| Nyama Braya Bali di Jerman Gambar diatas adalah menunjukkan peta negara Jerman seluas 357,021 km2 dengan total berpenduduk 82 juta jiwa,. Jerman termasuk negara berpenduduk tertinggi di Eropa bersama Perancis. Namun negara Jerman penduduknya masih lebih sedikit bila di bandingkan dengan pulau Jawa dengan luas 138,794 km2 yang berpenduduk 124 juta jiwa. Dari sekitar 82 juta jiwa penduduk yang mendiami negara Jerman terdapat hampir sekitar 500 orang "Nyama Braya Bali" yang tersebar di ke enam belas negara bagian yang ada di Jerman. Mereka saya dapati mulai dari nama Ida Bagus, Cokorda, Gusti, Anak Agung, Ngakan, Dewa, Wayan, Made, Nyoman, hingga Ketut. Sungguh senang rasanya mendapati nama-nama tersebut diatas di Negeri Jerman, namun sayang kami semua tidaklah saling kenal semua dan belum tersatukan oleh suatu organisasi formal yang di akui oleh pemerintah Jerman ataupun pemerintah Indonesia lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di berlin. Selama ini jalinan pertemanan yang ada diantara Nyama Braya Bali di jerman melalui website jejaring yang ada di Internet seperti Facebook, Multiply, Friendster, Yahoo Messenger hingga Yahoo Groups. Perkenalan lewat media internet diatas hingga saat ini sebanyak hampir 100 orang terkumpulkan berkat usaha dan perjuangan dari Ibu Gusti Aryani Kriegenburg - Willems dalam suatu wadah informal Nyama_Braya_Bali@yahoogroups.com . Di samping itu Ibu Aryani juga aktif mengadakan pertemuan melalui pertunjukan kebudayaan seni tari bali khususnya di kota dimana Ibu Aryani berdomisili yaitu di Hannover ataupun di kota-kota lainnya di Jerman. melalui pemberitaan media seperti di koran ataupun di televisi masyarakat Bali akhirnya menyadari keberadaan sanggar yang dimiliki Ibu Aryani yang bernama Sanggar Saraswati ataupun Bali Purnama. Di program acara berikutnya yang diadakan Sanggar Saraswati Hannover, mulailah masyarakat Bali di Jerman berdatangan dan bergabung dengan harapan bisa menjumpai masyarakat Bali lainnya dalam event itu. Saat ini Acara kumpul-kumpul masyarakat bali di Jerman tersatukan dalam event keagamaan seperti perayaan Galungan dan Kuningan yang jatuh setiap 6 bulan sekali. Setelah berjalan sekitar 3 tahunan Nyama Braya Bali yang ada di Jerman terhubungkan melalui event tidak resmi dalam suatau wadah organisasi Non Formal 2 kali setahun, selanjutnya ada idea dari Ibu Aryani untuk mencoba membawa organisasi ini menjadi organisasi resmi yang bisa di akui keberadaannya oleh Pemerintah Jerman ataupun Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Bali. Sehingga kedepannya bagi masyarakat Bali yang baru datang ke jerman, baik itu untuk urusan sekolah / kerja ataupun baru menetap di jerman karena mendapatkan pasangan hidup orang jerman, selain bisa menghubungi perwakilan pemerintah lewat KBRI di Berlin juga harapannya bisa menghubungi organisai formal Nyama Braya Bali di Jerman. Organisasi Nyama Braya Bali di Jerman Hari Sabtu tanggal 23 May 2009 berlangsung rapat untuk pembentukan kepengurusan NBB yang baru. Walaupun sesungguhnya idea untuk merwujudkan organisasi ini tidaklah mudah, dengan pertimbangan lokasi tempat tinggal dari setiap nyama Braya Bali yang ada di Jerman ataupun kemampuan sumber daya manusianya beserta waktu yang dimilikinya, namun semangat "Ngayah" untuk mengedepankan kebersamaan sesama orang Bali, membuat Ibu Aryani terpanggil untuk mengumpulkan Nyama Braya Bali dalam suatu rapat. Rapat yang di hadiri oleh Made Wiryana (Bielefeld), Made Sukana (Bremen), Ketut Adnyana, Nyoman Dewi (Stuttgart), Ni Luh Arminingsih (Frankfurt), Ibu Aryani, Wayan Sukrama Willems, Sian Hoehne, Rini Astuti, Gede Brahmantara, Gede Indrawan, Stephanie Sculer (Hannover), Gusti Aryanta (dari Bali yang kebetulan ada di Hannover) berlangsung dalam suasana "sersan" serius tapi santai. Rapat di awali dengan persembahyangan bersama di pimpin oleh Gede Brahmantara di Pura Alit Widya Dharma yang terletak di pekarangan rumah Ibu Aryani. kemudian di lanjutkan dengan laporan penjelasan terbentuknya idea Nyama Braya Bali hingga perjalanannya selama tiga tahun oleh Ibu Aryani. Setelah itu di lanjutkan dengan pembahasan idea pembentukan organisasi formal Nyama Braya Bali yang resmi. Made Wiryana menyarankan organisasi ini sedapat mungkin di buat mirip dalam struktur organisasi resmi lainnya. Selain terdapat anggota pengurus aktif juga terdapat dewan pembina dan dewan pengawas yang bisa menjembatani antara anggota NBB dengan pihak luar (Pemerintah Jerman, Pemerintah Indonesia, Pemerintah Daerah Bali). menurut Made Wiryana, organisasi ini selain harus memiliki program jangka pendek juga di harapkan bisa membuat program jangka panjang yang sekiranya bermanfaat tidak hanya kedalam untuk kelangsungan organiksasi NBB tapi juga untuk masyarakat tidak mampu yang ada di Bali yang memang membutuhkan uluran bantuan kita. Lebih lanjut Ibu Aryani juga memiliki harapan agar organisasi NBB ini bisa menjadi contoh bagi kelompok masyarakat bali di negara lainnya yang ada di Eropa, sehingga dengan membentuk wadah sejenis keberadaannya bisa di akui di negaranya masing-masing. rapat akhirnya berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu dengan kesepakatan selain membentuk kepengurusan baru periode 2009 - 2011 juga membuat Program jangka panjang dan program jangka pendek serta pembentukan Tempek (kelompok) berdasarkan lokasi yang berdekatan dimana Nyama Braya Bali berdomisili. Adapun program jangka Pendek yang di sepakati, selain mempersiapkan diri untuk Upacara pemlaspasan Pura jagadnata di Hamburg di tahun 2010 (saat ini Pura sedang di bangun), juga di setujuinya tempek Hessen (Frankfurt dan sekitarnya) melaksanakan perayaan Kuningan 24 Oktober 2009 di daerah Frankfurt dengan penanggung jawab adalah Ibu Gusti Ayu Made Wiyogani Prior. Akhir kata, semoga organisasi NBB ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, yaitu sebuah organisasi yang bisa mempertemukan seluruh masyarakat Bali ataupun Umat Hindu yang ada di Jerman dan juga bisa menjembatani antara pemerintah Jerman ataupun pemerintah Indonesia dan pemerintah Daerah Bali dengan masyarakat Baliataupun umat Hindu yang ada di Jerman. Selain harapan-harapan diatas, Luh Gede Juli Wirahmini (penggagas pendirian Pura jagadnata yang saat ini sedang di bangun di Hamburg) menambahkan, mengingat jumlah komunitas umat Hindu di Jerman jauh lebih banyak bila di bandingkan dengan komunitas umat Hindu di Belgia, Juli mengharapkan organisasi Nyama Braya Bali yang ada di Jerman kedepannya bisa juga terlibat aktif dalam perayaan piodalan Pura Agung Santi Bhuwana yang ada di Brugelette Belgia. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru, Semoga pikiran kita di arahkan Ida Sang Hyang Widi Wasa kepada yang baik… " Om ano bhadrah kratavo yantu visvatah …, |
__._,_.___



Tidak ada komentar:
Posting Komentar