Wah3x, ini sudah keterlaluan sekali, emangnya mereka siapa??, ini sudah merampas Hak Asasi Manusia dalam beragama, dengan melarang bersembahyang ke Pura. Ini pasti ada yang salah, ato ada yg memprovokasi, dan hal ini perlu di tindak dan di laporkan kepada pihak yg terkait. Suksma
--- On Wed, 12/17/08, Luh De Suriyani <lodegen@yahoo.com> wrote:
From: Luh De Suriyani <lodegen@yahoo.com> Subject: [bali-bali] Nunggak Kredit lalu dilarang ke Pura ? To: baliblogger@yahoogroups.com, "bali bali" <bali-bali@yahoogroups.com> Date: Wednesday, December 17, 2008, 7:33 AM
maaf, buat korban pelarangan ke pura. Tapi jika benar ini konyol sekali.
-- Luh De Suriyani Freelance Journalist Email lodegen@yahoo. com Blog http://lodegen. wordpress. com
--- Pada Sen, 15/12/08, yoskebe <yosskebe@gmail. com> menulis:
Dari: yoskebe <yosskebe@gmail. com> Topik: [baliblogger] Nunggak Kredit lalu dilarang ke Pura ? Kepada: baliblogger@ yahoogroups. com Tanggal: Senin, 15 Desember, 2008, 1:12 AM
Semeton Balibloger, Miris rasanya membaca sebuah berita di harian Bali Post hari ini yang memberitakan sebuah keluarga di Gianyar dilarang bersembahyang di pura milik desa setempat. Menurut berita itu pula, penyebabnya adalah tunggakan yang tak terselesaikan oleh anggota keluarga tersebut sehingga parman desa memutuskan untuk melarang memakai sarana/fasilitas desa, salah atunya fasilitas persembahyangan. Tak bermaksud mencampuri masalah interen desa tersebut, namun saya pribadi merasa penerapan sangsi tidak boleh bersembahyang di pura merupakan sangsi yang gegabah. Apalagi jika ini dikaitkan dengan tunggakan pinjaman di Lembaga Perkreditan Desa. Sungguh alasan yang bagi saya sudah untuk dicerna. Mudah-mudahan permasalahan tersebut mendapat perhatian pihak-pihak yang berkompeten dan cepat terselesaikan tanpa menimbulkan gejolak sosial. Matur suksma, Yos Kebe | Apakah demonstrasi turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! |
__._,_.___
__,_._,___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar