Luigi Pralangga
c/o. United Nations Mission in Liberia (UNMIL)
Procurement Section, Via Diplomatic Mail
PO Box 4677 Grand Central Station
New York, NY 10163-4677, USA
Web - http://pralangga.org
PRALANGGA.ORG - Our Peacekeeping Journey | ![]() |
| Jendral UNIFIL kagumi Kontingen Indonesia Posted: 17 Dec 2008 04:41 PM CST Naqoura (16/12) – Deputy Force Commander (DFC) Brigadier General Apurba Kumar Bardalai mengunjungi Sudirman Camp, Selasa (16/12) yang merupakan tempat tinggal Satgas Kontingen Garuda XXVI-A di Lebanon. DFC dalam amanatnya kepada para prajurit Konga XXVI-A mengatakan Kontingen Garuda XXVI-A adalah prajurit yang membanggakan dan benar-benar tentara profesional sesuai dengan bidangnya.UNIFIL merasa bangga bahwa tentara Indonesia mengisi posisi FHQSU ini. " Kalian sudah bisa membuktikan profesionalitas itu dengan merespon berbagai macam bentuk permintaan dari UNIFIL, " tambahnya. " UNIFIL yakin dengan keberadaan kalian di sini kami akan merasa aman dan permasalahan administrasi bisa berjalan dengan baik. Saya sebagai DFC atas nama Force Commander berharap sekali bahwa aktivitas kedepan bisa betul-betul dilaksanakan dengan baik, " tambahnya. Sebelumnya, DFC menerima paparan dari Komandan Satgas Konga XXVI-A Kolonel Mar Saud Tamba Tua yang merupakan lulusan Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) tahun 1986 mengenai kondisi Force Head Quarters Support Unit (FHQSU) dan Force Protection Company (FP Coy) mulai dari kedatangan sampai saat sekarang. FHQSU membawahi FC Coy Unit yang berjumlah 150 personel yang terdiri dari pasukan elite TNI seperti Kopassus, Denjaka, Kopaska dan Denbravo. 50 prajurit lainnya menduduki jabatan di Department Logistic dan Department Administration. Selesai memberikan pengarahan, DFC menanam pohon cemara dan melaksanakan foto bersama. Dilanjutkan dengan berkeliling Sudirman Camp yang ditemani Dansatgas XXVI-A beserta staf. Acara tersebut diakhiri dengan makan siang bersama. |
| Serah terima kesatrian UN Posn 7-3 Military Police Posted: 17 Dec 2008 11:31 AM CST (Blate, Marjayoun UN Posn 7-3). Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kontingen Garuda (Konga) XXV-A/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) lebih dikenal dengan sebutan Indobatt (Indonesian Battalyon), Letkol Cpm Ujang Martenis menerima serah terima tanggung jawab jaga kesatrian UN Posn 7-3 dari Komandan Batalyon Malaysia, Ltn. Colonel Ruslan Bin Muhammad Ali bertempat di Blate Marjayoun Posn 7-3, Lebanon Sektor Timur, Selasa (16/12). Upacara serah terima Kesatrian Satgas ini dihadiri Ltn. Colonel Jorge (Kepala Kemanan Sektor Timur UNIFIL) dan Kapten Risco dari Spanyol.
Pada upacara tersebut dilaksanakan pengibaran bendera Merah Putih serta penurunan bendera Malaysia secara bersamaan. Bagi personel Satgas POM TNI Konga XXV-A/Unifil, peristiwa ini merupakan kebanggaan tersendiri dimana baru pertama kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pengibaran Bendera Merah Putih secara formal di negeri orang.
Kepala Keamanan Sektor Timur mengungkapkan bahwa momen seperti ini sangat mengesankan karena merupakan pengalaman bagi saya melihat tata upacara yang tertib, dan juga menyaksikan pengibaran bendera Merah Putih dengan penuh hikmat dan kebanggan. Sementara itu, Dansatgas Konga XXV-A berpesan agar para anggota Konga XXV-A yang akan melanjutkan tugas pada misi UNIFIL bersifat sabar serta menjaga nama baik bangsa dan negara. |
| Gurun kutempuh demi dikau kekasihku…… Posted: 17 Dec 2008 10:59 AM CST Perjalanan peralatan FPU yang sangat jauh dari Port Sudan ke Al Obeid yang berjarak 2700 Km, sungguh suatu tantangan tersendiri bagi team advance seperti saya, dengan segala tantangan baik cuaca maupun birokrasi yang panjang… khususnya buat mendatangkan "kekasih" tercinta Armored Personal Carrier (APC) dan belasan truk milik kami, seyogiyanya perjalanan itu semua dari sudah di kontrakkan dengan perusahaan transportasi lokal….. dari Port Sudan sampai ke "final destination" El Fasher….. namun perusahaan ini menyerah pada sepertiga perjalanan, yaitu hanya sampai AL OBEID, kenapa?. Karena sampai lokasi ini lah jalan aspal masih terjangkau, sisanya sepanjang 600 KM melewati gurun pasir, memang kalau dipaksakan bisa saja dilewati, namun yang mereka takutkan adalah tidak terjaminnya keamanan selama melewati sisa jalan ini, sudah ratusan kejadian berupa perampokan terjadi di sepanjang jalan ini…. baik bantuan makanan World Food Program (WFP) maupun peralatan militer milik PBB, kejadian paling mengkhawatirkan adalah dirampokkanya 2 (dua) Kontainer berisi amunisi milik China Engineering Batalion … suatu tamparan bagi PBB karena ternyata amunisi dalam salah satu kontener yang hilang adalah peluru 12,7 MM yang sering dipakai oleh kelompok pemberontak, makanya untuk mengantisipasi hal itu pihak PBB menyarankan agar setiap Troop Contribution Country (TCC) termasuk FPU Indonesia mengambil sendiri kendaraannya dari Al Obeid sampai El Fasher.
Perencanaan adalah hal yang sangat penting dalam melakukan convoy ini, terutama memikirkan aspek keamanan dan logistik (air, makan dan BBM) jarak yang 600 Km kalau jalan beraspal dapat ditempuh dalam waktu 10 Jam, namun dalam kondisi gurun pasir ditempuh dalam waktu 5 (lima) hari… team mekanik, Protection Force, Driver yang berkemampuan baik dalam kondisi gurun… yang menjadi tanggung jawab kami adalah membawa "_kekasih_" kami berupa 12 buah Truk dan 9 APC… Akhirnya dalam waktu yang ditentukan, beberapa personil yang ditunjuk berangkat ke Al OBEID dengan charter flight, namun didahului beberapa hari sebelumnya oleh team mekanik, untuk mempersiapkan segala kendaraan agar siap dikendarai… Akhirnya juga demi "kekasih" tercinta, berangkatlah team pengemudi FPU dari Al Obeid menuju El Fasher, melewati padang gurun, dengan segala keganasan alamnya… Kendala di perjalanan untungnya tidak ada yang terlalu berarti, hanya ada beberapa kendaraan yang terjebak dalam pasir dan ada kendaraan yang patah per/suspensinya… Setelah melewati waktu tempuh 5 hari bersama sang "kekasih" sampailah semua dengan selamat di El Fasher… Raut muka yang lelah dan gosong terbakar matahari tidak mengurangi rasa gembira karena telah berhasil melaksanakan tugas…
|
| Pasukan Zeni TNI di DR Congo ikut operasi gabungan Posted: 17 Dec 2008 10:26 AM CST Dalam pertemuan singkatnya dengan Brigadir Jenderal Patrick Kankiriho (Komandan Operasi Gabungan Negara Uganda, Sudan dan Kongo), Rabu siang (17/12), Jenderal Babacar Gaye (Pimpinan Misi PBB di Kongo) mengatakan akan mendukung sepenuhya operasi "_Search and Arrest_" terhadap milisi LRA (pemberontak Uganda) yang beroperasi di wilayah Uganda, Sudan dan Kongo. Beberapa foto dibawah menggambarkan bagaimana para pengungsi IDP Congo (Internally Displaced) pada 3 December 2008 di Bweremana, northern Kivu.
Milisi LRA (Lord's Resistance Army) sangat terkenal di Kongo, Khususnya wilayah Dungu dan wilayah perbatasan dengan negara Sudan karena aksi brutal mereka dalam menyerang desa-desa di Kongo, Sudan dan Uganda. Dalam melancarkan aksinya, LRA tidak segan-segan menyerang, membunuh, menjarah, memperkosa, membumihanguskan desa dan bahkan menculik anak-anak guna dijadikan "child soldier" (prajurit belia). Pada pertengahan September hingga awal Oktober 2008, LRA melancarkan serangan ke Dungu, tepatnya distrik Haut-Uele Provinsi Oriental sehingga menyebabkan sekurangnya 70.000 penduduk mengungsi. Sejak saat itu pemerintah Kongo menempatkan satu brigade infanteri berjumlah + 2.000 personel yang ditempatkan diperbatasan Kongo-Sudan guna mencegah penyerangan serupa ke wilayah lain di Kongo.
Menurut Jenderal Kankiriho, markas LRA di wilayah Taman Nasional Garamba, Kongo berhasil dihancurkan melalui sebuah operasi gabungan antara Angkatan Bersenjata Kongo, Sudan dan Uganda, namun pemimpin LRA (Joseph Kony) berhasil melarikan diri. Jenderal Kankiriho menambahkan, akibat serangan terhadap kamp LRA tersebut diperkirakan korban jiwa dipihak milisi lebih dari 100 orang dan kamp utama pasukan pemberontak berhasil dihancurkan. Setelah penyerangan terhadap basis LRA di Garamba, diperkirakan sisa pasukan milisi tercerai-berai dan melarikan diri ke berbagai arah. Oleh karena itu, dengan mengerahkan sejumlah pasukan darat dari tiga negara dibantu dengan tujuh helikopter serbu jenis MI-24, pasukan Uganda memburu sisa-sisa pasukan Joseph Kony. Saat ini ke-tujuh pesawat helikopter serbu angkatan bersenjata Uganda itu stand by di Bandara Dungu guna menunggu perintah serangan terhadap kedudukan pasukan milisi yang memberontak melawan pemerintah Uganda. Bandara Dungu merupakan titik penting pengerahan personil dan logistik ke wilayah Timur Laut Kongo. Bandara tersebut dibangun dan dipelihara oleh pasukan Zeni TNI sehingga dapat dioperasionalkan dengan baik. Saat ini terdapat 58 orang yang bertugas di Dungu dari 175 prajurit Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo yang bertugas di Kongo dalam misi perdamaian PBB (Monuc). Dalam pertemuan singkat antara Jenderal Babacar Gaye dengan Brigadir Jenderal Patrick Kankirinho disepakati bahwa Monuc akan membantu sepenuhnya operasi gabungan yang tengah dijalankan saat ini, termasuk dukungan logistik serta evakuasi terhadap pasukan gabungan apabila diperlukan. Untuk itu, Kontingen Indonesia sebagai pasukan PBB yang bertugas di Dungu diminta untuk menyiagakan personilnya, khususnya FMT (Forward Medical Team) guna mengantisipasi korban akibat operasi gabungan tersebut. |
| Sejak dahulu: Kontingen Garuda dicintai banyak orang [2] Posted: 17 Dec 2008 04:34 PM CST (Adshit al Qusayr, 13/12/2008) Markas Indobatt Konga XXIII-C/UNIFIL, US POSN 7-1, Adshit al Qusayr mendapat kunjungan dari Duta Besar RI berkuasa penuh untuk Republik Ceko, DR. Salim Said, MA, MAIA beserta isteri, pada hari Sabtu, 13 Desember 2008. Dalam kunjungan tersebut Dubes Ceko didampingi oleh Dubes RI untuk Beirut Bapak Bagas Hapsara beserta rombongan. Kunjungan ini sudah lama direncanakan oleh Dubes namun baru kali ini dapat terlaksana. Rombongan tiba di Markas Indobatt pada pukul 10.10 waktu setempat dan di sambut oleh Dansatgas Konga XXIII-C/UNIFIL Letkol Inf. R. Haryono, turut menyambut kedatangan Dubes adalah Wadan Sektor Timur UNIFIL Kolonel Inf. Bambang Sudiono dan Komandan Konga XXIV-A (Indonesian Miiltary Police Company), Letkol CPM Ujang Martenis. Penyambutan kedatangan Dubes tersebut belangsung dalam suasana kekeluargaan, seakan mereka saling merindukan karena berada di tempat yang sangat jauh dari tanah air. Tepuk tangan dan nyanyian yang merupakan ciri khas Konga XXIII-C menambah semarak acara penyambutan Dubes yang sudah mulai berumur itu.
Kedatangan DR. Salim Said di Markas Indobatt dimanfaatkan untuk memberikan ceramah kepada perwira Indobatt. Meskipun sebenarnya Dubes RI untuk Republik Ceko itu lebih suka bertukar pikiran, namun beliau akhirnya memberikan ceramah meskipun tidak terlalu panjang. Mengawali cermahnya dia bercerita tentang pengalamannya waktu mengunjungi Batalion Garuda di Sinai tahun 1978. " Saya sudah kunjungi Batalion Garuda di Sinai tahun 1978 ". Mantan jurnalis, dan pengamat militer serta dosen dari berbagai universitas ini merasa terharu saat memberikan ceramah kepada para perwira Indobatt. " Saya terharu dan bangga bahwa kalian dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan tentara dari negara lain, itu luar biasa dan ini adalah kualitas prestasi anda " kata Dubes. Lebih lanjut pengamat militer yang sudah hampir dua tahun tidak pernah lagi tampil di televisi itu mengatakan, bahwa kontingen garuda sudah sejak lama di senangi orang di mana-mana, itu sudah sejak tahun 50-an, karena sebenarnya kita adalah kumpulan orang-orang baik, selalu membantu orang dan selalu berpikir baik untuk orang. Di sela-sela ceramahnya DR. Salim Said juga berpesan bahwa perwira harus banyak menulis, " Tuangkan pengalaman anda dalam tulisan ". Sebelum mengakhiri ceramahnya beberapa orang perwira mengajukan pertanyaan yang langsung dijawab oleh Dubes, namun mengingat waktu yang singkat tidak semua perwira dapat mengajukan pertanyaan. Acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata oleh Dansatgas Konga XXIII-C kepada Dubes RI untuk Rep. Ceko, dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Di akhir kunjungannya, Dubes RI untuk Rep. Ceko dan Dubes RI untuk Beirut melaksanakan foto bersama dengan perwira Indobatt bertempat di lapangan garuda.
Sebelum kembali ke Beirut, rombongan Dubes mengunjungi Kompi B Satgas Konga XXIII-C yang bermarkas di UN POSN 8-33, Markabe untuk melihat makam yang di bagi dua oleh Israel dan Lebanon. Makam yang terkenal dengan sebutan Syekh Abbad Tomb ini adalah merupakan salah satu tujuan wisata dari turis lokal dan mancanegara yang sering menambah kesibukan angota Kompi B, karena setiap ada tamu yang berkunjung harus mendapat pengawalan dari anggota Satgas. |
| You are subscribed to email updates from PRALANGGA.ORG - Articles | |
__._,_.___
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar