Minggu, 05 September 2010

[bali-bali] RE: [bali] Re: Interesting?



Sharing dari teman:

 

 

Justru kita (Islam) dari dulu tidak pernah mem"personifikasi"kan Tuhan. DIA Maha Ghaib, Dia ADA  lebih dulu dari benda atau makhluk apa pun, jadi betul apa kata Bhagavad Gita. Pada intinya, Tuhan itu hanya satu, manusia-nya saja yg suka mereka-reka (menghayal), seolah-olah DIA itu sama bentuknya seperti kita, bahkan ada yg dibikin berhala (jaman jahiliah), dst karena nalarnya tidak bisa mencapai Yang Maha Ghaib itu.

Kalau diumpamakan, Tuhan itu seperti ENERGY. Siapa yg bisa melihat energy? Hanya bisa dipahami, diyakini keberadaannya, dan dirasakan.

Hukum Tuhan (ayatuLLAH) memang tidak bisa dirubah, seperti matahari terbit di Timur terbenam di Barat (kalau dari pandangan penduduk planet bumi).

Bahkan Allah pun tidak berdaya dengan Sang Waktu. 

seperti dlm surat Al Ashri : Demi Masa - sesungguhnya manusia itu dalam kerugian - kecuali mereka yang beriman - saling menasehati tentang kebenaran - saling menasehati dengan sabar.

 

Steven Hawking tidak percaya pada Yang Maha Ghaib.

Lalu, apa pendapat dia tentang "RUH" yang juga punya kehendak sendiri

Karena, menurut Islam, RUH kita ini bagian dari RUH YG MAHA AGUNG yang dihembuskan saat kita diciptakan (bayi) dan DIA yang menunggu RUH kita kembali dengan berbekal kebajikan yang diperoleh selama hidup, yang akan membuat ruh kita lebih bercahaya bila selama hidup kita mengikuti hukum NYA.

Well, at least that's what I believe.


From: bali-bounce@lp3b.or.id [mailto:bali-bounce@lp3b.or.id] On Behalf Of GBSuparta
Sent: 05 September 2010 19:30
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] Re: Interesting?

 

Dear All,

Pendapat Steven Hawking adalah "benar".

Bhagavad Gita mengatakan "Aku menciptakan diriKu sendiri (swayambu manu). Aku menciptakan semua ini dan Aku tunduk pada hukum yang Aku buat". Ketika dharma (hukum) tidak tegak, Aku turun.

Dimanakah awal dan akhir? Awalnya Dia ada. Lalu kita ada. Kita menuju-Nya, tapi harus melewati proses. Dan proses itu mengikuti dalil-dalil tertentu, sebagian masih rahasia (karena kita tak tahu/belum tahu).
Ilmu pengetahuan digunakan untuk menjawab pertanyaan "mengapa sesuatu bisa ada?" Jawabannya dalam bentuk atau rupa "ada suatu proses atau mekanisme yang mengikuti suatu dalil-dalil (ilmiah) tertentu".
Ada beberapa (banyak!) dalil yang tidak kita pahami, dan semua dalil yang tidak terjelaskan itu namanya "Tuhan". Dalil itu adil sepanjang dipenuhi aturan hukum yang sesuai.
Karena Dia adalah "dalil", maka sepantasnya Tuhan tidak dapat dipersonifikasikan, ditanya macam-macam. Tuhan tidak mudah ditemui dan kalau ketemu lalu kita boleh minta apa saja.

BTW, pendapat Steven Hawking ini sangat menarik. Sedikit banyak, menurut hemat saya, ada penjelasannya pada Weda (Bhagavad Gita). Terutama pada bagian-bagian awal dan dipertegas pada bagian-bagian akhir. Tuhan itu tetap ada, namun tidak dalam bentuk "personifikasi" seperti apa yang kita bayangkan selama ini. Dia adalah Hukum Rta itu sendiri yang diciptakanNya dan Dia tunduk padaNya.

Pusing tho...... Saya sangat senang bisa membaca bukunya kalau nanti bisa saya peroleh (gratis!).

Salam,

 

Gede Bayu Suparta
Dept of Physics, Gadjah Mada University
Tel: INT+62+274+7479377 Fax: INT+62+274+513339
Mobile: 62+815 7805 7588

Know science, learn engineering, create technology, develop business

 

 


From: Asana Viebeke Lengkong <asanasw@indo.net.id>
To: bali@lp3b.or.id; bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Sun, September 5, 2010 10:16:33 AM
Subject: [bali] Interesting?

Bagi Hawking, Dalil Ilmiah adalah "Tuhan"

 

 



__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: