Biasanya saya memberikan tanggapan pada akhir pekan, Jumat atau Sabtu. Tidak ada urusan dengan hari baik atau hari buruk, tetapi karena saya menghormati beberapa anggota senior milis ini yang sebenarnya kurang setuju dengan diskusi soal agama, dan saya pahami alasannya, namun demikian mereka tetap menoleransi topik-topik soal agama. Saya pikir diskusi soal ini juga penting. Ingat saja. Bagaimana gedung WTC di NY, yang demikian kokoh, menjulang angkasa, yang dibangun dengan memeras otak para insinyur, dan memeras kantong orang-orang kaya di sana, hanya dengan beberapa potong ayat Quran, sebelas pemuda dari Arab, menghancur luluhkannya, bersama 3000 an orang meninggal secara mengerikan.
Tanggapan saya sekarang saya ajukan pada hari ini, karena ada beberapa topik yang ingin saya bicarakan dengan Mbak Laraslia, dan mumpung lagi hangat.
***
Mbok Laraslia yang baik. Saya perlu sedikit memberi latar belakang diskusi kita, agar teman-teman di sini tidak menganggap kita bertengkar soal pribadi.
Beberapa bulan lalu anda mendatangi japri saya, untuk mengajak diskusi soal Islam. Saya senang saja, karena saya harap akan menambah pengetahuan saya tentang Islam.
Dari diskusi itu banyak hal menarik yang ingin saya ketahui lebih lanjut. Misalnya pendapat anda bahwa andai kata ekonomi syariah diikuti, pastilah krisis ekonomi tidak akan melanda dunia seperti sekarang ini. Juga soal konsep jihad, yang menurut anda bukanlah perang suci (holly war) untuk menyebarkan Islam, tetapi upaya keras di segala bidang, termasuk upaya ibu-ibu membesarkan anaknya. Hal ini belum pernah saya baca di Quran, hadis atau sirra nabi anda. (Lalu sekarang ada lagi sekarang soal siapa yang boleh atau dapat membaca Quran terkait dengan konsep hidayah).
Itu menarik sekali. Tetapi anda keburu minta diskusi diakhiri, ketika saya sampaikan kebenaran Islam kepada anda. Ya anda yang memulai anda yang mengakhiri, seperti larik lagu dangdut itu.
Ketika diskusi di japri itu saya mendapat kesan anda, apakah anda tidak tahu banyak tentang agama anda, atau anda mengelabui saya. Karena saya anggap anda orang baik dan terbuka, saya pilih yang pertama.
Misalnya, satu contoh saja. Anda katakan semua istri nabi anda berumur 63 tahun ke atas. Saya katakan itu tidak benar. Khadijah istri pertamanya, seorang janda kaya dan berkuasa di Mekkah, bekas majikan Muhammad, dikawininya waktu berumur 40 tahun, dan Muhammad waktu itu berumur 25 tahun. Perkawinian ini berjalan langgeng selama 25 tahun, sampai Khadijah meninggal pada usia 65 tahun dan Muhammad berusia 50 tahun. Setelah itu Muhammad mengawini Saodah, yang berusia sekitar 50 tahun. Tampaknya ini dilakukan agar ada yang mengurus anak-anak Muhammad dari Khadijah. Selebihnya, istri-istri Muhammad, yang jumlahnya sekitar selusin, di luar gundiknya selusin lagi, semuanya muda-muda dan cantik-cantik, usianya meraka rata-rata tujuh belasan tahun. Hanya Aisyah yang berusia 9 tahun ketika dikawini oleh Muhamad.
Setelah mendapat penjelasan ini anda mengaku keliru. Saya hargai kejujuran anda.
Mungkin karena penjelasan-penjelasan semacam ini anda lalu minta diskusi diakhiri. Mbak bahkan waktu itu mengatakan akan keluar milis ini, dan minta saya mengirimi kalau-kalau ada posting yang mengritik Islam.
Tetapi kemudian Mbak rupanya masuk milis lagi, dan menyebut-nyebut nama saya dalam postingan anda. Jadi saya pikir anda ngajak saya meneruskan diskusi yang terputus di japri, di milis ini. Saya kira itu bagus.
Sekarang kita kembali saja dulu ke topik apartheid. Barangkali karena Mbak Laraslia menulis tanggapan sewaktu sedang emosi, jawaban anda kurang terkendali, sehingga pertanyaan pokok yang menjadi topik tidak anda jawab. Oleh karena itu, baiklah saya ulangi lagi dengan kalimat yang sedikit dirobah:
Orang-orang kulit putih, di Afrika Selatan, disebut orang Boer, yang menguasai tanah orang Afrika asli, menciptakan politik apartheid, pemisahan segala hal berdasarkan ras dan warna kulit. Ada restoran, kolam renang, wc dan segala fasilitas umum yang hanya untuk kulit putih, orang kulit hitam dan anjing tidak boleh masuk. Konsep ini didasari pandangan dunia (worldview) bahwa orang kulit putih, lebih unggul, lebih superior dalam segala hal dari orang kulit hitam yang najis/kotor, bodoh dan jahat. Orang kulit putih dilarang bergaul apalagi kawin dengan orang kulit hitam. Orang kulit hitam adalah budak. Namun tidak ada perintah agar orang kulit putih membunuh orang kulit hitam, sekalipun dalam praktek itu sering terjadi.
Berkat perjuangan Nelson Mandela dengan African National Congres serta kutukan dari media internasional, konsep politik apartheid ini dilipat-lipat, digulung-gulung, ditaruh dalam toilet, disiram dengan air bilasan cucian, dan sekarang bermukim dalam damai di septik tank.
Tetapi apartheid yang diciptakan oleh Muhammad, nabi anda, - mirip dengan konsep De Klerk, Botha dll – ditambah perintah membunuh orang kafir. Apartheid ini sampai sekarang masih berlaku, dianggap suci, karena dimuat dalam kitab suci, karena wahyu Allah, dibaca oleh jutaan orang, kata anda, dilagukan dengan merdu dan indah di MTQ, diajarkan di pesantren-pesantren, juga di sekolah-sekolah umum dan pengajian sore hari. Juga di TK di Bali seperti yang pernah diposting di sini.
Itulah prolognya, memang agak panjang. Tetapi pertanyaannya singkat saja:
Pertama. Jutaan anak-anak muda diajari, bahwa teman-temannya yang beragama lain adalah kafir penyembah berhala yang harus diislamkan, atau menjadi dhimmi (warga kelas dua) yang harus membayar jisyah, pajak perlindungan atau bakan, karena dianggap musuh Allah dan Rasulnya boleh saja ditiadakan. Mbak Laraslia yang baik, tidakkah anda melihat ada masalah mengajari anak-anak muda islam dengan doktrin semacam itu?
Kedua. Sebaliknya, apakahtidak sebaiknya anak-anak muda Islam diajari, bahwa teman-temannya yang beragama lain, adalah juga manusia yang sama, yang merasakan kesakitan dan kesenangan yang sama, yang memiliki cita-cita yang sama, yaitu untuk mencari hidup bahagia dan damai di bumi yang makin sempit ini. Bahwa semua manusia, apapun ras dan agamanya, adalah satu keluarga di dalam kemanusiaan?
Tolong ini ditanggapi dulu, sebelum kita maju ke topik yang lain..
Catatan saya:
Mbak sudah dua kali menyebut-nyebut soal mau "ngebom". Menurut orang Bali, itu "ile-ile", sesuatu yang sering dipikirkan dan dikatakan bisa jadi akan dilaksanakan. Please don't do that. Bukankah anda tidak mau menambah jumlah Khusnul Khotimah lagi, itu ibu muslimat asal Surabaya, yang sampai sekarang hidup menderita karena menjadi korban bom Bali I.
From: Laraslia <laraslia@yahoo.com>
To: bali-bali@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, February 3, 2009 8:51:13 AM
Subject: Hal: Re: Hal: [bali-bali] Analisis Mendalam Tentang Agama, Tuhan dan Negara
Menanggapi orang yang penuh kebencian seperti anda, hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah mendoakan anda, semoga Allah memberikan hidayah, membuka mata hati anda, syukur2 bisa seperti Ali bin Abi Thalib, seorang penjahat terkejam yang akhirnya menjadi pembela terdepan. Apakah saya salah ? Apa lebih baik menyumpahi anda ? Mencaci maki anda ? Atau membom anda ? Apakah anda keberatan saya doakan anda ? Ya..kalau gak mau, doanya saya ralat saja..menjadi doa syukur saja bahwa saya bukan anda.
Dalam islam tidak ada istilah islamisasi.. Seperti halnya membaca quran tidak cukup dengan kemampuan membaca saja, sekedar tau abjad, tapi juga diperlukan hidayah, terbukanya mata hati, terlahirnya niat/keinginan untuk bisa menerima dan memahami. Percuma mendapatkan pengikut islam sekedar menambah data penduduk, karena kami gak dapet komisi dari depag kok. Kami tidak ada waktu utk merayu orang seperti anda, dan tidak ada gunanya juga memberi penjelasan apapun, karena apapun yang kami sampaikan paling hanya menjadi sampah di telinga anda. Kami tidak tau siapa yang diberikan hidayah oleh Allah, andaikan saya bisa mengislamkan hati seseorang, tentu dari dulu sudah saya lakukan kepada orang terdekat saya bukan anda. Quran bisa dibilang kitab yang paling banyak dibaca bahkan dihafalkan sepanjang usia manusia. Karena itu adalah mukzizat, obat, sejarah, hiburan dan nasehat untuk kami. Sementara buku buku yang anda baca yang menjadikan anda sepintar sekarang ini paling paling cuma dicetak ribuan exp saja. Herannya dari sekian banyak buku yang anda baca dan percaya, cuma satu buku yang paling anda benci, sementara itu adalah satu buku yang disucikan jutaan manusia. Apa susahnya membaca tanpa harus membenci dan menyakiti karena tidak sesuai dg keyakinan anda. Siapa yang bermasalah. Betapa ruginya anda. Saya sarankan anda lain waktu tidak perlu repot repot membuang waktu anda untuk membaca quran dan hadist, karena belum waktunya untuk anda. Jika ingin mempelajari toleransi, sekali waktu anda berkunjung ke bali, belajarlah kepada pemangku yang menjaga makam siti khadijah di kuburan tegal/pemecutan.
Ada yang menyarankan untuk tidak menanggapi orang semacam anda, karena tidak ada gunanya. Saya juga tau akan tidak berguna. Tapi saya tidak ingin orang mendengar hasutan dari anda dan hatinya menjadi sebusuk anda, hanya karena saya biarkan anda membolakbalikkan fakta seperti yahudi israel yang membunuh wanita dan anak2 karena merasa terancam. Mendekati akhir jaman, umat islam hanya seperti buih dilautan, banyak tapi tak berdaya diombang ambingkan ombak. Itu salah satu yang dikatakan dalam hadist dan itulah kenyataan sekarang.
Inilah jodoh, saya juga heran kenapa saya bertahan dimilis ini padahal saya tidak punya kontribusi apapun untuk bali, bahkan saya sempat keluar tapi akhirnya masuk lagi. Jodoh, adalah rahasia tuhan, hanya tuhan yang tau kenapa dan mengapa kita dipertemukan disini tanpa kita tau sebabnya dan tanpa bisa membantahnya.
Wallahualam,
Salam is sujud syukur atas nikmat islam
---- Pesan asli ----
Dari: Lili Gundi <lili_gundi@yahoo. com>
Terkirim: 2 Feb 2009 12:46 +00:00
Ke: <bali-bali@yahoogro ups.
Mbok Laraslia yang baik.
Ya ucapan saya bahwa anda jihadi woman memang merupakan pujian saya kepada anda. Alasannya, pertama, anda bersedia menumpahkan darah bila agama dan nabi anda dikritik. Padahal menurut anda, anda belum membaca Quran dan sirra nabi anda. Berarti anda belum tahu isi dan prilaku nabi anda, tetapi untuk apa yang anda tidak ketahui, anda siap menumpahkan darah. Bukankah ini semangat seorang mujahidin atau pejihad perempuan?
Kedua, anda dengan semangat tinggi mendoakan saya masuk Islam, sekalipun anda tahu pandangan saya negatif terhadap Islam dan nabi anda. Bukankah ini semangat seorang pedakwah yang agresif? Itu dua alasan untuk pujian saya terhadap anda sebagai jihadi woman.
-----
Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson
__._,_.___
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar