Katakan dengan Bunga "Say it with Flower", itu ungkapan yang banyak sekali dimana manusia mengekspresikan cinta, persahabatan, kebersatuan. Tidak saja kalimatnya yang indah dan mudah di cerna, tetapi juga sentuhan yang di hadirkan di balik kalimat "katakan dengan bunga". Ada pojokan-pojokan tertentu dari hati ini, yang seperti tersentuh ketika ada orang lain mengungkapkan sesuatu dengan bunga. Terimakasih, rasa hormat, penghargaan dan hal-hal seperti itulah yang pertama kali muncul dari dalam.
Bila di renungkan sedikitlebih dalam, rupanya manusia menggunakan bungan dalam banyak sekali kesempatan sebagai sarana yang kebanyakan bersifat positif dan Mulia. Mengungkapkan Cinta, mengungkapkan selamat, menjalin persahabatan, memperindah taman, ekspresi duka cita, menerima tamu terhormat dan sederetan kegiatan positif lainnya. di beberapa tempat seperti di bali, bungan bahkan digunakan sebagai sarana persembahyangan menuju Tuhan.
di Bali jaman dulu, masyarakatnya bersembahyang ke Pura cukup dengan menghaturkan Bunga sebagai tanda terimakasih, disaksikan oleh sebuah nyala api dari sebatang dupa. namun dalam perkembangannya masyarakat masa kini merasa tidak 'nyaman' mengungkapkan ekspresinya hanya dengan mempersembahkan bunga, sehingga akhirnya tampilah berbagai bentuk persembahan yang secara kasat mata terlihat begitu kompleks dengan buah apel new zeland nya, jambu bangkoknya, ayam panggangnya, dll.
Pun demikian dengan seorang wanita jaman dulu. wanita bali terlihat cantik hanya dengan menyelipkan bunga di rambutnya atau di telinganya. namun wanita jaman sekarang, merasa kurang percaya diri akan penampilannya bila tidak dilengkapi dengan liontin yang terbuat dari emas, intan dan berlian terselip di telinganya atau menggantung di lehernya. Seolah-olah masyarakat di jaman sekarang tidak menyadari betul akan makna dari sebuah bunga itu sendiri yang sesungguhnya dalam kesederhanaannya sudah mewakili ke indahan dan ke ikhlasan.
Menghubungkannya dengan gambar-gambar diatas yang berlokasi di kota Bruxell Belgia, dimana setiap 2 tahunan terdapat festival Carpet yang terbentuk dari sekumpulan bunga-bunga yang warna-warni. Pemerintah setempat sepertinya tidak terlalu tergoda untuk menyuguhkan kegiatan-kegiatan post-modern kepada para penghuni wilayahnya yang sangat majemuk karena Bruxell merupakan ibukota dari Uni Eropa, ataupun kepada para turis pengunjung negeri ini.
Pemerintah Belgia lebih tertarik mengajak masyarakatnya untuk kembali ke alam, atau mensyukuri keindahan yang melimpah yang di berikan oleh Tuhan. penyelenggaraan Carpet bunga ini awalnya bermula dari idea untuk memperingati kembalinya kota ini dari pendudukan Perancis di jaman dulu. Untuk mengenang masa pendudukan itu tidaklah dengan mengingatkan hal-hal yang berbau kebencian, melainkan di ungkapkan dengan menampilkan sekumpulan bunga-bunga yang di bentuk mirip sebuah carpet yang cantik sebagai tanda cinta dan kasih untuk melihat masa depan.
Penyelenggaraan festival carpet bunga ini dalam perkembangannya mendapatkan response yang sangat luar biasa baik dari masyarakatnya yang bermukim di Belgia atupun dari negeri tetangga, yang berduyun-duyun menyaksikan festival ini, untuk ikut serta menikmati rahmat cinta dan kasih yang di wakili oleh bunga-bunga yang cantik berwarna-warni tersebut.
Keberhasilan negeri Belgia mengungkapkan "isi hatinya" dan menyatakan "perasaannya" dengan Bunga sehingga membuat orang lain berduyung-duyun mengunjungi kota Brusell akhirnya di ikuti oleh pemerintah Belanda, khususnya pemerintah daerah Lisse, yang akhirnya di tahun 1949 membangun Taman wisata alam yang di penuhi dengan hanya bunga-bunga yang di datangkan dari seluruh negeri belanda dan eropa, yang kita kenal bersama dengan sebutan "Keukenhof".
Hampir sekitar 7.000.000 (tujuh juta) bunga tulip di tanam di kebun bunga Keukenhof ini, yang menjadikan taman wisata keukenhof adalah kebun bunga terbesar di dunia dan mendatangkan Turis rutin di setiap tahunnya. Keberadaan kebun bunga Keukehnof tidak hanya memberikan daya tarik tersendiri bagi para pecinta keindahan dan pencari kedamaian, namun keberadaan taman wisata ini menginspirasi negeri Belanda untuk menjadi pengexport bunga terbesar di dunia ini.
Apa sesungguhnya yang bisa kita pelajari dari keberadaan bunga-bunga ini bila di hubungkan dengan kehidupan kita sebagai manusia yang hidup dalam suatu komunitas majemuk.
Berpenampilan dengan menonjolkan kesederhanaan tidak di sadari membuat seseorang terlihat lebih anggun dan terlihat menarik yang bisa memikat hati orang lain. Pun demikian dengan berbicara bila kata-kata yang keluar dari mulut kita tersusun rapi apa adanya dan mengedepankan kejujuran akan membuat orang lain menjadi bersimpati dan ingin berteman dengan kita.
Tuhan menciptakan matahari agar membuat bumi ini menjadi lebih terang sehingga membuat kita bisa berpikiran jernih, pun demikian dengan Bunga, Tuhan menciptakannya agar kehidupan di dunia ini menadi lebih berseri yang membuat hati dan perasaan kita menjadi damai.
Akhir kata, andaikan ada diantara kita memiliki masalah dengan apapun atau dengan siapapun, mulailah mengekspresikan isi hati kita dengan sekuntum bunga, biarkan bunga yang berbicara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar