Lia yang baik,
maksudnya adalah kalau profesi itu sudah menjadi pemasukan
tetap jadi dengan pendapatan pasti mereka sudah bisa punya
rumah sendiri dan mapan, dan sudah ada brandnya....
Yang coba coba biasanya kalau mahir yang jadi yang profesi
Kalau yang sebetulnya tidak punya rencana coba coba ataupun
cari duit, jadi kebetulan di dekati di ganggu terus... kenapa
tidak... mumpung dan bisa dapat duit lagian... itu yang ku
maksud dengan perlu di waspadai, karena biasanya itu yang
kemudian bisa jadi ganas... terus kebablasan dan sampai bisa
membunuh.
kalau aku perhatikan juga sama dengan komunitas gay juga ada
classnya...
ah kalau diomongin dari jaman Romawi aja GIGOLO sudah ada,
siapa kita? Itu sebelum jaman Borobudur lho...
luv, vieb
>
> permisi...ikutan ngrumpi ringan...
>
> sedikit kurang nyampe IQ nya..mohon penjelasan kalimat
> berikut ...
>
> "Yang berbahaya dan patut diwaspadai adalah mereka yang
> masuk kategori ketiga, yakni gigolo musiman, dimana mereka
> semata-mata mencari duit dan bukan sebagai profesi. Jadi
> jangan disamaratakan, " kata Viebeke.
>
>> (menjadi gigolo untuk mencari duit dan menjadikan gigolo
>> sebagai profesi..bukannya sama saja...sama sama dapet
>> duit...bagaimana caranya membedakan ? Karena tidak secara
>> resmi diijinkan...bagaimana pula bisa secara resmi
>> membatasi atau melarang...)
>
>> Mereka yang menjadikan gigolo untuk lahan mencari duit
>> ketika menemukan pasangan kerap berbuat nekat dan
>> membahayakan, seperti serangkaian kasus terbunuhnya wanita
>> Jepang di Kuta beberapa waktu
>> terakhir
> (buat saya ini adalah murni kriminal....bisa terjadi..baik
> dilakukan oleh gigolo permanen, kontemporer ataupun musiman
> atau bukan gigolo sekalipun....meskipun saya masih ga bisa
> melihat beda ketiganya)
>
> Salam utak atik...
> Lia
>
>
>
> --- In bali-bali@yahoogroups.com, nyoman kandia
> <nyomankandia@...> wrote:
>>
>> Info yang sangat berguna pak ngurah
>> suksma.
>>
>> kandia,
>> www.ask-kandia.com
>>
>> --- Pada Sel, 4/5/10, ngurah beni setiawan
>> <setiawan_beni@...> menulis:
>>
>> Dari: ngurah beni setiawan <setiawan_beni@...>
>> Judul: [bali-bali] Fenomena: Gigolo Sudah Eksis Lama di
>> Kuta
>> Kepada: bali-bali@yahoogroups.com, bali@...
>> Tanggal: Selasa, 4 Mei, 2010, 6:46 AM
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Â
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Hanya meneruskan. Kebetulan yang dimintai pendapat Mbo
>> Vieb. Punten Mbo... maaf kalau repost
>>
>> Â
>> http://oase. kompas.com/ read/2010/ 05/04/04083541/
>> Gigolo.Sudah. Eksis.Lama. di.Kuta.. .......-5
>>
>> Gigolo Sudah Eksis Lama di Kuta
>> Selasa, 4 Mei 2010 | 04:08 WIB
>>
>> Â
>> Relasi anak-anak pantai di Kuta, Bali, dengan para cewek
>> bule, sesuatu yang jamak sejak dulu, tapi jadi geger karena
>> film indie Amit Virmani.
>>
>>
>> Â
>> KUTA, KOMPAS.com--Seorang tokoh masyarakat Kuta, Asana
>> Viebeke Lengkong mengemukakan bahwa penertiban gigolo di
>> Pantai Kuta, kabupaten Badung, Bali, sebetulnya tidak
>> perlu, kecuali hanya pada mereka yang membahayakan.
>>
>> "Saya kira tidak perlu sampai melakukan tindakan berlebihan
>> seperti `sweeping` terhadap para gigolo di Kuta. Itu tidak
>> penting, kecuali terhadap mereka yang membahayakan, "
>> ujarnya di Kuta, Minggu.
>>
>> Ia mengemukakan bahwa keberadaan gigolo di Kuta, sulit
>> diberantas karena selain sudah ada sejak puluhan tahun lalu
>> mereka juga memiliki komunitas layaknya komunitas lainnya
>> seperti gay, yang selalu tumbuh seiring dinamika
>> masyarakat.
>>
>> Menurut wanita yang mengenal banyak komunitas masyarakat di
>> Bali ini, komunitas gigolo lahir dalam kehidupan masyarakat
>> Kuta sejak puluhan tahun lalu, sehingga tidak mudah untuk
>> dihilangkan begitu saja.
>>
>> Ia mengemukakan, sebenarnya tidak semua gigolo
>> membahayakan. Ada
>> tiga kategori yang bisa secara tepat menggambarkan sosok
>> gigolo di kawasan internasional Pantai Kuta.
>>
>> "Pertama gigolo yang merupakan profesi permanen sehingga
>> mereka menjadikan gigolo sebagai profesi untuk semata
>> mendapatkan uang. Jadi mereka ini bekerja profesional untuk
>> memenuhi hasrat para turis," ujarnya.
>>
>> Kategori kedua, adalah gigolo kontemporer dimana mereka
>> awalnya masuk ke dunia gigolo hanya untuk mencoba-coba.
>> Mereka ini nantinya ada yang menekuni gigolo sebagai
>> profesi, namun ada juga yang sebaliknya.
>>
>> "Yang berbahaya dan patut diwaspadai adalah mereka yang
>> masuk kategori ketiga, yakni gigolo musiman, dimana mereka
>> semata-mata mencari duit dan bukan sebagai profesi. Jadi
>> jangan disamaratakan, " kata Viebeke.
>>
>> Mereka yang menjadikan gigolo untuk lahan mencari duit
>> ketika menemukan pasangan kerap berbuat nekat dan
>> membahayakan, seperti serangkaian kasus terbunuhnya wanita
>> Jepang di Kuta beberapa waktu
>> terakhir
>> Â
>> Â
>> ------------ --------- --------- --------- --
>> ngurah beni setiawan
>> P Save a tree...please don't print this e-mail unless you
>> really need to
___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
bali-bali-digest@yahoogroups.com
bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar