Senin, 02 Februari 2009

Re: [bali-bali] [heritage_community]

Kalau soal Bali Hotel, team kecil kami sudah membuatkan dokumen usulan master plan untuk memberikan nyawa segar kepada Bali Hotel.
Dokumen ini sudah sampai ke Walikota Denpasar dan direksi PT. Inna, BUMN yang memiliki dan mengelola Bali Hotel.
Itu hanya sebuah inisiatif, karena saya takut kalau RUPS PT. Inna memutuskan untuk menjual asset yang mereka susah kelola.
Dan kita tidak tahu nantinya akan dibagaimanakan.

Setiap kali bertemu saya, Walikota selalu menyinggung soal Bali Hotel, yang rupanya selalu difollow-up.
Kebetulan dalam diskusi mengenai Eco City bersama William Lim beberapa hari lalu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan juga ikut hadir bersama team-nya.
Semoga komunikasi kita semakin nyambung nantinya.

Selamat memulai minggu yang sibuk.
Salam,
pd


On 2/1/09 11:37 PM, "Asana Viebeke Lengkong" <asanasw@indo.net.id> wrote:


 

Kalau masyarakatnya semua sejahtera, pasti Trowulan juga nggak akan ada masalah seperti ini.....

----- Original Message -----
 
From:  gayatri  mantra <mailto:dayugayatri@yahoo.com>  
 
To: bali-bali@yahoogroups.com
 
Sent: Saturday, January 31, 2009 1:25  PM
 
Subject: Re: [bali-bali]  [heritage_community]
 

   
 
Aduh.. trowulan bes joh..


saya pernah  melayangkan surat keberatan kepada walikota denpasar dengan digunakan  lobi Bali Hotel sebagai food court!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

masak..  ikon sejarah kota denpasar ini dijadikan warung makan  seh????

tapi siapa yang peduli???

kata pak walikota waktu  itu masih wawali... itu kebijakan hotel...
bagaimana pemahaman kita  tentang gedung-gedung bersejerah????


love

--- On  Wed, 1/14/09, wiranata <wiranata@vozbbg.com>  wrote:
 
From:  wiranata <wiranata@vozbbg.com>
Subject: Re: [bali-bali]  [heritage_community]
To: bali-bali@yahoogroups.com
Date:  Wednesday, January 14, 2009, 1:29 AM

    
Bravo... Popo...
 
 
Keep your steps onward...
(Nitip mata dan kuping)
 
 
Salam Damai & Salam  Indonesia
 
 
Wira

-----  Original Message -----
 From:  Popo Danes <mailto:popo@popodanes.com>  
 To:  bali-bali@yahoogrou ps.com <mailto:bali-bali@yahoogroups.com>  
 Sent:  Wednesday, January 14, 2009 7:49 PM
 Subject:  [bali-bali] [heritage_community ]
 

KASUS TROWULAN BABAK HIKMAH :
PERAN  MASYARAKAT DALAM TERTIB MEMBANGUN


  
    
PENDAHULUAN

Kejadian pembuatan pondasi bangunan  Pusat Informasi Majapahit di Trowulan sudah kita ketahui. Banyak  pihak sudah memberikan reaksi dengan pernyataan, tindakan dan  rencana-rencana tanggapan. Babak pertama yang penuh emosi kaget,  kecewa, marah dan seterusnya sedang berlangsung dengan topik utama :  mengapa sampai bisa terjadi, siapa yang salah, siapa yang harus  bertanggungjawab. Babak ini adalah hal tak terelakkan, namun kisah  ’bangunan salah tempat’ di Trowulan itu bukanlah drama satu  babak.

Setelah  berjarak terhadap ruang dan waktu kejadian, nampak pada kita sebuah  babak baru yang menantang kita dengan pertanyaan : Hikmah apakah  yang dapat dipetik dari ’luka’ Trowulan itu ? Supaya luka tidak  hanya meninggalkan kenangan akan kepedihan, tapi cukup bermakna  untuk membangun kearifan dan kehatian-hatian di masa  mendatang.
 
Ketika ’hikmah’ yang dituju, maka koridor  harus didirikan agar maksud yang diniatkan tercapai. Salah satu  koridor yang tersedia adalah perlunya suatu sikap TERTIB MEMBANGUN  dalam masyarakat kita di masa mendatang, dengan rambu-rambunya  antara lain UUBCB (Undang-undang Bangunan Cagar Budaya),UUBG  (Bangunan Gedung), UUJK (Jasa Konstruksi) dan UUTR (Tata Ruang).  
 
Konkritnya, kita perlu merumuskan secara operasional  tentang PERAN MASYARAKAT dalam PENDIRIAN BANGUNAN PUBLIK, khususnya  di area khusus seperti situs bersejarah. Dengan demikian,  keterbukaan informasi atas wilayah publik dapat dinikmati oleh  masyarakat ’pemilik’ wilayah yang bersangkutan.  Pengawasan  oleh masyarakat akan proses membangun dapat berlangsung sebagai  kebiasaan baru untuk menghasilkan fasilitas publik yang lebih  bermutu dan mengakomodasi kebutuhan masyarakat.       
 
Bagaimana  menyelenggarakan peran masyarakat ini supaya sungguh terjadi  kontribusi positif, bukan aksi kontraproduktif, demi terbangunnya  sarana masyarakat khususnya di area bersejarah ?
 
Mari  kita duduk membahasnya sebagai refleksi yang dipicu oleh Kasus  Trowulan ini.


Yayasan Niat Baik (YNB)
bersama  Pusat Dokumentasi Arsitektur Indonesia [pda]
Akan menyelenggarakan  
Diskusi dengan pakar :

§    Prof.  Mundardjito
§    Prof.  Gunawan Tjahyono
§    Drs.  Gatot Gautama M.Hum
§    Ir.  Ridwan Kamil
§    Ir  Adhi Moersid*
§    Pejabat PU*
*dalam  konvirmasi

di Flora Kafe
Komplek MBAU, Jl.  Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta selatan
Rabu , 14 Januari  2009
Jam 17.30 – selesai

Hidangan kopi dan snack di  sediakan
Mohon konfirmasi kehadiran pada :
Pusat  Dokumentasi Arsitektur
Up. Sdri. Uni/Ryan
(021)  57992602
atau pdai_2005@cbn. net.id



------ End of Forwarded  Message


    

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: