Minggu, 18 Oktober 2009
[bali-bali] Kebutuhan Air Satu Hotel di BTDC Setara 1.300 KK
ini lebih menarik dan relevan didiskusikan di milis ini daripada terus ngomongin soal arab, islam, majapahit, dst.
--
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaindex&kid=10&id=22298
17 Oktober 2009 | BP
Kebutuhan Air Satu Hotel di BTDC Setara 1.300 KK
Denpasar (Bali Post) - Konsumsi air di BTDC terbilang sangat tinggi. Bayangkan saja, per harinya satu hotel di kawasan ini rata-rata menggunakan 1.300 meter kubik air bersih untuk berbagai macam kebutuhan. Jumlah ini setara untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 1.300 KK. Pemakaian air bisa meningkat drastis pada saat tingkat hunian hotel meningkat. Bahkan bisa mencapai 2.500 hingga 3.000 meter kubik per harinya.
Jumlah konsumsi air bersih tersebut berdasarkan pemaparan pihak PDAM Badung. Direktur Bagian Umum PDAM Badung I Made Subarga Yasa, S.E. didampingi KSPI Komang Tapa Sila Laras, Jumat (16/10) kemarin mengatakan, sebagai pemasok air bersih ke kawasan Kuta Selatan dan BTDC adalah PT Tirta Artha Buana Mulia yang berlokasi di Kedonganan. PDAM Badung dalam hal ini hanya memasok atau mensupport air baku untuk PT Tirta Artha Buana Mulia yang selanjutnya menjual ke pihak hotel.
Menurut Subarga Yasa, konsumsi air bersih terbesar di Kuta Selatan didominasi kawasan pariwisata Nusa Dua, khususnya di BTDC. Pelanggan lainnya berasal dari rumah tangga. Adapun pasokan air baku dari PDAM Badung untuk PT Tirta Artha Buana berkapasitas 270 liter per detik. Jumlah ini setara untuk 10 ribu rumah tangga. Sedangkan total yang dialirkan dari PT tersebut ke daerah Kuta Selatan mencapai 620 liter per detik, sehingga pasokan 270 liter per detik dari PDAM, dinilai sudah tidak relevan lagi.
Terlebih lagi saat ini di BTDC masih banyak daftar tunggu untuk berlangganan air bersih. Makanya, pihak PDAM Badung berencana akan meningkatkan menjadi 500 liter per detik. ''Langkah ini kami ambil karena pasokan yang sekarang belum maksimal. Jadi sebenarnya di sana sudah mulai kekurangan air sejak lama,'' katanya.
Soal konsumsi air bersih, Tapa Sila mengakui untuk kebutuhan hotel memang terbilang cukup banyak. Jika dirata-ratakan, satu kamar hotel menghabiskan 1 meter kubik air bersih. Jumlah ini setara dengan konsumsi satu rumah tangga. Belum lagi fasilitas lainnya seperti kolam renang.
Masyarakat Kecil
Hal yang berbeda justru terjadi di daerah Pelaga dan Kiadan yang notabene termasuk daerah resapan. Masyarakat kecil di dua wilayah itu justru kesulitan air bersih.
Dirut PDAM Badung I Nyoman Sukanada yang ditemui belum lama ini mengatakan, pihak PDAM Badung belum memasok air bersih ke daerah ini. Sebab, pengelolaan air bersih di daerah tersebut masih dilakukan secara swakelola oleh masyarakat dengan pembiayaan dari APBD. Terlebih lagi, potensi wilayah masih belum dimanfaatkan dengan maksimal. ''PDAM Badung siap melayani jika Pemkab Badung menyerahkan ke PDAM,'' tegasnya. (ded)
--
Anton Muhajir
www.rumahtulisan.com - Personal Blog
www.balebengong.net - Balibased Citizen Journalism
__._,_.___
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar