Minggu, 02 November 2008

[bali-travel] Komitmen Bali Dijaga

Komitmen Bali Dijaga
60 Orang Mengawal Peta Jalan Bali
Senin, 3 November 2008 | 00:52 WIB

Jakarta, Kompas - Delegasi Indonesia untuk Konferensi Perubahan Iklim
di Poznan, Polandia, 1-12 Desember 2008 berjumlah 60 orang. Lima belas
delegasi inti akan menjaga "peta jalan Bali", serta memastikan krisis
keuangan global tak mengubah komitmen negara maju sebagai motor
penekanan laju pemanasan global.

"Kami berharap agar komitmen di Bali tidak berubah," kata Kepala
Sekretariat Dewan Perubahan Iklim (DNPI) Agus Purnomo di Jakarta,
Minggu (2/11). Dewan di bawah Presiden itu bertugas mewakili Indonesia
dalam berbagai pertemuan tingkat dunia terkait perubahan iklim.

Beberapa keputusan di Bali yaitu konsep building blocks, mitigasi dan
adaptasi, transfer teknologi, serta investasi pendanaan. "Di Poznan,
kalau belum disetujui, setidaknya ada definisi visi dan misi bersama,"
kata Agus.

Salah satu visi yang sempat disinggung adalah pengurangan emisi negara
maju hingga lebih dari 20 persen pada tahun 2020 dan 50 persen pada
tahun 2050—dari level emisi 1990.

Siapkan serius

Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia, juga salah satu
anggota delegasi, Fitrian Ardiansyah menyatakan, Indonesia perlu
menyiapkan diri serius. Di antaranya, menyiapkan paparan beberapa
konsep, seperti pengurangan emisi dari mencegah deforestasi dan
degradasi (REDD). Sejumlah proyek dimulai bekerja sama dengan negara
lain di Kalimantan. "Seberapa pun progresnya, paparkan dengan
meyakinkan bahwa Indonesia mampu ambil bagian," katanya.

Anggota delegasi, katanya, juga diharapkan mampu meyakinkan kenapa
Indonesia tak kalah penting dibanding negara di Benua Afrika atau
pulau-pulau kecil, sehingga patut mendapat bantuan pendanaan dan
transfer teknologi. "Tak bisa hanya bawa konsep, tanpa data-data dan
kegiatan di lapangan. Masih ada waktu untuk siapkan itu semua," ujarnya.

Indonesia dinilai ketinggalan dalam mengambil keuntungan dari
penanganan masalah perubahan iklim. Negara seperti China, India,
Meksiko, dan Brasil mampu menggunakan tekanan dunia untuk mendapat
bantuan, termasuk banyaknya proposal Mekanisme Pembangunan Bersih
(CDM) yang disetujui Dewan Eksekutif CDM.

Delegasi inti akan bertemu pertengahan November 2008 untuk padukan
sasaran dan tujuan negosiasi. Beberapa utusan akan menghadiri
pertemuan pendahuluan di Beijing, China, membahas transfer teknologi
menekan laju pemanasan global.

Pertemuan di Poznan merupakan pertemuan antara yang tidak akan
menghasilkan keputusan mengikat. Namun, perkembangan dunia khususnya
krisis keuangan global memicu kekhawatiran sejumlah pihak.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar (nantinya menjadi
ketua delegasi RI) pernah mengatakan, pertemuan di Poznan patut
dikawal serius agar tidak menghasilkan keputusan kontra-produktif bagi
rencana menekan laju emisi.

Hal senada diungkapkan sejumlah menteri lingkungan seusai pertemuan
pendahuluan di Warsawa, Polandia, Oktober lalu. Mereka menegaskan,
krisis global jangan jadi alasan membelokkan komitmen di tengah jalan.

Sejumlah mantan anggota delegasi RI pada Konferensi Perubahan Iklim di
Bali menyebutkan hal yang perlu dinegosiasikan di Poznan. Di
antaranya, memastikan komitmen negara maju tak berubah dalam pemberian
hibah dan transfer teknologi bagi negara berkembang. (GSA)
------------
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
.

__._,_.___
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0361-255-225/
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Moderator Central

Yahoo! Groups

Join and receive

produce updates.

Yahoo! Groups

Going Green Zone

Find Green groups.

Find Green resources.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: