Salah satu nasib menjadi minoritas.
Salam,
KS
-----Original Message-----
From: Sugi Lanús <sugilanus@gmail.com>
To: bali-bali <bali-bali@yahoogroups.com>
Date: Tue, 3 Feb 2009 19:07:24 +0800
Subject: [bali-bali] HINDU CENTER BALI
> Majeng ring semeton,
>
> KANTOR PHDI BALI, di Jalan Ratna Denpasar sama sekali tak menandakan
> bahwa inilah KANTOR PUSAT PERADABAN Hindu Bali (BALI HINDU CENTER).
>
> Beberapa minggu lalu saya ikut seminar di kantor ini, tak ada tempat
> untuk berseminar sehingga undangan duduk di halaman dengan korsi-korsi
> yang kakinya terendam air hujan. Sepatu dan sandal para peserta rapat
> harus basah dan masuk lumpur: Pulang dari kantor PHDI saya merasa
> pulang dari sawah!
>
> Raka Santri, pensiunan wartawan Kompas, yang menjadi ketua panitia
> seminar menyampaikan banyak peneliti asing, yang kagum dan tertarik
> melakukan riset terhadap Hindu Bali, selalu nyasar tak mengenali
> kantor PHDI tersebut. Mereka tak percaya kalau umat Hindu Bali yang
> mampu membangun ribuan Pura yang sedemikian mewah dan mahal, ternyata
> tak punya perpusatakaan, pengarsipan dan gedung yang memadai untuk
> disebut sebagai kantor pusat "peradaban Hindu-Bali".
>
> Saya menganjak teman-teman yang hobby diskusi agama ("mengagamakan
> diskusi") untuk membicarakan hal ini.
>
> Belajar dari kasus Majapahit: Apakah peradaban Hindu-Bali yang
> sedemikian besar ini akan nasibnya sama dengan peradaban
> Hindu-Majapahit, yang baru dibangunkan sebuah Trowulan Center setelah
> peradabannya terkubur?
>
> Masukan saya: Bali perlu dibangun sebuah Hindu Center yang serius
> menjadi pusat studi dan riset, juga menjadi "rumah" umat Hindu-Bali
> untuk memperbincangkan religi-adat-budaya secara terbuka dan penuh
> kejernihan. Sekalipun Bali punya PUSDOK (Pusat Dokumentasi) tapi
> Pusdok berurusan dengan naskah-naskah 'mati', sedangkan sebuah Hindu
> Center berurusan dengan sebuah agama yang hidup dan bertumbuh.
>
> Sebagai pembanding, Lombok sedang membangun sebuah IC (Islam Center)
> dengan budget sebesar 150 miliar dan akan segera selesai (ditargetkan)
> tahun ini. Beritanya di bawah email saya ini.
>
> Rahajeng,
> Sugi Lanus
>
>
> http://sasak.org/berita/agama/592-rp-150-miliar-untuk-bangun-ic.html
>
> RP 150 MILIAR UNTUK BANGUN ISLAM CENTER
>
> Mataram [Sasak.Org] Rencana Pemprov NTB untuk membangun Islamic Center
> (IC) di depan masjid raya Mataram diperkirakan akan membutuhkan dana
> sebesar Rp. 150 miliar. Sedangkan luas lahan yang akan dibutuhkan
> seluas 4,5 hektar, dan dengan asumsi tidak ada hambatan yang berarti
> pembangunanya akan selesai dalam jangka waktu satu tahun. Hal tersebut
> diungkapkan oleh konsultan pembangunan Islamic Center, Ir. Zulkifli
> Yusuf Minggu (1/2) kemarin.
>
> "Bangunan Islamic Center itu nantinya sangat megah" ungkap Zulkifli.
> Dijelaskan lebih lanjut olehnya bahwa nantinya didalam Islamic Center
> tersebut akan dibangun ruangan besar khusus untuk pertemuan-pertemuan
> seperti rapat, seminar, weddings, dan lain sebagainya dimana ruangan
> tersebut dapat dipergunakan untuk skala nasional maupun internasional.
>
> Disamping itu juga akan dibuat ruangan khusus untuk menujang kegiatan
> pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta museum Islam "keinginan
> kita, Islamic Center ini nantinya merupakan symbol dari pulau Lombok
> sebagai pulau seribu masjid" jelasnya. Nantinya juga akan dibangun
> sebuah menara yang tingginya menyaingi Monas yakni setinggi 99 meter.
> Blue Print rencana pembangunan Islamic Center tersebut menurut
> Zulkifli sudah ada dan tinggal menunggu persetujuan Gubernur saja.
>
> Ketika ditanya mengenai lokasi pembangunan Islamic Center yang
> direncanakan di depan Masjid Raya Mataram yang saat ini dilokasi
> tersebut berdiri gedung SDN 5 Mataram dan Pasar Dasan AGung serta
> gedung KONI, Zulkifli menjelaskan kemungkinan lokasi DN 5 Mataram dan
> pasar Dasan Agung akan di tukar guling, sementara gedung KONI akan di
> pindahkan "nanti kita akan lihat lahan mana yang cocok untuk SD dan
> pasar tersebut" ujar Zulkifli. [WKS-1]
>
>
>
>
> --
> 'The greatest event of our age is the meeting of cultures, meeting of
> civilizations, meeting of different points of view, making us
> understand that we should not adhere to any one kind of single faith,
> but respect diversity of belief. That is what we should attempt to do.
> The iron curtain, so to say, which divided one culture from another,
> has broken down. It is good that we recognize and emphasize the need
> of man to regard other people, their cultures, their beliefs etc. to
> be more or less on the same level as our own cultures and our own
> civilizations. It is not a sign of weakening faith; it is a sign of
> increasing maturity. If man is unable to look upon other people's
> cultures with sympathy and if he is not able to co-operate with them,
> then it only shows immaturity on the part of the human individual. We
> need co-operation, not conflict. It requires great courage in such
> difficult days as the present to speak of peace and co-operation. It
> is more easy to talk of enemies, of conflict and war. We should try to
> resist that temptation. Our attempt should always be to co-operate, to
> bring together people, to establish friendship and have some kind of a
> right world in which we can live together in happiness, harmony and
> friendship. Let us therefore realize that this increasing maturity
> should express itself in this capacity to understand what other points
> of view are'.
>
> -Professor Sarvepalli Radhakrishnan, philosopher, President of India,
> his speech for the inauguration of the The Indian Institute of
> Advanced Study on 20 October 1965. http://www.iias.org/
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bali-bali/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:bali-bali-digest@yahoogroups.com
mailto:bali-bali-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
bali-bali-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar