Rabu, 03 Desember 2008

[bali-bali] Article: E-mame!, I think I've got it! [From STD to HIV/AIDS]


Dear All,


Semoga artikel dibawah bisa menjadikan tambahan wawasan buat kita semua
seiring dengan peringatan Hari AIDS Sedunia tanggal 1 December 2008 lalu.
Silahkan berbagi komentarnya secara online di alamat web Indonesian
Peacekeepers di -->
http://www.pralangga.org/articles/e-mame-i-think-ive-got-it-from-std-to-hivaids


Silahkan share tulisan ini kedalam jejaringnya, salam hangat dari afrika
barat!
Regards,

Luigi Pralangga
c/o. United Nations Mission in Liberia
UNMIL Procurement Section
Tubman Boulevard & 3rd Street, Sinkor
Monrovia - Liberia

DISCLAIMER:
The contents of this email and attachments are confidential and may be
subject to legal privilege. Any unauthorized use, copying, disclosure or
communicating any part of it to others is strictly prohibited and may be
unlawful. If you are not the intended recipient you must not use, copy,
distribute or rely on this email and should please return it immediately to
the sender or notify us and delete the email and any attachments from your
system. We cannot accept liability for loss or damage resulting from
computer viruses. The integrity of email across the Internet cannot be
guaranteed and the United Nations Mission in Liberia will not accept
liability for any claims arising as a result of the use of this medium for
transmissions by or to the United Nations Mission in Liberia.


-----------------------------------------



[Articles] E-mame!, I think I've got it! [From STD to HIV/AIDS]
http://www.pralangga.org/articles/e-mame-i-think-ive-got-it-from-std-to-hivaids


Sudah lama memang saya berkeinginan mengulas perihal yang satu ini.. Memang
sensitif namun itu adalah fakta yang harus diterus-terangkan. Hampir
rampung 5 tahun saya bertugas disini, sudah pasti selayaknya seorang pria
(baca: Laki-laki) yang senantiasa punya hasrat yang melonjak-lonjak akan
lawan jenisnya, perihal "urusan isi celana dalam" adalah merupakan topik
hangat yang tidak pernah bosan untuk dibahas, antara sesama kolega
sekantor, rekan se-negara dan terus sampai ke sang pasangan.


Sudah mulai senyum-senyum, khan? – baik, kita mulai yah cerita seru ini..
untuk melindungi hak privasi narasumber, kita sebut sajalah dia namanya:
Marveen Khreepeekhanjhoot.


Saya tidak begitu mengenalnya secara pribadi, meski dia adalah staff IT
yang senantiasa datang berkunjung ke gedung tempat saya bekerja, sangat
piawai membantu urusan komputer lelet sampai ke koneksi jaringan yang
sering kali batuk-pilek. Maklumlah kita disini terhubung dengan koneksi
internet dan jaringan data melalui protokol microwave-links yang notabene
kalau sudah hujan gludug – langsung deh jadi lelet dan putus.. disitulah si
kampret ini kemudian berteriak menghubungi IT Helpdesk dimana si Mamang
Khreepeekhanjoot itu datang menolong.


Sepintas lalu dia adalah pria yang menyenangkan, ramah dan tidak keliahatan
berangasan, dengan kepala bersorban kain biru, gimana sih layaknya pria
dari suku Singh. Anaknya kecil kurus, meski badan-nya bau bawang stadium
akuut, tercium nyaring saat dia berada di kolong meja memperbaiki kabel
komputer itu – saya harus berdamai hati dulu sampai dia hengkang jauh
barulah kemudian menyemprotkan air refreshner di ruangan. (Jahat sekali
memang saya ini!).


(Embedded image moved to file: pic18913.jpg)
Salah satu pesta-pesta internal para staff mission itu.


Pesta demi pesta, acara gathering sana dan sini, sosok Mang Khanjoot _
sering terlihat dan acapkali dekat-intim dengan beberapa gadis muda
setempat (Maksudnya: Wanita muda Liberia). Tidak dipungkiri bagi semua
staff yang bekerja di daerah pasca konflik, baik itu pria-wanita,
sipil-militer, apapun statusnya di _katepe masing-masing, semuanya berubah
menjadi 'lajang' (meski di kampung/negara asalnya mungkin sudah beranak-3)
dan bergantung pada individu dan gaya hidup [perilaku sex] masing masing
apakah status 'lajang jadi-jadian' itu kemudian membuat mereka bebas untuk
menjalin hubungan dengan siapa-saja.


(Embedded image moved to file: pic06693.jpg)



10,000 personil militer lengkap dengan urusan hajat-nya masing-masing.


Kehadiran lebih dari 10,000 personil military peacekeepers dan sekitar
1,000 staff sipil PBB dibawah naungan UNMIL di Liberia, yang notabene
kebanyakan dari personil itu adalah para pria..
(Embedded image moved to file: pic19664.jpg)

(Embedded image moved to file: pic26203.jpg)


Ya, pria-pria yang sudah pasti jelalatan mata (dan hasratnya) tiap kali ada
wanita dengan sepasang "bujur" _ atau "wadah-cai" _(maksudnya: payudara)
aduhai, sudah pasti leher mereka berputar hampir 360 derajat mengikutinya.


Ya, dan si kampret ini adalah termasuk diantaranya!.


(Embedded image moved to file: pic28995.jpg)



Hello, nama saya Joni – kok kamu mirip sekali dengan Dian Sastro, sodaraan
ya?


Pria-pria yang karena situasi penugasan ini kemudian mendadak berubah
menjadi "lajang". Tidak dipungkiri, terutama mereka personil militer yang
mungkin lebih banyak 'restriction' atau batasan selama mereka masih
bertugas di negeri asal di kesatuan-nya – begitu mendarat disini langsung
deh matanya melotot hampir mau loncat keluar dengan lidah yang menjulur ke
bawah sembari terus "ngacai" bak ilustrasi mesin kasino yang muntah terkena
hit jackpot.


Meski tidak semua begitu, paling tidak begitulah kisah yang saya dengar
dari rekan-rekan staff sipil wanita yang si kampret ini kenal baik dan
dekat (yang tentunya berparas aduhai) saat mereka berpapasan dengan mereka
dari kontingen peacekeepers Pakistan, misalnya.


Hey, lighten up! – they're just perhaps admiring you! – begitulah bela si
kampret ini.


Kembali ke cerita si Mang Khanjoot itu, Tidak lama berselang, sebulan
sebelum si kampret ini cuti mudik yang baru saja berlalu ini, sempat
berkunjung ke rumah salah satu kawan, seorang staff warganegara Thailand
yang juga adalah rekan serumah si Mang Khanjoot ini. Sebutlah si kawan Thai
saya ini bernama, Charbool Rashanamphool. Saya dengan si Mas Charbool ini
selalu bertukar resep masakan dan bumbu-bumbu masak, apalagi saat dia
kembali dari cuti, selalu banyak membawa oleh-oleh yaitu seabrek bumbu
masak instan, macam si Bumbu Indofood-lah.


Perlu diketahuai bahwa, selain perihal wanita, makanan adalah salah satu
topik pemersatu para pria 'mendadak lajang' ini.


Selain urusan suplai bumbu masak, si kampret ini pun banyak dibantu Mas
Charbool untuk urusan reparasi laptop yang dipakai ngeblog ini bila ada
masalah, maka datanglah saya kesana, sembari dia utak-utik, dari teras
menjepretlah banyak foto-foto pemandangan sekitar dimana apartemen mereka
berada di lantai 4, pada perempatan jalan Benson dengan Center street,
terbilang kawasan pusat kota Monrovia dan pasar tumpah jadi-jadian pun
sering digelar disana.





Diruang tamu terlihat si Charbool sedang berbincang dengan si Khanjoot,
sementara si kampret ini sibuk motret kesana kemari dari balkon. Tidak lama
kemudian bergegaslah ia (Mang Khanjoot) keluar apartemen nampak
terburu-buru, entah mengapa.


"Hey, what's with him rushing?", tanya saya.


"Dunno, exactly – he was just asking whether I have some anti-itching cream
and pain killer tabs", jawab si Charbool.


"Is he bitten by insect, mosquito or something? – to me he looks not well
indeed", balas si kampret ini.


"No.. I think he's in a deeper shit.. I told him so to avoid these girls
from the first place.. but, he took shit to even listen.. and he's going
home on leave this weekend.. definitely his wife may not be glad to learn
any of this crap..", jelas Mas Charbool.


Dengan jeda nafas, kemudian ia (Mas Charbool) mulai bercerita bahwa sekitar
seminggu lalu, si Mang Khanjoot rajin mengundang beberapa teman wanita
lokal (maksudnya: Wanita Liberia) berkencan dan menginap.


Meski yang diceritakannya adalah sebatas cerita kekesalan bahwa tamu-tamu
gadis itu kerap menyikat habis makanan dan bir tersimpan di kulkas milik si
Charbool ini saat lewat tengah malam, namun si kampret ini kemudian faham
bahwa
nona-nona-hitam-dan-mungkin-kemudian-terlihat-manis-karena-sudah-berbulan-bulan-menahan-hajat
 adalah kemungkinan besar carrier atau pembawa penyakit "gatal-gatal"
didalam retsleiting itu.


Sudah maklumlah bahwa perihal berkencan dan menginap ini sudah pasti bukan
untuk bermain ucing-sumput (Baca: Petak Umpet) atau sekedar main catur dan
semisalnya. Sudah pasti hanya untuk urusan assooy melepas hajat secara
sembarang dan beresiko.


(Embedded image moved to file: pic17762.jpg)



Beberapa papan billboard tentang bahaya HIV/AIDS


(Embedded image moved to file: pic14381.jpg)



HIV/AIDS Berbahaya: Ah itu urusan belakangan!


(Embedded image moved to file: pic26946.jpg)



HIV/AIDS: Alamak!


Dalam banyak ulasan, paparan dan beberapa publikasi oleh UNICEF, UNFPA,
UNAIDS dan WHO, menjelaskan bahwa daerah pasca-konflik adalah sarang
prostitusi dimana dengan deras masuk-nya jumlah orang asing/pendatang yang
masuk dibawah naungan misi kemanusiaan danlain sbeagainya, dan siapapun
berada didalamnya, baik itu populasi origin, pendatang termasuk semua
personil militer kontingen peacekeepers dan expat sipil macam staff PBB
memang rawan sekali dari terjangkit PSK/STD (Baca: Penyakit Seksual
kelamin/Sexually Transmitted Desease) dan sampai resiko tertular HIV/AIDS.


Belum lagi faktanya bahwa lebih dari 33% penyebaran HIV/AIDS itu berada di
benua Afrika, dan Liberia adalah salah satu negara didalamnya. Mengerikan,
bukan?!!!!.


(Embedded image moved to file: pic29909.jpg)
Remaja putri: Rentan kontraksi HIV/AIDS dari luar.


Acapkali, host population – terutama anak-anak perempuan remaja adalah
rentan terhadap kontraksi HIV/AIDS yang dibawa oleh pendatang. Karena
faktor himpitan ekonomilah penyebab utama terdapat tidak sedikit dari
mereka yang kemudian mengambil jalan pintas terjun ke dunia prostitusi,
terutama ditujukan pria-pria (hidung belang) asing itu.


Itulah mengapa saya ingat betul saat minggu pertama mendarat di Monrovia,
saat mengikuti Induction Training, yaitu training awal yang wajib diikuti
oleh semua staff (Sipil, Militer, Konsultan dan Kontraktor) yang bernaung
dibawah UNMIL dimana salah satu materi dan session-nya adalah HIV/AIDS dan
the Do's and Don'ts dalam perihal 'isi celana dalam' ini selama masih
bertugas di daerah misi peacekeeping ini.


(Embedded image moved to file: pic01048.jpg)



Mission assignment: Honey, saya nggak akan bandel, kok!


"Kalian bertugas disini adalah juga senantiasa berjanji untuk mampu menjaga
status HIV/AIDS [Negative] masing-masing. Bila saatnya tiba untuk cuti
mudik – maka pakai dan terbanglah pulang ke kampung halaman-mu disanalah
lepas-puaskan dengan pasangan tetapmu.." – begitulah seru HIV/AIDS Adviser,
Kolonel Joyce Puita sembari tangan kanan-nya mengacung-acungkan sebuah
dildo yang sudah terbungkus licin oleh sebuah kondom.


Ya, si kampret ini masih ingat betul saat itu, sembari salah satu session
dari pembekalan HIV/AIDS ini menyajikan slide foto pasien yang terkena
penyakit semacam Syphillis, Gonorrhea, Genital Herpes dan seabrek nama-nama
sebutah PSK yang lidah ini susah sekali mengucapnya, namun sudah merinding
melihat slideshow yang secara gamblang menunjukkan 'burung' seorang pasien
STD yang bentuknya sudah nggak keruan lagi; bonyok nggak jelas, persis
terong yang tergilas ban truk! – belum lagi gambar kelamin wanita yang
mirip telur ceplok gosong begitu!.


Wah, sudah deh – jadi hilang tuh nafsu meski disodorkan Seorang Julia Perez
menari-nari bugil didepan hidung ini —> nggak bakalan "bangun deh!". Tidak
sedikit dari peserta Induction Training itu yang tidak bisa menikmati
santap makan siangnya lantaran terbawa gambar 'telor ceplok' itu. Kacau
deh!.


Dengan semangat berapi-api layaknya tukang obat diterminal Blok-M itu,
didepan peserta training, sang Kolonel itu kemudian berkelakar begini:


"E..mame! – I think I've got it" (Ee, My man, sepertinya saya ketularan!)


"That night when I met her, she looked OK and seemed to be healthy-Ooh!"


Sembari tangan dia terus memegang-megang daerah retsleiting celananya.
Gelegar tawa semua peserta training kontan sudah tidak tertahan lagi. Pihak
administration UNMIL meski sudah menganjurkan berkali-kali dalam kampanye
internal memerangi HIV/AIDS kepada seluruh peacekeepers dan menyediakan
seabrek-abrek dispenser kondom di setiap toilet yang ada didalam fasilitas
kompleks gedung, tetap saja kendali akhir itu ada dan berpulang pada
keputusan masing-masing individu.


(Embedded image moved to file: pic21768.jpg)
HIV/AIDS: ABC Rules – Abstinence, Be Faithful & Condomize


(Embedded image moved to file: pic26624.jpg)



Stay Safe: Whenever and Wherever


HIV/AIDS is real.. therefore keep the promise..
Keep the promise to avoid being contracting with one..
Keep the promise to be faithful..
Keep the promise to practice safe sex..
keep the promise to advocate others..


Saya lupa persisnya, namun saat menulis posting entry ini, teringat saya
akan sebuah email yang dikirim salah seorang pembaca setia situs web
peacekeepers ini, seorang ibu muda, dari emailnya mengaku tinggal di Medan,
dari sekian baris kalimat dalam email itu, ia kemudian bertanya kepada saya
pada emailnya: "Mas, sampeyan bagaimana caranya kalau sedang jauh disana
terus menjadi kepengen banget.. untuk itu-tuh..?" – si kampret ini hanya
senyum-senyum sambil kemudian tertawa lepas membaca pertanyaan itu.


Sudah dijawab kok via email, dan terima kasih atas pertanyaan-nya –
demikian saya tutup balasan email waktu itu.


Bagi para staff sipil yang bergelut di daerah misi (pasca-konflik), untuk
kita-kita di UNMIL, diberikan jatah rehat yang umum disebut (R&R) Rest &
Recupperation, atau (ORB) Occupational Recupperation Break, dan bagi
perwira Military Observer namanya CTO (Compensatory Time-off), yaitu 5 hari
kerja (7 hari kalender) yang sering dikombinasikan dengan jatah/tabungan
cuti tahunan untuk dipakai untuk pulang terbang mudik ke kampung yang salah
satunya bisa dipakai untuk mengadakan hajatan "mbelah duren" dan hajatan
lain-nya. Begitulah salah satu response saya pada email untuk ibu tadi.


Ohya, ada yang bisa bantu njawab mungkin ada masukan lain?


PS: Bun, kapan ya disana musim duren tiba?. Tolong kasih tau yah.. saya mau
cuti nih untuk panen.. – love you!



--
Luigi Pralangga
c/o. United Nations Mission in Liberia (UNMIL)
Procurement Section,  Via Diplomatic Mail
PO Box 4677 Grand Central Station
New York, NY 10163-4677, USA
Web - http://pralangga.org
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: