Kehatur ring sesepuh Bali bali lan semeton sami,
Menyambung usul Mbok yu Bulan , mengenai temu muka BOS,
ijinkan tyang mengajukan sekedar usul .
Bagaimana kalau salah satu rapat diadakan hari sabtu tgl 3 january
2009, menurut ala ayuning dewasa dan juga semoga banyak dari kita
yang kebetulan pulang kampung , juga masih dalam liburan.
Sekalian tyang usul , rapat diadakan di Pura Mengening , Tampak
siring ,karena Pura ini memang dibangun oleh Pemimpin Bali dulu
untuk bertemu dan memohon kelancaran pemerintah untuk daerah Bali.
Disamping tempat yang bagus sekali untuk melukat bagi semeton yang
berminat , karena dibawahnya mengalir spring water yang jernih,
yang disebut Toya Shakti mengening , juga lingkungan alamnya yang
indah dan alami ( yee.. saya jadi salesman ini..)
Bagi semeton yang belum pernah tangkil , tyang anjurkan agar tangkil,
sebelum tempat ini dijadikan proyek oleh ........
Kalau semeton sami setuju , tyang mohon membawa pejati/ saksi yang
masing masing isinya ayam enak , ketupat yang lebih ( yang agak
lembek )dan jajan yang enak enak , agar bisa kita santap bareng
setelah sembahyang / meditasi , sebelum rapat dimulai.
Ingat bawa kertas dan pencil , ingetang ngabe masuri... tiyuk puntul
bawang anggen pasikepan.....
Bagi semeton yang belum tahu , Pura mengening ini dibangun
sebenarnya untuk tujuan ini.
Dan yang paling penting ... surudan jeg.. enak sekali ditunas disini,
he..he..he.. , apalagi habis melukat di air yang baguss... sekali..
( promosi lagi..).
Percaya atau tidak , disini, rasa kekeluargaan dan persatuan juga
rasa seperjuangan akan lebih rapat lagi .
Ketoang teh.. baan malu , pang serem...,
Sekian sekedar usul dari tyang , siapa tahu wenten semeton sane
tertarik ..
shanti , Ap.
--- In bali-bali@yahoogroups.com, "Bulantrisna Djelantik"
<btrisna@...> wrote:
>
> Hallooo , Sugi, Popo, kapan pertemuan BOS lagi?? Setuju: ngobrol,
berpikir,
> berembug, dan akirnya berbuat... Nah berbuat itu bisa macam2 kan
dari hulu
> sampai hilir... Mudah2an kita yang masing 2 sibuk bisa bertemu
lagi dalam
> waktu dekat, dan lebih banyak yang bisa datang. Biang Bulan
>
> 2008/11/16 Asana Viebeke Lengkong <asanasw@...>
>
> > 
> > ----- Original Message ----- *From:* Asana Viebeke
Lengkong<asanasw@...>
> > *To:* bali@...
> > *Sent:* Sunday, November 16, 2008 1:59 PM
> > *Subject:* Re: [bali] Re: KRISIS KEUANGAN GLOBAL
> >
> > lama-lama popo transmigran ke India ne....
> >
> > Po, aku pikir melalui perdana BOS kita bisa melakukan sesuatu
yang
> > bermanfaat... kita harus berbuat tidak bisa hanya ngobrol
aja.... ini sudah
> > kebutuhan dan kita pasti bisa berbuat sesuatu... pelan mungkin
tapi
> > pasti....
> >
> > memonitor dan mengevaluasi pekerjaan - pekerjaan muka muka yang
terpampang
> > itu lah yang musti jadi agenda kita kedepan, bagaimana? kita
ngomongin lagi
> > melalui BOS.....
> >
> > Beliin oleh oleh dari india ya.... kecil aja yang murah aja....
hihihi (i
> > know what you have in your mind....)
> >
> > vieb
> >
> > ----- Original Message -----
> > *From:* Popo Danes <popo@...>
> > *To:* bali@... ; bali-bali@yahoogroups.com
> > *Sent:* Monday, November 17, 2008 1:37 PM
> > *Subject:* [bali] Re: KRISIS KEUANGAN GLOBAL
> >
> > Semetons,
> >
> > Walaupun kita kita ini para pelaku ekonomi yang sangat
keciiiillll .... (
> > kecuali Viebeke tentu ), memang kita tidak boleh berpaling dari
realita ini,
> > sebagai bagian dari peduli terhadap hidup dan perut kita masing
masing.
> > Semenjak terjadinya crash ini, saya selalu berfikir sangat
positif, bahwa
> > ini akan membawa banyak kebaikan. Paling tidak para pemain
spekulan dan
> > pemain coba-coba akan menyingkir dari arena, sementara yang
bermain aman dan
> > konservatif akan tetap menjadi penggerak ekonomi yang, mungkin
lamban, tapi
> > tidak beresiko.
> >
> > Di Bali gejala itu sudah nampak, dan sedikit menyejukkan, karena
tidak
> > sehiruk pikuk dulu melihat orang petantang-petenteng kepingin
beli ini itu,
> > jeg telah warisan ida dane mepatok, bawa surveyor, mejajal ajak
nyama
> > tugelan di notaris, dsb. Saya merasa Bali akan bisa sedikit
bernafas, sambil
> > mudah-mudahan para ida dane bisa menahan diri untuk tidak
tergiur iklan
> > barang konsumtif yang tidak produktif, mungkin bisa bikin
upakara yang lebih
> > bersahaja dan lebih khusuk, dan seterusnya, ..............
> >
> > Saya lagi berada di New Delhi dan 3 hari terakhir banyak ketemu
para pelaku
> > ekonomi disini, yang ternyata punya pemikiran yang sama. Dan
yang menarik,
> > salah satu mereka bilang, modal itu kan tidak hanya uang,
manusia juga
> > modal. Dahulu populasi itu disadvantage, sekarang kita pikir ini
sebuah
> > advantage. Tentunya memang super benar, kalau kita semua
produktif, punya
> > kemauan, dan berpandangan jauh ke depan, dan siap dengan situasi
yang serba
> > kompetitif.
> >
> > Nah, sekarang giliran semeton yang dueg dueg, membantu kita
untuk melihat
> > posisi kita selanjutnya. Mestinya, ini sebuah kesempatan bagi
kita untuk
> > mendapat jawabannya dari mereka yang wajahnya terpampang di
setiap celah
> > jalan di Bali.
> >
> > Salam,
> > pd
> >
> >
> > On 11/16/08 11:41 AM, "Asana Viebeke Lengkong" <asanasw@...>
> > wrote:
> >
> > *Krisis Keuangan Global (Artikel 1)
> > *Kamis, 06 Nopember 08
> >
> > *Sebab-sebab dan Dampaknya terhadap Indonesia*
> >
> > Bahwa terjadi krisis maha dahsyat di Amerika Serikat yang
menyebar ke semua
> > negara di dunia sudah sangat banyak kita baca. Namun tidak
banyak yang
> > menjelaskan tentang sebab-sebabnya, dan juga tidak banyak yang
menguraikan
> > tentang landasan dari sebab-sebab itu, yaitu mashab pikiran atau
ideologi
> > yang memungkinkan dipraktekannya cara-cara penggelembungan di
sektor
> > keuangan.
> >
> > Tentang yang pertama, media massa di negara-negara maju banyak
yang
> > mengulasnya. Intinya sebagai berikut.
> >
> > Bank hipotik yang mengkhususkan diri memberikan kredit untuk
pembelian
> > rumah, dengan sendirinya mempunyai tagihan kepada penerima
kredit yang
> > menggunakan uangnya untuk membeli rumah. Jaminan atas kelancaran
pembayaran
> > cicilan utang pokok dan bunganya adalah rumah yang dibiayai oleh
bank
> > hipotik tersebut. Kita sebut tagihan ini tagihan primer, karena
langsung
> > dijamin oleh rumah, atau barang nyata. Tagihannya bank hipotik
kepada para
> > penerima kredit berbentuk kontrak kredit yang berwujud kertas.
Istilahnya
> > adalah pengertasan dari barang nyata berbentuk rumah. Karena
kertas yang
> > diciptakannya ini mutlak mewakili kepemilikan rumah sebelum
hutang oleh
> > pengutang lunas, maka kertas ini disebut surat berharga atau
security.
> > Pekerjaan mengertaskan barang nyata yang berbentuk rumah disebut
*securitization
> > of asset*.
> >
> > Katakanlah bank hipotik ini bernama Bear Sterns. Bear Sterns
mengkonversi
> > uang tunainya ke dalam kewajiban cicilan utang pokok beserta
pembayaran
> > bunga oleh para penghutang atau debitur. Jadi uang tunai atau
likuiditasnya
> > berkurang. Namun Bear Sterns memegang surat berharga atau
*security* yang
> > berbentuk kontrak kredit atau tagihan kepada para debiturnya.
Bear Sterns
> > mengelompokkan surat-surat tagihan tersebut ke dalam kelompok-
kelompok yang
> > setiap kelompoknya mengandung surat tagih dengan tanggal jatuh
tempo
> > pembayaran yang sama. Setiap kelompok ini dijadikan landasan
untuk
> > menerbitkan surat utang yang dijual kepada Lehman Brothers
(misalnya) dan
> > bank-bank lain yang semuanya mempunyai nama besar. Yang sekarang
dilakukan
> > oleh Bear Sterns bukan menerbitkan surat piutang, tetapi surat
janji bayar
> > atau surat utang. Atas dasar surat piutang kepada ratusan atau
ribuan
> > debiturnya, Bear Sterns menerbitkan surat utang kepada Lehman.
Uang tunai
> > hasil hutangnya dari Lehman dipakai untuk memberi kredit lagi
kepada mereka
> > yang membutuhkan rumah. Seringkali untuk membeli rumah kedua,
ketiga oleh
> > orang yang sama, sehingga potensi kreditnya macet bertambah
besar.
> >
> > Penerbitan surat berharga berbentuk surat janji bayar atau
promes disebut
> > *securitization of security*. Bahasa Indonesianya yang sederhana
> > æ ˆengertaskan kertas.?Surat berharga ini kita namakan surat
berharga
> > sekunder, karena tidak langsung dijamin oleh barang yang
berbentuk rumah,
> > melainkan oleh kertas yang berwujud surat janji bayar oleh bank
hipotik yang
> > punya nama besar.
> >
> > Lehman memegang surat utang dari Bear Sterns dan juga dari
banyak lagi
> > perusahaan-perusahaan sejenis Bear Sterns. Seluruh surat ini
dikelompokkkan
> > lagi ke dalam wilayah-wilayah geografis, misalnya kelompok
debitur
> > California, kelompok debitur Atlanta dan seterusnya. Oleh Lehman
> > kelompok-kelompok surat-surat utang dari bank-bank ternama ini
dijadikan
> > landasan untuk menerbitkan surat utang yang dibeli oleh Merril
Lynch dan
> > bank-bank lainnya dengan nama besar juga. Kita namakan surat
utang ini surat
> > utang tertsier.
> >
> > Demikianlah seterusnya, satu rumah sebagai jaminan menghasilkan
uang tunai
> > ke dalam kas dan bank-bank ternama dengan jumlah keseluruhan
yang berlipat
> > ganda. Media massa negara-negara maju menyebutkan bahwa bank-
bank tersebut
> > melakukan *sliced and diced*, yang secara harafiah berarti bahwa
satu
> > barang dipotong-potong dan kemudian masing-masing diperjudikan.
Maka banyak
> > bank yang *debt to equity ratio*-nya 35 kali.
> >
> > Sekarang kita bayangkan adanya pembeli rumah yang gagal bayar
cicilan utang
> > pokok beserta bunganya. Kalau satu tagihan dipotong-potong
(sliced) menjadi
> > 5, yang masing-masing dibeli oleh bank-bank yang berlainan, maka
gagal bayar
> > oleh satu debitur merugikan 5 bank. Ini sebagai contoh. Dalam
kenyataannya
> > bisa lebih dari 5 bank yang terkena kerugian besar, karena
kepercayaan
> > bank-bank besar di seluruh dunia kepada nama-nama besar
*investment banks*dan
> > *hedge funds* di AS.
> >
> > Dampak pertama adalah bahwa bank tidak percaya pada bank lain
yang minta
> > kredit kepadanya melalui pembelian surat berharganya. Ini
berarti bahwa
> > bank-bank yang tadinya memperoleh likuiditas dari sesama bank
menjadi
> > kekeringan likuiditas, sedangkan bank-bank yang termasuk
kategori *investment
> > bank* atau *hedge fund* tidak mendapatkan uangnya dari penabung
> > individual, tetapi dari bank-bank komersial atau sesama
investment bank atau
> > sesama *hedge funds*. Jadi dampak pertama adalah kekeringan
likuiditas.
> >
> > Dampak kedua adalah bahwa bank yang menagih piutangnya yang
sudah jatuh
> > tempo tidak memperoleh haknya, karena bank yang diutanginya
tidak mampu
> > membayarnya tepat waktu, karena pengutang utamanya, yaitu
individu yang
> > membeli rumah-rumah di atas batas kemampuannya memang tidak
mampu memenuhi
> > kewajibannya. Lembaga-lembaga keuangan di Amerika Serikat dengan
sadar
> > memberikan kredit rumah kepada orang yang tidak mampu. Itulah
sebabnya
> > namanya *subprime* mortgage. Sub artinya di bawah. Prime artinya
prima
> > atau bonafid. Jadi dengan sadar memang memberikan kredit rumah
kepada
> > orang-orang yang tidak bonafid atau tidak layak memperoleh
kredit. Bahwa
> > kepada mereka toh diberikan, bahkan berlebihan, karena adanya
praktek yang
> > disebut *sliced and diced* tadi. Dampak kedua ini, yaitu bank-
bank gagal
> > bayar kepada sesama bank mengakibatkan terjadinya rush oleh bank-
bank
> > pemberi kredit, antara lain kepada Lehman Brothers. Maka Lehman
musnah dalam
> > waktu 24 jam.
> >
> > Ketika surat utang *inferior* yang disebut *subprime mortgage*
macet,
> > barulah ketahuan bahwa begini caranya memompakan angin ke dalam
satu surat
> > utang yang dijual berkali-kali dengan laba sangat besar.
> >
> > Ketika balon angin keuangan meledak, Henry Paulson sudah
menjabat menteri
> > keuangan AS. Dia melakukan tindakan-tindakan yang buat banyak
orang
> > membingungkan, tetapi buat beberapa orang, dia manusia yang
hebat, tegas,
> > dan menurutnya sendiri bersenjatakan bazooka. (Newsweek tanggal
29 September
> > 2008 halaman 20). Ada alasan untuk menganggapnya orang hebat.
Dia mahasiswa
> > Phi Beta Kappa dari Dartmouth. Penghubung antara gedung putihnya
Nixon dan
> > Departemen Perdagangan. MBA dari Harvard, bergabung dengan
Goldman Sachs
> > Chicago di tahun 1974, menjadi CEO-nya dari 1998 sampai 2006.
Dan sekarang
> > menteri keuangan AS.
> >
> > Maka dialah yang ketiban beban berat menghadapi krisis yang maha
dahsyat
> > yang sedang berlangsung. Tindakan-tindakannya seperti semaunya
sendiri atau
> > bingung. Dia memfasilitasi JP Morgan untuk membeli Bear Sterns
dengan harga
> > hanya US$ 2 per saham, yang dalam waktu singkat direvisi menjadi
US$ 10.
> > Fannie Mae dan Freddie Mac, perusahaan quasi milik pemerintah
telah
> > memberikan jaminan kredit sebesar US$ 5,4 trilyun. Untuk
menyelamatkannya
> > dua perusahaan penjaminan kredit tersebut dibeli oleh pemerintah
dengan
> > jumlah uang US$ 80 milyar. Lehman Brothers disuruh bangkrut
saja. Merril
> > Lynch dijual kepada Bank of America. Akhirnya dia menyodorkan
usulan supaya
> > pemerintah AS menyediakan uang US$ 700 milyar untuk
menanggulangi krisis.
> > Kongres marah, karena alasan ideologi. Bagaimana mungkin bangsa
yang
> > kepercayaannya pada keajaiban mekanisme pasar bagaikan agama
mendadak
> > disuruh intervensi dengan uang yang begitu besar? Wall Street
guncang luar
> > biasa. Kongres rapat lagi dan æ •erpaksa?menyetujui usulan Hank
Paulson dan
> > Bernanke, Presiden Federal Reserve, supaya pemerintah AS
menggunakan uang
> > rakyat pembayar pajaknya sebesar Rp 700 milyar untuk mencoba
menyelesaikan
> > masalah keuangan yang maha dahsyat itu. Saya katakan mencoba,
karena setelah
> > disetujui, Wall Street tetap saja terpuruk.
> >
> > Maka masyarakat menjadi panik, kepercayaan kepada siapapun
hilang. Dengan
> > adanya pengumuman bahwa perusahaan-perusahaan besar dengan nama
besar dan
> > sejarah yang panjang ternyata bangkrut, saham-sahamnya yang
dipegang oleh
> > masyarakat musnah nilainya. Masyarakat bertambah panik.
> >
> > Seperti telah dikemukakan sangat banyak kertas-kertas derivatif
diciptakan
> > oleh bank-bank dengan nama besar, sehingga tanpa ragu banyak
bank-bank besar
> > di seluruh dunia membelinya sebagai investasi mereka. Kertas-
kertas berharga
> > ini mendadak musnah harganya, sehingga banyak bank yang
menghadapi kesulitan
> > sangat kritis.
> >
> > *Dampaknya terhadap Indonesia*
> >
> > Secara rasional dampaknya terhadap Indonesia sangat kecil,
karena hubungan
> > ekonomi Indonesia dengan AS tidak ada artinya. Praktis tidak ada
uang
> > Indonesia yang ditanam ke dalam saham-saham AS yang sekarang
nilainya
> > merosot atau musnah. Hanya milik orang-orang Indonesia kaya dan
super kaya
> > yang tertanam dalam saham-saham perusahaan-perusahaan AS. Uang
inipun jauh
> > sebelum krisis sudah tidak pernah ada di Indonesia.
> >
> > Dampak yang riil dan sekarang terasa ialah dijualnya saham-saham
di Bursa
> > Efek Indonesia oleh para investor asing karena mereka
membutuhkan uangnya di
> > negaranya masing-masing. Maka IHSG anjlok. Uang rupiah hasil
penjualannya
> > dibelikan dollar, yang mengakibatkan nilai rupiah semakin turun.
Namun
> > sayang bahwa kenyataan yang kasat mata ini tidak mau diakui oleh
pemerintah,
> > sehingga pemerintah memilih membatasi Bursa Efek dalam ruang
geraknya dengan
> > cara mengekang Bursa Efek demikian rupa, sehingga praktis fungsi
Bursa Efek
> > ditiadakan.
> >
> > Kebijakan lain ialah mengumumkan memberikan jaminan keamanan dan
keutuhan
> > uang yang disimpan dalam bank-bank di Indonesia sampai batas Rp
2 milyar.
> > Ini sama saja mengatakan kepada publik di seluruh dunia supaya
jangan
> > menyimpan uangnya di bank-bank di Indonesia yang melebihi Rp 2
milyar.
> >
> > Karena pengaruh teknologi informasi yang demikian canggihnya,
semua
> > berita-berita tentang krisis yang melanda negara-negara maju
dapat diikuti.
> > Pengaruh psikologisnya ialah kehati-hatian dalam membelanjakan
uangnya yang
> > berarti konsumsi akan menyusut dengan segala akibatnya.
> >
> > Setelah Bank Indonesia menjadi independen ada kecenderungan
terjadinya ego
> > sektoral. Karena tugas pimpinan BI terfokus pada menjaga
stabilitas nilai
> > rupiah dan menjaga tingkat inflasi, semuanya dipertahankan *at
any cost*.
> > Maka di banyak negara maju yang menjadi cikal bakal pikiran
independennya
> > bank sentral menurunkan tingkat suku bunga, di Indonesia
dinaikkan sangat
> > tinggi yang lebih memperpuruk sektor riil yang sudah terpuruk
karena
> > menurunnya drastis permintaan dari negara-negara tujuan ekspor.
> >
> > Hal yang kurang dipahami adalah faktor-faktor, kekuatan-kekuatan
serta
> > mekanisme yang bekerja setelah meletusnya gelembung angin
(*bubble*)
> > keuangan menyeret perekonomian global ke dalam spiral yang
menurun.
> >
> > Sejak lama kita mengenal adanya gejala gelombang pasang surutnya
ekonomi
> > atau *business cycle* atau *conjunctuur* yang selalu melekat
pada sistem
> > kapitalisme dan mekanisme pasar. Cikal bakal tercapainya titik
balik teratas
> > menuju pada kemerosotan, dan sebaliknya, cikal bakal tercapainya
titik balik
> > terendah menuju pada kegairahan dan peningkatan ekonomi bisa
macam-macam.
> > Tetapi pola kemerosotan dan pola peningkatannya selalu sama.
> >
> > Seberapa besar pemerintah mempunyai kemampuan mempengaruhinya
tergantung
> > pada struktur ekonomi dalam aspek perbandingannya antara
ketersediaan modal
> > dan ketersediaan tenaga kerja. Bagian ini dari ekonomi tidak
banyak
> > dibicarakan oleh para ahli. Apakah karena mereka kurang paham,
ataukah
> > gejala *business cycle* sudah mati, sudah kuno dan tidak berlaku
lagi?
> >
> > Kita telusuri dalam tulisan berikutnya.
> >
> >
> >
> >
>
__._,_.___![]()
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Minggu, 16 November 2008
Re: [bali-bali] BOS meeting
Setuju sekali pertemuan BOS sambil sembahyang / meditasi / melukat, lalu piknik surudan di pendopo depan Pura, hehe.. Apakah yang dimaksud itu Tirta Empul atau lain?? Tgl 3 Januari Saniscara Umanis sudah dicatat...
Tapi rasanya perlu pertemuan sebelumnya, bulan Nopember ini... atau awal Desember , kita tunggu kabar Sugi, sebelum atau sesudah Po ke Tokyo.. Salam Shantih.., biang.
2008/11/17 IGusti Agung <agungpindha@yahoo.com>
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2008
(1787)
-
▼
November
(396)
- [bali-bali] Allah ......asal muasal.
- Re: [bali-bali] Re: KAMPUNGANYAR - SINGARAJA
- Re: [bali-bali] Warta Komunitas Kreatif Bali #11
- [bali-bali] Apakah istilah "Allah" hanya milik uma...
- Re: [bali-bali] Roadshow jihad misbar
- Re: [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di J...
- Re: [bali-bali] Roadshow jihad misbar
- [bali-bali] Re: KAMPUNGANYAR - SINGARAJA
- [bali-bali] Ormas Islam Pasaman Barat Kembali Tola...
- Re: [bali-bali] Sebagian Guru Agama Islam di Jawa ...
- Re: [bali-bali] Anand Krishna's Greetings from Bra...
- Re: [bali-bali] Tentang fatwa-fatwa yang bikin heboh
- [peaceforbali] More alcohol, less sex:
- [bali-bali] Roadshow jihad misbar
- [bali-bali] Re: Sebagian Guru Agama Islam di Jawa ...
- [bali-bali] Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belu...
- Re: [bali-bali] Warta Komunitas Kreatif Bali #11
- [bali-bali] Bali Positif Terjangkit Rabies
- [peaceforbali] 10 SEX tips you should not ignore:
- BALI INFO - Advertising di BALI
- Re: [bali-bali] Warta Komunitas Kreatif Bali #11
- [bali-bali] Yoga belum ada seujung kukunya dibandi...
- [bali-bali] Warta Komunitas Kreatif Bali #11
- BALI INFO - 1001 Arabian Nights Musical
- [bali-travel] 1001 Arabian Nights Musical
- [peaceforbali] TOP TEN PROMISING SMALL BUSINESS OP...
- [Bali-Business] Villa & Property, 11/28/2008, 1:00 pm
- BALI INFO - Vacancy in Bali November
- [bali-bali] Kesaksian tentang Peng-HARAM-an Yoga d...
- [bali-bali] Tentang fatwa-fatwa yang bikin heboh
- [bali-bali] Anand Krishna's Greetings from Brazil:...
- [bali-bali] Nanya info kursus fagodanz
- Re: [bali-bali] KAMPUNGANYAR - SINGARAJA
- [bali-bali] BERITA POROS LANGIT Renungan Thn 2009...
- [bali-bali] BERITA POROS LANGIT Renungan Thn 2009...
- BALI INFO - Vacancy in Bali Update
- BALI INFO - Vacancy in Bali
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- BALI INFO - Everyday Spa Promo Discount
- [bali-bali] KAMPUNGANYAR - SINGARAJA
- RE: [bali-travel] Info Terbaru Penginapan dan Res...
- [Bali-Business] Spa & Wellness, 11/27/2008, 10:30 am
- Re: [bali-bali] Pembantaian di India.
- Re: [bali-bali] Pembantaian di India.
- [bali-bali] Pembantaian di India.
- [bali-travel] Info Terbaru Penginapan dan Restaur...
- [peaceforbali] Are You Dating Mr. Wrong?
- [bali-bali] Yoga pelajaran SMA.
- [bali-bali] PRESS STATEMENT On Yoga Is Insensitive
- [bali-bali] Widi finds yoga good for health
- [bali-bali] Fw: [Anand Krishna E Study Circle]Gima...
- BALI INFO - Share:Brand New Villa Bali For Rent,Vi...
- BALI INFO - Job Vacancies
- [bali-travel] Job Vacancies
- [bali-bali] Iklan Lowongan Pekerjaan
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- [bali-bali] Info ORG VII Peradah DPP DKI Jakarta
- [peaceforbali] Low sex drive
- BALI INFO - introduce bali handicrafts
- [Bali-Business] a Bali Villa,New Rent,Villa Cantik...
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- [bali-bali] Telantar di Objek Wisata, Wisatawan Ke...
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- Bls: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MU...
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- Re: Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI...
- Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI Soa...
- [bali-bali] RE: [peradah-indonesia] Anggota DPR To...
- Bls: [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI Soa...
- BALI INFO - Women's Day
- [bali-bali] FW: [indonesian-heritage] FW: Defisit ...
- [bali-bali] Anggota DPR Tolak Imbauan MUI Soal Yoga
- [bali-bali] Yoga Hadirkan Tuhan bagi Penganutnya
- [bali-bali] Somewhere in Kenya
- [bali-bali] Jataka Tales
- [bali-bali] Tentang mendidik anak
- [peaceforbali] BRA FOR MEN:
- [bali-bali] Re: FW: [indonesian-heritage] FW: Defi...
- BALI INFO - New Seven Wonders
- Re: BALI INFO - resev hotel 23-27 DEC 08 in BALI
- [bali-bali] Update informasi ORG VII 2008 Peradah ...
- [bali-bali] Warta Komunitas Kreatif Bali #10
- [peaceforbali] HOW TO TRACE A CELL PHONE TEXT MESS...
- [bali-bali] Kuliah online? Mau?
- [bali-bali] Ambulance Zigzag..???
- [peaceforbali] Are you losing interest in SEX?
- [bali-travel] Kunjungan Wisatawan di Bali Mulai An...
- [peaceforbali] HYIP MONITORS - HOW THEY WORK AND C...
- [bali-bali] Fw: Emailing: DSC02457, DSC02353, DSC0...
- [bali-bali] Pesta Blogger 08: Megibung as Part of ...
- [bali-bali] Program Kalender Bali
- Re: [bali-bali] Re: This always bugs me....
- [Bali-Business] Villa & Property, 11/21/2008, 1:00 pm
- [bali-bali] THE FED KUASAI AMERIKA SERIKAT
- [bali-bali] Re: This always bugs me....
- [bali-bali] Re: Kalau gw jadi presiden....
- [bali-bali] This always bugs me....
- BALI INFO - bali holiday PROMO
-
▼
November
(396)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar