakin

     mendapatkan kepercayaan dari pendeta-pendeta Protestan. Padahal pendeta-pendeta itu

     berada di dalam genggaman tangannya. Waktu itu Alberto masih berusia 17 tahun.

> Suatu ketika ia menyusup di gereja Baptis – Venezuela, dengan tujuan sebagai batu loncat

    an untuk masuk ke Seminari Theologia Interdenominasi yang lebih besar di Costa Rica. Mi

    si utamanya adalah memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya bagi vatikan, yang ia

    masukkan dalam computer di pusat Takhta Suci.

> Suatu kali ketika Alberto masuk di Seminari Theologia Interdenominasi, dia berhasil menja

   tuhkan nama baik pendeta di sana melalui seorang perempuan, yang sesungguhnya merupa

   kan kaki tangan Vatikan. Isu perselingkuhan ia sebarkan. Pendeta itu dicerai oleh istrinya

   dan gereja itu hancur. Padahal pendeta itu bersih.

> 3 langkah untuk menghancurkan seorang hamba TUHAN, sebagaimana yang diajarkan ke

   pada agen-agen Yesuit:

   1. Menghancurkan nama baiknya; > "Kasihilah musuhmu", kata YESUS.

       - Menceritakan dusta/fitnah tentang dia [padahal berkata dusta tidak dibenarkan Alkitab].

       - Memutarbalikkan perkataannya [Kata YESUS: Bila ya, katakan: ya].

       - Diadu dombakan dengan penatuanya.

       - Menyusupkan seorang wanita menjadi pekerja/sekretarisnya.

       - Mengundang pendeta pada larut malam, ditengah jalan dipasang seorang perempuan

         yang berada dalam kesulitan. Bila pendeta itu mendekat, maka perempuan itu akan berte

         riak 'perkosaan' dan merobek gaunnya sendiri. Kemudian peristiwa demikian dipotret o

         leh temannya yang memang sudah siap.

     - Melaporkan ke polisi mengenai pemakaian obat terlarang. Pada saat terbukti bersih, su

        dah terlambat. Sebab surat kabar sudah menyudutkannya.

      - Mengacaukan kartu kreditnya.

      - Melalui penelepon gelap memberitahukan bahwa istri atau anak-anaknya berbuat zinah,

        sehingga rumah tangganya berantakan.

      - Dan lain-lain.

   2. Membuatnya terkucil:

       - Menulis surat-surat selebaran/menciptakan gosip seakan-akan pendeta tersebut terlalu

         kontroversial, pengacau, pemecah-belah, anti persatuan, tidak menunjukkan kasih

         ALLAH, punya doktrin yang aneh, berjalan sendiri, tidak mau kerja sama, dan lain-lain.

       - Menyebarkan dusta bahwa ia terkena gangguan jiwa, dan lain-lain.

   3. Membunuhnya bila perlu:

      - Tertabrak mobil dalam suatu kecelakaan.

      - Di rumah sakit, perawat menyumbat saluran oksigennya.

      - Kesalahan mendiagnosa/pengobatan.

      - Keracunan makanan di rumahnya sendiri.

      - Diberi obat-obat yang bisa merubah pikirannya.

      - Komplikasi penyakit yang membuatnya mati.

      - Penyerangan fisik dalam kegelapan malam.

      - Penembak gelap menembaknya.

      - Dan lain-lain.

> Seminari Protestan yang dihancurkan Alberto di Costa Rica, melalui 2 agen wanitanya me

    rusak siswa-siswa di sana dengan kebebasan seks. Ia juga menyusupkan pemuda-pemuda

    ganteng untuk menjerat guru-guru wanitanya.

> Alberto mengundang teman-temannya dari Ordo Yesuit, mengajak mereka berdebat, seakan

   -akan Alberto anti Katolik. Dari sandiwara demikian dia memperoleh kepercayaan dari pi

   hak Protestan, dan informasi-informasi yang didapatkannya dia laporkan ke Vatikan.

> Suatu kali Alberto mengajak teman wanitanya berbuat mesum dan dibuat kepergok. Lalu ia

   membuat pengakuan bahwa hal yang demikian sudah biasa di Seminari tersebut. Maka ru

   saklah nama baik Seminari tersebut, dicap sebagai tempat maksiat.

> Sekalipun dia berpura-pura sebagai seorang Protestan, namun dia selalu memuji-mujiorang

   -orang Katolik dengan mengatakannya bahwa sekolahan –sekolahan Katolik lebih baik, le

   bih disiplin dan tidak ada skandal.

> Suatu ketika gereja Methodis, Pantekosta dan Four Square Minister, pendeta-pendetanya

   terperangkap oleh jebakan Alberto, dan posisi mereka menjadi sangat tersudut. Lalu Roma

   Katolik menegoisasi mereka untuk bersahabat dengan Katolik, mereka tidak lagi menyebar

   kan permusuhan terhadap Katolik, mereka tidak lagi mengatakan orang-orang Katolik ma

   suk neraka, mereka hanya mengajarkan tentang kasih, mereka menerima oikumene [penya

   tuan].

> Mengapa orang-orang Katolik begitu tunduk dan patuh pada pemimpinnya ? Sebabnya ada

   lah mereka mempercayai adanya Purgatory, tempat api penyucian [neraka sementara]. Mere

   ka percaya bahwa kalau mereka membela iman mereka  terhadap Katolik dan taat pada pim

   pinan, maka mereka akan menikmati neraka sebentar saja. Karena itu mereka siap membu

   nuh siapapun, termasuk ayah-ibunya. Gereja Roma katakan: "Meskipun ayahmu tergeletak

   di pintu rumahmu menangis dan merengek, dan ibumu harus menunjukkan tubuhnya yang

   melahirkan engkau dan payudaranya yang menyusui engkau, injaklah mereka dan berjalan

   lah lurus mendapatkan KRISTUS." Inilah ajaran yang diterima oleh para imam dan biara

   wati.

> Sedangkan Misa adalah sebuah omong kosong dalam bentuk yang lainnya. Sebuah kata ba

   ru yang diciptakan untuk menerangkan Misa, yaitu "Transubstantiation", yang artinya ada

   lah bahwa seorang imam mempunyai suatu kuasa untuk mengubah roti dan anggur menjadi

   diri YESUS [Tubuh, jiwa dan darah YESUS murni].

   * Misa mulai diperkenalkan pada tahun 368 TM.

> Ayat-ayat Alkitab yang paling dibenci oleh Paus, adalah: Ibrani 10:12: "Tetapi IA, setelah

   mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, IA duduk selama-lamanya di sebe

   lah kanan ALLAH." Dan 1Yohanes 2:1: "Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunya

   i seorang pengantara pada BAPA, yaitu YESUS KRISTUS, yang adil." Sebab pengantara pa

   da BAPA, menurut Paus adalah Bunda Maria dan dirinya. Bahkan Paus mempunyai keseja

   jaran dengan ALLAH BAPA, dia bisa mempengaruhi keputusan-keputusan ALLAH.

> Alberto dahulu juga mengasihi Bunda Maria, sampai ia suatu ketika menemukan Yohanes

   2:4; "Maka kata YESUS kepadanya: Hai perempuan, apakah yang kena mengena di antara

    AKU dengan engkau ? SaatKU belum sampai."- Terjemahan Lama. Dan Yohanes 19:26:

    "Hai perempuan, tengoklah anakmu." – Terjemahan Lama.

    Ketika Alberto menanyakan masalah ini kepada seorang rabi Yahudi, apakah pantas YE

    SUS berucap seperti itu terhadap ibuNYA ? Rabi itu mengatakan bahwa perkataan itu ter 

    masuk merendahkan ibuNYA, kasar! Atau, dengan kata lain, YESUS menyatakan bahwa  

    derajatNYA lebih tinggi daripada ibuNYA, Maria, yang hanya seorang manusia biasa. Dida

    lam dirinya tetap ada dosa, entah dosa pribadi maupun dosa yang diturunkan dari Adam.

> Arti pertobatan bagi seorang Katolik bukanlah memohon pengampunan ALLAH, dan berba   

   lik ke jalan yang benar, tetapi mempunyai arti menyuap ALLAH. Mereka harus melakukan

   hal-hal tertentu untuk menebus kesalahan mereka, sebagaimana yang diperintahkan oleh

   sang imam. Misalnya dengan mengucapkan salam Maria 50 kali atau doa-doa tertentu, me

   nyalakan lilin bagi orang kudus atau untuk Maria atau dengan mengitari gereja dengan lu

   tutnya.

> Karena kemahiran Alberto dalam masalah spionase [mata-mata], maka ia sebentar saja su   

   dah menjadi seorang Bishop, yang berhak mengantongi kartu pengenal khusus yang berla

   ku di seluruh negara. Ketika ditahbiskan menjadi Bishop itulah Alberto mendapati bahwa

   Roma Katolik sesungguhnya dikendalikan oleh Masonic, organisasi Komunis Spanyol dan

   Illuminati di London. Dan Ignatius de Loyola, pendiri Ordo Yesuit adalah anggota dari The

   Illuminati tersebut.

> Alberto menerima tugas untuk mengamati perkembangan gerakan Oikumene dibawah Paus 

   Yohanes XXIII. Dan orang-orang Katolik sudah disusupkan ke berbagai aliran yang ada di

   dunia ini. Ada yang menjadi pengajar, pendeta atau penginjil di gereja-gereja Protestan, na

   mun jiwanya adalah jiwa Katolik sejati. Tujuannya adalah untuk mengamat-amati dan mere

   dam gejolak yang memusuhi Roma. Karena itu yang mereka ajarkan dari Alkitab adalah a

   yat-ayat tentang kasih dan kesatuan tubuh KRISTUS. Sebab Katolik menghendaki mereka

   bisa kembali ke pangkuannya lagi.

   * Paus menganggap orang-orang Protestan adalah anak durhaka yang lari dari rumah    o

      rang tuanya, tetapi masih membawa seikat rambut ibunya. Yang dimaksud dengan seikat

      rambut ibunya adalah ajaran Roma Katolik untuk menyucikan Hari Minggu gantinya Ha

      ri Sabat Alkitab, yang masih dipelihara oleh orang-orang Kristen Protestan. Demikian pu

      la dengan baptis perciknya, Hari Natal dan Paskahnya, gambar YESUS yang diambil dari

      patung buatan Katolik.

   * Pernyataan Paus ini menggenapi nubuatan Wahyu 17:5: "Babel besar, ibu dari wanita-wa

      nita pelacur dan dari kekejian bumi."

> Ada 2 tujuan utama dari gereja Roma, yaitu Hanya ada satu gereja di dunia dan Hanya ada

   satu pemerintahan di dunia ini. Dan kalau kita melihat dari nubuatan Alkitab, usaha ini a

   kan berhasil oleh bantuan Amerika Serikat. > Lihat tulisan saya: "DANIEL -  WAHYU."

> Menyadari dirinya sudah terjerumus dalam kesesatan yang teramat dalam, Alberto merasa  

    frustrasi. Maka mulailah dia terlibat dengan obat-obatan terlarang. Dan dalam keadaan yg

   seperti ini dia diminta untuk berbicara di hadapan 50 ribu pemimpin-pemimpin gereja Pro

   testan dan Roma Katolik, dalam suatu persekutuan Oikumene di sebuah stadion di Guatema

   la. Ia membuat suatu kesalahan yang amat besar bagi Roma Katolik, tempat ia mengabdikan

   diri selama itu. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1965.

> Dalam khotbahnya antara lain dia berkata: "Bagaimana saya dapat berbicara tentang hidup

    pada saat saya masih mati ? Karena ternyata sistem yang saya layani selama ini hanya me

    ngeluarkan bau kematian dari ruang-ruang tempat pengakuan dosa, kesucian/keperawan

    an Maria, tentang api penyucian, Misa, Imamat, dan lain-lain, yang semuanya merupakan

    penyangkalannya terhadap kebangkitan KRISTUS! Bagaimana saya dapat berbicara ten

    tang hidup, jikalau selama ini saya telah membohongi, menyusup dan bahkan menghancur

    kan gereja-gereja anda sekalian ?! Apakah anda pikir gerakan Oikumene ini berarti ada ka

    sih dan persatuan/persekutuan ? Ketahuilah, bahwa sesungguhnya saya bukanlah saudara

    mu."

> Kelanjutannya bisa ditebak. Begitu pertemuan selesai, ia langsung diterbangkan kembali ke

   Panama, dan dari sana ke Spanyol. Mulailah masa paling gelap dalam hidupnya. Dengan di

   siplin yang berat, selama berbulan-bulan, mereka berusaha mencuci otak Alberto. Namun  

   gagal. Maka mereka mempergunakan upaya terakhir: 'melenyapkannya.'

> Alberto dibawa ke suatu tempat di Barcelona, Spanyol. Tempat ini adalah khusus untuk  i

   mam-imam yang dianggap sudah tidak waras. Ia ditempatkan di satu sel yang temboknya di

   lapisi dengan benda lunak [agar tidak bisa membunuh diri]. Selama beberapa hari tidak di

   beri makanan dan minuman. Ia dipaksa menandatangani ratusan dokumen dan menjawab

    pertanyaan-pertanyaan psikologis. Malam harinya ia diberi obat-obatan berdosis tinggi se

    hingga ia tidak dapat tidur. Ia merasa sakit, lelah baik tubuh maupun mental. Dan dalam ke

    adaan begitu ia didesak untuk mengaku salah dan mengadakan pengakuan umum, bahwa

    hanya ada satu gereja, yaitu Roma Katolik.

> Setelah 2 minggu menjalani penyiksaan itu, Alberto merasa putus asa berat. Ia berkata kepa

   da penyidiknya: "Bila semua orang Katolik yang selama ini kita bimbing mati………..mere

   ka masuk neraka. Apa yang harus kita katakan kepada mereka ? Kenyataannya sepotong ba

   tu [maksudnya: Patung Bunda Maria] tidak dapat menyelamatkan mereka. Maria sendirime

   ngatakan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu." – Yohanes 2:5. Apa yang kita ajar

   kan tentang dia [Maria] adalah suatu kebohongan besar. Alkitab telah membuktikan itu."

   Penyiksa-penyiksanya menjadi geram mendengar itu. Ia diancam akan dibunuh. Namun ia

   melanjutkan: "Kalian pikir kalian membunuh demi TUHAN ? tetapi sesungguhnya kalian

   melakukannya demi Iblis, karena kalian adalah anak Iblis."

> Kemudian Alberto diberi 'Shock Treatments' [di-listrik] dan obat-obat dosis tinggi. Setelah 2

    bulan ginjalnya terinfeksi. Semua indera perasanya hilang. Bulan ke-3 pernafasannya ber

    henti. Dia dimasukkan dalam tabung paru-paru. Saat itu terbayanglah kembali saat-saat ke

    matian ibunya. Ia sadar ia berada dalam posisi yang sama. Ia begitu takut karena tahu ba

    kal masuk neraka. Tetapi suatu pertolongan tiba-tiba datang. Yohanes 8:31-32 terngiang di

    dalam benaknya: "Jikalau kamu tetap di dalam FirmanKU, kamu benar-benar adalah mu

    ridKU dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan ka

    mu." Ayat ini memberinya hidup kembali. Ia berdoa memohon ampun kepada YESUS. Tiba

    -tiba mengalirlah 'hidup' ke dalam tubuhnya. YESUS telah menyembuhkan dan menyela

    matkannya pada waktu itu juga.

> Alberto keluar sendiri dari 'tabung paru-paru' itu dan mencabut semua selang dari tubuh

   nya. Para penyiksanya terkejut dan ketakutan menyaksikan ia dapat keluar dan berjalan sen

   diri.

> Satu minggu kemudian ia dibebaskan. Ia tidak dapat percaya hal itu. Ia dikirim ke Madrid,

   sendirian. Ia disambut oleh seorang imam Yesuit yang ternyata adalah 'anjing penjaga' Vati

   kan………..Orang yang paling dipercaya oleh pusat. Ia diperintah untuk 'menggarap' Alber

   to dengan segala cara, supaya Alberto mau kembali melayani Paus. Namun sebaliknya, Al

   berto terus menceritakan kepadanya bagaimana ia dapat selamat, dan menunjukkan kebe

   naran-kebenaran Alkitab. Firman ALLAH menyentuh hatinya. Di luar dugaan, dia malah

   an memberi passport dan surat-surat yang diperlukan Alberto untuk dapat keluar dari Spa

   nyol. Imam itu berpesan: "Alberto, tinggalkanlah segera penjara ini dan jangan sekali-kali

   kembali lagi. Saya percaya bahwa KRISTUS telah menerangi jalanmu. Ikutlah DIA, Alber

   to. Berdoalah untukku……….jangan bersurat, cukup doakan saja."

> Maka malam itu juga ia meninggalkan Spanyol hanya dengan uang 40 sen dalam sakunya.

   Alberto tidak menyangka ia akan memperoleh pembebasan yang semudah itu. Tentunya ini

   adalah perbuatan TUHAN baginya!

> Sebelum ia meninggalkan Spanyol, ia menyempatkan diri menelepon ayahnya, untuk mem

   beritahukan bahwa ia telah keluar dari Lembaga Roma Katolik. Ayahnya marah luar biasa

   dan mengatainya sebagai 'anjing penyesat.'

> Kemudian di bandara ia menelepon adik perempuannya, Maria, yang berada di England.

   Dan merupakan suatu campur tangan ALLAH bilamana waktu itu operator di biara itu mau

   menghubungkan dirinya dengan adiknya. Dalam tangisnya, Maria mengatakan kalau ia te

   lah berusaha bunuh diri 3 kali. Maria sangat membutuhkan kehadiran Alberto.

> Gara-gara menelepon adiknya, ia ketinggalan pesawat. Tapi beruntung malam itu masih a

   da satu pesawat yang akan terbang ke London.Tepat sesuai kebutuhan Alberto saat itu.Tang

   gal 18 September 1967, pukul 05.30. ia mendarat di London. Ia menginap di penginapan YM

   CA. Ia ingin menelepon gereja-gereja Protestan di sana untuk meminta bantuan sehubung

   an dengan keuangannya yang menipis. Tetapi ia kuatir gereja-gereja itu sudah disusupi  a

   gen Yesuit. Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon sebuah gereja Baptis yang kecil di

   London. Ternyata keputusannya tidak keliru. Mereka segera datang membantu Alberto me

   ngantarkan ke biara tempat adiknya menjadi biarawati.

> Dari cara suster kepala berbicara, Alberto curiga. Jangan-jangan suster itu sudah mengeta

    hui pembelotannya dari Roma Katolik. Ia melarang Alberto menemui adiknya dengan alas

    an peraturan Ordo; biara itu adalah biara yang tertutup. Orang luar dilarang berhubungan   

    dengan biarawati-biarawati di situ kecuali dalam keadaan khusus. Satu-satunya orang yang

    diijinkan menemui Maria adalah imam pribadinya.

> Dengan cara halus Alberto diusir keluar dari sana. Namun Alberto menolak untuk pergi. Ia

    bersikeras untuk menemui adiknya. Suster kepala itu menjadi berang dan mengancam un

    tuk memanggil polisi. Dengan begitu Alberto mendapat kepastian bahwa Vatikan telah mem

    beritahukan pelariannya kepada Uskup di London. Sebab kalau belum, pasti suster itu akan

    memanggil sang Uskup, bukan polisi. Rupanya Alberto sudah menjadi buronan mereka. Se

    bab seorang suster  tidak akan berani meremehkan seorang imam, sesuai dengan sumpah

    nya. Karena Alberto tetap tidak beranjak juga, bahkan ia menyatakan bahwa dirinya telah

    keluar dari keimamatan Katolik, maka suster tersebut membunyikan bel, dan dalam sekejap

    keluarlah suster-suster yang kemudian diperintahkan untuk menghalangi Alberto masuk.

> Setengah jam kemudian 2 orang polisi Metropolitan tiba. Suster kepala melaporkan bahwa

   Alberto seorang imam palsu yang masuk dengan paksa dan ingin membuat onar. Para sus

   ter itu berlagak sangat cerdik di hadapan ke-2 orang polisi itu. Sungguh, suatu pertunjukan

   yang sangat meyakinkan. Ada beberapa yang mulai berdoa memohon pertolongan dari 'Bun

   da'-nya, ada yang terisak-isak menangis, bahkan suster kepala berteriak, mengatakan bah

   wa Alberto mengancam akan menyerang mereka. Ia minta supaya Alberto ditangkap.

   Namun kepada polisi itu Alberto menceritakan segala sesuatu mengenai dirinya, mulai dari

   ia menjadi imam di Katolik hingga ia keluar dari Katolik, dan menceritakan juga tentang ke

   adaan adiknya, Maria. Salah seorang dari polisi itu bersimpati kepadanya dan membelanya.

   Sekalipun suster itu berusaha mencegah dan menghalangi Alberto masuk menemui adiknya,

   tetapi polisi itu memaksa suster itu untuk mengijinkan mereka masuk.

> Begitu ia memasuki kamar adiknya, bau daging busuk menyengat hidungnya…………. Dan

   ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Betapa tertusuk hatinya melihat keadaan adik

   nya. Kebenciannya kepada Roma Katolik makin memuncak. Berat badan adiknya tidak lebih

   dari 30 kilogram saja, jubahnya berlumuran darah yang sudah mengering. Darah itu ternya

   ta mengalir dari luka-luka dipunggungnya akibat 'Flagellation' [salah satu cara penyiksaan

   diri yang dilakukan oleh dirinya sendiri atau orang lain di dalam biara-biara Katolik, deng

   an tujuan meringankan penderitaan di api Purgatori/api penyucian]. Ajaran itu mengatakan

   bahwa perbuatan demikian bisa semakin mendekatkan diri dengan Bunda Maria, karena

   doktrin mereka mengatakan bahwa keselamatan tidak cukup dengan iman saja, melainkan

   harus juga dengan perbuatan dan penyiksaan diri yang mereka sebut sebagai pikul salib. Pa

   dahal Alkitab katakan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan melalui iman saja,

   itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH. Itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan a

   da orang yang memegahkan diri." – Efesus 2:8-9.

  * Purgatory [api penyucian] diperkenalkan oleh Paus Gregory, pada tahun 593 TM. Dan

     Konsili Florence menguatkannya pada tahun 1439 TM.

> Dengan tubuh yang amat lemah adiknya menceritakan bahwa dirinya memang patut mende

   rita demikian, karena ia telah melalaikan sakramen-sakramen, pengakuan dosa baik pagi

   maupun malam hari. Dan Maria telah membuang harapannya untuk hidup. Bagi Maria dan

   banyak orang Katolik lainnya, karena YESUS telah mati baginya, maka ia harus pula rela

   mati bagi YESUS, untuk menyenangkan hatiNYA.

   * Ajaran demikianlah yang menjadikan biarawati-biarawati rela berhubungan seks dengan

      imam-imamnya, karena ajaran Katolik menyamakan imam dengan YESUS, yang adalah

     "SUAMI." > YESUS katakan tentang diriNYA sebagai MEMPELAI LAKI-LAKI !

> Maria ingin mencium tanda salib yang ada pada tangannya. Namun Alberto merampas dan

   membuangnya. Alberto katakan bahwa itu adalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa-

   apa. Yang bisa menyelamatkan adalah YESUS, bukan kayu!

   * Tulisan di atas salib: "I.N.R.I." Yaitu singkatan dari: Iesus Nazaretus, Rex Iudaeorum ,

      yang artinya: YESUS, orang Nazaret, Raja orang Yahudi, tetapi dalam sumpah keimaman

     Roma Katolik dirubah menjadi: Iustum, Necar, Reges, Impios, yang artinya: Adalah adil

     untuk memusnahkan/membinasakan raja-raja, pemerintahan-pemerintahan dan pemimpin

     -pemimpin 'kafir' atau 'sesat'. Tentu saja yang dimaksud adalah raja-raja Protestan atau

     siapapun yang melawan system Roma Katolik.

> Kemudian Alberto menceritakan panjang lebar tentang perjalanan imannya yang sudah di

    perbarui. Dan Maria menjadi percaya. Seketika itu juga Maria menerima kesembuhan yang

    secara ajaib. Dia minta kepada Alberto agar dirinya dikeluarkan dari biara 'maut' itu. Dia

    ingin melayani TUHAN YESUS dengan cara yang lain. Ketika polisi itu ingin mengusut ma

    salah itu dengan menuntut suster tersebut, Alberto mencegahnya. Bagi Alberto semuaorang

    akan mempertanggung-jawabkan perbuatannya di hadapan ALLAH. Padahal kalau Alber

    to mau memperkarakan masalah itu, bukti-bukti kejahatan biara itu sangat jelas.

> Suster kepala yang geram itu melaporkan semuanya ke Uskupnya. Maka mulai saat itu Al

   berto masuk dalam daftar mati Vatikan.

> Usaha-usaha Vatikan untuk melenyapkan Alberto:

    - Memberi tekanan politik kepada pemerintahan Inggris untuk memastikan kematiannya.

    - Memberitahu kedutaan Spanyol di London untuk menuntut Inggris mengekstradisikan Al

      berto kembali ke Spanyol.

    - Menyiarkan berita bohong kepada golongan Protestan bahwa Alberto telah melarikan u

      ang 1 juta Dollar, bersama seorang wanita keluar dari Spanyol. Dan bahwa ia tidak per

      nah menjadi seorang imam Katolik.

    - Memerintahkan agen-agennya yang disusupkan dalam gerakan Oikumene dan Kharisma

      tik di seluruh dunia untuk melenyapkannya.

> Setelah Maria sembuh, ia mulai aktif dalam pelayanan di gereja Pentakosta. Kemudian ia

   menikah dengan seorang aktifis di sana. Kemudian mereka pindah ke Canada, dan tidak la

   ma kemudian mereka 'menghilang.' Sebab ternyata suaminya adalah agen Vatikan untuk

   melenyapkan Maria. Suami Maria adalah mantan anggota "The Knights of Columbus."Dan

   pemeluk agama Katolik. Alberto yakin bahwa Maria masih belum mati dibunuh, tetapi ke

   mungkinan besar sedang disiksa di suatu biara. > Karena begitulah kebiasaannya!

> Imam Dominic memberikan beberapa alternatif untuk melenyapkan Alberto: membunuhnya

   dengan cara seakan-akan suatu kecelakaan, meracuni makanannya atau kematian di rumah

   sakit [Gereja dan Rumah Sakit Katolik tersebar di seluruh dunia]. Tindakan ini harus sege

   ra dijalankan sebelum Alberto menjadi terkenal. Sebab Alberto sangat berbahaya bagi poli

   tik Vatikan untuk mempersatukan politik dan agama di dunia.

> Di London ia pernah didorong ke arah kereta api bawah tanah. Di Irlandia tempat tidurnya

    diledakkan oleh IRA. Di Amerika ditembak oleh penembak gelap sekurang-kurangnya 5 ka

    li, dan dalam sebuah persekutuan, seseorang menaruh pasir beling ke dalam makanannya.

    Bila dia masih hidup hingga hari ini, itu adalah berkat perlindungan TUHAN yang luar bi

    asa kepadanya.

> Ketika ia sakit gigi, seorang dokter gigi Kristen mengoperasi giginya. Ketika dalam keadaan

   tidak sadar karena anestesi [pembiusan], dokter tersebut dengan sengaja membongkar gigi  

   geraham kiri atas nomor 2, sampai ke daerah syarafnya. Lalu memasukkan sesuatu kedalam

   nya dan menutupinya dengan porselain. Dia berharap supaya terjadi infeksi yang akan men

   jalar ke syaraf otaknya. Namun nyatanya TUHAN ALLAH melindungi Alberto sampai 2 ta

   hun.

> Suatu saat Alberto memeriksakan giginya ke dokter itu lagi, sebab dia belum menyadari bah

   wa dokter itu sedang merancang celaka baginya. Dalam perawatan itu dokter tersebut me

   nyemprotkan gas syaraf pada gusinya. Diskenariokan Alberto akan terserang syaraf otaknya

   pada saat mengendarai mobilnya. Tetapi rencana TUHAN berbeda dengan rencana dokter

   'maut' itu. Alberto keburu pingsan pada waktu itu, sehingga dokter itu menjadi panik. Lalu

   dokter itu menyuntiknya supaya Alberto cepat sadar. Begitu sadar, istrinya segera membawa

   nya pulang. Tetapi ketika tiba di rumah, Alberto kembali pingsan. Maka tahulah Alberto

   bahwa ia sedang diracuni. Bagaimanapun juga ia adalah mantan anggota Yesuit yang per

   nah dilatih untuk membinasakan lawan dengan barang-barang kimia dan cara-cara yang li

   cin!

> Istri Alberto mengumpulkan teman-teman Kristen untuk mendoakan Alberto. TUHAN men

    jawab doa mereka, dan sekali lagi IA menyelamatkan nyawanya.

 

Tambahan: Perlu dicatat, bahwa inilah suatu kejahatan keagamaan yang dilembagakan !

                    Jadi, kita tidak bisa main-main dalam hal ini!


__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: