Minggu, 18 Oktober 2009
[bali-bali] PDAM-Subak Rebutan Air, Setelah Gembrong,Kini Telaga Tunjung
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaindex&kid=2&id=22299
17 Oktober 2009 | BP
PDAM-Subak Rebutan Air, Setelah Gembrong,Kini Telaga Tunjung
Tabanan (Bali Post) - Persoalan air sejak beberapa tahun lalu makin pelik ditangani. Antara kebutuhan subak untuk mengairi sawah dan kebutuhan air minum untuk hotel, perusahaan air kemasan dan rumah tangga menjadi persoalan. Mata air pun menjadi rebutan antara krama subak dan PDAM yang membutuhkan air untuk pelanggannya.
Di Tabanan, mata air yang dulunya menjadi kemelut tajam adalah mata air Gembrong di Desa Adat Soka, Senganan, Penebel. Belakangan ini, rencana pengambilan air di Embung Telaga Tunjung, Timpag oleh PDAM juga dipersoalkan krama subak setempat.
Mata air Gembrong digunakan oleh Subak Aya untuk pengairan dengan luas sawah 600 hektar. Dikatakan Pekaseh Gede Subak Aya I Made Riat, empat tempekan Subak Aya telah menggunakan mata air ini sejak dulu. Sebelumnya, katanya, memang terjadi kemelut penggunaan mata air antara PDAM Tabanan dan subak, akan tetapi persoalan itu dapat diselesaikan. Hanya hingga kini, kata Riat, pada musim kemarau krama subak sering kesulitan air, sementara ketika musim penghujan air tidak masalah.
Pembagian air di mata air Gembrong telah diatur melalui SK Bupati Tabanan No.11 Tahun 2001, di mana 65 persen air diambil oleh PDAM dan sisanya 35 persen digunakan oleh krama subak untuk mengairi sawahnya. Diakui Direktur PDAM Tabanan IB Oka Sedana, pembagian itu hingga kini masih berlaku dan tidak ada persoalan dengan krama subak.
Untuk Embung Telaga Tunjung, kata Oka Sedana, merupakan proyek pemda yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Kata dia, ada rencana air di embung itu sebagian akan dimanfaatkan oleh PDAM. ''Sampai sekarang belum ada penyerahan dari pemda kepada kami di PDAM,'' terangnya.
Terkait menjual air ke Nusa Dua, Oka Sedana membantah. Sementara itu Badan Pengawas Wirah Adnyana mengakui PDAM Tabanan pernah menjual air ke Badung yang diambilkan dari sumber mata air Nyanyi, Kediri. Akan tetapi pipa yang menghubungkan telah dipotong sejak sepuluh tahun lalu, sehingga tidak ada lagi penjualan air ke luar Tabanan.
Selain pelanggan rumah tangga, Sedana mengakui ada pelayanan terhadap industri, termasuk industri pengolahan air minum seperti Club dan Duta. Tujuannya agar ada subsidi silang tarif. (kmb14)
--
Anton Muhajir
www.rumahtulisan.com - Personal Blog
www.balebengong.net - Balibased Citizen Journalism
__._,_.___
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar