Selasa, 02 Juni 2009

Hal: [bali-bali] Ritual “Parasan”, Cukur Rambut Bayi Dan Pendidikan Bagi Bangsa

Prosesi dan hikmah potong rambut dalam islam.

Sedikit berbagi tentang ritual ini dari sedikit yang saya tau.

Dalam islam, prosesi potong rambut (afdolnya sesuai sunah, tidakpun tidak apa) dilaksanakan di hari ke 7, kepala digundul, rambut ditimbang, kemudian sedekah emas seberat rambut tersebut, prosesi tersebut bersamaan dgn pemberian nama dan potong kambing (aqiqah).


Hikmahnya lebih sebagai ungkapan syukur atas kelahiran sang bayi. Membuang rambut diibaratkan membersihkan dari kotoran selama di alam kandungan, bayi memulai kehidupan dunia dgn badan bersih dari kotoran, nama yang bagus sebagai pengiring doa orang tua, dan diajarkan untuk sedekah semenjak lahir. Sedekah sbg ungkapan syukur kepada Tuhan dengan berbagi kepada sesama yg tdk mampu. Aqiqah sebagai 'buah tangan' saat menyampaikan kabar gembira kepada tetangga dan sanak saudara.
Insyaallah itu juga merupakan pendidikan empati dengan membiasakan meletakkan tangan diatas.

Seandainya dari hal hal kecil bisa diambil hikmahnya..


Salam,


---- Pesan asli ----
Dari: Putu Kesuma <putukesuma@yahoo.com>


Ritual "Parasan", Cukur Rambut Bayi Dan Pendidikan Bagi Bangsa
Oleh Triwidodo Djokoraharjo
 

Dalam buku Wedhatama Bagi Orang Modern, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 1999, di jelaskan tentang makna Wedhatama. Wedha, Veda berarti Pengetahuan. Utama berarti "Yang Tertinggi". Apabila dilihat dengan meminjam kacamata Sri Mangkunagoro IV, Pengetahuan Yang Tertinggi tidak bertujuan mencerdaskan otak kita. Pengetahuan Utama tidak untuk membuat kita cerdik atau cerdas, tetapi untuk mengembangkan rasa dalam diri kita. Rasa sinonim dengan batin. Rupanya kita ini salah kaprah, dengan mendidik anak menjadi cerdas belaka. Kembangkan rasa dulu. Jangan bersikeras untuk membuat putra-putri Anda cerdas. Kecerdasan tanpa diimbangi oleh rasa akan membuat mereka manusia yang tidak utuh, manusia yang pincang jiwanya. Mereka akan membahayakan tatanan kemasyarakatan kita.

Tradisi ritual "Parasan" Cukur Rambut Bayi

Pada Temu Hati dengan Bapak Anand Krishna pada tanggal 31 Mei 2009, Bapak Anand Krishna berhasil membangkitkan keingintahuan peserta tentang makna pendidikan.
Seorang anak bayi lahir menagis dan kedua tangannya dalam posisi menggenggam. Walau dicoba direnggangkan, posisi tangannya tetap mencoba menggenggam. Seakan sang bayi menggenggam sesuatu dari masa lalu. Sebagai sebuah tradisi, maka setelah usia mencapai selapan, 35 hari, sang bayi digunduli rambutnya. Ada juga yang dilakukan pemotongan rambut setelah "akekah" ataupun setelah puput pusar. Pada prinsipnya "rambut lama" di-"deconditioning", ibarat sebuah komputer maka program lama di-"delete", dan dimasukkan program baru. Proses "deconditioning" dan "reconditioning" ini adalah pendidikan. Betapa dalamnya makna penggundulan rambut bila dihayati oleh orang tua mereka.
Dalam buku: AH! Mereguk Keindahan Tak Terkatakan, Pragyaa Paaramitaa Hridaya Sutra Bagi Orang Modern, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 2000, diuraikan tentang 3 lapisan utama pikiran yang mengurung kita.

1. Lapisan pertama, adalah yang kita warisi dari kelahiran sebelum ini. Obsesi-obsesi kita dari masa lalu, keinginan-keinginan yang tidak tercapai dalam masa kelahiran sebelumnya, sehingga kita masih harus lahir kembali (bagi yang tidak mempercayai adanya siklus kehidupan, anggaplah lapisan pertama sebagai potensi karakter bawaan kita).
2. Lapisan kedua adalah yang terbentuk dalam kelahiran ini. Keinginan-keinginan dan obsesi-obsesi baru.
3. Lapisan ketiga adalah yang kita peroleh dari masyarakat. Hukum negara, dogma agama, kode etik yang berlaku dalam kelompok kita – semuanya ikut membentuk lapisan yang ketiga ini.

Dan lapisan-lapisan tersebut bagaikan kurungan. Buddha sedang mengundang kita untuk membebaskan diri dari kurungan. Tetapi kita ragu-ragu. Di dalam kurungan, hidup saya cukup "secure". Cukup terjamin. Seorang Yesus sangat persuasif. Seorang Muhammad sangat lembut. Mereka memberikan gambaran "surga". Mereka ingin kita bebas dari kurungan. Untuk menerima undangan seorang Buddha, kita haruslah seorang pemberani. Berani loncat keluar dari kurungan. Pola lama di-"deconditioning" dan setelah itu di-"reconditioning" dengan kesadaran baru.

Pola lama dapat dibaratkan tumpukan baju lama yang memenuhi almari kita, tak pernah dipakai lagi, tetapi kita tidak rela untuk membuangnya. Padahal di komputer kita rela men- "delete" program Word 2003 dan kita memasukkan program Word 2007 yang lebih baru, canggih dengan file yang kecil.

Rawannya pendidikan bagi anak kecil

Berikut ini contoh ekstrem bahwa pendidikan terhadap anak kecil mempunyai dampak yang sangat besar bagi kehidupan dirinya dan kehidupan masyarakat. Di bawah ini adalah contoh pendidikan yang tidak membangkitkan kesadaran, tetapi ternyata s

-----
 Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: